selasar-loader

Menurut Anda, pantaskah Ahok dijatuhi vonis 2 tahun penjara?

Last Updated May 9, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Gregorius Reynaldo
komunikasi itu kewajiban, menulis politik itu panggilan dan passion

ou-ba6QXAxLUeShgr7kmWgVKsJ-fXF7k.jpg

Ahok telah dinyatakan bersalah atas aksi penodaan agama yang dilakukannya di Pulau Pramuka, Kep. Seribu 2016 silam dengan pidana kurungan 2 tahun dan 1 tahun masa percobaan. putusan Majelis Hakim, yang dipimpin Dwiarso Budi Santiarto lebih berat ketimbang tuntutan Jaksa Penuntut Hukum. dengan beberapa pertimbangan, saya merasa pantas bahwa Ahok diganjar dengan pidana kurungan selama atau secepat itu. pasal yang menjerat Ahok memungkinkan dia dipidana dengan kurungan maksimal lima tahun.

pertimbangan pantas tidak pantas terkait dengan putusan kurungan 2 tahun terhadap Ahok ini sebenarnya muncul karena opini publik antara para pendukung dan publik yang merasa tersinggung atau dirugikan dengan ucapan Ahok. Yang pro Ahok bersikeras bahwa Ahok semestinya bebas dari sangkaan ini, mengingat bahwa dia tidak bermaksud mengeluarkan makna penistaan via surat al Maidah ayat 51. juga pertimbangan  kinerja dan sumbangsih dia kala menjadi kepala daerah baik sebagai Bupati dan Gubernur dalam membangun hubungan baik dengan umat muslim. hingga muncul sentimen bahwa putusan Majelis Hakim dikontrol dan dipengaruhi oleh massa, kelompok, atau orang dengan kepentingan tertentu yang membuat masyarakat khususnya para pendukung Ahok merasa pidana penjara 2 tahun tidak pantas.

ada juga sebagian yang merasa bahwa Majelis Hakim seharusnya memberikan hukuman maksimal sesuai dengan pasal 156 yaitu 5 tahun. pidana 2 tahun bui bagi mereka tidak sebanding dengan efek yang ditimbulkan oleh kasus penistaan agama ini terhadap kehidupan bernegara, tidak hanya di DKI Jakarta, tetapi di seluruh Indonesia.

tetapi menurut saya pidana 2 tahun  merupakan putusan yang pantas dan tepat, terlepas dari proses banding yang nantinya akan dilakukan oleh tim kuasa Hukum Ahok.  dari sudut pandang moral, putusan ini akan menurunkan tensi setidaknya bagi massa yang sudah turun ke jalan dalam beberapa edisi demonstrasi berlabel tridigit angka. putusan 2 tahun ini tentu menjawab tuntutan masyarakat akan tegaknya hukum tanpa pandang SARA. 

Saya tidak terlalu melek hukum, tetapi pantaslah Ahok dengan semua tuntutan yang kita dengar selama ini menerima hukuman ini. saya melandasi alasan saya dengan kepercayaan terhadap independensi dan kredibilitas Majelis Hakim. majelis Hakim tentu sudah sangat independen, tidak terpengaruh oleh kelompok atau tuntutan massa kontra Ahok. pertimbangan-pertimbangan meringankan Ahok sudah dibuktikkan dengan putusannya yang tidak maksimal.

saya percaya bahwa Ahok dan pendukungnya akan sangat legowo untuk menerima putusan ini. karena bagi saya, entah bersalah atau tidak, akan ada beberapa resiko yang mungkin terjadi jika putusan Ahok bebas sesuai dengan tuntutan massa pro Ahok. massa anti Ahok akan turun ke jalan, dengan aksi demo yang lebih massif dan mungkin saja mengganggu keamanan negara. masyarakat kita juga akan hidup dalam sekat-sekat yang semakin terpisah dengan berlarut-larutnya masalah ini. ada kecurigaan berbau SARA, sentimen negatif dan bisa saja diskriminasi yang dapat timbul sebagai konsekuensi logis jika Ahok bebas.

tetapi sekali lagi, pertimbangan moral tersebut tidak bisa mempengaruhi Hukum. Hukum adalah Panglima. dalam konteks ini, Ahok tetaplah bersalah, karena sebagai seorang komunikator politik, dia sudah seharusnya paham bagaimana  menyusun pesan yang efektif dengan pertimbangan nilai-nilai kemanusiaan, dan dia harus memahami khalayak. "mulutmu Harimaumu". begitulah kira-kira.

ya, saya kira itu.

 

sumber gambar: bbci.co.uk

Answered May 10, 2017
Aviardhansyah Sakrie
Muslim Pembelajar | http://aviardhansyah.wordpress.com

WEg-rrbDBaVEfUhEWIIUGFkuxH0ZX1Yn.jpg

Saya heran ketika membaca postingan-postingan teman mengenai kasus Pak Ahok ini. Satu teman berkata sedihnya mengingat Pak Ahok adalah orang yang baik dan bersih. Teman lainnya berkata bahwa Pak Ahok telah memberikan inspirasi bagi penegakan kedisplinan di aparatur pemerintahan. Opini-opini mengenai karakter Pak Ahok dan apa yang ia lakukan di Jakarta bersiweleran dan kemudian berujung kepada kesimpulan bahwa keadilan di Indonesia sedang dipertanyakan. Betapa tidak nyambungnya premis-premis yang diberikan untuk menyimpulkan kasus Ahok ini. (Hal ini bisa dibaca kita baca dibeberapa situs citizen journalism seperti Quora, Kompasiana etc.).

