selasar-loader

Apa dampak positif dan negatif Indonesia berada di jalur cincin api (ring of fire)?

Last Updated Nov 23, 2016

6 answers

Sort by Date | Votes
Tivani Sandria
#GeografiUNP #ReporterSKKGanto #HarryPotter #PercyJackson

Dampak positif:

  1. Indonesia kaya akan sumber daya, seperti: tambang dan geothermal.
Dampak negatif:
  1. Indonesia menjadi daerah rawan bencana, berupa: gempa bumi, tsunami, letusan gunung api. 

Answered Jan 23, 2017
Syukri Yandi
Mahasiswa FMIPA UI | Peserta Rumah Kepemimpian Regional 1 Jakarta

Dampak positifnya adalah landscape (relief) dari Indonesia sangat indah dan beragam. Selain itu, juga terdapat potensi geotermal, tetapi dampak negatifnya adalah sering terjadinya bencana di Indonesia.

Answered Jul 28, 2017
Sumardi Sadim
Pendidik Muda at SMA Negeri 3 Cilegon and CEO & Founder at Lentera Surosowan

22TVdAvN_jV9A_EJrx3KR0Gy9fhS7LGu.jpg

Indonesia akan selalu menjadi surga bagi para penikmat eksotika alam khatulistiwa. Bentang alam yang memanjang dari Sabang sampai Merauke dapat melemahkan mata. Memanjakan hati mereka yang diiringi decak kagum.

Siapa yang tak kenal Bali dengan eksotika pulau kecil bertabur pantai yang sangat kental budayanya? Siapa yang tak kenal Pulau Komodo, pulau purba yang masih menyimpan fauna langka, namun masih mengandung potensi alam yang sangat luar biasa? Siapa yang tak kenal Bromo, taburan pegunungan aktif yang melelehkan hati si pendaki? Atau Raja Ampat, yang membuat mata terseok-seok dengan gugusan pulau kecil yang terbentang rapi?

Ya, itu semua merupakan bagian terkecil dari deretan eksotika Indonesia yang terbentang dalam buaian bumi khatulistiwa. Belum lagi tanah yang subur, pesona kearifan lokal yang menjadi primadona.

Namun siapa yang tahu, orang awam seperti kita, tentang Indonesia seutuhnya? Seutuhnya di balik kecantikan Indonesia. Dalam sentuhan geologis, Indonesia merupakan negeri di atas bencana.

Indonesia termasuk dalam lingkungan cincin api (ring of fire) yang memilki potensi bencana alam cukup tinggi karena berada di antara wilayah lintasan dua jalur pegunungan, yaitu pegunungan sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania yang terdapat banyak gunung berapi dan aktivitasnya dapat menyebabkan terjadinya gempa vulkanik.

Posisi geologis Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng aktif, yaitu lempeng Indo-Australia di bagian selatan, lempeng Euro-Asia di bagian utara, dan lempeng pasifik di bagian timur. Dengan demikian, posisi Indonesia sangat rawan terhadap bencana, baik dari aktivitas vulkanis maupun tektonik.

Tanah air Indonesia akan terus berada di atas kawasan cincin api Pasifik, tempat bertemunya lempeng-lempeng tektonik utama dunia yang ditandai oleh ratusan gunung berapi, yang secara bergiliran akan meletus dari waktu ke waktu. Beludru api yang membentang menjadi alas manusia Indonesia sampai kapanpun.

Ketika terjadi bencana yang melanda, bukan bumi sedang murka sebagaimana menurut pandangan manusia, melainkan bumi sedang mencari keseimbangan baru. Ketika ada penurunan daratan, maka akan ada penaikan daratan pula. Hal tersebut merupakan sifat alam yang selalu dinamis. 

Dengan kesadaran baru, kita berharap bukan saja kita mampu menjadi bangsa pembelajar, melainkan juga lebih punya pegangan ketika menghadapi alam bagi dirinya yang sedang mencari keseimbangan baru.

