selasar-loader

Apa yang dimaksud dengan 5W 1H dalam menulis berita?

Last Updated Nov 24, 2016

5 answers

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Mendalami ilmu jurnalistik sekaligus praktisi dengan menjadi jurnalis

5W 1H adalah rumus klasik yang digunakan untuk menulis berita. Bukan hanya untuk menulis berita, bahkan untuk menulis secara umum, seperti menulis cerita, menulis artikel, bahkan menulis surat. Rumus ini berasal dari novelis Rudyard Kipling yang memperkenalkan unsur-unsur yang wajib ada dalam menulis berita, yaitu WHO, WHAT, WHERE, WHEN, WHY (5W) dan HOW (1H).

Semua unsur itu diharapkan ada, meskipun untuk berita yang sifatnya breaking news yang mengandalkan kekinian, unsur WHY dan HOW menyusul kemudian.

Hasil gambar untuk menulis dengan 5w 1h

Sumber gambar via https://stendanson.files.wordpress.com/ 

WHO 'siapa' tentu saja tentang siapa yang diberitakan atau siapa yang menjadi cerita dalam penulisan berita. Ia bisa orang yang terlibat dalam suatu peristiwa, saksi mata, atau sumber/narasumber untuk peristiwa tersebut. WHERE merujuk di mana terjadinya peristiwa dan WHEN, kapan peristiwa itu terjadi. Sementara itu, WHAT merujuk pada apa yang dilakukan oleh Who (orang itu) atau peristiwa apa yang menimpa orang itu.

WHO, WHAT, WHERE, WHEN adalah dasar dari menulis berita atau bahkan menulis surat. Jika Salman, seorang mahasiswa mengalami pengeroyokan oleh orang yang tidak dikenal di Jalan Sudirman pada Minggu malam, misalnya. Maka, unsur Who (Salman), What (pengeroyokan), Where (Jalan Jenderal Sudirman), When (Minggu malam), sudah terpenuhi. 

Jika unsur WHY dan HOW ingin ditambahkan, mengapa Salman dikeroyok (karena dia berjalan sendiri di tempat sepi sendirian) dan bagaimana keadaan Salman yang babak belur menjadi pelengkap unsur 4W yang pertama. Dari contoh itu saja kita sudah dapat menyusun berita lengkap tentang Salman yang babak belur akibat dikeroyok orang-orang tak dikenal di Jalan Sudirman, pada Minggu malam.

Demikian pula dalam menulis berita baku, minimal unsur 5W+1H itu wajib ada walaupun dalam berita yang mengarah ke gaya "Interpretatif Reporting" pola ini tidak diterangkan secara jelas karena berita menjadi semacam ulasan atau pemaknaan (jurnalisme makna).

Answered Nov 25, 2016
Eko Permadi
Journalism and Law

5W 1H dalam menulis berita, yaitu menyampaikan jawaban dari 5W+1H dalam tulisan. Artinya penggunaan What, When, Who, Where, Why dan How agar berita utuh dan baik. semakin lengkap kaidah 5W 1H semakin bagus pula berita tersebut.

Answered Jan 17, 2017
Thereis Kalla
IISIP JAKARTA

5W 1H merupakan singkatan dari What, When, Where, Why, Who dan How, atau biasanya di kalangan mahasiswa IISIP (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ) dikenal dengan ASDAMBA, yaitu Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana. Kelima unsur ini merupakan penuntun untuk menulis karya jurnalistik seperti berita, feature, dan sebagainya. Menggunakan 5W 1H akan memudahkan kita dalam menyampaikan pokok pikiran ke dalam suatu peristiwa yang kita laporkan dalam berita.

Pada dasarnya, penggunaan 5W 1H juga digunakan dalam lead atau teras berita. Lead berita merupakan ringkasan berita yang diletakkan di bagian awal berita. Ada berbagai macam jenis lead, seperti lead apa (what lead), lead siapa (who lead), lead kapan (when lead) dan masih banyak lagi jenis yang lainnya. Kata pertama dari lead yang menentukan jenis lead yang digunakan, misalnya ada peristiwa kebakaran, maka bisa kita tulis, "Kebakaran terjadi di daerah....." Maka pertanyaan apa yang terjadi terjawab, yaitu kebakaran. 

