selasar-loader

Bagaimana kesan pertama memasuki kampus Selasar?

Last Updated May 4, 2017

7 answers

Sort by Date | Votes
Ahmad Taufik
Interventionist

MLAn681t2-r2ED2UHRPFLcRqPz0YTlQ_.jpg

13 April 2017,

Hari pertama berkunjung ke kantor Selasar, di jalan kemang timur, Jaksel. Tujuan kunjungan pertama kali hanya sebatas merajut silaturahim dengan Tuan CEO Selasar. Dengan bantuan Go-jek, dengan mudahnya menemukan kantor selasar yang logo sederhana nya cenderung mirip mirip twitter. Ketika menapaki anak tangga kantor nya, mulai terasa kesan kantor yang cenderung berkonsep minimalis, art, dan penuh dengan dekorasi yang menjunjung tinggi kreatifitas.

Ketika memasuki salah satu ruangan utama nya, ruang rapat CEO, sangat terasa sekali semangat jiwa muda yang berapi api ketika ia bercerita tentang Selasar, core bisnis nya dan cita cita mulia nya menjadikan Selasar sebagai salah satu platform star up media sosial karya anak bangsa yang menjunjung tinggi pentingnya berbagi pengetahuan, pengalaman hidup, membangun jaringan. Berulang kali ia menegaskan bahwa Selasar adalah noble (mulia) bisnis.

Saat itu, sepanjang perjalanan pulang, saya mengingat Alex Sihar, salah satu alumni Psikologi yang menulis skripsi yang dinilai oleh banyak alumni,dosen bahwa skripsi nya sudah sekelas Disertasi karena membedah tentang rendahnya minat baca masyarakat dan menyusun sebuah program intervensi untuk miningkatkan minat baca.

Selain itu, saat itu saya juga mengingat salah satu kutipan novel Es Ito yang menyatakan bahwa "Pengabdi Ilmu adalah orang yang haus akan rasa ingin tahu, dan pengabdi ilmu sejati adalah orang yang bertanya, membaca dan menulis untuk memenuhi rasa ingin tahunya".

 3 Mei 2017,

Hari ini adalah kali kedua saya berkunjung ke Selasar. Ketika saya memasuki salah satu ruangan utama dengan meja yang memanjang, dan dipenuhi oleh deretan anak-anak muda tanpa ada dinding pembatas, saat itu saya berfikiran bahwa selasar tetap menjaga sisi human interaksi sosial bahwa setiap orang pada dasarnya berdialetika, berdiskusi, saling bertanya dan berbagi. Semoga Selasar membuka ruang berbagi sampai ke pelosok pelosok negeri.

Akankah Selasar bisa membuktikan salah satu nubuat Soekarno yang mengatakan bahwa "Berikan aku 10 pemuda dan akan kugoncangkan dunia?".

Answered May 4, 2017
Prasasti Satria
I just do my best.

Riuh diskusi terdengar dimana-mana. Tapi masa bodoh, telingaku sudah tersumbat sejak melihat lukisan di bawah tangga. Mata tak dapat berhenti memburu sampai ke tiap sudut ruang. Isi kepala bersinkronasi dengan rasa, berusaha menerjemahkan maksud dari sang arsitek.

"Ayo, silahkan masuk !" ajak Jiwo. Kami bersahabat sejak sekolah di SMA.

Ajakan Jiwo pun masih sayup. Telingaku masih saja tersumbat oleh rasa takjub, sedang mataku masih tak dapat berhenti memburu keunikan ruang kantor selasar. 

"Beranda...," gumamku. Di sebelah kanan, mataku menemukan sebuah aquarium berisi manusia yang sedang cuap-cuap sambil menari. Eh, entah ia sedang menari atau sedang menjelaskan sesuatu, pokoknya bagiku, itu seperti sebuah tarian. Di ujung sana, ada juga sebuah aquarium. Aku menebak-nebak, ada apa di sana?

"Ayo, silakan masuk. Dibuka sepatunya."

Wow!! Aku masuk ke dalam aquarium satunya yang ternyata adalah perpustakaan dengan lantai karpet lembut, glassboard yang penuh corat-coret, lemari buku yang sekaligus lemari meja dan kursi. Unik.

Belum sempat habis kekagumanku, datang seorang bapak yang menawarkan minuman. Uh, sungguh aku merasa menjadi seorang tamu. Segan rasanya. Tapi kata orang tua, rejeki gak boleh ditolak. "Yaudah, kalau dipaksa," dalam hatiku. Aku pesan es kopi.

Kantor selasar begitu nyaman, bahkan aku bilang seperti tempat untuk mencari ketenangan atau tempat menikmati hari-hari dengan santai. Sedangkan, mereka di sini bekerja. Uh, aku membayangkan betapa nyamannya kerja mereka. Bisa-bisa kerja menjadi hobby mereka. Kantor senyaman ini bahkan sangat cocok untuk dijadikan rumah ke-2. Pasti malas pulang, apalagi masih bujangan.

