selasar-loader

Apa makna banding Ahok?

Last Updated May 10, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Jurnalis Politik, menulis politik, tapi tidak berpolitik

ep6Sz0470ORomwC2qd2GhzNIl98h1H-L.jpg

Setidak-tidaknya ada empat pendekatan dalam menjawab pertanyaan yang ditujukan langsung kepada saya ini melalui fitur "Ask to Answer" mengenai makna banding Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini;

Pertama dari sisi Hukum

Makna banding dalam persoalan hukum yang membelit Ahok bermakna bahwa Ahok menentang putusan ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiartodi Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Banding boleh dibilang proses hukum setelah pengadilan tingkat pertama (pengadilan negeri) untuk kemudian dilakukan perlawanan di tingkat berikutnya, di Pengadilan Tinggi.

Pengadilan Tinggi berada di Ibukota provinsi, dalam hal ini untuk Ahok adalah Pengadilan Tinggi Jakarta. Prinsip dari seorang terpidana mengajukan banding adalah, jika banding dimohonkan, perkara menjadi mentah kembali. Di Indonesia, tenggat waktu banding itu 14 hari semenjak pengumuman putusan di Pengadilan Negeri. 

Namun untuk kasus Ahok, Pengadilan Negeri Jakarta Utara seakan-akan memiliki kewenangan memerintahkan langsung penahanan terhadap Ahok yang divonis dua tahun penjara karena terbukti (menurut hakim) melakukan penistaan terhadap agama (Islam).  Padahal semestinya, setelah tim kuasa hukum Ahok menyampaikan banding, maka putusan hakim dalam sidang di pengadilan tingkat pertama yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian itu belumlah mengikat. 

Kalaupun penahanan dirasa perlu dilakukan, maka institusi hukum yang berhak mengambil keputusan adalah Pengadilan Tinggi itu. Ketentuan ini tertuang dalam pasal 21 sampai 31 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penahanan. 

Pendeknya, berakhirnya masa pemeriksaan di satu instansi seperti penyidik polisi, jaksa penuntut, hakim pengadilan negeri, hakim pengadilan tinggi, berakhir pula kewenangan untuk menahan dalam rangka proses selanjutnya. Maknanya, jika Ahok ditahan sekarang atas perintah hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, berarti eksekusi putusan pengadilan negeri itu dilaksanakan lebih dulu. Padahal, kewenangan untuk menangguhkan penahanan ada pada Pengadilan Tinggi.

Banding adalah proses hukum biasa dengan hasil bisa memuaskan atau sebaliknya malah mengecewakan si pemohonan. Maknanya, hukuman Ahok bisa saja menjadi diperingan yang berujung pada pembebasannya dari tahanan. Ini menggemberikan si pemohonan dan itulah inti dari permohonan banding, selain tentu saja untuk menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah. Tetapi yang mengecewakan bila hukumannya malah menjadi lebih berat. Itu konsekuensi hukum yang harus dihadapi Ahok nanti. 

Kedua, makna dari sisi Sosio-Politik

Putusan Pengadilan Negeri Jakata Utara yang menyidangkan kasus Ahok, dalam hal ini pengadilan tingkat pertama, sudah dianggap "adil" oleh mereka yang selama ini menentang (haters) Ahok. Sebaliknya, putusan hakim ini dirasa "tidak adil" oleh mereka yang selama ini mendukung Ahok. Subjektivitas rasa mulai bermain di antara kedua massa yang pro dan kontra Ahok.

Kita ketahui bersama, betapa riuh-rendahnya proses dukungan (tepatnya tekanan) massa ini saat berlangsungnya sidang-sidang Ahok. Massa anti-Ahok ingin Ahok dihukum seberat-beratnya karena sudah menistakan agama. Saat jaksa menuntut 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun penjara pun massa tidak puas dan menanti putusan final Ahok dengan hasil vonis lebih berat dari tuntutan jaksa. Doa yang berbaur dengan sumpah-serapah bertebaran di media sosial.

