selasar-loader

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Last Updated Nov 16, 2016

Apa sajakah batasan-batasannya?

53 answers

Sort by Date | Votes

7dTX0sVMywIQa5q6oNf9kZAZGtAbYWEO.png

Barang siapa yang beramal suatu amalan yang tidak berasal dari kami maka akan tertolak, terjemahan hadis riwayat Muslim dalam arba'in nawawi. Hal tersebut semakin diperjelas dengan hadis muttafaqun'alaih perihal sholat yang kalau diterjemahkan artinya sholatlah kalian sebagaimana aku (rasulullaah) sholat.

Maka, bid'ah sebagai inovasi dalam amalan ibadah baik dari segi jumlah, konten, maupun bentuk merupakan hal yang bermasalah mengingat sifat keparipurnaan Islam. Bagaimana dengan muamalah? Sudah pernah dengar hadis perihal pembibitan kurma dan perkataan Rasulullah, "kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian?"

BTW, ini perspektif Islam, lho, ya. Saya ndak paham kalau agama lain. Selebihnya, baca kitab kuning al i'tishom karya Imam Asy Syathibi atau yang sejenis.

 

sumber gambar: blogspot.com

Answered Dec 31, 2016
Agil (Ragile) Abdullah
orang NU dan belajar Sufi

Hasil gambar untuk BID'AH

Semua perbuatan (baru) dan amalan (baru) yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah. Haram-halalnya tergantung apakah perbuatan dan amalan tersebut selaras dengan Alquran dan alhadis.

Ilustrasi via themacweekly.com

Answered Jan 4, 2017
Ahmad Mustofa
Jurnalis dan penyuka sepak bola....

Bid'ah artinya mengada-ngada..

Answered Jan 15, 2017
Muhammad Luthfi
Alumni Pesantren Majlis Tafsir Alquran Solo

Bid'ah adalah suatu amalan yang dianggap sebagai suatu ibadah kepada Allah, namun tidak pernah dituntunkan oleh Nabi. Bid'ah hukumnya haram, itulah mengapa tidak ada yang shalat ba'diyah ashar dan subuh, karna tidak dituntunkan nabi. Maka lakukanlah ibadah yang sudah kita ketahui tuntunannya dalam alquran dan hadits, tidak perlu menambah nambahkan ibadah lainnya yang belum kita ketahui tuntunannya

Answered Feb 1, 2017
Nauval El-Hessan
Quranic disciple

X_MSzf6lEA2k1Lne5vYREYTFt9TTmwJO.jpg

Merujuk pada pernyataan ulama besar bernama Murtadha Mutahhari dalam karya tafsirnya, bid'ah merupakan suatu hal yang baru yang dikemudian diamalkan lalu pengamalan itu dianggap hal yang diwajibkan atau dianjurkan oleh Islam.

Misalkan saja, memberi doa kepada empat khalifah dalam setiap pembukaan khotbah atau ceramah. Itu hal yang baru, akan tetapi tidak menjadi bid'ah ketika itu hanya sebatas menjadi 'uruf atau tradisi yang dianggap hasan (baik). Menjadi bid'ah ketika hal tadi dianggap menjadi bagian dalam Islam atau menanggap bahwa Islam menyuruh melakukannya dalam setiap pembukaan khotbah atau ceramah.

Answered Feb 10, 2017
Florensius Marsudi
Lelaki, satu istri, satu putri. Masih belajar menulis....

cVH5AaxzWMhavQ6Z4O8e4o0fVKW5VyNH.jpg

via nu.or.id (FR)

Bida'ah atau bidaah (heresy, dalam bahasa Yunani artinya pilihan), sering diartikan sebagai kelompok sektarian, atau kelompok yang memisahkan diri.

Bidaah juga sering diartikan sebagai sekelompok orang yang dengan tegas menyangkal kebenaran atau meragukan suatu kebenaran.

Answered Apr 3, 2017
M Afwan Fathul Barry
antusias pada cerita

Z_Hrj06UgnMaEjDYP8Xn_CQuln5zTRw0.jpg

Mengutip diskusi Cak Nun di salah satu Kenduri Cintanya yang dipos di Youtube, bid'ah diartikan kreatifitas, sebagaimana apa yang sebelumnya belum ada lalu menjadi ada. Ada batasannya, selama kreatifitas itu tidak menyalahi akidah Islam. Contohnya tahlilan yang menjadi bentuk kreatifitas pelakunya untuk mengingat Allah. Bukannya banyak jalan mengingat Allah? Tapi apakah tahlil itu menyalahi akidah Islam? Tentu tidak. Bagaimana bisa dikatakan salah jika aktivitas tahlil berisi memuji, memohon ampun, dan berdoa kepada Allah?

