selasar-loader

Bagaimana cara mengakhiri konflik di Syiria?

Last Updated Nov 16, 2016

7 answers

Sort by Date | Votes
Anonymous

Hasil gambar untuk KONFLIK DI SURIAH

Konflik butuh solusi. Solusi terbaik hanya bisa dijawab oleh warga negaranya sendiri. Tanyakan saja kepada warga negara Syiria lalu jalankan solusi dari rakyat. Kalau mau, tentu konflik bisa kelar, kecuali persoalan bagi-bagi "kue" kekuasaan.

Gambar via cdn.sindonews.net

Answered Dec 9, 2016
Mas Badiyo
Penulis dan Blogger

Hasil gambar untuk konflik di suriah

Krisis di Syiria berawal dari unjuk rasa rakyat Syiria yang menuntut reformasi pemerintahan. Aksi tersebut terinspirasi Arab Spring yang dimulai di Tunisia. Namun, aksi damai rakyat Syiria dihadapi dengan represif oleh Pemerintah Syiria. Presiden Syiria Assad menggunakan senjata untuk melawan demo rakyatnya sendiri.

Pemimpin Syiria yang beradal dari Syiah dan rakyat Syiria yang Sunni mengundang negara lain masuk dan ikut campur. Iran ikut mendukung Assad dalam menumpas pemberontak. Arab Saudi dan Irak membantu rakyat Syiria yang Sunni. Pentolan Al Qaida Irak menyusup bergabung dengan rakyat Syiria dan membentuk negara Islam Irak dan Syiria (ISIS). ISIS dan rakyat Syiria terus melakukan pemberontakan.

Rusia dengan mengatasnamakan menjaga kestabilan Timur Tengah turut campur membantu pemimpin Syiria. Dengan pesawat tempurnya Rusia beberapa kali menjatuhkan bom terutama di Kota Alepo. Akhirnya, rakyat Syiria yang tidak berdosa menjadi korban. Sebagian besar raykat Syiria yang masih selamat memilih mengungsi ke negara-negara Eropa seperti Turki dan Jerman.

Krisis Syiria sudah semakin rumit dan berkepanjangan. Sudah ada upaya perundingan antara Rusia dan Mesir namun belum membuahkan hasil yang memuaskan. Untuk mengakhiri konflik di Syiria, harus dilakukan perundingan yang melibatkan negara-negara yang berkepentingan di sana. Selain Syiria, perundingan harus melibatkan Iran, Arab Saudi, Ira, Mesir, dan Rusia.

Harus ada negara netral yang tidak punya kepentingan untuk menjadi mediator. Selain netral, mediator juga negara yang  memiliki power atau pengaruh besar dan bisa dipercaya semua pihak. Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya nampaknya agak sulit diterima. Meskipun memiliki pengaruh, namun mereka sulit dipercaya dan diterima oleh semua pihak.

Jerman yang menjadi negara penampung terbesar pengungsi Syiria mungkin bisa menjadi mediator yang bisa diterma semua pihak. Atau mungkin Belanda atau Belgia juga bisa menjadi mediator. Bahkan mungkin Indonesia juga bisa berperan aktif dalam mengakhiri konflik di Syiria.

Negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dan punya kedekatan dengan semua negara Timur Tengah menjadi modal tersendiri bagi Indonesia. Semoga Indonesia bisa mengambil peran dalam perdamaian di Timur Tengah dan semoga konflik di Syiria segera bisa diatasi. Aamin.

Gambar via esq-news.com

Answered Dec 12, 2016
El Hakim Law
Penikmat Politik

Hasil gambar untuk konflik suriAH

New World Order must rises.
Tatanan dunia dengan terlalu banyak kutub kepentingan sudah terlalu membosankan dan memuakkan. Saya mengusulkan polarisasi kepentingannya dikembalikan lagi menjadi imperium.

