selasar-loader

Apakah sebelum berhijab kita harus menghijabkan hati kita dulu?

Last Updated Nov 24, 2016

9 answers

Sort by Date | Votes
Luthfia Rizki
Beauty Enthusiast

Tidak. Memberbaiki kelakuan bisa seiring dengan pemakaian hijab. Karena dengan memakai hijab, diri kita sendiri bisa otomatis ikut menyesuaikan dengan perbuatan yang akan kita lakukan.

Yang perlu ditekankan adalah perlunya istiqomah dalam memakai hijab. Jika belum datang hidayah dari-Nya, berdoalah sering-sering pada Allah agar cepat didatangkan ridho-Nya. Menurut saya, daripada memaksakan dan "nyinyir"-in orang lain untuk segera berhijab, lebih baik kita bantu mendoakannya untuk segera mendapat hidayah-Nya. Daripada nanti berujung orang tersebut tidak istiqomah menggunakan hijab karena keikhlasan berhijab belum datang dari hatinya sendiri, jujur hal ini lebih sedih.

Answered Jan 15, 2017
Zenia Zn
Mahasiswa Manajemen Komunikasi di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta

Hz2NXqYE9mSYjz66_qP6UGkUrGGLq4fd.jpg

Menurut saya tidak. Karena menutup aurat dengan berhijab adalah sebuah kewajiban bagi wanita muslim, hal tersebut sudah dijelaskan pada Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 59 yaitu "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Jika kewajiban tersebut telah dijalani dengan menggunakan hijab maka dengan sendirinya hati dan perbuatan kita pun InshaAllah akan menuntun kita pada kebaikan.

Answered May 10, 2017
Nauval El-Hessan
Quranic disciple

rM-gNGmLHbAWYNK8lkBw_dIeAJ2vYAtI.jpg

Bagi saya, bila bisa melakukannya secara sekaligus, itu lebih baik. Akan tetapi, bila disuruh memilih, saya lebih memilih menghijabkan hati terlebih dahulu karena dalam Qur'an, perintah lebih banyak mengarah pada memperbaiki moral, bukan pakaian. Surah tentang jilbab, khimar dan hijab hanya berjumlah tiga ayat. Pertama, ayat tentang khimar terdapat pada surah An-Nur (24): 31. Kedua, ayat tentang jilbab berada pada surah Al-Ahzab (33): 59 dan ketiga, tentang hijab berada pada surah Al-Ahzab (33); 53. Ayat hijab, hanya khusus kepada istri-istri Nabi. Silahkan pembaca mengecek sendiri Qur'an-nya pada surah Al-Ahzab (33): 53.

Ayat jilbab dan khimar bersifat umum dan ini seringkali dijadikan dalil bahwa memakai khimar dan jilbab adalah kewajiban. Iya, saya setuju, tapi bukan berarti itu lebih wajib daripada memperbaiki moral. Bila kita mengecek kembali surah-surah Makkiyah, maka semuanya bermasalahan dengan moral. Bahkan ketika kita melihat surah-surah Madaniyah, mayoritas membicarakan moral. Akan percuma bila sudah berjilbab tapi moral bobrok. Jilbab atau apapun pakaian tertutup sudah eksis jauh sebelum Nabi Muhammad membawa risalah Qur'an. Nabi Muhammad turun untuk membenahi moral; membenahi esensi pemakaian jilbab dan sejenisnya. Oleh karena itu, ada baiknya, utamakan akhlak atau moral, tapi bukan berarti mengenyampingkan pakaian. Sesuai dengan hadits Nabi, "Aku diutus untuk memperbaiki akhlaq.". Bila kalian muslimah berjilbab tapi moral dan akhlaq tetap bejat, apa bedanya kalian dengan perempuan-perempuan sebelum Islam?

Ini yang disebut oleh Muhammad Tahir bin Asyur, seorang ulama Maliki asal Tunisia, dengan maqasid syariah (tujuan syariat). Allah menyuruh berjilbab bukan hanya untuk menutupi bagian tubuh, tapi juga bagian hati. Bila muslimah belum siap berjilbab, maka tidak salah mereka yang terlebih dahulu menutupi hatinya dengan keimanan. Karena saya yakin, muslimah yang hatinya bersih, pasti akan berjilbab (meskipun tidak semuanya).

 

sumber gambar: dwibcc.org

Answered May 25, 2017
Martina Mochtar
Istri dari seorang pecinta sosial, dan Ibu dari seorang Bocah Pemberani

Hasil gambar untuk berhijab

Saya merasakan bahwa berhijab adalah "alat keamanan" bagi seorang wanita. Selayaknya helm yang digunakan untuk seorang pengendara motor. SOP keamanan untuk mengendari motor adalah menggunakan helm, tidak peduli sudah jago banget atau belum dalam mengendarainya. 

