selasar-loader

Apa saja tantangan manajemen perusahaan radio?

Last Updated May 10, 2017

Tantangan seperti apa yang dihadapi manajemen stasiun (perusahaan) radio di saat masyarakat lebih mengandalkan untuk mendapatkan informasi dan hiburan dari media alternatif (media sosial)?

14 answers

Sort by Date | Votes

Tantangan yang harus dihadapi manajemen perusaan radio disebabkan oleh dua hal. Pertama, sebagaimana perusahaan lainnya, media penyiaran dalam kegiatan operasionalnya harus dapat memenuhi harapan pemilik dan pemegang saham untuk menjadi perusahaan yang sehat dan mampu menghasilkan keuntungan. Namun di pihak lain, sebagai tantangan kedua, media penyiaran harus mampu memenuhi kepentingan masyarakat (komunitas) dimana media bersangkutan berada, sebagai ketentuan yang harus dipenuhi ketika media penyiaran bersangkutan menerima izin siaran (lisensi) yang diberikan negara.

Melihat perkembangan zaman yang semakin maju, dan masyarakat yang lebih mengandalkan gadget untuk sumber informasi. Kini stasiun radio menciptakan aplikasi atau streaming radio lewat internet yang berbasis online. 

Perkembang ponsel pintar yang semakin canggih, juga lebih memudahkan dalam mengakses radio streaming. Banyak aplikasi yang tersedia untuk mendengarkan radio kesayangan Anda. Sebut saja Tune In RadioNobex Radio, bahkan ada juga aplikasi pemutar radio online di ponsel pintar buatan Indonesia yaitu Erdioo. Jadi, kini bukan alasan tempat lagi untuk mendengarkan siaran radio favourit Anda dari berbagai penjuru dunia. Pihak stasiun radio konvensional yang tidak ingin ditinggalkan pendengarnya dimasa kini, tentu juga harus turut memanfaatkan teknlogi radio streaming.

 

Manfaat Radio Online di Era Digital

Perkembangan teknologi digital di dunia sekarang mampu memberikan pengaruh yang sangat luar biasa pada perubahan perilaku manusia.  Mungkin yang membuat teknologi digital berkembang pesat karena mampu menjanjikan kita kemudahan dan kecepatan dalam melakukan suatu pekerjaan, namun teknologi digital juga bisa membuat masalah lho!  Karena ketidakmampuan atau penyimpangan penggunaan teknologi digital yang semakin canggih.

Perkembangan teknologi digital tidak dapat dihentikan, dan akan terus melaju dan tidak akan menemukan titik akhir.  Teknologi digital akan selalu up to date dari perubahan jaman ke jaman. Ingin tahu apa bukti dari perkembangan teknologi yang tidak dapat di hentikan ?  Seperti di film ‘Terminator 3’, Skynet yang ternyata virus, menyebar ke seluruh jaringan komputer yang ada di dunia dan tidak ada yang dapat menghentikannya sehingga terjadi perang nuklir yang membunuh semua umat manusia.  Seperti halnya perkembangan teknologi digital saat ini dan sampai ke masa depan perkembangan teknologi digital tidak dapat dihentikan, dan juga dapat membuat masalah yang sangat serius.

Yang jelas dan yang pasti sudah sangat berpengaruh dalam perubahan Indonesia di era yang baru ini, walau masih tertinggal dengan negara-ngeara lain.  Namun Indonesia masih menempati posisi ke-46 di dunia dalam bidang kemajuan teknologi.  Peringkat tersebut berdasarkan pada tingkat kesiapan teknologi (TKT) yang antara lain meliputi inovasi teknologi dan teknologi siap pakai.

Pemanfaatan Teknologi Digital Untuk Indonesia sudah terlihat dengan adanya internet yang hampir digunakan oleh seluruh orang Indonesia.Mulai dipergunakan untuk ngeblog, mencari info, membaca berita, sosial media, dan yang akhir-akhir ini lagi booming adalah bisnis online.  Bisnis online bisa di katakan sangat sangat menguntungkan, karena kita bisa promosi besar-besaran lewat blog maupun lewat sosial media secara Gratis!.

Kehadiran media online membawa masyarakat kepada Era Internet, dimana semua informasi oleh berbagai bidang dapat diakses dengan mudah melalui kemajuan teknologi ini.Beragam fenomena penting dunia dapat disaksikan melalui media online kapanpun dan dimanapun. Berbagai website dapat kita temukan, begitu pula dalam dunia jurnalistik, berbagai media massa baik lokal, nasional dan internasional dapat kita akses dengan mudah.