Es0v0JTSAgZtpdWwCQHtJ01SPf_A0xRF.jpeg

Pada tubuh berita, biasanya lebih menekankan unsur How atau Why. Karena  tubuh berita berisi kutipan atau fakta yang mendukung lead berita. Fakta atau kutipan itu merupakan rincian dan dapat melengkapi serta memperjelas fakta atau data yang disuguhkan dalam berita. Rincian keterangan atau penjelasan yang dimaksud adalah hal-hal yang belum terungkap pada lead berita.

Penggunaan 5W 1H juga merupakan tolak ukur bagi kelengkapan sebuah berita. Jika sebuah berita bisa menjawab semua unsur pertanyaan 5W 1H, maka beritadapat dikategorikan sebagai berita yang lengkap. Pembaca atau pemirsa sebagai konsumen media harus disuguhkan berita yang lengkap agar tidak muncul informasi yang saru sehingga menyesatkan publik.

Answered Mar 12, 2017
Zulfian Prasetyo
Melahirkan beberapa judul buku komedi, cerpen, dan puisi.

Yang dimaksud dalam 5W 1H adalah sebuah rumus yang terdiri dari unsur-unsur dalam menulis berita. Seperti yang dikatakan Kang Pepih Nugraha, ini adalah rumus buatan Rudyard Kipling. Rumus ini menjadi semacam panduan tidak hanya dalam menulis isi berita, tetapi juga dalam membuat judul berita.

Penggunaan 5W 1H juga merupakan tolok ukur bagi kelengkapan sebuah berita. Jika sebuah berita bisa menjawab semua unsur pertanyaan 5W 1H, maka ia dapat dikategorikan sebagai berita yang lengkap.

  • Who (Siapa): Siapa yang melakukan? Siapa yang mengadakan? Siapa yang terlibat? Unsur ini biasanya berupa nama orang atau lembaga. What (Apa): Apa yang dilakukan seseorang/lembaga? Kejadian apa? Apa yang dikatakan? Ini adalah unsur yang cukup dominan dalam menentukan isi berita.
  • Where (Di mana): Di mana tempat kejadian perkara (TKP)? Di mana tempat berita itu terjadi? Di mana seseorang membuat pernyataan?
  • When (Kapan): Kapan peristiwa itu terjadi? Hari apa? Tanggal berapa? Bulan apa? Siang atau malam? Pukul berapa?
  • Why (Mengapa): Mengapa peristiwa itu terjadi? Apa penyebabnya? Apa tujuannya? Kenapa suatu acara diadakan? Kenapa seseorang mengucapkan pernyataan itu?
  • How (Bagaimana): Bagaimana ceritanya? Bagaimana kejadiannya? Bagaimana prosesnya? Ada apa saja? Ini adalah rincian dari sebuah berita yang bersifat melengkapi unsur-unsur sebelumnya. Bisa pula dijadikan alat untuk menjahit berita agar lebih mengalir dan dalam.

 

gHEGMspZEdQvN_uY6iAC2rx-madGPNa-.jpg

Yang tidak kalah penting dalam menulis berita ialah kaidah piramida terbalik. Teman saya yang merupakan wartawan salah satu media terkemuka menjelaskan tentang ini pada suatu hari.

Piramida terbalik adalah bangunan yang menyatukan unsur-unsur 5W 1H. Bayangkan bentuk piramida, namun dalam posisi yang terbalik. Semakin lebar bidangnya, semakin penting nilainya. Artinya, unsur teratas (yang bidangnya paling lebar) adalah tempat untuk informasi paling penting. Biasanya, paragraf pertama dan kedua. Semakin ke bawah, informasi yang diberikan semakin kurang penting.

Mengapa demikian?

Karena kalau informasi paling penting diletakkan paling bawah, attention span manusia yang cukup terbatas bisa membuat informasi itu jadi tidak terbaca, entah karena bosan maupun karena teralihkan oleh hal-hal lain. Karena itulah, informasi paling penting biasanya diletakkan di paragraf-paragraf awal.

