selasar-loader

Bagaimana aturan dalam menulis ulang konten dari bahasa asing ke Bahasa Indonesia?

Last Updated Jun 1, 2017

Selamat siang teman-teman di Selasar.

Saya ingin bertanya, apakah teman-teman di sini ada yang mengetahui aturan dalam menulis ulang konten untuk dimuat di blog kita sendiri?

Secara garis besar, ada 2 kasus yang ingin saya tanyakan:

1. Katakanlah konten dalam situs yang ingin kita salin adalah situs berbahasa asing, lalu, kita men-translate-nya dan menerbitkannya di blog kita. Adakah aturan-aturan baku yang universal (artinya aturan tersebut sudah dipahami dan dipatuhi oleh seluruh penulis konten di seluruh dunia, di jagad ini, sehingga terhindar dari jerat hukum) atau hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum kita melakukan hal tersebut?

 2. Lalu, misalnya, dalam blog yang ingin kita salin tersebut, ternyata ada aturan terkait permission atau izin, di mana aturan izin tersebut menyebutkan bahwa kita harus membayar sejumlah fee tertentu sebelum kita mem-publish ulang di blog kita. Apabila dalam aturan tersebut, hanya dikatakan bahwa memuat ulang saja yang membayar, sedangkan untuk men-translate-nya ke bahasa kita, kita tulis ulang dengan bahasa kita sendiri, lalu mem-publish-nya tidak tertulis aturan yang jelas (atau lebih tepatnya tidak ada aturan tersebut), apakah sebaiknya kita tetap melanjutkan men-translate konten tersebut lalu mem-publish-nya, atau bertanya dahulu pada situs tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penuduhan plagiarisme atau pencurian konten?

Mohon pencerahannya.

Terima kasih.

1 answer

Sort by Date | Votes
Arfi Bambani
Eks jurnalis detik.com dan viva.co.id | Sekjen AJI 2014-2017

llNBmBRDtdGGytQTY9lxyMa7fzxANNBj.jpg

Sudah pasti Anda terikat dengan copyrights atau hak cipta. Di negara-negara yang penegakan hukumnya maju, seperti Australia misalnya, mengutip untuk catatan akhir/ kaki juga dikategorikan menggunakan copyrights si pemilik kutipan asli.

Saya punya kenalan, dulu dia bekerja di asosiasi jurnalis Australia, dengan rincian pekerjaannya adalah menyurati setiap orang yang menulis dengan mengutip tulisan wartawan-wartawan di media Australia. Jerih payahnya ini  bisa menghasilkan penghasilan ratusan dolar per bulan untuk seorang wartawan, hanya dari meminta copyrights!

Artinya, pertanyaan, apakah ditulis ulang atau tidak, sebagian atau tidak, apakah melanggar copyrights, jawabannya adalah iya melanggar. Secara etik, Anda wajib mencantumkan sumber atas tulisan Anda. Etik itu kemudian membuat Anda terkena implikasi copyrights.

Bagaimana penegakannya di Indonesia?

Karena Indonesia bergabung dalam organisasi perdagangan dunia (WTO) yang memiliki Konvensi mengenai Intellectual Property Rights, tak lama Indonesia meratifikasinya. Pelan-pelan, beberapa undang-undang disusun menyesuaikan diri dengan konvensi internasional itu.

Menurut pengacara Damar Swarno Dwipo, kini Indonesia sudah memiliki aturan mengenai hak atas kekayaan intelektual yang komprehensif, mencakup hampir segala aspeknya antara lain copyrights, trademarks, dan paten. Hal tersebut berarti, jika pemilik konten berbahasa asing yang Anda sadur hendak mengejar Anda atas dugaan pelanggaran, jelas mereka sangat bisa melakukan karena memang sudah diatur juga oleh peraturan perundang-undangan kita sendiri.

Lalu bagaimana cara menghindarinya?

Nah, syukurlah di dunia internasional ada gerakan yang mencoba melawan tirani atau dominasi WTO ini. Gerakan ini menyebut dirinya sebagai "copyleft", yang dari namanya saja sudah menunjukkan ideologinya atas rezim copyrights. Apa itu Copyleft?