Deputi Bidang Survei Dasar dan Sumber Daya Alam pada Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), Priyadi K., mengatakan bahwa sumber bencana dibagi menjadi dua, yaitu akibat ulah manusia dan alam.

Indonesia mencatatkan dua letusan gunung terbesar di dunia. Pertama adalah gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat pada tahun 1815 hingga mengeluarkan 1,7 juta ton abu yang menyelimuti atmosfer cukup lama. Hingga pada tahun berikutnya, 1816, dunia masih terpengaruh selimut abu yang menahan dan memantulkan kembali sinar matahari. Bahkan tahun 1816 dikenal sebagai tahun tidak memiliki panas di berbagai belahan bumi. Kemudian, letusan dahsyat kedua menyusul pada tahun 1883, Krakatau. Erupsinya diperkirakan setara 13.000 kali ledakan bom atom Hiroshima pada masa perang Dunia II.

Para ilmuwan dunia menengarai Indonesia sebagai "laboratorium bencana". Ancaman lain berasal dari kerusakan hutan yang menyebabkan longsor dan banjir. Bahkan Jawa maupun wilayah lainnya mengalami hal serupa, yaitu ancaman bencana yang diakibatkan ulah manusia.

Indonesia sangatlah rawan bencana dan merupakan salah satu pusat lokasi megabencana. Namun, ingatan manusia Indonesia tentang sejarah bencana itu bagaikan angin lalu.

Gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi merupakan bencana kebumian yang terjadi semata-mata karena faktor alam. Ahli seismolog mengatakan bahwa yang bisa diketahui hanyalah potensi gempa.

Namun, kita tak pernah tahu kapan dia akan melepaskan energinya, bisa bulan depan, bisa juga tahun depan, atau lebih lama lagi. Yang bisa dilakukan hanyalah melakukan langkah antisipasi berbekal pengetahuan potensi bencana. Langkah antisipasi dan mitigasi penting dilakukan sejak awal. Namun, apakah Indonesia telah melakukan hal tersebut?

Sosialisasi dan pelatihan penyelamatan jika terjadi bencana di Indonesia masih sangat lemah. Akibatnya, korban akibat bencana di Indonesia tergolong besar dibandingkan dengan negara lain yang lebih maju dalam mitigasi bencana.

Mari kita menilik pada Negara Matahari Terbit, Jepang, yang mempunyai karaktersitik sama dengan Indonesia sebagai negara rawan bencana, karena sama-sama terletak pada jalur cincin api (ring of fire) dan pertemuan lempeng geologi. Meskipun negara Jepang memiliki kesamaan dalam hal rawan bencana alam seperti Indonesia, tetapi dalam penanggulangan bencana alamnya, Jepang sudah jauh berada di atas Indonesia. Hal ini dibuktikan dari jumlah korban yang meninggal akibat bencana alam.

Jepang telah memiliki sistem manajemen bencana yang terarah, mulai dari prabencana hingga pascabencana. Pemerintah dan masyarakat telah menjalin sinergi dalam upaya mitigasi bencana alam sehingga tidak ada lagi saling menyalahkan dalam hal penanganan bencana. Masing-masing individu mempunyai pengetahuan dan pemahaman tentang bencana.

Saat terjadi gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter di Teluk Suruga, Jepang, pada tahun 2009, tidak ada satu pun korban meninggal karena masyarakat Jepang sudah “terlatih” menghadapi gempa. Kemudian, saat terjadi gempa berkekuatan lebih rendah, yaitu 6,3 skala richter di L’Aquila, Italia, tercatat 295 orang meninggal dunia.

Namun di Yogyakarta, saat terjadi gempa dengan kekuatan yang sama, yakni 6,3 skala ritcher tercatat sebanyak 5.745 orang meninggal dunia. Artinya sosialisasi dan mitigasi bencana memegang peranan penting untuk memperkecil risiko akibat bencana. Mitigasi bencana belum menjadi sistem dan agenda tetap pemerintah yang wilayahnya berpotensi terancam bencana alam.