Salam,

Afwan_

 

sumber gambar : blogspot.com

Answered Apr 21, 2017
Rani Karya Fitri
Iam a Journalist Fi Sabilillah

SrhjVtSNSspSMaOb7xAG4rvXokTV-3Df.jpg

Bid'ah adalah ajaran-ajaran yang diajarkan setelah zaman Nabi Muhammad SAW, namun belum pernah ada di zaman Nabi Muhammad SAW.

 

sumber gambar: blogspot.com

Answered Jun 6, 2017
Ma Isa Lombu
Masih Belajar Islam

qa_C3mGM2OoZ1rIroCYt0fiX_TkZwXHG.png

Mungkin kalau bicara definisi awal. jawabannya sudah banyak dijawab oleh kawan-kawan yang lain. Saya hanya ingin menambahkan jawaban kawan-kawan biar saling melengkapi.

A. Kenapa penting menjaga Agama dari bid'ah:
1. Agar ummat tidak kebingungan megerjakan mana yang sebenernya diperintahkan Rasul (Sunnah), mana yang tidak. Perayalah masih banyak hal-hal yang sunnah yang saya yakin belum kita lakukan semua. Jadi dengan menambah-nambahkan ibadah baru, akan makin "berat" kewajiban ideologis yang harus kita lakukan.
2. Jikalau kebingungan itu terjadi, orang-orang akan mempersepsikan sesuatu yang tidak diajarkan rosul, menjadi sesuatu yang dipersepsikan sebagai sunnah (yang diperintahkan, dikerjakan atau dikatakan Rasulullah).
3. Lebih jauh, jika ummat permisif dan melakukan pembiaran terhadap inovasi ibadah macam ini, terlebih lagi ketika dilakukan dalam time frame yang lama dan dengan akumulasi inovasinya, maka tentu dikhawatirkan akan membuat ajaran baru yang semakin menjauhkan Islam dari ajaran yang sebenarnya. Di titik itu, bisa jadi ummat udah tidak tau lagi mana yang merupakan ajaran Islam original mana yang tidak. 

B. Utk itu menarik utk kita ketahui terkait hal-hal apa aja yang tergolong bid'ah:
1. Bid'ah hanya untuk ibadah maghdah ritual. Jikalau terkait ibadah ghairu maghdah (ke manusia seperti dakwah dan kegiatan muamalah lain) maka tidak ada bid'ah. Ini terkait dengan kaidah fiqh ibadah maghdah yang hukum asalnya adalah "tidak boleh, kecuali yang diperbolehkan/disyariatkan". 
2. Bid'ah hanya terjadi kala seseorang memasukan tambahan (melakukan inovasi) pada ibadah maghdah ritual (seperti tertera pada poin 1), dan menganggapnya sebagai ibadah wajib yang harus dilakukan. Apa perbedaan ketika label wajib itu disematkan atau Tidak? Jawabannya adalah jika label wajib telah disematkan maka seseorang yang telah menganggapnya  wajib sebuah ibadah tertentu maka ketika suatu hari ia tidak mengerjakan ibadah tersebut kemudian I akan merasa berdosa, atau setidaknya akan merasa tidak afdhal atau ada yang kurang. Contoh: kalau ada orang yang merasa tidak melakukan tahlil kala ada kematian, maka baginya ada sesuatu yang kurang atau dosa. Dengan perasaan tersebut maka secara tidak langsung orang tersebut sudah memasukkan poin tahlilan menjadi rukun wajib dan syariat tambahan terkait orang yang meninggal dunia, selain memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkan. Inovasi ibadah yang dianggap wajib itulah yang digolongkan sebagai bid'ah.

3. Bid'ah hanya untuk hal-hal yang betul-betul tidak ada dalilnya. Jika sebuah ibadah memiliki dalil, maka Hal tersebut bukan bid'ah,  tetapi hanya dikategorikan sebagai perbedaan  pandangan. Misal, jika sebagian Kita berdebat tentang qunut bid'ah atau tidak, jelas perdebatan tersebut sudah salah kaprah. Qunut atau tidak Qunut itu sama-sama ada dalil yang menguatkan. Jadi perbedaan ini hanyalah permasalahan khilafiah. Bukan bid'ah atau tidak.
4. Bid'ah tidak berlaku untuk sarana. Ct. Kita semua ketahui bahwa Al Quran Zaman rasul hanya dibaca dan dihafal, tidak dikumpulkan apalagi dicetak. Nah, kodifikasi dan pencetakkan Al Quran pada zaman khalifahturrasyidin, atau adanya Al Quran digital saat ini tidaklah termasuk bid'ah

