selasar-loader

Apa sajakah bahasa daerah di Indonesia yang sudah terancam punah?

Last Updated Nov 23, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Erin Nuzulia Istiqomah
Pencinta museum dan berbagai wisata budaya lainnya

s7y5WQGHZiP79-SHujHu0cq-dcaZLDPD.jpg

Ethnologue (2015) mencatat bahwa 707 bahasa yang dituturkan oleh sekita 221 juta penduduk berada di wilayah Indonesia. Sedangkan bahasa yang dituturkan di seluruh dunia berjumlah 7.102. Ini berarti 10% jumlah bahasa yang dituturkan di dunia berada di Indonesia. Indonesia berada di urutan kedua setelah Papua Nugini sebagai negara yang memiliki bahasa paling banyak. Sungguh membanggakan bukan?

Namun sayangnya, sebuah artikel di laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyebutkan bahwa di Indonesia, menurut Moseley (2010) dalam buku Atlas of the World’s Languages in Danger, terdapat 146 bahasa yang terancam punah dan 12 bahasa yang telah punah.

Sebanyak 146 bahasa yang terancam punah tersebut tidak dipublikasikan kepada khalayak, hanya dikatakan bahwa bahasa-bahasa itu umumnya berada di bagian timur Indonesia.

Adapun bahasa-bahasa yang teridentifikasi telah punah adalah Hukumina, Kayeli, Liliali, Moksela, Naka’ela, Nila, Palumata, Piru, dan Te’un di Maluku, Mapia dan Tandia di Papua, serta Tobada’ di Sulawesi.

Mengapa bahasa-bahasa daerah tersebut bisa punah?

Kepunahan bahasa dapat disebabkan oleh beberapa hal. Austin dan Sallabank (2011: 5—6) membaginya ke dalam empat kategori utama, yakni:

a. Bencana alam (gempa bumi, tsunami, dsb), kelaparan, dan penyakit.

b. Perang dan genosida.

c. Represi terbuka, biasanya mengatasnamakan “persatuan nasional” atau asimilasi (termasuk pemukiman kembali secara paksa).

d. Dominasi ekonomi, politik, atau budaya.

Faktor-faktor penyebab kepunahan itu mungkin terjadi secara bersamaan dan terkadang agak sulit untuk menentukan garis pemisahnya.

Ilustrasi via cdns.klimg.com

Answered Dec 21, 2016

Hasil gambar untuk bahasa daerah di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara multikuktural, yang di setiap daerahnya memiliki kebudayaan masing-masing sebagai identitas. Salah satu keanekaragaman kebudayaan di Indonesia adalah bahasa. Indonesia memiliki berbagai macam bahasa dari Sabang sampai Merauke. Menurut ethnologue.com, bahasa-bahasa yang ada di Indonesia, yaitu dari Sabang sampai Merauke sebanyak 719 bahasa. Dari 719 bahasa tersebut, bahasa yang masih ada dan masih digunakan oleh penuturnya sebanyak 707 bahasa, sedangkan 12 bahasa yang lain sudah punah dan penuturnya sudah tidak bisa ditemukan lagi. Dari 707 bahasa yang masih ada di Indonesia, 18 berstatus institutional, 86 berkembang (developing), 261 masih kuat (vigorous), 266 bermasalah (in trouble), dan 76 bahasa berstatus hamir punah (dying).

Karena perembangan zaman, jumlah bahasa-bahasa yang ada di Indonesia mengalami penurunan dan saat ini bahasa-bahasa yang berstatus sekarat (terancam punah) semakin banyak. Berdasarkan www.ethnologue.com, bahasa-bahasa di Indonesia yang berstatus sekarat ada 75 bahasa. 

Menurut EGIDS (Lauder, 2016: 6) bahasa-bahasa yang berstatus sekarat adalah bahasa yang memiliki satu-satunya pengguna bahasa yang fasih (jika ada) adalah generasi tua, sehingga sudah terlambat untuk merevitalisasi proses transmisi antargenerasi di dalam rumah, dengan demikian membutuhkan bantuan mekanisme revitalisasi dari luar rumah. Bahasa-bahasa yang berstatus sekarat adalah bahasa yang memiliki skala 8a sampai 9 dan dirinci dalam tiga kelompok, yaitu bahasa berskala 8a (sekarat), bahasa berskala 8b (hampir punah), dan berskala 9 (pudar).

