selasar-loader

Mengapa Korea Utara tetap bersikeras mengembangkan senjata nuklirnya?

Last Updated May 30, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Cok Deniro Panjaitan
Historian UI 2015

LUpXYFS-5Om0x-bnRgLra-AiBOmS9-kx.jpg

Korea Utara saat ini dikenal sebagai negara yang terus bersikeras dalam pengembangan nuklirnya. Pengembangan ini dimulai sejak menjalin hubungan diplomatik dengan Uni Soviet tahun 1950an dan seiring dengan perwujudan pemikiran politik yang dicetuskan Jong-il, yaitu Songun atau utamakan militer, kebijakan ini mengakibatkan militer Korea Utara ditempatkan pada barisan atau garda depan dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di bidang ekonomi, politik, dan sosial.

Pengembangan nuklir Korea Utara dimulai ketika bencana kelaparan menimpa negara tersebut sejak tahun 1994. Dari berbagai informasi asing, disebutkan bahwa pada masa tersebut, rakyat dipaksa untuk bekerja keras habis-habisan sebagai ganti jatah makanan yang didapatkan rakyat. Selain itu, rakyat juga dipaksa menanam opium sembari pemerintah memfokuskan program tes senjata nuklir bawah tanahnya. Walaupun beberapa tesnya dianggap sukses besar, namun di sisi lain timbul konflik pemerintahan antara Korea Utara dengan AS beserta sekutunya yang puncaknya dimulai pada tahun 2001 ketika presiden AS saat itu, George W. Bush mendeklarasikan Korea Utara sebagai axis of evil yang suatu saat dapat mengancam perdamaian dunia. Negosiasi antara AS dan Korea Utara dijalankan dari tahun 2002 hingga pembatalannya tahun 2009 sebagai tanggapan atas peluncuran satelit Korea Utara.

Pasca kematian Kim Jong-il, pemerintah Korea Utara dibawah komando Kim Jong-un semakin melancarkan upaya tersebut mengingat negara tersebut harus senantiasa mengawal kebijakan Songun yang telah dicetuskan sebagai dasar kehidupan bernegara kedua setelah Juche (Berdikari-nya Korea Utara). Sejak tahun 2015 silam, negara tersebut melancarkan tes demi tes senjata nuklir untuk mempersiapkan kekuatan militer menghadapi AS dan sekutunya yang dianggap sebagai penghancur sosialisme negara tersebut. Bahkan, Kim Jong-un pernah mengatakan bahwa semakin kuat tekanan atau sanksi yang diberikan, semakin kuat pulalah tekad Korea Utara untuk tetap melanjutkan program nuklirnya yang berujung pada keputusannya kelak untuk melakukan produksi massal. Sangat disayangkan jika AS dan sekutunya, serta PBB tidak sanggup atau tidak berdaya menghadapi konflik ini yang dipicu oleh pemisahan Semenanjung Korea sejak tahun 1953 karena jika Korea Utara berhasil mengeksekusi keputusannya, maka ancaman akan Perang Dunia Ketiga semakin memanas.

Sumber foto: BBC News

Answered Jun 6, 2017

Question Overview


2 Followers
510 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apakah Donald Trump benar-benar akan menyerah hadapi Korea Utara layaknya Suriah?

Apakah Anda yakin jika dalam beberapa tahun ke depan, Korea Selatan dan Korea Utara akan bersatu?

Apa yang Anda ketahui tentang “Juche” yang menjadi konsep negara Korea Utara?

Bagaimana tips-tips jika ingin berwisata ke Korea Utara?

Apa yang mungkin terjadi dari hubungan Amerika Serikat-Korea Utara setelah peristiwa Otto Warmbier?

Bagaimana hubungan bilateral Korea Utara dan Malaysia pascakematian Kim Jong Nam?

Apa yang kalian ketahui mengenai Korea Utara?

Siapakah presiden Korea Utara saat ini?

Mengapa Korea Utara diperlakukan tidak adil?

Apa sajakah pengaruh D-Day bagi Sekutu pada Perang Dunia II?

Bagaimana dampak D-Day bagi Jerman pada Perang Dunia II?

Apakah kesalahan fatal Hitler yang membuat Jerman kalah pada Perang Dunia II?

Mengapa Perang Dunia II terasa lebih populer daripada Perang Dunia I?

Pesawat paling canggih apa yang tercipta saat Perang Dunia II?

Berapa banyak korban pada Perang Dunia II?

Mengapa tentara Rumania dan Italia gagal menahan serangan Soviet di Stalingrad?

Pesawat tempur apa yang paling ditakuti saat Perang Dunia II?

Pesawat bom apa yang paling berbahaya saat Perang Dunia II?

Pesawat buatan Amerika Serikat atau Jerman yang lebih canggih pada Perang Dunia II?

Sikap politik luar negeri yang paling signifikan dilakukan Amerika Serikat pada Perang Dunia II?

Seperti apa kebijakan luar negeri Donald Trump terhadap pemerintahan Rodrigo Duterte?

Sejauh mana keterlibatan CIA (Central Intelligence Agency) dalam konstelasi politik Indonesia?

Adakah kemungkinan sejumlah negara bagian di Amerika Serikat memisahkan diri jadi negara berdaulat akibat kemenangan Donald Trump?

Mengapa negara-negara Islam tidak lebih mudah bersatu dibanding negara-negara Barat (Uni Eropa)?

Apakah Anugerah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi masih pantas dipertahankan?

Kenapa Setya Novanto bisa menjadi Ketua DPR kembali?

Apakah Indonesia harus menerima pengungsi dari negara yang sedang berkonflik? Mengapa?

Apa itu "post truth politics"?

Bagaimana cara yang paling efektif untuk mengakhiri konflik Palestina dan Israel?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?