C. Maka, kalo ada orang yang sampai segitunya membela praktik bid'ah yang dilakukan, maka hanya ada 2 kemungkinan:
1. Orang tersebut merasa lebih baik dari Rasul. Kenapa? Soalnya Rasul tidak pernah melakukan amalan tersebut, dan dia melakukan hal tersebut untuk menuju Ridha Allah.
2. Orang tersebut beranggapan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan Rasulullah Muhammad SAW dan suddenly orang yang mengungkapkan itu kemudian. Koq bisa? Jelas, karena selama ribuan tahun para sahabat, tabiin, ulama2, tidak ada yang tau praktik tersebut, eh, tiba2 dia "terungkap" di zaman skr. 

D. Umumnya praktik bid'ah in tujuannya baik. Biar lebih deket sama Tuhan. Mereka merkasa kalo di modif kualitas atau kuantitas, Akan lebih deket kepada Tuhan. Contoh praktik bid'ah yang ada dapat diklasifikasi berdasarkan beberapa kategori di bawah ini:
1. Menambahkan: Azan ketika idul fitri dengan maksud baik untuk mengingatkan jamaah akan shalat ied tersebut
2. Modifikasi: shalat menggunakan bahasa setempat dengan tujuan memudahkan orang yang shalat memahami apa yang ia baca
3. Berlebihan utk meningkatkan kualitas ibadah: hidup dengan tidak menikah untuk fokus ibadah, puasa setiap hari tanpa jeda, tahajud tanpa tidur sama sekali sepanjang malam untuk makin mendekatkan diri kepada Allah SWT
4. Mengkhususkan ibadah tertentu di waktu tertentu: ziarah sebelum ramadhan dengan tujuan meminta maaf kepada almarhum/ah
5. Ibadah dengan jumlah yang spesifik: zikir ini dan itu sebanyak ribuan atau ratusan kali dengan jumlah yang khusus

Answered Jun 16, 2017
Satwika Parama Nandini
Hanya sebatas hamba yang selalu berusaha mencari tahu.

Hasil gambar untuk bid'ah

Secara bahasa, bid'ah berarti 'membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya' (dalam Tuasikal, 2008).

Sedangkan secara istilah, merujuk pada penjelasan Al-Atsari (2015), bid'ah didefinisikan sebagai 'seluruh perkara yang tidak ada dasarnya dari Alquran maupun sunah Rasulullah saw, termasuk ke dalamnya adalah segala hal yang dilakukan (meskipun) dalam rangka menyerupai syariat dan ditujukan untuk beribadah atau mendekatkan diri kepada Allah swt'.

Pengertian lainnya, menurut Imam asy-Syatibi (n.d., dalam Tuasikal, 2008), adalah 'suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat tanpa dalil yang menyerupai syariat atau ajaran Islam, yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah SWT'.

Batasan-batasannya tentu dapat disimpulkan dari pengertian-pengertian di atas, yaitu Alquran dan as-sunnah.

Selain itu, untuk meng-kroscek apakah suatu amalan merupakan bid'ah atau tidak, dapat menggunakan langkah-langkah yang dipaparkan oleh Syar'i (2015).

  1. Apakah Rasulullah saw selama hidupnya mampu melakukan amalan tersebut atau tidak?
  2. Apakah Rasulullah saw semasa hidupnya pernah melewati momen atau waktu pelaksanaan dari amalan tersebut?
  3. Apakah ada khabar yang sahih bahwa Rasulullah saw pernah melakukan hal tersebut atau tidak?
Jika beliau mampu melakukan suatu amalan, pernah melewati momen tersebut dalam hidup beliau, namun tidak ada dalil sahih yang mengabarkan bahwa beliau pernah melakukan amalan tersebut, maka amalan tersebut adalah bid'ah dan tidak perlu dilakukan.
 
Terakhir, perlu digarisbawahi di sini (karena argumen ini sudah sering dicetuskan oleh orang-orang yang berusaha menjustifikasi opini mereka), bid'ah terbatas pada urusan agama saja, bukan urusan dunia. Jadi, bila ada yang mengatakan, "Kalau begitu naik saja unta atau kuda ke mana-mana! Tak usahlah naik mobil, naik pesawat, memakai gadget, dan segala macam bid'ah lainnya. Kan, Rasulullah saw tidak pernah menyontohkan menggunakan barang-barang tersebut!", argumen tersebut kurang tepat, karena teknologi, transportasi, dan segala macam hal-hal yang muncul seiring perkembangan zaman saat ini bukan terkait urusan agama. Itu urusan dunia, dan bid'ah tidak mencakup hal-hal tersebut .(Tuasikal, 2008).
 
