selasar-loader

Mengapa mayoritas orang Indonesia lebih suka menggunakan kendaraan pribadi daripada angkutan umum?

Last Updated May 27, 2017

Karena menurut saya orang Indonesia suka yang praktis.

5 answers

Sort by Date | Votes
Zenia Zn
Mahasiswa Manajemen Komunikasi di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta

Alasan masyarakat Indonesia memilih memakai kendaraan pribadi ketimbang transportasi umum karena berbagai alasan seperti, biaya karcis bus atau angkutan kota lebih mahal, tidak nyaman dan mengeluarkan uang setiap hari lebih tidak praktis daripada membeli bahan bakar kendaraan pribadi yang hanya sekali untuk beberapa hari, juga seperti banyak yang mengeluhkan bahwa trasportasi umum sangatlah tidak layak dan tidak nyaman, juga transportasi umum masih kurang armadanya dan ada juga yang berpendapat jadwal kedatangan dan keberangkatan transportasi umum masih terlambat, yang juga dapat mengakibatkan terlambat sampai tujuan ke tempat kerja atau sekolah. Terkadang diperlukan untuk naik lebih dari satu kali dalam menuju suatu tempat sehingga sangat tidak efisien. Hal ini masih menjadi alasan utama masyarakat yang enggan menggunakan kendaraan umum. 

Faktor geografis dari Indonesia juga menyebabkan kenapa masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada transportasi umum, cuaca yang panas pada musim panas, jika ramai-ramai berada di angkutan umum pasti akan gerah dan panas, sangat tidak nyaman. 

Alasan-alasan tersebut lah yang membuat masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum.

Answered May 31, 2017

Gambar terkait

Pada dasarnya ada dua hal utama dalam menjawab fenomena ini. Yang pertama dari segi kepraktisan angkutan umum itu sendiri dan yang kedua, ini sangat subjektif, yakni gengsi. 

 

Meski program utama pemerintah baik pusat maupun daerah yang mencanangkan konektivitas antar-moda dan pembangunan infrastruktur belakangan ini, mengubah paradigma masyarakat yang sudah mengakar kuat mengenai transportasi umum tidak bisa dikatakan mudah. Contoh yang paling sederhana dan terdekat yang saya ambil adalah bus antar kota antar propinsi (AKAP). 


Tren perkembangan Bus AKAP di Indonesia dapat dikatakan "bergairah" belakangan ini seiring pembangunan infrastruktur Tol Trans Jawa, meski dukungan pemerintah dari segi pembiayaan maupun regulasi dikatakan masih jauh dari kata 'baik', hal ini tidak menyurutkan para pengusaha untuk memberikan pelayanan terbaiknya bagi penumpang. Sebelumnya bus dianggap sebagai moda transportasi yang tidak tepat waktu karena sering terkendala macet, ketidaksesuaian harga tiket yang dijual oleh oknum ‘calo terminal’, hingga yang paling klasik, bus masih dianggap ugal-ugalan bagi sebagian orang. Anggapan lawas inilah yang perlahan diubah oleh pemangku kebijakan maupun pengusaha bus dengan memperbaiki sistem penjualan tiket agar lebih praktis, perbaikan sarana dan prasarana seperti terminal bus maupun akses feeder menuju terminal. 
Lalu yang kedua adalah gengsi. Bagi sebagian masyarakat, selain untuk menunjang mobilitas, memiliki kendaraan bukan hanya sekedar alat transportasi semata tetapi berfungsi juga untuk menunjukkan status individu di dalam masyarakat. Faktor inilah yang menurut saya tidak dapat dianggap sepele dan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk mengajak masyarakat agar dapat beralih ke transportasi umum.


Ilustrasi via amg.co.id

Answered Jun 13, 2017
Ray Rahendra
digital strategist, writer, Juventus, marketeer

A1Chfc4YxsOj_K443DG3o1F8L_YWN1fb.jpg

1. Karena gengsi.

Di Indonesia masih ada anggapan punya mobil pribadi= kaya/mampu/naik kelas sosial. Padahal mah sekarang kredit mobil udah hampir sama dengan kredit motor. Jadi apanya yang kaya, coba? Kalau pas keluar rumah, ngeliat jalan, yang banyak itu mobil Avanza, mobil sejuta umat yang tingkat keamanannya dipertanyakan oleh seluruh orang (yang ngerti) dan produsen mobil.

Harus diakui, kita masih terpengaruh oleh gengsi, bahwa memiliki mobil pribadi menaikkan kelas, bahwa memiliki mobil pribadi meningkatkan kepercayaan diri. Padahal, naik Uber, Taksi atau lainnya ya sama. Lebih praktis pun, kalau menurut saya, karena tak harus repot cari parkir, tak repot biaya perawatan, dan repot lainnya. Dan menggunakan kendaraan umum selalu ada pilihan. Saat naik taksi kejebak macet, tinggal keluar dan pindah ke Ojek atau Ojek online. Bayangkan kalau Anda terjebak macet pas menggunakan kendaraan pribadi, yakali ah ditinggalin.

Oh, saya pun ingin punya mobil, tapi mungkin nanti, jika kita semua sudah cukup sadar kalau angkutan umum adalah jawaban dari kemacetan. Tentu angkutan umum dengan fasilitas yang baik ya, bukan angkot bodong atau metromini dan kopaja yang entah gimana caranya masih bisa jalan.