Salah satunya kita dapat mengakses Radio online. Dapat diidentikkan dengan radio offline yang dionlinekan.Jadi mereka punya radio betulan secara offline. Misal memancar di frekuensi AM ataupun FM. Contohnya www.kencanafm.com atuapun www.r22afm.com. Nah, kalau radio internet itu adalah murni hanya bisa didengarkan lewat jalur internet.Misalnya www.umi-mdn.edu, www.bandidosradio.com dll.

 

Answered May 10, 2017

WAuLC2280OUJD8OI-2JS8nhW8ILow7Kc.jpg

Tantangan yang harus dihadapi dalam manajemen perusahaan radio adalah bagaimana kita bersaing dalam era global sekarang ini dengan maksud tujuan perusahaan radio tidak kelak tertinggal dengan media-media lainnya yang sudah lebih maju dengan adanya media-media  online yang memungkinkan lebih maju daripada radio yang sudah tertinggal di masa era global sekarang ini. 

Mengelola bisnis media penyiaran merupakan salah satu bisnis yang paling sulit dan paling menantang dibandingkan dengan jenis industri lainnya. Mengelola media penyiaran pada dasarnya adalah mengelola manusia. Keberhasilan media penyiaran sejatinya ditopang oleh kreativitas manusia yang bekerja pada tiga pilar utama yang merupakan fungsi vital yang dimiliki setiap media penyiaran yaitu teknik, program dan pemasaran.

Keberhasilan media penyiaran bergantung pada bagaimana kualitas orang-orang yang bekerja pada ketiga bidang tersebut. Namun demikian, kualitas manusia saja tidak cukup jika tidak disertai dengan kemampuan pimpinan media penyiaran bersangkutan mengelola sumber daya manusia yang ada. Karena alasan inilah manajemen yang baik mutlak diperlukan pada media penyiaran.

Mengelola suatu media penyiaran memberikan tantangan yang tidak mudah kepada pengelolanya, sebagaimana ditegaskan Peter Pringle“Few management position offers challenges equal to those of managing a commercial radio or television station “(tidak banyak posisi manajemen yang memberikan tantangan yang setara dengan mengelola suatu stasiun radio dan televisi lokal).

Tantangan yang harus dihadapi manajemen media penyiaran disebabkan oleh dua hal. Pertama, sebagaimana perusahaan lainnya, media penyiaran dalam kegiatan operasionalnya harus dapat memenuhi harapan pemilik dan pemegang saham untuk menjadi perusahaan yang sehat dan mampu menghasilkan keuntungan. Namun di pihak lain, sebagai tantangan kedua, media penyiaran harus mampu memenuhi kepentingan masyarakat (komunitas) dimana media bersangkutan berada, sebagai ketentuan yang harus dipenuhi ketika media penyiaran bersangkutan menerima izin siaran (lisensi) yang diberikan negara.

Dengan demikian, upaya untuk menyeimbangkan antara memenuhi kepentingan pemilik dan kepentingan masyarakat memberikan tantangan tersendiri kepada pihak manajemen media penyiaran. Media penyiaran pada dasarnya harus mampu melaksanakan berbagai fungsi yaitu antara lain fungsinya sebagai media untuk beriklan, media hiburan, media informasi dan media pelayanan. Untuk mampu melaksanakan seluruh fungsi tersebut sekaligus dapat memenuhi kepentingan pemasang iklan, audien serta pemilik dan karyawan merupakan tantangan tersendiri bagi manajemen. Corak produksi (mode of production) dalam manajemen media yang mengabdi kepada kepentingan modal akan menjadikan pemberhalaan terhadap rating dan iklan, sehingga selera pasar yang kemudian diikuti. Merebaknya genre tayangan berita infotainment adalah fenomena yang bisa menjadi penjelasan atas konsekuensi ini.

Pengelola stasiun penyiaran sering membuat kesalahan yaitu memulai kegiatan dan membuat keputusan tanpa menetapkan tujuan terlebih dahulu. Tujuan adalah suatu hasil akhir, titik akhir atau segala sesuatu yang akan dicapai. Setiap tujuan kegiatan dapat juga disebut dengan sasaran (goal) atau target.