Referensi
Al-Atsari, A. (2015). Aqidah salaf ahlus sunnah wal jama'ah. Jakarta: Pustaka Al-Inabah
Syar'i, M. (2015, 22 Desember). Rumus bid'ah (1). Diakses pada 14 Juli 2017 dari https://muslim.or.id/27140-rumus-bidah-1.html
Tuasikal, A. (2008, 14 Oktober). Mengenal seluk beluk bid'ah (1): Pengertian bid'ah. Diakses pada 14 Juli 2017 dari https://muslim.or.id/388-mengenal-seluk-beluk-bidah-1.html
Tuasikal, A. (2008, 14 Oktober). Mengenal seluk beluk bid'ah (3): Berbagai alasan dalam membela bid'ah. Diakses pada 14 Juli 2017 dari https://muslim.or.id/390-mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html
 
Ilustrasi via themacweekly.com

Answered Jul 14, 2017
Nurul Hamzah
Mahasiswa UI,FIA-Ilmu Administrasi Niaga 2017

Bid'ah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dikenal (terjadi) pada masa Rasulullah SAW. Cakupan bid'ah luas sekali, meliputi semua perbuatan yang tidak pernah ada pada masa Rasulullah. Oleh karena itulah sebagian besar ulama membagi bid'ah menjadi lima macam: bid'ah wajibah, bid'ah muharramah, bid'ah mandubah, bid'ah makruhah, dan bid'ah mubahah.

 

Answered Aug 3, 2017

Bid'ah adalah ikut-ikutan tanpa tau maksudnya. 

Answered Aug 12, 2017

Bid'ah adalah sesuatu yang baru dalam agama setelah sempurnanya syariat yang telah diajarkan oleh nabi atau disebut juga sesuatu yang diada-adakan dengan mengatasnamakan syariat Islam. 

Batasannya: tidak keluar dari apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw.

Answered Aug 12, 2017

Nama : Fardia Irma

Fakultas :  ilmu dakwah dan ilmu komunikasi

Jurusan : KPI

Bid'ah adalah sesuatu yang baru, atau yang belum ada pada zaman rosul. Namun jangan  salah mengartikan tdak semua bid'ah itu buruk, ada bid'ah yang baik dan juka buruk. 

Sesutu yang baru tersebut apabila tidak bertentangan dengan ajaran agama islam dan untuk kemaslahatan umat diperbolehkan saja namun apabila yang baru tersebut tdk sesuai dg syaruat islam, la yang seperti itu yang tidak diperbolehkan. 

#pbakuinjkt2017

Answered Aug 15, 2017

Bid'ah adalah perkara yg tdk pernah di contohkan nabi atau sesuatu yg baru yg di bawa oleh orang-orang yg ingin mempecah belahkan islam dalam keyakinan. 

Answered Aug 15, 2017

Sesuatu yang baru, yang yang bersifat syar'i dan tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan para sahabat. Karena yang dimaksud sunah berdasarkan hadis nabi adalah "Ma ana alaihi wa ashabihi", yaitu apa yang saya dan para sahabat kerjakan. Namun, harus dipahami bahwa bid'ah sendiri menurut pendapat Imam Syafi'i terbagi menjadi 2, ada yang mahmudah (terpuji) seperti zikir dengan berjamaah, ada pula yang mazmumah (tercela) seperti sesajen dan sebagainya. Wallahu a'lam.

Answered Aug 16, 2017

Bid'ah itu sesuatu yang tidak dilakukan, dicontohkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Namun, bid'ah itu ada dua, yaitu (1) bid'ah hasanah (baik), (2) bid'ah dolalah (sesat).

Answered Aug 16, 2017

Bid’ah menurut bahasa, diambil dari bida’ yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh. Sebelumnya, Allah berfirman.

Answered Aug 16, 2017
Anonymous

Suatu hal yang baru dan tidak ada di zaman Rasullullah SAW.

Answered Aug 18, 2017
Anonymous

Yang mana dia selalu menyalahkan orang lain dan hanya mengambil 1 deferensi hadis saja, dan membid'ah seseorang tidak diperbolehkan.

Answered Aug 18, 2017