selasar-loader

Apakah berbahaya mengonsumsi FG Troches sehari 5 kali? Bagaimana bisa?

Last Updated May 5, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Febrina Rachmayanti
Literature and a touch of make-up

2DNSn9Ehum2spBrdqxSbf6DSY9_xIPWM.png

Setau saya berbahaya.

Saya pernah membaca di salah satu artikel bahwa FG Troches mengandung dua antibiotik. Saya tidak mengetahui secara pasti apa jenis antibiotiknya. Karena obat ini mengandung antibiotik, maka pengguna disarankan untuk mengetahui berapa jumlah FG Troches yang dapat dikonsumsi dalam sehari. Hal tersebut mengharuskan pengguna dari obat ini mendapat resep dokter. Dokter akan memberikan saran dalam penggunaan FG Troches sesuai dengan gejala ataupun penyakit yang diderita pengguna.

Walaupun obat ini berbentuk seperti permen dan tidak pahit, penggunaannya tetap harus sesuai anjuran dokter.

 

sumber gambar: kompasiana.com

Answered May 7, 2017
Fanny Sary
pelayan kesehatan

Hasil gambar untuk FG Troches

Sebelum menjawab berbahaya atau tidaknya, ada baiknya kita mengetahui apakah FG Troches itu.

FG Troches merupakan salah satu antibiotik yang berisi dua macam antibiotik dari golongan aminoglikosida, yang bisa digunakan untuk infeksi bakteri pada infeksi saluran pernafasan.

Dosis pemakaiannya 4--5 kali sehari. Namun, pemakaiannya kadang- kadang suka disalahartikan oleh masyarakat dengan keluhan seperti nyeri tenggorokan ringan langsung mengonsumsi obat ini.

Jadi, jika dikonsumsi 4--5 kali sehari tidak berbahaya karena sesuai aturan dosisnya. Namun, bisa jadi berbahaya jika dikonsumsi tidak sesuai dengan indikasi karena obat ini merupakan antibiotik. Ada baiknya konsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakannya, ya. :)

 

Untuk informasi lengkapnya, berikut penjelasannya:

FG Troches Meiji adalah obat tablet hisap yang mengandung dua antibiotik; Fradiomycin dan Gramicidin. Obat ini digunakan untuk membunuh bakteri penyebab sariawan, radang tenggorokan, amandel, dan berbagai jenis infeksi bakteri pada gusi dan mulut.

Meskipun bentuknya tablet hisap seperti permen, tetapi obat ini tidak boleh digunakan sembarangan. Obat ini dikategorikan dalam antibiotik. Penggunaan antibiotik harus hati-hati sesuai indikasi, oleh sebab itu FG Troches Meiji hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Tidak seperti Degirol yang dijual bebas.

Obat yang diproduksi oleh PT. Meiji Indonesia ini tersedia dalam bentuk tablet hisap. Bentuknya seperti donat yaitu lingkaran dengan lubang di tengahnya. Dalam setiap tablet FG Troches mengandung bahan aktif sebagai berikut:

Fradiomisin Sulfat 2,5 mg

Gramisidin-S HCl 1 mg

Fradiomycin dan Gramicidin adalah dua jenis antibiotik yang mempunyai efek membunuh bakteri (bakterisidal) dengan spektrum ysng  luas. Fradiomisin (neomicin) efektif membunuh bakteri Gram negatif, sedangkan Gramisidin efektif membunuh bakteri Gram positif. Kedua jenis antibiotik ini terbukti efektif dalam melawan jenis-jenis bakteri seperti Staphylococci dan Streptococci yang sering menyerang rongga mulut dan tenggorokan.

QTq1mGh397Wp6G5AM7J-rDFr6cChnYSj.jpg

Fradiomycin sulfate disebut juga Neomycin Sulfate yang merupakan antibiotik golongan aminoglikosida. Antibiotik golongan ini bersifat bakterisida (bersifat menghambat pertumbuhan serta membunuh bakteri) dengan menghambat sintesa protein yang diperlukan bakteri untuk tumbuh. Fradiomycin tidak dapat membunuh virus, bakteri anaerob, dan jamur/fungi. Ketika digunakan bersama-sama, mereka tunjukkan tindakan sinergis dan menjadi efisien terhadap berbagai bakteri patogen.