Alasan kedua dalam penggunaan piramida terbalik adalah untuk memudahkan editor menyunting suatu berita sehingga berita yang tadinya terlalu panjang bisa disunting tanpa harus kehilangan inti beritanya. Jadi, selain memudahkan pembaca, memudahkan editor juga.

Rumus 5W 1H dan konsep piramida terbalik sebenarnya bisa juga diterapkan dalam forum tanya jawab seperti Selasar ini. Dalam satu pertanyaan, biasanya ada banyak sekali jawaban dengan versi yang berbeda satu sama lain, tergantung pemahaman orang yang menjawab. Nah, kalau ingin jawabanmu lebih dibaca (punya view lebih banyak), sangat bagus untuk menerapkan 5W 1H dan piramida terbalik ini sambil ditambahkan gambar untuk menarik perhatian pembaca.

Semoga membantu.

Answered Mar 22, 2018
Andara Geofani
Suka membaca, Engineer, Hobi Makan

Berita adalah sejumlah informasi yang tersusun sedemikian rupa untuk disampaikan pada masyarakat. Berita adalah peristiwa yang mengandung hal menarik, luar biasa, dan terkini (aktual). Tidak semua peristiwa layak dan perlu diberitakan. Peristiwa yang layak diterbitkan ialah peristiwa yang penting, menarik, dan aktual. Jadi, berita merupakan laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang "diperlukan" oleh masyarakat.

Syarat berita yang baik antara lain aktual, faktual, besar, dan adil atau tidak memihak. Dalam media massa, berita yang disajikan bersifat aktual dan menyangkut hal-hal yang menarik bagi masyarakat umum. Isinya beragam, mungkin hal itu berkenaan dengan masalah hukum, kriminalitas, politik, keagamaan, kebudayaan, kesehatan, olahraga, hobi,

dan masalah-masalah lainnya. Berita dapat kita ikuti melalui media-media massa, seperti

radio, televisi, koran, majalah, atau internet.

Berita dalam surat kabar disajikan dengan struktur piramida terbalik. Berita-berita utama disimpan pada bagian atas sebagai lead atau teras berita dan semakin ke bawah sajian berita itu semakin tidak penting.

  • Teras berita
  • Tubuh berita
  • Akhir berita

Teras berita merupakan bagian yang paling penting, biasanya sudah mewakili seluruh isi berita. Bagian ini memuat informasi yang merupakan jawaban 5W 1H (what-apa peristiwanya, who-siapa yang mengalaminya, where-di mana kejadiannya, when-kapan peristiwa itu terjadi, why-mengapa hal itu terjadi, dan how-bagaimana suasana atau akibatnya).

aDL9ewrT_fZ80chH_bGSlBn9aLvvXbI8.jpg

Tubuh berita berisi ulasan atau informasi lengkap tentang teras berita dan berangsur-angsur ke hal yang kurang pentingyang termuat pada akhir berita.

Berdasarkan pola tersebut, segi kepentingan berita semakin ke bawah semakin berkurang. Nilai yang paling penting terletak pada kepala berita. Dalam leader, terdapat unsur 5W 1H. Akan tetapi unsur manakah yang disebutkan lebih dahulu? Untuk bisa menentukan unsur mana yang paling penting, penulis itu sendiri yang harus bisa mengukurnya.

Isi sebuah berita harus tepat, benar, dan tidak terdapat kesalahan. Karena itu, dalam menulis berita harus didukung dengan langkah konfirmasi dari pihak- pihak yang terkait dalam pemberitaan. Berita disusun secara urut, di mana isi berita yang penting dan jangkauan informasinya luas diletakkan pada bagian awal. Sedangkan, bagian yang kurang penting, bersifat khusus, dan sempit jangkauan informasinya diletakkan pada bagian akhir berita.