Sudah seharusnya pendidikan tentang kebencanaan digalakkan untuk mempersiapkan...(more)

Answered Aug 3, 2017
Yamin Lubis
Mahasiswa UI Fakultas MIPA UI 2017

Ada beberapa dampak yang terjadi akibat lokasi Indonesia yang berada di ring of fire. Namun hal ini tentu bisa menjadi hal positif dan negatif. Dampak positifnya yaitu, dengan indonesia berada di ring of fire maka indonesia memiliki banyak sekali gunung brapi yang aktif. Nah banyaknya gunung merapi yang aktif ini akan menimbulkan tanah yang sangat subur karena kaya akan unsur mineralnya dan bagus untuk tanaman, serta banyak nya gunung merapi ini juga bisa menjadi lokasi pertambangan mineral dan potensi geo park yang sangat besar. Namun tentu saja lokasi indonesia yang berada di ring of fire memiliki dampak negatifnya juga ada, seperti daerah yang rawan akan bencana gunung meletus dan juga daerah Indonesia sangat rawan akan gempa bumi, bahkan menjadi salah satu negara yang intensitas gempanya sangat sering terjadi di wilayah ring of fire.

Answered Aug 5, 2017
Fiqhi Fauzi
Mahasiswa FMIPA USU 2014 | Rumah Kepemimpinan 8 | Sekjen Inkubator Sains USU

Ring of Fire atau lingkaran api pasifik merupakan jalur patahan lempeng tektonik. Jalur maut Indonesia berada di sebelah selatan samudera hindia yang mendekat ke utara, kemudian lempeng eurasia berupa patahan di sepanjang pulau Sumatera, pantai selatan Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi sampai Filipina dan Jepang. Kemudian di dalam patahan tersebut ada pertumbuhan volcan yang disebut Ring of Fire. Indonesia merupakan negara yang berada di garis Ring of Fire terpanjang di dunia.

Menurut Dr. Kuswaji Dwi Priyono M.Si, yang merupakan dosen Geomorfologi Kebencanaan Alam Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyebutkan bahwa dampak positif Indonesia berada di jalur cincin api yaitu : Indonesia merupakan daerah dengan lahan yang subur. Baik dari lereng atas atau bawah, misalnya dengan sayuran yang tumbuh subur atau resapan air dengan munculnya mata air sebagai sumber kehidupan

Sementara dampak negatifnya adalah adanya berbagai bencana berupa gempa bumi dan letusan gunung berapi. Disebutkan Kuswaji, Indonesia berada di lempeng tektonik yang tergolong tipis.

 

Sumber: joglosemar.co

Answered Aug 5, 2017
Endro Sambodo
Worked at SAR DIY

SCtQtQCvrZFtFuCKm6q4rWDv5a3-EtAM.jpg

Pada tahun 1960-an, para ahli mengemukakan sebuah teori yang dinamakan “lempeng tektonik” yang menjelaskan tentang lokasi gunung berapi dan gejala-gejala geologi.

Menurut teori tersebut, permukaan bumi terbentuk dari rangkaian lempeng-lempeng tektonik dengan ketebalan lebih kurang 80 km, di mana lempeng-lempeng tersebut bergerak, berubah posisi, dan ukuran dengan kecepatan 1-10 cm per tahun atau bisa disamakan dengan pertumbuhan kuku jari manusia.

Di bawah laut terus menerus terjadi pembentukan kerak bumi akibat lava yang keluar dari gunung berapi bawah laut yang langsung bertemu dengan air laut sehingga mengeras.

Maka untuk memberi ruang pada dasar laut yang baru jadi tadi semua lempeng bumi bergerak, dan saat mereka bergerak terjadilah aktifitas geologi pada tepian lempeng tersebut.