Answered May 12, 2017

2sF0dfuw-laMUSglg5EaNnmtfl5XU6kE.jpg

Seru! Teman-teman selasar welcome. Makasih, Bang Jiwo dan Bang Miftah.

Answered May 12, 2017
Rahmad Agus Koto
Bioscientist. Bioentrepreneur. Hobbyist Photographer. Chess Lover.

IN8miPCpAcaPEHeBCNd0ySyRTCDzpgSO.jpg

Maret 2017 yang lalu, saya menyempatkan diri mengunjungi kantor selasar.

Ketika baru tiba di tempat parkir kendaraan, saya sudah mulai terkesan dengan lingkungan luar kantor yang teduh dan asri. Sekilas terlihat seperti rumah tempat tinggal pribadi yang dikelilingi oleh pohon-pohon rindang.

Ketika berada di dalam kantor Selasar, saya semakin terkesan dengan suasana kantor utama yang lapang, tanpa sekat-sekat. Semua karyawan, termasuk para pimpinannya, duduk dan bekerja di satu meja besar dan panjang.

Dan yang paling mengesankan adalah hangatnya sambutan Mas Pepih, Uda Miftah, dan kawan-kawan. Wajah-wajah yang ramah senyum. Sekilas, mereka semua terlihat santai, namun jika gestur mereka diperhatikan betul, kita akan bisa mengetahui bahwa mereka sedang serius melakukan pekerjaannya masing-masing.

Jadi secara keseluruhan, kantor selasar dan terutama para penghuninya sangat mengesankan. Saking berkesannya, saya masih bisa membayangkan dengan jelas dan detail suasana kantor selasar saat saya berkunjung ke sana.

Answered May 12, 2017
Amril Taufik Gobel
Smiling Blogger (www.daengbattala.com) , lovely husband, restless father

klOdDpNUZ4e8JuX3ZOvDAI4zCqF6YAMs.jpg

Hangat. Ceria. Santai. Menyenangkan.

Itu kesan pertama memasuki kantor Selasar ketika saya mengunjunginya Selasa (17/4) silam. Kantor Selasar terletak di lantai dua gedung Como Park, Jalan Kemang Timur Raya No.998. Saat pertama masuk, kesan hangat dan ramah tersirat pada lobi kantor platform digital online yang beroperasi sejak 6 bulan silam dan diperuntukkan bagi para pengguna (users) berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan ini. Cat tembok dengan corak warna lembut serta beberapa ornamen berpigura terpajang rapi di dinding. Terdapat pula sejumlah rak buku dengan isi nyaris penuh di beberapa sudut ruangan.

Terlihat sebuah meja panjang dengan jajaran komputer jinjing terletak diatasnya serta crew Selasar yang rata-rata masih berwajah belia. Mereka duduk berhadapan satu sama lain. Ada yang serius menekuni layar monitor komputer di depannya, ada pula yang bercanda bersama rekan di samping maupun di depannya. Santai dan tak berjarak.

Saya menangkap kesan bahwa managemen Selasar menerapkan konsep managemen terbuka di mana tak ada sekat-sekat yang menghalangi komunikasi internal di sana. Tentu ini sebuah "atmosfir" yang kondusif untuk membangun kepercayaan dalam mencapai tujuan bersama. Sebagai"start-up" digital, saya kira, konsep seperti ini selayaknya diterapkan terlebih sebagian besar crew Selasar adalah tenaga-tenaga muda yang energik, cerdas, dan cenderung tidak menyukai hal-hal yang bersifat terlalu formal. Dengan seragam kaos Selasar yang santai dan casual, crew Selasar lebih leluasa mengembangkan kreativitas lebih bebas dan ekspresif.  

Sukses selalu buat Selasar! 

 

Answered May 14, 2017
Danis Hilma Lathifah
Co-founder MUNCAK.id

Nh6junHAMTJhFALcLT8jz1xfEawJW8Si.jpeg

Saya sudah pernah ke kantor Selasar, lho. Eh, bukan kantor, tetapi Kampus Selasar. Seru dan friendly. Di sini saya mau menambahkan jawaban dari Muncak Id. Saya dan teman-teman Muncak datang ke kantor Selasar hari Jumat, 12 Mei 2017.


Belok sedikit ya. Sekitar dua minggu sebelumnya, saya berkesempatan bisa bertemu Bang Miftah di acara Bincang Selasar dengan tema Bedah Buku Zero to One. Waktu itu Bincang Selasar diadakan di Padepokan Asa, Yogyakarta. Di akhir acara, saya memaksa diri untuk bisa ngobrol singkat dengan Bang Miftah dan memperkenalkan startup Muncak, yaitu startup tentang perencanaan pendakian. Saya ingin belajar bagaimana cara mengelola konten untuk startup. Nah, dari situ Bang Miftah langsung mengundang saya untuk main ke Kantor Selasar yang ada di Jakarta.