Tantangan lainnya berasal dari persaingan yang berasal dari berbagai media penyiaran yang ada. Berbagai stasiun radio dan televisi saling bersaing secara langsung untuk mendapatkan sebanyak mungkin pemasang iklan dan audience

 

sumber gambar: tmpo.co

Answered May 10, 2017
David
Full time learner | Part time traveller (72/195)

Tantangan Manajemen Perusahaan Radio

oAknwHxKBwXLMcBNiXrfCR0JgkDqfKQd.jpg

Menurut Peter Pringle dalam Morissan (2015:3), few management position offers challenges equal to those of managing a commercial radio or television station (tidak banyak posisi manajemen yang memberikan tantangan setara dengan mengelola suatu stasiun radio atau televisi komersial). Artinya, mengelola bisnis penyiaran merupakan salah satu bisnis yang paling sulit dan menantang dibandingkan dengan jenis indrustri lainnya. Pengelola media penyiaran harus mampu mengelola manusia karena keberhasilan media penyiaran dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya.

Seiring dengan kemajuan teknologi media komunikasi, radio perlu bersaing dengan media mainstream lain (televisi dan online) untuk dapat mempertahan eksistensinya. Walaupun banyak yang mempredisikan bahwa radio tidak akan bertahan, banyak pula ahli komunikasi percaya bahwa radio akan tetap ada karena sifatnya yang personal. Kenyataannya, kehadiran internet menjadi tantangan baru bagi pengelola perusahaan radio.

Menurut Biagi (2016:108), pendengar radio konvensional di Amerika Serikat menurun sebanyak 40% setelah munculnya Presiden Franklin D. Roosevelt  dalam siaran David Sarnoff di NBC pada 1939. Hingga 1994, pendengar radio terus menurun sebanyak rata-rata 3% setiap tahunnya. Pada 1995 pendengar radio kembali anjlok sebanyak 30% saat David Filo dan Jerry Yang meluncurkan Yahoo!. Menurut Biagi fenomena ini terjadi karena publik mulai beralih kepada teknologi yang lebih mudah dan praktis.

Fenomena ini juga buktikan teori Uses and Gratification oleh Noelle-Neumann. Berdasarkan terori itu, khalayak secara aktif akan mencari media yang memberikan informasi yang dibutuhkan mereka. Artinya, mereka dapat berpindah dari satu media ke media lain sesuai dengan kedekatan antara konten yang disajikan media dengan kebutuhan publik.

 

Jika dikaitkan dengan karakteristik media massa periodik Hoeta Soehoet (2003), faktor lain yang juga mendasari fenomena ini ialah karena informasi yang disajikan di radio hanya menempati ruang tetapi tidak menempati waktu. Artinya, radio memiliki jangkauan luas, tetapi informasi yang disampaikan tidak dapat diulang kembali jika penyiar tidak mengulang informasi itu. Sementara informasi di internet dapat diperoleh kapan dan dimana saja selama seseorang memiliki koneksi internet.

Karena popularitas radio yang kian menurun, besar kemungkinan pengelola radio kurang memperhatikan konten edukatif. Akibatnya, konten yang disajikan lebih banyak yang bersifat menghibur dengan tujuan untuk menjaga popularitas, dibandingkan konten edukatif yang dianggap kurang menarik bagi pemasang iklan.

Dengan kata lain, tantangan pengelola media di era internet saat ini ialah:

  1. Manajemen manusia (pekerja radio).
  2. Kompetisi dengan televisi dan media online.
  3. Konten siaran.

Untuk dapat mempertahankan eksistensinya, pengelola radio perlu menyediakan konten multi platform yang dapat diakses oleh khalayak kapan dan dimana saja. Artinya, radio harus mulai melakukan konfergensi dengan media online dan menyediaakan rekaman siaran dalam bentuk suara, video, dan teks, seperti yang telah dilakukan oleh radio BBC One.

IfTIIO1P7OES2S0SpQFfVFj7y25hUi7U.jpg

Menurut Lensky dan Rose (2008:24), pada 2003, pendapatan dari streaming radio musik online di Amerika Serikat mencapai US$ 49 juta. Pada tahun 2006, angka itu naik hingga US $ 500 juta. 21 Februari 2007 hasil survei terhadap 3.000 orang Amerika yang dirilis oleh konsultan Bridge Ratings & Research menemukan bahwa sebanyak 19% dari orang yang berusia 12 ke atas mendengarkan stasiun radio berbasis internet. Dengan kata lain, ada sebanyak 57 juta pendengar mingguan program radio internet.

Kharif dalam artikelnya yang berjudul ‘The Last Days of Internet Radio?’ menjelaskan bahwa saat ini lebih banyak orang mendengarkan radio online daripada radio satelit, radio high-definition, podcast, atau radio berbasis ponsel gabungan. Sebuah survei di Amerika menemukan bahwa lebih dari satu dari tujuh orang berusia 25-54 tahun mendengarkan radio online setiap minggu. Berdasarkan perbandingan rating antara tahun 2007 dan 2008, terdapat peningkatan sebanyak 2 persen menjadi 13 persen dari populasi yang mulai mendengarkan radio berbasis internet.