Kasus Pak Ahok ini terbatas pada pidato yang ia berikan ketika di kepulauan seribu. Dan hakim telah menjatuhkan bawah Pak Ahok bersalah atas pidato-nya tersebut karena menyebut masyarakat sering dibohongi oleh orang-orang yang membawa surat Al-Maidah ayat 51.Jadi alangkah sulitnya jika kita membawa memori-memori pribadi tentang Pak Ahok dan menyimpulkan bahwa Pak Ahok tidak bersalah. Apalah lagi jika kita ingin bicara politik yang terkait dengan kasus ini, kita akan bicara kemana-mana dan membuat spekulasi-spekulasi baru. Mirip seperti tabloid gosip murahan.

Untuk menilai atau menguji sebuah kepantasan, maka tolak ukur untuk menilainya adalah kasus-kasus sejenis dan dasar hukum dari kasus tersebut.

  1. Indonesia adalah negara yang mengakui adanya agama dan untuk itu negara mengatur mengenai kepercayaan serta memberikan hukuman terhadap penistaan terhadap salah satu agama yang ada. Hukuman maksimal terhadap aksi penistaan agama ialah 5 tahun penjara berdasarkan Undang-undang No 1/PNPS/1965 tentang Penodaan Agama dan pasal 156a dalam KUHP.
  2. Kasus Arswendo dihukum menistakan agama setelah menampilkan hasil survey yang menempatkan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam pada nomer 11 sementara berada pada nomer 1 ialah Soeharto. Hal ini menimbulkan keresahan di umat muslim karena merendahkan orang tersuci dari umat Islam. Atas hal ini Arwendon dijatuhi hukuman maksimal 5 tahun kurungan penjara. Jika mengutip dari hukumonline.com,  "Peneliti IRCP mencatat sejak 1967 ada 60 kasus penodaan agama yang berproses sampai pengadilan. Berdasarkan kajian ini untuk pidana paling rendah yang dijatuhkan hakim dalam kasus penodaan agama adalah 6 bulan masa percobaan sampai 1 tahun penjara dan hukuman tertinggi tertinggi 5 tahun. 

Maka jika kita boleh menyimpulkan, masa kurungan 2 tahun penjara memiliki dasar undang-undang hukum dan hukum di Indonesia tidak memihak terhadap pihak tertentu mengingat beberapa kasus yang sudah ditangani dan dijatuhkan putusan maka bisa kita nilai bahwa hukuman ini masih pantas untuk dijatuhkan.

Terlepas dari opini pantas atau tidak pantas ini, saya menghormati semua proses hukum yang berlaku di Indonesia.

 

sumber gambar: detik.net.id

Answered May 10, 2017
El Hakim Law
Penikmat Politik

Hasil gambar untuk ahok dijatuhi hukuman vonis 2 tahun

Jika didasarkan mulai dari tingkat penyidikan, perjalanan sidang hingga vonis hakim, 2 tahun adalah angka yang cukup dalam tindak pidana yang dilakukan oleh seorang yang memegang jabatan publik. Hal yang menjadi pertimbangan adalah posisi Ahok yang bukan sekadar warga biasa maupun dalam kapasitas mendakwahkan agamanya. Akan tetapi, sebagai pemimpin formal dari provinsi dengan pelbagai latar belakang ras, suku, dan agama. Maka, sebagai bentuk pertanggungjawaban publiknya, Ahok harus diberikan sanksi pidana yang pantas namun tidak terlalu besar sebagai peringatan bagi pemangku jabatan formal lain untuk berhati-hati dalam bersikap dan sadar diri.

Gambar via i0.wp.com

Answered May 18, 2017

Question Overview


5 Followers
701 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apa alasan utama banyak orang membenci Ahok?

Bagaimana sebenarnya pengaturan dan pengerahan massa aksi 411?

Siapa pemenangnya seandainya Ahok duel langsung dengan Anies Baswedan?

Apakah Ahok benar-benar menistakan agama Islam?

Apa perbedaan mendasar gaya berpolitik Ahok dan Jokowi?

Apa alasan utama banyak orang mencintai Ahok?

Mengapa Nasdem jadi partai pertama yang dukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta?

Bagaimana Ahok ketika waktu SMA?

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Apakah jenis parfum wanita yang paling tahan lama untuk dipakai di Jakarta?

Apa nama restoran Jepang terbaik di Jakarta dan sebutkan alasannya?

Apa yang Anda lakukan ketika sedang terjebak dalam kemacetan Jakarta?

Mengapa orang Jakarta suka menghabiskan waktu di mal?

Apa saja hal yang membuat Jakarta lebih bagus dari kota lain?

Apa lokasi wisata terbaik di Jakarta? Mengapa?

Bagaimana cara terbaik dan paling efektif untuk menghindari kemacetan di Jakarta?

Mengapa banyak sekali orang Jawa di Jakarta?