Wikipedia menyebut, gerakan ini sebenarnya bentuk alternatif atas lisensi copyrights yang rigid membatasi reproduksi, penyebaran atau peniruan. Nah, copyleft tidak membatasi itu semua, hanya mensyaratkan pengakuan atas pemilik karya tersebut. Untuk mendalami copyleft ini, coba Anda Google saja katanya, sekalian dengan Creative Commons, sebuah organisasi yang gencar memperjuangkan copyleft ini.  (Sebagai contoh, foto yang saya pakai untuk jawaban ini menggunakan salah satu lisensi Creative Commons).

Selain copyleft, ada juga namanya free-license atau bebas lisensi. Perundang-undangan kita mengatur, ada beberapa properti yang bebas linsensi, misalnya adalah yang diproduksi oleh negara atau karya intelektual tertentu yang sudah berusia lebih dari 50 tahun. Anda tinggal pelajari saja beberapa undang-undang yang terkait dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual untuk mendapat rinciannya.

Di dunia internasional, ada semacam gerakan bahwa "produksi negara" ini juga mencakup produksi apapun yang disponsori negara. BBC Inggris misalnya, adalah saluran berita yang dibiayai pajak rakyat Inggris. Aljazeera juga adalah disponsori salah satu negara di Timur Tengah. Voice of America (VOA) juga dibiayai dari pajak rakyat Amerika Serikat.

Namun untuk amannya, penyaduran "produksi negara" ini sebaiknya bukan untuk kepentingan komersial. Jika Anda seorang blogger yang tak berniat mencari keuntungan ekonomi langsung dari tulisan saduran Anda, saya rasa tak ada salahnya mencoba menyadur dari situs-situs seperti BBC ini.

Semoga bisa membantu.

Answered Jun 3, 2017

Question Overview


2 Followers
756 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa manfaat menuangkan pikiran/isi hati ke dalam tulisan bagi Anda?

Mengapa Anda memilih untuk pindah menulis ke Selasar?

Dari mana cara termudah memulai mencari ide untuk menulis novel?

Bagaimana cara paling efektif untuk mengembangkan alur dalam menulis novel?

Di antara novel-novel Haruki Murakami, yang manakah yang paling Anda sukai?

Apakah kutipan Haruki Murakami yang paling berkesan bagi Anda?

Apakah tips menulis terbaik yang pernah kamu dapatkan?

Bila kamu berada pada situs puisi dan puisimu dibaca 250 orang namun tidak ada yang berkomentar, apa yang kira-kira terlintas di benakmu?

Film apakah yang menurut Anda memiliki skenario terbaik?

Menurut Anda, apakah kekurangan dari tulisan-tulisan Murakami?

Adakah pola tertentu dari karya-karya Murakami?

Di antara novel-novel Paulo Coelho, yang manakah yang paling Anda sukai?

Apa tips copywriting yang paling efektif untuk mengiklankan sebuah produk di Facebook?

Apa tips copywriting yang paling efektif untuk mengiklankan sebuah produk di Instagram?

Bagaimana menjaga objektivitas seorang Jurnalis?

Apa perbedaan antara jurnalisme televisi dan jurnalisme cetak?

Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Kenapa pemberitaan setiap media nasional memiliki perspektif berbeda?

Siapa Itu Sukarni Ilyas yang dikenal dengan nama "Karni Ilyas"?

Siapa itu Pepih Nugraha?

Apa yang dimaksud dengan 5W 1H dalam menulis berita?

Apa yang disebut "Nilai Berita" atau news value?

Siapa Jakob Oetama dalam dunia jurnalistik dan media Indonesia?

Apa pentingnya merek dagang?

Bagaimana aturan menggunakan free photo?

Apa arti "via istimewa" di sumber gambar pada beberapa artikel?

Bagaimana membuat konten sosial media yang efektif?

Apakah boleh bertanya dan menjawab hal-hal yang tabu/tidak pantas di Selasar?

Apakah pertanyaan seputar Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) dapat dilakukan di Selasar?

Seberapa sering dalam satu hari seorang social media admin harus memposting sebuah konten di jejaring social yang dimiliki?

Bagaimana cara implementasi snackable content yang paling efektif untuk memperkuat brand credibility?

Faktor-faktor apa saja yang membuat sebuah content lebih menarik untuk di klik (clickbait) dibandingkan konten lainnya di Facebook?

Faktor-faktor apa saja yang membuat sebuah content lebih menarik untuk di klik (clickbait) dibandingkan konten lainnya di Instagram?

Faktor-faktor apa saja yang membuat sebuah content lebih menarik untuk di klik (clickbait) dibandingkan konten lainnya di Twitter?