Alfred dalam artikelnya yang berjudul ‘This day in Tech’, memperkirakan bahwa jumlah pendengar radio berbasis internet di Amerika, Australia, dan Eropa akan naik sebanyak 2 hingga 3 kali lipat pada tahun 2012. Sementara di Asia Timur akan meningkat sebanyak 1,5 hingga 2 kali lipat, menjadi 12-19 persen dari populasi yang memiliki akses internet. Di negara-negara lain di Asia akan mulai mendengarkan radio berbasis internet. Sementara di dunia secara keseluruhan akan meningkat hingga kurang lebih 3 kali lipat dari total pendengar yang ada.

Pergeseran minat khalayak dari radio konvensional ke radio internet ini perlu ditanggapi serius oleh pengelola radio konvensional. Artinya, manajemen radio saat ini perlu membuat aplikasi berbasis internet yang dapat diakses oleh khalayak saat ingin mendengarkan siaran di radio mereka tanpa harus menggunakan pesawat radio. Lebih baik lagi jika aplikasi ini terhubung dengan laman resmi radio tersebut, yang juga terkoneksi dengan sosial media.

2v_kjd6jIJDzAQBnoRguNICr7IyK3XKP.png

Dengan melakukan konfergensi, pengelola dapat manfaatkan iklan di laman resmi radio dan juga sosial media. Ketika pengelola memperoleh sumber penghasilan tambahan, maka pengelola dapat mempertahankan konten edukatif dan mengurangi konten hiburan. Menurut saya, langkah-langkah tersebut merupakan salah satu opsi yang jika dimanfaatkan dengan baik, pengelola radio tidak hanya dapat mempertahankan eksistensinya, tetapi juga menjaga stabilitas finansial perusahaan.

 

sumber gambar: ed.nl

Answered May 10, 2017

DjZlcs3Pfhgdu8Cl0A8gvxV4RvDRgmB0.jpg

Keberhasilan media penyiaran sebenarnya berasal dari kreativitas manusia yang bekerja pada 3 fungsi penting yang dimiliki setiap media yaitu teknik, program dan pemasaran.Jika salah satu fungsi tersebuh roboh, maka roboh lah stasiun penyiaran tersebut.

Teknik disini dimana manajemen siaran radio harus memiliki ahli tentang bagaimana cara mengerjakan dan menghasilkan sesuatu yang terdiri dari pengaruh dan perencanaan.

Kemudian dalam program siaran radio diperlukan oleh media radio untuk merencanakan bagaimana agar program yang disiarkan bisa menarik banyak pendengar dan pengiklanan. Program siaran yang dibuat juga harus sesuai dengan apa karakteristik masyarakat target pendengar mulai dari jenis pendengar, jadwal siaran dan hubungan dengan pengiklanan.

 

sumber gambar: blogspot.com

Answered May 10, 2017

J22CXgCxi8u7zT415ZTJH4jYFSRIVySo.jpg

Keberhasilan media penyiaran sebenarnya berasal dari kreativitas manusia yang bekerja pada 3 fungsi penting yang dimiliki setiap media yaitu teknik, program dan pemasaran.Jika salah satu fungsi tersebuh roboh, maka roboh lah stasiun penyiaran tersebut.

Teknik disini dimana manajemen siaran radio harus memiliki ahli tentang bagaimana cara mengerjakan dan menghasilkan sesuatu yang terdiri dari pengaruh dan perencanaan.

Kemudian dalam program siaran radio diperlukan oleh media radio untuk merencanakan bagaimana agar program yang disiarkan bisa menarik banyak pendengar dan pengiklanan. Program siaran yang dibuat juga harus sesuai dengan apa karakteristik masyarakat target pendengar mulai dari jenis pendengar, jadwal siaran dan hubungan dengan pengiklanan.

pemasaran itu sendiri ada beberapa jabatan, misalnya account executive, marketing executive, marketing support, dll. yang pada dasarnya tujuannya sama yaitu menjual produk media penyiaran atau mengajak iklan untuk menggunakan media penyiaran sebagai wahana iklan

tidak hanya itu tantangan yang harus dihadapi manajemen metode penyiaran adalah dalam kegiatan operasional media penyiaran juga harus memenuhi harapan pemilik dan pemegang saham untuk menjadi perusahaan yang benar dan mampu menghasilkan keuntungan yang besar. media penyiaran juga harus mampu memenuhi kepentingan masyarakat.