Well, hal ini tentu akan lebih memudahkan bagi seseorang untuk memilih stance siapa yang dilawan dan siapa yang akan menjadi bekingan. Ambil contoh saja di game Dota2. Mana musuh dan mana ally jelas meski dari berbeda latar belakang. Kalau musuh, ya di-kill. Termasuk menggunakan prinsip the enemy of my enemy is my friend.

So, sebaiknya negara adidaya segera membentuk aliansi imperium. Bagi Assad, segera habisi resistensi di Syria agar semua menjadi semakin jelas, siapa yang akan kita lawan berikutnya.

Gambar via cdn.sindonews.net

Answered Dec 19, 2016

P4Al-NKgjLkgBXIKu9VxbgJGYlOH7nhX.jpg

Solusi untuk menangani konflik Suriah sebenarnya lahir dari PBB itu sendiri, bagaimana PBB menjalankan tujuan awal dibentuknya.

Kondisi Suriah sebenarnya tidak jauh beda dengan kondisi di Palestina, bagaimana resolusi-resolusi yang dikeluarkan untuk menyelesaikan konflik di kedua negara tersebut pupus dan tersandra oleh kepentingan dari negara-negara anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto.

Perlu adanya evaluasi terhadap DK PBB itu sendiri, terutama dalam penggunaan hak veto serta keanggotaan tetap. Walaupun evaluasi itu merupakan hal yang suit karena tidak mungkin negara mau melepaskan power yang dimilikinya seperti yang kita pelajari dari organisasi sebelumnya yaitu Liga Bangsa-Bangsa (LBB).

Namun, hanya itulah salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan secara tepat serta mencegah perang-perang berikutnya lahir.

Ilustrasi via gstatic.com

Answered Dec 29, 2016

Hasil gambar untuk konflik di suriah

Menarik mundur dan/atau mengusir semua serdadu/laskar/milisi dari luar Suriah yang turut campur urusan domestik Suriah.

Ilustrasi via dw.com

Answered Jan 4, 2017
Agaton Kenshanahan
Penstudi Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran

Apj8YEFoyrkUPug5MNdIED5tvgHEEOMk.jpg

SECARA umum, ada tiga pendekatan untuk menempuh suatu resolusi dalam konflik. Menurut Wallensteen (2002) ketiga pendekatan tersebut antara lain: 

1. Pendekatan Dinamika Konflik
2. Pendekatan Kebutuhan Dasar
3. Pendekatan Kalkulasi Rasional

Simak penjelasan singkatnya di Agaton's answer on What are the theories of conflict resolution?

Agaknya dari pendekatan yang ditawarkan Wallensteen, pendekatan yang paling tepat untuk mengakhiri konflik Suriah adalah menggunakan pendekatan kalkulasi rasional untuk mengubah paradigma para pihak agar kemudian tidak berperang lagi. Pendekatan ini percaya bahwa pihak-pihak berkonflik memiliki rasionalitas masing-masing untuk terlibat dalam konflik. Yang perlu dilakukan untuk menghentikan konflik kemudian ialah mencoba mengubah rasionalitas para pihak agar mereka merasa rugi ketika tetap melanjutkan konflik.

Nampaknya salah satu iming-iming manis bagi para pihak untuk mengakhiri konflik Suriah adalah keadaan negara yang lebih baik. Perkiraan moderat saat ini, korban akibat perang tersebut telah hampir mencapai setengah juta jiwa. Ditambah lagi, menurut data UNHCR lebih dari 5 juta orang mengungsi ke luar negeri untuk mencari kehidupan yang lebih aman. Kerugian ini belum ditambah dengan kerusakan infrastruktur yang terjadi, meluluhlantakan keadaan seluruh negeri. Kerugian ini tentunya tidak sebanding dengan tujuan perang masing-masing pihak. Bilamana ada satu pihak yang menang, kemenangan tersebut pun tidak akan dapat dinikmati seutuhnya sebelum keadaan sosial, ekonomi, dan politik pulih kembali. Setidaknya hal-hal ini yang perlu ditanamkan oleh pihak mediator kepada para pihak berkonflik. Melalui pendekatan kalkulasi rasional, para aktor harus dipaksa mengubah pikiran bahwa keputusan untuk berperang/melanjutkan peperangan tidak lagi rasional. 