Hijab bermakna 'batas', sehingga hijab memberikan sebuah batas atau jarak bagi pemakainya dengan orang lain. Tidak hanya menghalau godaan pria, namun hijab juga membantu saya menolak halus ajakan dari kawan untuk melakukan hal-hal negatif, seperti mabuk atau kongkow-kongkow di klub malam, tanpa harus merusak hubungan pertemanan yang sudah terjalin. Saya sudah tidak perlu lagi menolaknya, karena mereka sudah otomatis tidak lagi menawarkan tawaran itu semenjak saya menggunakan hijab. 

Tapi, apakah dengan berhijab akan bebas dari perbuatan negatif? Jawabannya adalah belum tentu. Karena hijab menghalau godaan yang ada dari luar, nah kalau godaannya datang dari dalam hanya dapat ditahan oleh kualitas iman masing-masing individu. 

Gambar via muslimarket.com

Answered May 27, 2017
Fhidela Dheaa
Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Tidak, apapun alasannya, berhijab itu wajib hukumnya. Selain menghijabi kepala kita, kita juga memang dianjurkan untuk menghijabi hati kita. Namun terlepas dari itu semua, berhijab bagi wanita hukumnya wajib, apapun alasannya wajib.

Answered Aug 16, 2017

Menghijabkan hati dapat dibarengi oleh menghijabkan diri. Apabila keinginan untuk berhijab sudah datang, ada baiknya cepat dilaksanakan. karena bila semakin lama menunda, niat baik akan hilang lagi. Baru setelah hijrah secara penampilan, kita akan berfikir bahwa kita harus memiliki akhlak sesuai dengan penampilan. Penampilan islami dengan akhlak islami.

Answered Aug 20, 2017
Fatima AW
Mahasiswa Kehutanan UGM | Peserta Rumah Kepemimpinan Yogyakarta | @fatimahayuw

Tidak juga. Menurut saya, hijab yang merupakan kawajiban bagi setiap muslimah tentu harus dilaksanakan tanpa bisa ditawar. Hal tersebut merupakan bentuk ketaatan muslimah kepada Allah SWT. Perkara hati, dapat diperbaiki seiring berjalannya waktu. Bila harus menunggu hati dihijabkan, maka itu hanya alasan semata. Karena sejatinya sampai kapanpun bila menungu menghijabkan hati, tak seorangpun merasa pantas untuk berhijab

Answered Nov 2, 2017
Aditya Bhaskara
S.Psi, book addict, blogger, you don't know about me and you don't know my story

Saya setuju dengan jawaban-jawaban yang diberikan dengan pertanyaan ini.
Menurut saya, Kedua hal tersebut adalah hal yang saling berkesinambungan.

Saya pernah mendengar dan saya setuju dengan pernyataan dari salah satu ustadz yang pernah saya dengarkan nasihatnya ketika diatas mimbar.
"Perempuan muslim nggak masalah kok nggak pake jilbab!! Kalau sedang dirumah atau dikamarnya sendirian."

Intinya, jilbab bagi muslimah adalah wajib.

Answered Mar 11, 2018

Tidak, apapun alasannya, berhijab itu wajib hukumnya.

gomovies

Answered Mar 16, 2018

Question Overview


11 Followers
1279 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana pilihan karier terbaik untuk perempuan?

Apakah botol parfum wanita paling indah yang pernah Anda lihat?

Bagaimana cara mendekati/PDKT dengan wanita yang benar?

Apakah menyukai pria mapan lantas membuat perempuan menjadi materialistis (matre)?

Calon istri atau istri seperti apa yang kamu dambakan?

Bagaimana laki-laki memandang wanita alpha?

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

Apa kriteria tingkatan tertinggi wanita salihah itu yang mau dipoligami?

Mengapa Baju Kurung tidak laku dalam dunia fashion muslimah Indonesia?

Apa yang membuat Anda yakin untuk menggunakan hijab?

Bagaimana awal mula fashion hijab di Indonesia berkembang?

Anda lebih menyukai Dian Pelangi atau Ria Miranda? Mengapa?

Mengapa beberapa pejabat senior perempuan Indonesia tiba-tiba mengenakan jilbab saat bertemu dengan Raja Salman dari Arab Saudi?

Mengapa polisi Indonesia di bawah Presiden Widodo mencabut larangan mengenakan jilbab untuk petugas polisi wanita? Mengapa itu dilarang sebelumnya?

Mengapa hijab menjadi sangat tren di Indonesia?

Apa bedanya hijab dengan pasmina?

Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?

Apakah Syiah bukan Islam?

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Apa yang dimaksud dengan munafik?

Apa yang dimaksud dengan halal?

Apa yang dimaksud dengan haram?

Apa yang dimaksud dengan mubah?

Apa yang membuatmu merasa bermakna dalam hidup?

Menurut Anda, bagaimana kualitas seorang artis atau selebritis di Indonesia dari segi moral?

Siapakah diri Anda?

Apa arti nama Anda?

Siapa kamu?

Apa hasil Myers-Briggs Type Indicator-mu ?

Bagaimana kepribadian mu pada hasil tes Myers-Birggs Type Indicator?