Ketika lempeng bumi bergerak dapat terjadi tiga kemungkinan:

  • Lempeng-lempeng bergerak saling menjauhi sehingga memberikan ruang untuk dasar laut yang baru.
  • Lempeng saling bertumbukan yang menyebabkan salah satu lempeng terdesak kebawah dari lempeng yang lain.
  • Tepian lempeng meluncur tanpa pergesekan yang berarti.

Ring of fire terbentuk akibat pergesekan lempeng tektonik seperti terlihat pada gambar di bawah.

sZWTBkE5qbmG4vmDdFHbAbUR7lBg9QGI.png

Kepulauan Indonesia secara geografis terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik, yakni lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudra Hindia, dan Samudra Pasifik.

Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera-Jawa-Nusa Tenggara dan Sulawesi.

Kondisi ini menyebabkan Indonesia memiliki potensi yang tinggi terhadap bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor.

Terletak dalam jalur “Ring of Fire”, Indonesia memiliki jumlah gunung berapi paling banyak di dunia. Di Indonesia tercatat memiliki 130 gunung berapi yang merupakan 10% dari jumlah keseluruhan dunia. Dari 130 gunung berapi tersebut, 17 di antaranya masih aktif.

Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Dengan cakupan wilayah sepanjang 40.000 km daerah ini berbentuk tapal kuda.

Lingkaran Api ini terdiri atas 452 gunung berapi di mana sekitar 75% menjadi rumah bagi gunung berapi dan tidak aktif. Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini.

Daerah gempa berikutnya (5–6% dari seluruh gempa dan 17% dari gempa terbesar) adalah sabuk Alpide yang membentang dari Jawa ke Sumatra, Himalaya, Mediterania hingga ke Atlantika.

Di sisi timur Cincin Api terbentuk akibat lempeng Nazca dan lempeng Cocos bertumbukan mendorong lempeng Amerika Selatan ke arah barat. Lempeng Pasifik dan lempeng kecil Juan de Fuca terdorong ke bawah lempeng Amerika Utara.

Sepanjang sisi utara lempeng Pasifik bergerak kearah barat laut terdorong ke bawah busur vulkanik Pulau Aleutian. Di bagian barat lempeng Pasifik terdorong sepanjang Semenanjung Kamchatka-Kurile di selatan Jepang.

Di bagian selatan Lempeng Pasifik bertumbukan dengan banyak lempeng-lempeng kecil, yang terbentang dari Kepulauan Mariana, Philipina, Bougenville, Tonga sampai Selandia Baru.

58XGLsFBKF-EBkwP_6ivi4OMH8rMI2Ea.png

Indonesia terletak diantara Cincin Api dan sabuk Alpide yang membentang dari Nusa Tenggara, Bali, Jawa, Sumatra, terus ke Himalaya, Mediterania, dan berujung di Samudra Atlantik. Inilah sebabnya di Indonesia banyak gunung berapi aktif dan banyak terjadi gempa seperti yang baru-baru ini terjadi di Sumatra Barat.

Gunung-gunung berapi di Indonesia termasuk yang paling aktif dalam jajaran gunung berapi pada Ring of Fire. Gunung berapi di Indonesia terbentuk dalam zona subduksi lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia.

bWjNeJZdTt8cwwECLJBP2FkMgyxNkCUS.jpg

Ring of Fire apakah berhubungan dengan banyaknya kejadian bencana di Indonesia?

Ring of Fire (cincin api) adalah zona dimana terdapat banyak aktifitas seismik yang terdiri dari busur vulkanik dan parit-parit (palung) di dasar laut.

Cincin Api memiliki panjang lebih dari 40000 km memanjang dari barat daya Amerika Selatan di bagian timur hingga ke sebelah tenggara benua Australia di sebelah barat.

Pada zona yang disebut cincin api inilah banyak terjadi gempa dan letusan gunung berapi. Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar di dunia terjadi di sepanjang cincin api ini.

Antar lempeng tersebut berubah posisi dan ukuran dengan kecepatan 1-10 cm per tahun, jika terjadi desakan antar lempeng secara horizontal, maka terjadi gempa bumi, namun apabila terjadi desakan antar lempeng secara vertikal maka akan terjadi letusan gunung berapi.

