selasar-loader

Apa penyebab sesungguhnya atas fenomena di negeri kita akhir-akhir ini?

Last Updated May 16, 2017

Sesungguhnya apa penyebab fenomena di negeri kita tercinta yang terjadi akhir-akhir ini. Fenomena yang dimaksud adalah terciptanya 2 kubu akibat Pilkada DKI dan rentetan-rentetan kejadian sesudahnya (Al Maidah, demo-demo dan seterusnya). Atau bahkan fenomena ini sudah muncul sejak setelah Pilpres 2014 lalu (Pro Prabowo dan Pro Jokowi). Fenomena ini seperti munculnya isu SARA. Dapat dilihat dari postingan-postingan medsos yang menyinggung hal-hal sensitif, penyebaran berita hoax, fanatik sempit, dan lain-lain. Mungkin sekilas kita bakal menjadikan rendahnya tingkat pendidikan sebagai penyebabnya. Karena biasanya orang dengan pendidikan rendah akan dengan mudah dipancing dengan isu SARA, bersumbu pendek, dan bentuk lainnya. Akan tetapi melihat postingan-postingan tersebut, justru orang-orang dengan latar belakang pendidikan yang tinggi dari kampus-kampus terkemuka baik di dalam maupun luar negeri juga ikut-ikutan berkontribusi memanasi keadaan yang sudah terjadi. Jadi apa sesungguhnya yang menjadi penyebab?

1 answer

Sort by Date | Votes
Romli Amrullah
RK7 Makassar | Founder ODTePs Community | Interested in Sharia Banking

Menurut saya, penyebab fenomena-fenomena yang dimaksud oleh penanya di atas adalah adanya ketimpangan antara moral kebaikan dan tingkat kecerdasan. Mengapa saya katakan demikian? Mereka yang pandai memanipulasi, pandai membuat berita-berita hoax, dan pandai memunculkan isu sara adalah mereka golongan orang-orang cerdas yang kemudian tidak memiliki moral kebaikan pada hati dan fikirannya. Yang ada dalam hatinya hanyalah kebencian dan kesenangan dunia semata. Iming-iming materi dan sanjungan bagi kelompoknya telah menutup hati dan nuraninya, sehingga yang ada dalam fikirannya adalah bagaimana mereka bisa menciptakan perpecahan. 

Golongan yang kedua yaitu mereka memiliki niat baik untuk persatuan dan kesatuan, mereka yang ingin menegakkan kebenaran di atas kedzaliman dan kemunafikan. Namun kemudian mereka kurang memiliki kecerdasan dan kepandaian dalam memahami dan memaknai setiap fenomena yang muncul. Akibatnya adalah mereka akan mudah terpancing emosinya, mudah terpropokasi dan mudah diadu domba.

Inilah dua golongan yang menurut saya menjadi penyebab dari fenomena-fenomena yang dimaksud oleh penanya. Solusinya adalah, bagaimana seharusnya antara kecerdasan dan moral kebaikan yang ada dalam diri itu diseimbangkan. Sehingga setiap tindakan yang akan dilakukan itu tidak hanya berdasarkan otak saja atau berdasarkan hati saja, namun harus berdasarkan keduanya.

Answered Nov 28, 2017