tantangan lainnya dalam manajemen metode penyiaran yatu berasal dari berbagai media penyiaran yang ada seperti televisi dan online yang bersaing secara langsung untuk mendapatkan sebanyak mungkin pemasaran iklan dan audiens. Maka dari itu menurut Miftah Sunandar sebagai Presiden Direktur PT Miftah Putra Mandiri agar radio siaran tetap aksis harus menata ulang strategi bisnis mutlak dan menambah layanan steaming

pada intinya , manajemen sangat dibutuhkan untuk semua organisasi karena tanpa manajemen semua usaha akan sia-sia dan akan sulit untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Answered May 10, 2017
Rinhardi Aldo
Kaum muda yang masih terjerat dengan dunia digital, jaringan dan pikiran hati.

bwPuuklhPb9v-gGOeGxDafezyGbuodzE.jpg

Tantangan utama manajemen stasiun radio saat ini sebenarnya adalah membuat konten yang menarik, disaat semua stasiun radio kini isinya antara A sama B dengan C serta D dan E itu sama semua secara konsep.

Konten yang menarik memang jadi kunci utama dalam dunia kreatif dan media. Radio, memiliki kerja keras lebih banyak untuk membuat konten yang menarik, karena medium radio hanya suara semata, sehingga untuk membuat konten memang harus banyak improvisasi disana sini.

Sejak kehadiran Gen FM di tahun 2008, kini kebanyakan radio di Jakarta isinya hampir sama secara konsep. Pagi dan sore, ditengah kemacetan, kita mesti mendengar suara-suara celetukan para penyiar yang bercanda yang rasanya ganggu banget ditengah desingan dan klakson. Mungkin hanya siang dan tengah malam yang isinya lebih banyak lagu terus. Siaran pagi dan sore umumnya diisi oleh public figure seperti artis dan radio announcer yang umumnya sudah malang melintang.

Karena konsep yang hampir sama, tentu pembeda-pembeda tetap harus ditekankan.

Menurut data dari Nielsen, para kaum millenial dan Gen Z masih banyak yang mendengarkan radio. Terbukti dari data rata-rata mendengarkan radio yang termasuk stabil di angka 2 jam, meskipun memang ada penurunan secara jumlah pendengar radio itu sendiri.

Answered May 10, 2017

n8xodtxApt_5RH537a_dE3f3org2qM_F.jpg

Mengelola suatu media penyiaran radio memberikan tantangan yang tidak mudah kepada pengelolanya, sebagaimana ditegaskan Peter Pringle (1991), yaitu Few management position offers challenges equal to those of managing a commercial radio or television station (tidak banyak posisi manajemen yang memberikan tantangan yang setara dengan mengelola suatu stasiun radio dan televisi lokal).

Tantangan yang harus dihadapi manajemen perusahaan radio disebabkan oleh dua hal. Pertama, sebagaimana perusahaan lainnya, media penyiaran dalam kegiatan operasionalnya harus dapat memenuhi harapan pemilik dan pemegang saham untuk menjadi perusahaan yang sehat dan mampu menghasilkan keuntungan. Namun di pihak lain, sebagai tantangan kedua, media penyiaran harus mampu memenuhi kepentingan masyarakat (komunitas) dimana media bersangkutan berada, sebagai ketentuan yang harus dipenuhi ketika media penyiaran bersangkutan menerima izin siaran (lisensi) yang diberikan negara.

Dengan demikian, upaya untuk menyeimbangkan antara memenuhi kepentingan pemilik dan kepentingan masyarakat memberikan tantangan tersendiri kepada pihak manajemen media penyiaran.

Media penyiaran pada dasarnya harus mampu melaksanakan berbagai fungsi yaitu antara lain fungsinya sebagai media untuk beriklan, media hiburan, media informasi dan media pelayanan. Untuk mampu melaksanakan seluruh fungsi tersebut sekaligus dapat memenuhi kepentingan pemasang iklan, audien serta pemilik dan karyawan merupakan tantangan tersendiri bagi manajemen.

Tantangan lainnya berasal dari persaingan yang berasal dari berbagai media penyiaran yang ada. Berbagai stasiun radio saling bersaing secara langsung untuk mendapatkan sebanyak mungkin pemasang iklan dan audien.

Sebagaimana organisasi atau perusahaan lain, media penyiaran menggunakan manajemen dalam menjalankan kegiatannya, dan setiap orang yang mempunyai tanggungjawab atas bawahan dan sumber daya organisasi lainnya dengan menjalankan fungsi manajemen disebut dengan manajer.