Dengan sediaan tablet hisap, diharapkan antibiotik yang terkandung dalam FG Troches Meiji bisa berkontak dengan bakteri secara langsung sehingga efektifitasnya bisa lebih optimal.

Rasa manis yang digunakan dalam FG Troches dimaksudkan agar lebih mudah dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak kecil. FG Troches dirancang untuk dilepaskan bersama dengan selaput lendir rongga mulut, faring, dan saluran pernapasan bagian atas. Dengan demikian, langkah ini efisien didalam pengobatan dan pencegahan infeksi di rongga mulut dan faring.

Obat ini digunakan untuk membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi pada rongga mulut dan tenggorokan seperti: Gingivitis atau radang gusi Stomatitis atau radang rongga mulut termasuk sariawan Faringitis atau radang tenggorokan Tonsilitis atau radang amandel Angina Vincent (radang selaput lendir mulut dengan tukak-tukak berselaput) Difteria faringeal (Difteri) Periodontitis geraham bungsu. Bronkhitis (radang bronkhus/cabang-cabang tenggorok).

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini. FG Troches tidak boleh diberikan kepada: 1. Orang yang memiliki alergi (hipersensitif) terhadap komponen yang terkandung dalam FG Troches

2. Orang yang memiliki alergi terhadap obat antibiotik golongan aminoglikosida seperti streptomisin, gentamisin, kanamisin, fradiomisin, atau bacitracin.

3. Lansia, karena berisiko mengalami avitaminosis atau kondisi akibat kekurangan vitamin.

Adapun dosis lazim yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:
Dewasa : 1 – 2 tablet hisap sebanyak 4 – 5 kali sehari.
Anak-anak : 1 tablet hisap sebanyak 4 – 5 kali sehari.

Penggunaannya cukup mudah, yaitu dihisap di dalam mulut hingga habis seperti halnya makan permen.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah:

1. Obat ini tidak disarankan untuk jangka panjang, sebaiknya digunakan tidak melebihi 1 minggu.

2. Jika terjadi reaksi negatif atau efek samping, sebaiknya hentikan pemakaian obat dan berkonsultasi langsung bersama dengan dokter.

3. Wajib dengan resep dokter.

Obat ini umumnya aman dan jarang menimbulkan efek samping yang serius. Meskipun demikian, potensi efek samping bisa saja terjadi pada beberapa orang. Beberapa efek samping antara lain:

1. Kehitaman pada lidah, mukosa mulut berwarna kemerahan, dan glossitis.

2. Defisiensi vitamin K yang ditandai dengan risiko pendarahan.

3. Defisiensi vitamin B seperti glositis, stomatitis (sariawan), tidak nafsu makan, dan nyeri-nyeri pada saraf.

Umumnya gejala efek samping di atas terjadi pada Lansia dan orang-orang dengan gizi kurang.

Layaknya penggunaan antibiotik lain, sebelum memutuskan untuk menggunakan obat ini, sebaiknya dilakukan uji sensitivitas dan resistensi bakteri. Kemudian hanya gunakan apabila bakteri penyebab infeksi sensitif terhadap FG Troches.

Tujuannya agar penggunaan obat ini tepat sasaran. Tidak boleh digunakan jangka panjang, gunakanlah tidak lebih dari 1 minggu. Apabila terjadi reaksi alergi seperti gatal, kemerahan, pembengkakan, dan kesulitan bernafas, segera hentikan penggunaan dan temui dokter.

Seperti telah disinggung sebelumnya, harap berhati-hati menggunakan FG Troches Meiji pada Lansia, karena risiko terjadinya avitaminosis.

Berdasarkan keterangan pada situs drugs.com dinyatakan bahwa Fradiomycin (neomycin) yang terkandung dalam FG troches meiji masuk dalam kategori D untuk ibu hamil. Artinya ada bukti bahwa penggunaan Neomycin pada ibu hamil menyebabkan beberapa bayi terlahir dengan masalah. Namun, dalam beberapa situasi serius, manfaat menggunakan obat ini mungkin lebih besar daripada...(more)

Answered May 8, 2017