Dengan demikian, unsur-unsur berita menyangkut enam pokok penting, yaitu:

  1. nama peristiwa (apa)
  2. pelaku (siapa)
  3. tempat (di mana)
  4. waktu (kapan)
  5. sebab-sebab peristiwa itu terjadi (mengapa)
  6. prosesnya (bagaimana)

Kelengkapan berita terkait dengan unsur-unsur berita yang terdiri atas pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, kenapa, dan bagaimana (5W 1H) dari suatu peristiwa yang terjadi harus lengkap agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.

Keenam hal tersebut lazim ditempatkan di bagian awal pemberitaan sebagai bagian yang secepatnya harus diketahui pemirsa. Bagian awal ini disebut pokok berita atau lead. Pokok berita memaparkan klimaks kejadian secara ringkas, lengkap, dan jelas. Jadi, pokok berita sifatnya ringkas, tetapi menjawab segenap pertanyaan 5W 1H (apa peristiwanya, siapa yang mengalami, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana suasana atau akibatnya).

Berita harus ditulis berdasarkan keadaan sebenarnya dan tidak memihak/berat sebelah. Berita tidak boleh dibumbui dengan opini sehingga merugikan pihak yang diberitakan dan harus disampaikan tanpa usaha untuk memengaruhi pembaca atau pendengarnya.

Suatu berita dikatakan menarik jika berguna bagi pembaca. Isi berita hubungannya dekat dengan fakta yang disajikan ini berkenaan dengan kehidupan atau lingkungan pembaca/pendengar. Selain itu, berita juga harus memiliki daya pengaruh yang kuat.

Answered Mar 22, 2018

Question Overview


6 Followers
43464 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana menjaga objektivitas seorang Jurnalis?

Apa perbedaan antara jurnalisme televisi dan jurnalisme cetak?

Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Kenapa pemberitaan setiap media nasional memiliki perspektif berbeda?

Siapa Itu Sukarni Ilyas yang dikenal dengan nama "Karni Ilyas"?

Siapa itu Pepih Nugraha?

Apa yang disebut "Nilai Berita" atau news value?

Siapa Jakob Oetama dalam dunia jurnalistik dan media Indonesia?

Adakah unsur lain selain 5W+1H dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud "Gods given fact" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud dengan 'off the record' dalam jurnalisme?

Apa yang dimaksud "Curiosity" dan "Skeptic" dalam menulis berita?

Siapa "Indonesia Man of the Year 2016" menurut Anda?

Bagaimana cara mengidentifikasi berita palsu (hoax)?

Bagaimana proses kreatif menulis berita di Harian Kompas, apakah atas inisiatif sendiri atau penugasan?

Apakah mungkin sebuah berita hoax justru merupakan informasi rahasia dan A1?

Apakah yang dimaksud dengan penulisan kreatif?

Dari mana cara termudah memulai mencari ide untuk menulis novel?

Siapa penulis populer favorit Anda? Mengapa?

Mungkinkah Tereliye melakukan plagiasi dalam beberapa karya atau novelnya?

Novel apa yang paling menginspirasi dalam hidup Anda hingga mengubah hidup Anda?

Mengapa Helvy Tiana Rosa tidak lagi menerbitkan novel?

Apakah tips menulis terbaik yang pernah kamu dapatkan?

Apa yang membuat Anda kecanduan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram?

Mengapa media disebut "Pilar Keempat" dalam demokrasi?

Apa yang dimaksud "fact is sacred" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud "Cub Reporter"?

Apa yang disebut "Hook" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud "Firsthand Account" dalam meliput peristiwa?

Bagaimana membedakan antara "Firsthand Account" dan "Secondhand Account" dalam menulis berita?

Siapakah Trias Kuncahyono?

Efektifkah aksi boikot Metro TV melalui Petisi?

Model bisnis apa saja yang biasa dilakukan oleh media online?

Apa trik dan tips untuk mendapatkan foto landscape yang bagus?

Universitas/institut/kampus (di dalam negeri) apa yang terbaik untuk seorang calon insinyur (engineer)? Mengapa?

Universitas/institut/kampus apa yang terbaik untuk seorang calon arsitek di Indonesia? Mengapa?

Bagaimana cara jitu membetulkan genteng rumah yang bocor?