Maknanya, massa anti-Ahok kembali akan menggeruduk Pengadilan Tinggi Jakarta saat sidang banding Ahok dilaksanakan. Massa anti-Ahok harus memastikan hukuman Ahok tidak menjadi ringan yang berujung pada pembebasan. Untuk itu, mereka merasa perlu turun kembali ke jalan karena "jihad susulan" karena perjuangan dianggap belum selesai. Apakah pendukung Ahok tidak turun ke jalan? Dalam skala yang mungkin lebih kecil, Ahok lovers akan turun ke jalan. Tugas mereka yang sama-sama punya peran menekan (pressure) adalah memastikan hakim pengadilan tinggi tidak terpengaruh tekanan massa sehingga malah memperberat hukuman Ahok.

Ketiga, dari sisi Etika

Makna banding Ahok dari sisi etika adalah, bahwa dalam batas-batas tertentu etika (ethics) --yang biasanya bersanding dengan moral-- lebih "mengatasi" persoalan hukum. Upaya banding ini menunjukkan etika yang baik dalam menghormati lembaga hukum. Memang ada etika hukum. Tetapi, etika di sini lebih bermakna etika dalam hidup bermasyarakat dan hidup bersosial. Saling menghargai adalah salah satu contoh kecilnya. 

Tidak usah terlalu jauhlah bicara soal tenggang rasa (tepaslira) yang dalam persidangan Ahok diejawantahkan dalam angka biner; kamu-aku, kalian-kami, muslim-kafir, menang-kalah, dan seterusnya. Simpan dulu tepaslira yang sudah terasa sangat mahal itu. Kenyataan yang terjadi, yang merasa menang teriak, "Syukurin Ahok dipenjara!" sementara yang kalah teriak tak kalah sengit, "Kalian beraninya pakai kekuatan massa!" Kedua belah pihak sama-sama tidak memegang etika.

Pendukung Ahok seharusnya bisa menerima keputusan hakim untuk selanjutnya mengawasi dan "mengawal" proses banding pujaannya itu. Bagi penentang atau anti Ahok, hadapi kemenangan ini dengan bijak. Jika masih punya empati, janganlah lihat Ahoknya yang menurut hakim terbukti menistakan agama. Tetapi peganglah perasaan keluarganya, istri dan anak-anaknya. Kecuali jika keluarga Ahok pun dimasukkan ke golongan penista agama juga. 

Keempat, dari sisi Kepatuhan

Makna keempat dari upaya banding Ahok adalah, Ahok telah menunjukkan dirinya sebagai warga negara Indonesia yang patuh dan hormat menjalani proses hukum. Tercatat, Ahok tidak pernah mengkir saat menjalani proses hukum, dari mulai pelaporan, penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, penyidangan serial, putusan hakim, mengajukan banding sampai menjalani penahanan. 

Harap dicatat, tidak banyak orang bernyali besar seperti Ahok dalam menghadapi persoalan hukum. Umumnya orang takut bahkan saat dipanggil untuk menjalani proses hukum, entah kasus korupsi, kasus kriminal, sampai kasus cabul. Ada yang harus lari entah ke mana sampai polisi menetapkannya sebagai DPO...(more)

Answered May 10, 2017
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

Karena saya ditanya oleh Mbak Febrina, baiklah saya jawab.

Kalau buat saya adalah itu kesepatan Pak Ahok menggunakan haknya sebagai warga negara di negara hukum ini. Keputusan bandingnya harus dihargai.

Answered May 10, 2017
Ibnu Zubair
Menolak tua dengan rutin tertawa

bFSfKI_lYW-Hb4VLEBkDWtsC4JawO7Jc.jpg

Banding dalam proses hukum merupakan hal biasa, tidak ada yang istimewa. Namun, bagi terdakwa atau kuasa hukumnya, banding merupakan proses pembuktian lanjutan, di mana bukti dan dalil-dalil yang telah dikemukakan dalam persidangan tingkat pertama telah dimentahkan oleh hakim atau hakim melakukan kekeliruan dalam mengambil putusan. Karena itu, dibutuhkan argumen dan alasan yang lebih kuat dan rasional untuk mematahkan semua putusan hakim di pengadilan negeri.