Bahasa-bahasa berskala 8a (sekarat), antara lain Awyi, Bantik, Baras, Benggoi, Bonggo, Budong-Budong, Cina Min Dong, Cina Yue, Dineor, Erokwanas, Fedan, Gresi, Haruku, Karas, Kaure, Lemolang, Liabuku, Liki, Masela Timur, Masela, Sentral, Mekwei, Mombum,Nafri, Nimboran, Paku, Ponosakan, Saparua, Sawi, Serili, Sowari, Tabla, Tarpia, Tomadino, Topoiyo, Towei, Usku, Viid, Yarsun, dan Yelmek.

Bahasa-bahasa berskala 8b (hampir punah), antara lain Amahai, Aputai, Burumakok, Duriankere, Emplawas, Ibu, Kaibobo, Kanum Badi, Kayupulau, Kembra, Kwerisa, Lengilu, Lolak, Melayu, Bacan, Mander, Masimasi, Massep, Mlap, Mor, Morori, Namla, Paulohi, Petjo, Ratahan, Salas, Taje, Tobati, dan Woria.

Bahasa-bahasa berskala 9 (pudar), antara lain Dusner, Iha Pidgin, Javindo, Kamarian, Kayeli, Nusa Laut, Onin Pidgin, dan Tandia. Dari sekiay banyak bahasa yang terancam punah di atas, sebagian bahasa berasal dari daerah Timur Indonesia. Melihat banyaknya bahasa-bahasa daerah di Indonesia yang terancam punah, pemerintah sebaiknya segera melakukan tindakan dan kita sebagai penutur yang juga menguasai bahasa daerah, harus berusaha menjaga dan melestarikan bahasa daerah kita dan bahasa-bahasa daerah lainnya sehingga tidak punah.

 

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Jun 14, 2017

Question Overview


2 Followers
1205 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Pada usia berapakah anak boleh diajarkan bahasa asing? Mengapa?

Siapa sastrawan paling "nyastra" menurut Anda? Mengapa?

Bagaimana proses kreatif saat pertama kali menulis novel?

Bagaimana mana asal mula bahasa, kenapa manusia memiliki bermacam-macam bahasa padahal sama-sama dari nabi Adam?

Bahasa apa yang digunakan orang tuli saat berbicara dalam hati?

Jika diberi kesempatan untuk belajar bahasa asing, bahasa apakah yang akan Anda pelajari? Mengapa Anda memilih bahasa itu?

Berapa bahasa Anda kuasai? Bagaimana cara menguasai banyak bahasa?

Bagaimana mekanisme dan tata cara standar pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) oleh seorang penyidik?

Apa perbedaan cove, bay, dan gulf?

Pentingkah mengajarkan bahasa daerah kepada anak?

Apa makna ucapan "punten" dalam bahasa Sunda?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Alune?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Nuaulu?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Atiahu?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Koa?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Seti?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Gorom?

Apa yang Anda ketahui tentang Bahasa Tarangan?

Apa yang menyebabkan dinosaurus punah?

Bagaimana kaitan antara genre film favorit dan budaya setiap negara?

Apa itu Mazhab Frankfurt?

Bagaimana perkembangan Mazhab Frankfurt dalam konteks budaya populer?

Apa yang dimaksud dengan Teori Fetisisme Komoditas?

Apa perbedaan antara budaya massa dan masyarakat massa?

Apakah kaitan antara budaya massa dan amerikanisasi?

Apa pendapat Anda tentang amerikanisasi dan kritik atas Teori Budaya Massa?

Bagaimana pengaruh industri budaya terhadap musik pop?

Apakah kaitan antara James Bond dan strukturalisme?

Bagaimanakah konsep hegemoni Gramsci?

Aplikasi atau teknologi apa yang baik digunakan dalam mengatasi bencana alam (banjir, kebakaran, gempa bumi, dan tsunami) di Indonesia yang mengaktifkan masyarakat dan masih berbasis kearifan lokal?

Kenapa tahu bulat rasanya enak namun harganya murah?