Sehari sebelum datang ke Selasar, kami berkomunikasi dulu dengan Mas Aqsa dan Mas Jiwo. Mereka sangat support kami untuk datang. Benar seperti sebelumnya, kami datang ke Selasar dan langsung disambut sama Mas Jiwo. Dengan semangat Mas Jiwo yang sepertinya tidak pernah padam, kami dikenalkan lagi dengan bang Miftah dan teman-teman Selasar yang lain. Mereka terlihat sedang sibuk dengan laptop masing-masing. 

Selanjutnya kami diajak masuk ke ruang baca. Saya lupa nama ruangannya, kalau ada yang tahu, tolong mention saya, ya. Di depan ruang itu tertulis motto Selasar menggunakan hastag. Sangat inspiratif. Di bagian dalam ruang baca, meja dan perabotan lainnya terkesan lucu dan santai. Jadi betah ada di sini dan menyempatkan membaca koleksi buku yang mengajak kami untuk berpikir. Selasar adalah startup yang mengajak teman-teman Indonesia untuk berpikir secara cerdas.

Semoga bisa berjumpa lagi di lain waktu. Terima kasih dan sampai jumpa lagi.

Answered Jun 8, 2017

Udd8LPL5gGooMY9G1hhP894SfZBnl0ae.jpeg

Terkejut, itulah kesan awal saya terhadap kampus Selasar. Ternyata sebutan untuk kantor Selasar adalah kampus! Mirip-mirip dengan sebutan headquarter Apple, salah satu raksasa teknologi dari AS, untuk menyebut kantornya yang berlokasi di 1 Infinite Loop, Cupertino. 

Santai dan hangat, itulah kesan pertama kali ketika membuka pintu kampus Selasar yang terletak di Como Park, Kemang Timur, Jakarta Selatan ini. Kedatangan saya kali ini disambut oleh Mas Jiwo yang sebelumnya bertemu di launching Selasares Yogyakarta beberapa waktu silam. Ini kali pertama saya mengunjungi markas start-up yang ringkas dan simpel serta tidak ada sekat di antara "prajurit-prajurit" yang menjalankan Selasar di balik layar selama ini. Tidak sulit untuk bertukar pikiran dan wawasan di antara individu di mana hal ini menjadi bahan bakar utama dalam menjalankan start-up. Apalagi keramahan serta prinsip egaliter di antara karyawan menambah kenyamanan dalam berinteraksi. Rasa-rasanya markas Selasar dapat dijadikan rumah kedua yang nyaman. Hahaha

Terima kasih atas kesempatannya, Selasar!

 

Ilustrasi via dokumentasi pribadi

Answered Jun 21, 2017

Question Overview


9 Followers
1080 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana caranya meminimalisasi rasa sedih?

Apa dan bagaimana benci itu? Mengapa bisa tumbuh rasa benci dan bagaimana mengendalikannya?

Bagaimana penjelasan bahwa waria punya perasaan dan cinta?

Mengapa cinta bisa mengalahkan segala kebencian dan angkara murka?

Bagaimana cara melampiaskan emosi/beban pikiran sehingga tidak stres?

Lebih penting mana; IQ atau EQ?

Mengapa ada yang makin beragama, tapi malah mudah sekali tersinggung?

Bagaimana cara untuk mengendalikan emosi pada diri kita?

Jika seseorang sedang marah, baikkah ia melampiaskan emosinya?

Apa pengalaman terburuk yang pernah Anda alami seumur hidup?

Apa pengalaman terbaik/terindah yang pernah Anda alami sepanjang hidup Anda?

Bagaimana cara Anda meniti karier dari bawah sampai ke puncak?

Bagaimana rasanya ditipu/difitnah/dizalimi oleh orang lain?

Apa hal yang paling berbahaya/berisiko yang pernah Anda lakukan?

Apa pengalaman yang paling mengesankan selama hidup Anda?

Apa cerita nyata yang Anda alami tapi banyak orang tidak percaya?

Apa cerita hebat mengenai orang tua Anda yang akan ceritakan ke anak Anda?

Apa pengalaman kehidupan yang paling berkesan dalam diri Anda?

Apa hal paling menyedihkan yang pernah Anda dengar, baca, dan lihat?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Bagaimana proses mendirikan Bukalapak?

Siapa pengusaha paling top di Indonesia menurut Anda?

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Apa yang harus saya lakukan apabila terdapat "bugs" atau fitur yang tidak bekerja pada Selasar?

Apakah Selasar mengikuti Quora?

Bagaimana cara mendaftar masuk Selasar?

Mengapa Selasar menggunakan pertanyaan dan jawaban berbahasa Indonesia?

Jenis pertanyaan dan jawaban seperti apa sajakah yang dilarang di Selasar?

Bagaimana cara mengganti profil dan memunculkan short bio di Selasar?

Mengapa Selasar bisa sangat berpengaruh positif untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban?

Jawaban dan pertanyaan seperti apa yang pantas tampil di Selasar?

Apakah Selasar dapat mengakomodasi keinginan seorang ahli untuk meningkatkan personal branding?

Apa yang paling membedakan Selasar dengan media sosial/platform lainnya?