Banding, tidak boleh mengulang apa yang telak dikemukakan pada pengadilan tahap pertama. Banding, harus berbeda, jika ingin bandingnya berkualitas dan diterima oleh hakim. Sejauh tampilan banding, hanya pengulangan, jangan harap Ahok akan bebas. Kecuali ada tekanan di luar hukum yang dapat pengaruhi hakim.

Sepanjang sejarah peradilan di Indonesia, hakim tak pernah bergeming dengan putusannya, malah mereka pasang badan untuk setiap putusan yang terlanjur mereka ketuk. Apalagi di Mahkamah Agung. Jarang sekali kasus pidana, berbeda putusannya dengan tingkat pertama, kecuali jumlah hukuman yang diputuskan berbeda-beda. 

Saran saya buat Ahok, cari pengacara yang serius dan bisa menguraikan secara rinci dan teliti dalil-dalil hukum serta fakta-fakta baru yang bisa melepaskannya dari jerat hukum. Tak perlu nama besar, karena pengacara nama besar, dalam banyak kasus pidana, justru tumbang oleh pengacara kecil-kecil. Mungkin karena pengacara besar hanya mengandalkan media, tidak menyandarkan pada dalil-dalil yang perlu diajukan ke pengadilan.

Hanya dengan dasar hukum yang kuat dan bisa mementahkan dalil hakim di pengadilan negeri, yang dapat membebaskan Ahok. Selebihnya, jika hanya bermodal massa, dengan segala hormat saya katakan sulit bebas. Namun, aksi massa tetap perlu dilakukan, dan itu bisa paralel dengan para pengacara yang akan mengajukan banding.

Gambar via rimanews.com 

Answered May 15, 2017

Question Overview


5 Followers
784 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?

Apa alasan utama banyak orang membenci Ahok?

Bagaimana sebenarnya pengaturan dan pengerahan massa aksi 411?

Siapa pemenangnya seandainya Ahok duel langsung dengan Anies Baswedan?

Apakah Ahok benar-benar menistakan agama Islam?

Apa perbedaan mendasar gaya berpolitik Ahok dan Jokowi?

Apa alasan utama banyak orang mencintai Ahok?

Mengapa Nasdem jadi partai pertama yang dukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta?

Bagaimana Ahok ketika waktu SMA?

Apa kesan Anda saat pertama kali bertemu langsung dengan Basuki Tjahaja Purnama?

Seperti apa Ahok di mata Anda?

Apakah Basuki Tjahaja Purnama bisa menjadi Presiden RI mendatang dan dengan cara bagaimana dia menjadi Presiden RI?

Apa gambaran Anda jika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terpilih kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta?

Seberapa kenal Anda dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan apa kesan terdalam Anda mengenai beliau?

Jika hari ini kamu menjadi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), apa yang akan kamu lakukan dan mengapa hal itu yang kamu lakukan?

Siapa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)?

Apakah dengan netralnya Agus Harimurti Yudhoyono bisa merugikan Anies Baswedan yang semula berharap limpahan suaranya?

Apakah sidang Ahok hari ini ditunda majelis hakim?

Siapa tokoh Indonesia yang paling fenomenal?

Siapa tokoh muda Indonesia yang menurut Anda berpotensi menjadi tokoh nasional masa depan?

Siapa tokoh Indonesia paling buruk menurut Anda? Mengapa?

Siapakah tokoh perempuan paling berpengaruh di Indonesia?

Siapakah August Parengkuan?

Siapa H.Witdarmono?

Siapa Luwi Ishwara?

Siapa Joseph Widodo?

Mengapa pada awal kemerdekaan Indonesia banyak tokoh Minangkabau yang menonjol di pusat (nasional)?