2. Tren Kredit Murah

Punya duit gak sampai 5 juta pun sudah bisa bawa pulang mobil. Di mana-mana sekarang orang bisa mendapati penawaran kredit untuk mendapatkan mobil dengan mudah dan jelas murah. Mobil yang ditawarkan? Avanza dan sekelasnya, yang kalau dibawa mengebut sedikit di tol langsung berasa goyang itu. Tapi tak apa, toh kan punya mobil.

Tren kredit murah ini pun menciptakan satu jenis pengguna lalu lintas baru, yaitu Green Driver. Green Driver adalah pengguna mobil yang sebelumnya lebih luamaaaaa dan lebih sering menggunakan motor. Green Driver baru-baru saja punya mobil, karena kredit murah ini. Dampaknya, banyak kecelakaan dan lalu lintas yang jadi berantakan. Bawa mobil tapi masih kebawa sensasi mengebut ala pengendara motor.

3. Fasilitas Angkutan Umum di Indonesia belum Memadai

Di luar dari online transportation, Trans yang ada di tiap kota dan Commuter Line, angkutan umum di Indonesia masih caur. Coba itu tengok angkot bodong yang masih bisa jalan, Metromini, Kopaja, dan segala bentuk angkutan umum lainnya.

Beda lagi masalah di daerah. Di beberapa kota yang saya tahu, angkutan umum itu cuma ada dari jam 5 pagi sampai jam 4 sore. Setelahnya gak ada. Untungnya di beberapa kota ini, daripada membeli mobil, mereka memiliki menggunakan sepeda Onthel. Entah ya kalau 5-10 tahun ke depan tren kredit mobil murah ini sudah mulai masuk ke kota-kota kecil, mungkin mereka ganti sepedanya dengan mobil.

Ya itu sih kayaknya. Ehe..

gambar via .gayadigital.com

Answered Jul 31, 2017
Venusgazer E P
Medan - North Sumatra

YmZiufWCZ8_WYLKKv-DO0il8CgQzCf4U.jpg

via MotorMobile.net

Lebih cepat dan ekonomis. Ada kalanya menggunakan angkutan umum malah lebih memakan waktu karena angkutan umum misalnya angkot/bis suka ngetem. Belum lagi jika nantinya harus berganti-ganti angkutan karena tempat tujuan tidak serute dengan angkutan. Jika membawa keluarga ongkos yang dikeluarkan jatuhnya malah lebih mahal jika dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Lebih nyaman dan aman. Masih banyak angkutan umum di negara kita yang tidak perduli dengan kenyamanan penumpangnya terutama angkutan umum kelas ekonomi. Dari sisi keamanan, tidak dipungkiri bahwa banyak sopir angkutan umum yang sering ugal-ugalan demi kejar setoran. Bukan rahasia lagi mereka kadang mengkonsumsi sabu agar tetap fit. Selain itu penumpang angkutan umum mesti waspada terhadap aksi kejahatan seperti copet, penodongan, sampai aksi pelecehan seksual. Bandingkan jika menggunakan mobil pribadi yang full AC dan musik.

Status sosial. Tidak dipungkiri bahwa kendaraan pribadi menjadi cermin status sosial seseorang. Harus diakui bahwa di negara ini orang dipandang dari apa yang mereka punya. Dan sebagian dari kita, atau bahkan kita sendiri suka worry pada pandangan orang lain terhadap diri kita.

 

 

Answered Aug 31, 2017
Azizah Khusnul
Mahasiswi Universitas Brawijaya

Sebagai pengguna angkutan umum, ini adalah yang saya keluhkan tetapi tetap memilih menggunakan angkutan umum.

1. Angkotan umum kurang nyaman

Mungkin kalau bus trans sudah lebih nyaman, tapi untuk angkot, bus kota, dan metromini tetap sama saja.. kurang nyaman dan sering berdesak-desakan. Akan lebih baik jika pemerintah mulai memperbaiki fasilitas angkutan umum.

2. Lebih praktis dan ekonomis

Saya akui sebenarnya menggunakan kendaraan pribadi lebih praktis dan ekonomis. Selain sampai ke tujuan dengan cepat, harganya pun lebih murah ketimbang angkot apalagi jika harus oper. Dan kalau tak beruntung kita akan bertemu oknum sopir yang sengaja menaikkan harganya.

3. Gengsi

Jujur kalau saya sendiri sebenarnya tidak malu menggunakan angkot. Tapi mungkin itu pikiran beberapa orang yang berpikir 'kalau bisa beli motor/mobil, ngapain niaik angkot'

Answered Sep 10, 2017

Question Overview


7 Followers
2647 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Kendaraan darat apakah yang paling banyak digunakan oleh tentara saat Perang Dunia II?

Apa rute penerbangan dengan durasi paling pendek di Indonesia?

Apa yang menjadi transportasi Anda di Jakarta?

Apa moda transportasi terbaik di Jakarta?

Situs apa saja yang harus dipantau pengguna kereta api di Jakarta?

Siapakah yang mempopulerkan "Om Telolet Om"? Mengapa bisa populer di kalangan netizen?

Bagaimana asal-usul fenomena "Om Telolet Om"?

Apa kereta api ternyaman dan teraman di Indonesia?

Apa penerbangan ternyaman dan teraman di Indonesia dan apa alasannya?

Apa jalan tol teraman dan ternyaman di Indonesia?

Siapa Freddy Numberi?

Siapa EE Mangindaan?

Siapa Jusman Syafii Djamal?

Apa yang menarik dari Pelabuhan Tanjung Perak?

Mengapa Yogyakarta punya 2 bandara international?

Mengapa Kantor Pos menggunakan warna oranye?

Bagaimana cara menaiki HeliCity?

Bagaimana menurutmu masalah kasus NYIA?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?