selasar-loader

Di manakah kita bisa menemukan calon partner dalam membangun sebuah gerakan/ lembaga/ startup di Indonesia?

Last Updated May 24, 2017

Event tertentu atau forum tertentu tempat bertemunya para co-founder.

1 answer

Sort by Date | Votes
Hilman Fajrian
Founder Arkademi.com

YGPjotdqAaa2xvhy8LF0RrAMK6t3PvII.jpg

Meski pertanyaannya hanya 'dimana', saya coba jabarkan lebih luas lewat 5W1H dalam menemukan co-founder.

WHAT
Mencari co-founder para prinsipnya adalah menjual visi-misi dan diri kita sendiri kepada orang lain. Kita mesti melakukan pitching di depan mereka (tentu bukan pitching seperti di depan VC). Kegiatan ini lebih mirip sales process plus head hunter. Kita mesti menyamakan frekuensi dan bisa memastikan bahwa kita adalah partner yang tepat. 

Makin bagus reputasi kita atau apa yang kita kerjakan di masa lalu, makin mudah kita mendapatkan co-founder.

WHO
Menemukan co-founder itu seperti menemukan istri/suami. Harus sama visi, misi, tujuan, dan chemistry-nya. Faktor-faktor itu yang membuat biasanya antara founder dan co-founder punya sejarah pertemanan yang panjang, karena sudah sama-sama lama saling kenal. Tapi tidak mesti juga seperti itu. Toh ada juga yang baru kenal 1-2 bulan langsung nikah, dan lama pacaran malah putus.

Jangan sungkan untuk mengajak bicara orang-orang yang sudah bekerja. Karena orang yang bagus memang sudah bekerja, mereka tidak menganggur. Namun banyak sekali orang yang sudah bekerja tapi mencari tantangan baru di luar perusahaan, atau bosan dengan perannya di perusahaan lama.

Orang-orang terbaik dalam bidangnya biasanya tidak berkumpul di sebuah pasar matchmaking atau pasar talent pool. Mereka terdistribusi luas ke berbagai perusahaan dan jadi bagian dari sesuatu yang punya reputasi. 

Ada 3 kategori soal siapa yang bisa dijadikan co-founder: 

  • 1st degree connection. Orang yang kita kenal langsung.
  • 2nd degree connection. Teman dari teman kita.
  • Stranger. Orang asing yang belum pernah kita kenal.

WHERE

  • Sekolah/kuliah
  • Inkubator
  • Event startup
  • Jejaring kerja/profesional
  • Jejaring startup
  • Co-working space
  • Medsos (terutama LinkedIn)
  • Pengumuman/iklan

WHY
Kita mesti melihat organisasi startup seperti tim sepakbola dimana setiap orang punya fungsi dan tugas yang berbeda-beda, tidak ada yang overlap. Namun sangat penting untuk menjaga ukuran organisasi kita tetap ramping agar mampu bekerja secara cepat dan efisien. Kita harus memastikan kehadiran co-founder akan membuat perusahaan jadi lebih kuat dan ia punya kemampuan unik yang kita butuhkan untuk itu. Bukan sebaliknya.

Tiap founder/co-founder harus punya essential role dan jadi key player di bidangnya masing-masing, namun bisa juga role ini beririsan.

  • The visionary: Sang pemimpin. Orang yang visioner dan menjaga startup tetap pada visi awal. Biasanya ide besar pertama berawal dari orang ini. Umumnya mereka adalah founder sekaligus CEO.
  • The operator: Sang Pelaksana. orang utama yang memastikan visi itu dieksekusi di dalam sistem yang dibangun dan dijaga secara ketat. Mereka adalah orang yang kital dalam detil dan achivement oriented. Biasanya mereka adalah orang yang sudah berpengalaman di bidang startup. Umumnya kelak menjabat sebagai COO.
  • The engineer: Sang Pencipta. Pembuat produk yang punya skill set dalam teknologi dan desain produk. Umumnya menjabat sebagai CTO.
  • The deal maker: Sang Penjual. Orang yang punya kemampuan dalam persuasi, menjual, mendistribusikan produk, dan mengkomunikasikan setiap nilai pada perusahaan kepada publik. Umumnya menjabat sebagai CMO.

WHEN
Kapanpun kita telah siap dengan visi dan misi kita. Teruslah mencari dan memantau. Ketika kita merasa menemukan calon yang tepat, segera lakukan pitching.

HOW
Sell, sell, sell. Kita harus meyakinkan mereka bahwa kita akan melakukan sesuatu yang lebih hebat dibandingkan yang mereka kerjakan sekarang. Jangan malu dan sungkan. Bahkan jangan lama menunda.

Selain kita harus menawarkan visi-misi besar, tunjukkan bahwa kita punya kompetensi dan good personality untuk mewujudkannya. Hindari omong kosong. Tawarkan kepada mereka share saham yang baik.

Menemukan co-founder adalah petualangan. Ia tidak berhenti di satu tempat ketika seseorang menolak kita. Tapi ia juga tidak akan pernah berhasil bila tidak dimulai.

(sumber gambar: lifescienceleader.com)

Answered May 26, 2017