selasar-loader

Bolehkah berbuka/membatalkan puasa dengan hubungan seks?

Last Updated May 28, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
D.s. Ardyanto
A notorius "bakso urat" hunter.

6XGpkeqJfQKDgwoQYT2oq8bwUAOQwdHo.jpg

Secara manthiq, bisa saja kita membatalkan puasa dengan berhubungan seks, meski mengabaikan beberapa praktik pembatalan puasa dengan makanan dan minuman seperti dalam hadiits.

Namun demikian, lingkup agama sangat luas, lebih dari sekadar persoalan penalaran dan hukum. Ada persoalan kepantasan juga. Terlebih lagi, dalam tradisi budaya dan agama-agama lainnya, puasa memiliki makna spiritual.

Walhasil, pertanyaan yang lebih tepat, pantaskah membatalkan puasa saat berbuka dengan berhubungan seks?

(sumber gambar: theglobeandmail.ca)

Answered May 29, 2017
Arfi Zon
Seorang Pegawai Negeri Sipil dan Penggemar Berat Olahraga

DfsIJPtSLyVtwt9rzFLvDe1rHS6PL4dO.jpg

Semua yang halal dilakukan saat tidak puasa, tapi dilarang dilakukan saat puasa, bisa dilakukan untuk berbuka, yaitu: makan, minum, dan berhubungan seks dengan istri. Tapi, apa iya saat lemas, lapar, dan haus, kita lebih memilih untuk berhubungan seks dahulu untuk berbuka puasa???? 

Paling hebat, kita minum dulu, baru ngeseks...jadi tetap saja minum dulu yang jadi pembatal puasa saat berbuka, hehehe.
(kaos)

sumber gambar: pixabay.com

Answered May 29, 2017

mvCemqTl763YOnzMRi6TD8ug3i6sWF2H.jpg

Masalah syahwat bukanlah sesuatu yang tercela asal disalurkan kepada yang halal, malah akan mendapatkan pahala. Baru menjadi tercela saat dilakukan secara haram. 

Lalu bagaimana jika berhubungan badan selepas Magrib di bulan puasa padahal belum makan atau minum?

حدثنا الهيثم بن خلف الدوري ثنا مؤمل بن هشام ثنا يحيى بن حماد عن السري بن يحيى عن محمد بن سيرين قال ربما أفطر ابن عمر على الجماع

Telah menceritakan kepada kami Al-Haitsam bin Khalaf Ad-Dawri, telah menceritakan kepada kami Muammal bin Hisyam, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hammad, dari As-Sari bin Yahya, dari Muhammad bin Sirin, ia mengatakan : "Kadang-kadang Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma buka puasa dengan jima' (menyetubuhi istrinya)." [Riwayat Ath-Thabrani dalam Mu'jam Al-Kabir, 12/269]

Dalam sebuah hadist, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

وفي بُضع أحدكم صدقة ، قالوا : يا رسول الله أيأتي أحدُنا شهوتَه ويكون له فيها أجر ؟ قال : أرأيتم لو وضعها في حرام أكان عليه فيها وزر ؟ فكذلك إذا وضعها في الحلال كان له أجر 

"Hubungan badan salah seorang di antara kalian adalah sedekah." Para sahabat berkata: "Wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu mendapatkan pahala?" Beliau menjawab: "Bukankah jika kalian bersetubuh pada yang haram, kalian mendapatkan dosa. Maka demikian juga jika kalian bersetubuh pada yang halal, tentu kalian akan mendapatkan pahala." [HR. Muslim]

 

sumber gambar: blogspot.com

Answered May 31, 2017