 

sumber gambar: 123rf.com

Answered May 14, 2017
Avinda
News Production CNN Indonesia

JJPlt5Itud_XUhQvdViB_c7QWJP4RF1B.png

 

 

Source : http://weloveradio.ae

Potensi radio di Inonesia saat ini masih cukup menjajinkan, apalagi pertumbuhannya sekarang semakin bersaing. Baik itu radio pemerintah maupun radio swasta. Selain itu, industri radio juga memiliki kompetitor yang keberadaannya 11:12 yaitu media TV dan online. Dimana para pengikutnya bisa dengan sesuka hati memilih media mana yang sesuai kebutuhan. Meski begitu, bukan berarti radio ini harus menutup diri. Radio tetap bisa bertahan seperti kompetitornya dengan mengedepankan inovasi baru atau ikut masuk ke 'SELERA KONSUMEN'. 

Lantas apa saja tantangan yang dihadapi oleh perusahaan radio saat ini?

Jawabannya terbagi menjadi beberapa point;

  1. Pengikut(followers) : Bukan perkara mudah untuk mempertahankan pengikut (pendengar radio). Mereka bisa saja sewaktu-waktu meninggalkan radio dengan berbagai alasan. Hal ini perlu di perhatikan, mengingat para followers ini juga bagian dari penikmat media lain. Jadi untuk meningkatkan dan mempertahankan para followers ini, perusahaan radio sebisa mungkin harus melakukan pendekatan yang lebih easy ketika siaran berlangsung. Misalnya, penyiar radio melibatkan pendengarnya ketika siaran dengan cara menyediakan report citizen journalism melalui teleconference saat on air atau cara lain yang mengundang pendengar agar tetap stay in radio. Dengan begitu, para pengikut pun akan loyal dengan radio pilihannya nya. 
  2. Isi Program (Program Content) : Perlu berpikir secara kreatif ! Ini merupakan bagian inti dari radio, dimana suguhan di setiap radio ini hampir-hampir mirip. Misalnya program pagi yang lebih sering berformat talkshow/ bincang-bincang. Agaknya setiap radio suka dengan konsep bincang-bincang pagi ini, seperti siaran pagi di program Prambors yaitu Desta and Gina In The Morning, Augie dan Nirina Indika Pagi, Breakfast Club 90.4 Cosmopolitan FM, Pergi Pagi prime time show Global radio bersama Rico ceper dan Arie Dagienkz, dan masih banyak lagi program talkshow pagi yang konsepnya mirip-mirip. Tapi setiap radio ini berusaha keras untuk membuat program yang mainstream dengan keunikan  radio nya sendiri. Dan hal unik ini yang harus benar-benar di olah sedemikian rupa agar content dari radio ini bisa mendapat perhatian khusus dari pendengarnya. Dengan begitu, para pengikut tadi bisa teralihkan dari program media lain dan bisa menikmati content radio yang tidak kalah seru dari media lain.
  3. Sumber Daya Manusia (Human Resources) : Bagian ini juga tak kalah penting ! keberhasilan suatu perusahaan juga bergantung pada orang-orang didalamnya. Penting hukum nya untuk memposisikan orang-orang yang kredibel, juga memang memiliki Big Passionate di bidang radio. Mengapa The Biggest Passionate People ini penting ? karena ketika salah memposisikan seseorang yang tidak dengan passion nya, maka cukup sulit untuk mencapai goals yang di inginkan. Cara nya bagaimana untuk mendapatkan sosok-sosok The Biggest Passionate People ? yaitu pada saat proses recruitment, menggunakan formulas three key yaitu koleksi,seleksi dan produksi. Jadi koleksi lah para kandidat yang sesuai kualifikasi atau nyaris mendekati kualifikasi, setelah itu seleksi kembali dan filter sampai benar-benar jernih, dan jika sudah deal , ya selamat ber produksi. Dengan begitu, produksi radio pun bisa berjalan dengan oke apabila menempatkan orang-orang yang memang tepat. SDM yang tepat bisa berkontribusi dengan menyediakan fasilitas iklan, rating radio dan juga pertumbuhan pendengar nya.

Kira nya itulah tiga tantangan perusahaan radio saat ini, dimana tantangan pertama harus mempertahankan pengikut, tantangan kedua harus mengemas isi program radio agar bisa tetap menarik dari media lain, dan tantangan menempatkan SDM yang bisa longlasting.

Memang tidaklah mudah, sampai-sampai banyak juga prusahaan radio di zaman ini yang first priority nya dengan uang, terkadang bukanlah istilah yang sepenuhnya salah. Namun uang bukanlah segalanya, juga bisa diyakini tidak sepenuhnya salah pula. Jadi dengan menyuguhkan banyak iklan dengan content yang 'ecek-ecek', demi bertahan hidup radio nya.