Selain melakukan penyadaran seperti di atas, salah satu metode resolusi konflik dalam pendekatan ini ialah memberlakukan reward and punishment. Dalam konflik ini kita dapat melakukan embargo senjata kepada pemerintah Suriah dan negara-negara yang memiliki proxy di sana, misalnya. Penghentian suplai senjata selain ditujukan sebagai sanksi juga dapat digunakan sebagai deterensi agar konflik selanjutnya tidak berkembang. Karena ketika para pihak berkonflik sudah tidak memiliki lagi sumber daya untuk berperang mereka akan berhenti dengan sendirinya. Atau paling tidak, bila perang tidak berhenti, para pihak akan cenderung untuk bicara di meja perundingan karena menyadari posisinya sudah kurang memungkinkan untuk melanjutkan peperangan. Dari situ posisi para pihak berkonflik di meja perundingan tidak akan sealot ketika mereka memiliki kekuatan penyokong (senjata, negara backer, dan sumber daya lainnya pendukung peperangan) . Dengan kata lain, hal ini akan memudahkan proses mediasi yang dilangsungkan.

Tentunya embargo senjata tidak akan berhasil bilamana negara yang terlibat perang proxy Suriah tidak bekerja sama. Mula-mula mediator harus dapat mendekati negara-negara backer dalam perang proxy ini. Dalam pembicaraan antarnegara backer tersebut perlu ditekankan adanya kompromi untuk sama-sama menjalin hubungan baik setelah negara tersebut damai. Biasanya dalam kompromi tersebut ada partisi kepentingan.

Meskipun demikian, jarang sekali terjadi dalam perang proxy ada suatu partisi kepentingan yang menghasilkan kompromi. Biasanya perang proxy harus diakhiri dengan adanya pihak yang menang dan yang kalah hingga salah satu dari negara-negara backer menarik sokongannya dalam perang. Namun jika negara backer masih kuat menyokong para pihak berkonflik, niscaya perang Suriah masih akan berlanjut.

foto via kriminalitas.com

Answered Jul 24, 2017
Florensius Marsudi
Ayah satu putri...

Jawaban saya sangat sederhana. 

Pertama, kedua belah pihak yang bertikai harus berani menahan diri. Mereka harus mau duduk bersama dan memikirkan orang lain, kepentingan rakyat, tak hanya memikirkan kepentingan/nafsu diri sendiri. 

Kedua, mereka yang bertikai harus mampu berpikir lebih jauh, yaitu berpikir membangun bangsa, bukan saling membinasakan hanya karena kepentingan sesaat!

Answered Oct 2, 2017

Question Overview


8 Followers
1318 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Bagaimana positioning Indonesia di dunia global?

Kapan Perang Dunia III muncul?

Apa yang membuat Israel menang dalam perang melawan gabungan negara-negara Arab?

Mengapa Israel dalam beberapa dekade menjadi maju sekali jauh meninggalkan negara-negara arab di sekitarnya?

Bagaimana cara yang paling efektif untuk mengakhiri konflik Palestina dan Israel?

Selain Korea Selatan, Singapura, apa ada cerita tentang negara lain yang dahulu miskin kini kaya raya?

Apa arah kebijakan luar negeri pemerintahan Jokowi?

Apa dampak yang dihasilkan jika Indonesia tergabung dalam Trans Pacific Partnership (TPP)?

Apa peran penting yang diambil Indonesia dalam kancah dunia?

Apa kepentingan terbesar Indonesia dalam forum-forum internasional?

Apakah brand identity Indonesia sebagai negara dibandingkan dengan negara lain?

Kenapa paspor Indonesia tidak bisa langsung masuk ke banyak negara seperti Malaysia?

Apakah kita perlu menarik seluruh TKI Indonesia yang bekerja sebagai pembantu ke Indonesia? Apa kelebihan dan kekurangannya?

Apa kelebihan Indonesia bila dibandingkan negara ASEAN lainnya?