Aktivitas magmatik ini berpotensi menyebabkan gempa bumi. Ketika lempeng bumi bergerak dapat terjadi tiga kemungkinan:

  • Lempeng-lempeng bergerak saling menjauhi sehingga memberikan ruang untuk dasar laut yang baru.
  • Lempeng saling bertumbukan yang menyebabkan salah satu lempeng terdesak kebawah dari lempeng yang lain.
  • Tepian lempeng meluncur tanpa pergesekan yang berarti.

Pergerakan lempeng yang beradu ini juga dapat menimbulkan tsunami. Tsunami adalah gelombang laut yang sangat besar. Indonesia yang merupakan negara yang memiliki titik gempa terbanyak di dunia (mencapai 129 titik) merupakan negara rawan gempa terbesar di dunia yang dapat menimbulkan gelombang tsunami.

Bencana selalu menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Untuk menyiasati hal tersebut, yang perlu dilakukan pemerintah adalah membangun dan mendidik masyarakat yang sadar dan tanggap terhadap bencana yang akan dan yang sedang terjadi.

Adapun beberapa hal yang dapat disosialisasikan dan dilatihkan ke masyarakat antara lain adalah pemerintah sebaiknya menyediakan sistem peringatan dini (misalnya sirine, detektor, alat komunikasi, dan lain-lain) yang dapat diandalkan terutama di daerah rawan bencana.

Sehingga saat bencana terjadi, masyarakat langsung tahu apa yang harus dilakukan. Hal ini sudah dilakukan pemerintah, khususnya yang terkait dengan bencana tsunami, melalui TEWS (Tsunami Early Warning System).

Penyebab timbulnya...(more)

Answered Aug 14, 2017

Question Overview


7 Followers
23105 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?

Apa yang terjadi sebelum peristiwa Big Bang?

Mengapa alam semesta selalu mengembang?

Bagaimana caranya memotret galaksi bima sakti secara utuh, sedangkan kita (di bumi) berada di dalamnya?

Apakah ada makhluk hidup lain selain manusia di alam semesta ini?

Terkait adanya penampakan Unidentified Flying Object (UFO), apa yang Anda bisa jelaskan terkait hal ini?

Apa yang membuat pergerakan benda-benda langit selalu teratur dengan sangat detail?

Dari mana asalnya medan magnet pada Black Hole?

Bagaimana penjelasan ilmiah berubahnya kromosom dari satu makhluk hidup menjadi makhuk hidup lainnya menurut teori evolusi darwin?

Siapa manusia pertama menurut sains? Dan Apa indikator ia telah menjadi manusia pertama?

Mengapa bumi itu bulat?

Bagaimana ular mencerna makanannya?

Mengapa Jakarta sering banjir?

Bagaimana hubungan seni dan alam?

Apakah Anda mengetahui Lembah Baliem?

Apakah Anda mengetahui Gunung Raya?

Mengapa banjir di Gunung Kidul berair jernih?

Apakah ketinggian sinar laser di atas permukaan air laut setelah 3 mil dari tepi pantai akan naik, tetap atau berkurang? Alasannya?

Mengapa Pesawat Horizon tidak terlihat melengkung, bahkan ketika kita terbang dengan ketinggian 33 ribu feet?

Mengapa bentuk Bumi akhir-akhir ini ramai diperdebatkan?

Apakah yang menarik di Kota Bandung?

Apa yang membuat Anda betah tinggal di Kota Bandung?

Kondisi atau peristiwa apa yang membuat Anda tidak ingin kembali lagi ke Kota Bandung?

Apa makanan khas terenak di Kota Bandung?

Apa tempat terindah di Kota Bandung?

Apakah kenangan Anda dengan kekasih di Kota Bandung?

Bagaimana rasanya memiliki kekasih atau suami/ istri orang Bandung?