Ironis sih memang, tapi cobalah dengan mengevaluasi kembali dari 3 point diatas. Semoga tantangan yang sedang  dihadapi ini bisa mendapat solusi jika bijak mengevaluasi dari slot terkecilnya. 

Answered May 14, 2017
Dessy Nursusiani
Iisip Jakarta | Allah SWT make me strong

Gambar terkait

Pada era saat ini terjadi peningkatan jumlah stasiun radio karena tidak terlepas dari mudahnya memperoleh izin siar. Tapi seiring pesatnya pertumbuhan internet, pengelola stasiun radio dihadapkan pada tantangan besar, yakni bergesernya pola konsumsi media. Popularitas radio semakin memudar setelah adanya televisi dan sekarang pendengarnya mulai tertarik dengan beragam media di internet. 

Orang kini dapat dengan mudah mendapatkan berita dan hiburan atau lagu di jejaring dunia maya. Beragam informasi dapat didapatkan melalui fitur-fitur media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path, Wa dan media sosial lainnya. 

Mulai dari jenis lagu lawas dan terbaru, komplit di Youtube. Tidak heran jika konsumen media kini beralih ke media online, terutama media sosial dan aplikasi mobile yang mendukung. Bisa dibilang, khalayak saat ini hanya mendengarkan radio ketika berkendara mobil untuk mendengarkan lagu pengusir ngantuk atau mendengarkan informasi lalu lintas guna menghindari kemacetan.

Bahkan, kebanyakan anak muda saat ini lebih memilih mendengarkan musik lewat layanan streaming ketimbang radio FM/AM. Bahkan, kemunculan aplikasi Spotify, pemutar lagu streaming diperkirakan bakal menggeser eksistensi radio.

Ini menjadi tantangan bagi pengelola atau manajemen radio siaran untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan konten. Jika tidak, eksistensi radio akan tersisihkan oleh daya tarik media internet yang mampu menyajikan semua kebutuhan khalayak. Radio harus beradaptasi terhadap tren yang berkembang. Kalau tidak bisa adaptasi dengan kemajuan teknologi, ya, selesailah.

Dengan menata ulang strategi bisnis itu harus dilakukan karena persaingan mendapatkan iklan sekarang semakin berat. Maka, setiap stasiun radio sebaiknya harus menambah layanan streaming, sehingga pendengar bisa mengakses informasi dan hiburan kapan dan di mana pun lewat internet. Pembenahan manajemen harus terus dilakukan untuk meningkatkan performa perusahaan dalam menghadapi persaingan. Itu merupakan kunci dari segalanya.

Gambar via blogspot.com

Answered May 15, 2017

Gambar terkait

Tentu saja, radio juga melakukan transformasi yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi masa kini meski saat ini khalayak khususnya radio kebanyakan sudah beralih ke media massa yang lebih mudah, dan praktis. Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa radio memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan media massa.

Gambaar via previews.123rf.com

Answered May 15, 2017

Gambar terkait

Menejemen Penyiaran Mengelola bisnis media penyiaran merupakan salah satu bisnis yang paling sulit dan paling menantang dibandingkan dengan jenis industri lainnya. Mengelola media penyiaran pada dasarnya adalah mengelola manusia. Keberhasilan media penyiaran sejatinya ditopang oleh kreativitas manusia yang bekerja pada tiga pilar utama yang merupakan fungsi vital yang dimiliki setiap media penyiaran yaitu teknik, program dan pemasaran. Keberhasilan media penyiaran bergantung pada bagaimana kualitas orang-orang yang bekerja  pada ketiga bidang tersebut. Namun demikian, kualitas manusia saja tidak cukup jika tidak disertai dengan kemampuan pimpinan media penyiaran bersangkutan mengelola sumber daya manusia yang ada. Karena alasan inilah manajemen yang baik mutlak diperlukan pada media  penyiaran. 

Gambar via images.dagelan.co

Answered May 15, 2017

Hasil gambar untuk PERUSAHAAN RADIO

Perusahaan radio harus membuat inovasi terbaru. Sebetulnya saat ini masyarakat sangat membutuhkan informasi. Terbukti dengan sudah jarangnya masyarakat menonton televisi dan membaca koran, karena minimnya waktu untuk melakukan hal tersebut.

Salah satu media yang paling tepat adalah radio karena kecepatan informasi yang diberikan radio sangat pas, penggunaan bahasa yang dapat mudah dicerna oleh pendengar. Radio saat ini media yang paling efektif karena bisa dalam kondisi apa pun tanpa mengganggu aktivitas bahkan dapat menghibur. Radio harus memberikan inovasi berupa segmen ringan untuk memberikan informasi.

Gambar via selasar.com

Answered May 15, 2017

kPvsevQZrjMvQklp1Y2Ob4vUEdkGKLX8.jpeg

Menurut saya tantangan manajeman radio adalah di mana sudah sedikitnya orang yang mendengarkan radio. Tantangan lain yang harus dihadapi adalah manajemen media penyiaran, yaitu persaingan yang berasal dari berbagai media penyiaran yang ada di Indonesia, misalnya:

1. Media Televisi

2. New Media (Path, Instagram, Twitter, Facebook, Youtube, Blog dll)

Maka dari itu, stasiun radio bersaing satu sama lainnya.

Misalnya untuk mendapatkan audience atau pemasangan iklan, maka dari itulah diperlukannya manajemen yang baik agar tujuan suatu perushaan tercapai. Baik untuk perusahaan atau untuk audience.

Answered May 22, 2017

HIZKIA C WARDHANA

2016130112

KELOMPOK MUDA MUDI

Manajemen Media Massa/F

 

 

 

Tantangan manajemen perusahaan radio berupa dus hal penting. Pertama, dalam kegiatan operasionalnya harus memenuhi harapan pemilik dan pemegang saham. Karena pemegang saham mempunyai peran penting bagi kelanjutan karir perusahaan radio tersebut.

Tantangan kedua, media penyiaran radio harus mampu memenuhi kebutuhan pendengar. Karena pendengar menjadi aset penting bagi perusahaan radio. Pendengar juga menjadi patokan keberhasilan perusahaan radio.

Misalnya untuk mendapatkan audience atau pemasangan iklan, maka dari itulah diperlukannya manajemen yang baik agar tujuan suatu perusahaan tercapai. Baik untuk perusahaan atau untuk audience.

Ditengah perkembangan zaman yang semakin maju, dan masyarakat yang lebih mengandalkan gawai untuk sumber informasi. Kini stasiun radio harus menyesuaikan diri dan memanfaatkan perkembangan yang ada. Salah satunya dengan membuat aplikasi yang dapat mempermudah pendengarnya mengakses radio tersebut.

Perusahaan radio juga harus dapat bersaing dengan perusahaan radio lainnya yang jumlahnya sudah membeludak. Mempertahankan dan konsisten dengan kualitas yang baik menjadi kunci penting bai kelangsungan karir perusahaan radio ditengah persaingan yang ketat.

Answered Sep 18, 2017

Question Overview


16 Followers
1868 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa yang membuat Anda kecanduan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram?

Mengapa media disebut "Pilar Keempat" dalam demokrasi?

Apa yang dimaksud "fact is sacred" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud "Cub Reporter"?

Apa yang disebut "Hook" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud "Firsthand Account" dalam meliput peristiwa?

Bagaimana membedakan antara "Firsthand Account" dan "Secondhand Account" dalam menulis berita?

Siapakah Trias Kuncahyono?

Efektifkah aksi boikot Metro TV melalui Petisi?

Model bisnis apa saja yang biasa dilakukan oleh media online?

Apa kelebihan IISIP dibanding institut atau perguruan tinggi lainnya?

Adakah unsur edukasi program siaran televisi?

Apa pertimbangan Anda kuliah di Manajemen Komunikasi di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan memulai bisnis penyiaran radio dan mengapa hal itu penting?

Radio Indonesia apa yang menjadi favorit Anda?

Bagaimana cara menjadi penyiar radio?

Apa suka duka menjadi seorang penyiar radio?

Apa yang membuat radio masih eksis sampai sekarang?

Siapa penyiar radio yang anda sukai?

Mengapa kamu memilih UKM radio (BVoice Radio) selama kuliah di Binus University?

Apakah kemacetan lalu lintas di Jakarta justru mendukung perkembangan siaran radio dalam segi ekonomi?

Seberapa besar pengaruh suara penyiar radio terhadap keinginan untuk mendengarkan radio?

Apa yang dimaksud dengan growth hacker?

Apakah kehadiran seorang growth hacker penting dalam sebuah startup digital?

Apa fungsi utama seorang growth hacker?

Apa yang dimaksud dengan growth hacking?

Siapakah menurut Anda yang akan memenangkan kompetisi di Indonesia; Go-Jek, Uber, atau Grab?

Bagaimana cara melakukan usability testing untuk sebuah produk digital?

Seberapa penting usability testing dalam proses pembuatan sebuah produk digital?

Apa yang dimaksud dengan usability testing?

Apa perusahaan teknologi terbaik di Indonesia?

Mengapa banyak orang India menjadi CEO perusahaan digital internasional?