selasar-loader

Bagaimana cara kita menilai penting atau tidaknya sebuah fitur untuk ditambahkan ke dalam platform atau produk dan cara mengukur keberhasilan fitur tersebut?

Last Updated May 4, 2017

Sebagai pemilik dan pengelola sebuah platform atau produk, kita seringkali ingin menambahkan banyak fitur yang kita anggap perlu atau setidaknya menambahkan fitur yang sudah dimiliki oleh platform serupa yang berhasil. Namun fitur-fitur ini jumlahnya sangat banyak. Untuk membuatnya perlu sumberdaya tidak kecil. Bahkan, ketika fitur itu berhasil dibuat dan dirilis, mereka ikut menguras resource. Padahal, belum tentu pengguna atau konsumen kita perlu fitur tersebut. Lalu, bagaimana cara menentukan fitur yang tepat dan cara mengukur keberhasilannya?

1 answer

Sort by Date | Votes
Hilman Fajrian
Founder Arkademi.com

7e5dk9J9mNt335WT2N-mMO7XuzX2kbRf.jpg

Setiap fitur yang ditambahkan ke dalam produk harus setia pada tujuan dasarnya, yaitu mengubah perilaku pengguna.

Jadi, kalau setelah fitur itu ditambahkan ternyata tidak mengubah perilaku pengguna secara signifikan atau sesuai target, maka fitur itu tidak bermanfaat atau bahkan memboroskan sumber daya. Namun, bisa juga terjadi perubahan perilaku pengguna yang terjadi setelah perubahan fitur atau pertumbuhan yang baik. Tapi belum tentu berhubungan langsung dengan fitur tersebut. Bisa jadi, misalnya, karena divisi marketing baru saja menjalankan campaign besar. Dalam situasi ini, biasanya terjadi konflik antara divisi engineering dan marketing yang sama-sama mengklaim keberhasilan. Karena itu, penambahan fitur perlu dikelola dan diukur dengan metode-metode khusus agar ia bisa diidentifikasi keberhasilannya.

Pertama, setiap fitur harus lahir dari sebuah pertanyaan atau asumsi yang hendak diuji, dan tak jarang pertanyaan itu sesuatu yang fundamental. Ia muncul dari sebuah hipotesis, bukan kesimpulan. Setiap fitur dilahirkan dari kegiatan eksperimen yang harus divalidasi secara bertahap melalui akuntansi inovasi. Eksperimen bukan hanya telaah teoretis, tetapi juga sebuah produk. Kita tidak bisa jump to conclusion dalam menambahkan sebuah fitur hanya karena platform yang mirip memiliki fitur yang sama (proven).
Pertanyaan itu misalnya, apakah menambahkan fitur peta/map di situs kita akan dapat mengakuisisi user baru, meningkatkan retensi, atau mendongkrak time spent?

Kedua, tugas startup adalah merancang eksperimen untuk mempelajari cara mendekatkan angka-angka riil ke angka ideal yang tertera pada rencana bisnis. Fitur yang berhasil apabila ia telah berhasil tervalidasi dengan mencapai target ideal. Karena itu, target atas fitur ini harus disusun. 

Ketiga, kegunaan (usability) dan minimum viable product (MVP). Setiap fitur harus mempunyai bahasa yang lugas yang bisa dipahami semua orang, terlepas mereka seorang ibu rumah tangga berusia 40 tahun atau seorang tech geek. Biasanya, mulai ada konflik di tahap ini karena perbedaan perspektif antardivisi di perusahaan. Misalnya, para engineer beranggapan perlu melahirkan sesuatu yang langsung canggih, desainer minta fitur diletakkan di hotspot dengan ukuran mencolok, marketing ingin ada pop-up, dan seterusnya. Karena itu, penting untuk merancang fitur baru dari MVP -- nilai dan kegunaan dasar yang bisa terus ditingkatkan. Mungkin akan muncul beberapa ide yang dianggap bagus dan harus diakomodir. Cara tindaklanjutnya adalah melakukan split test yang akan dijelaskan kemudian.

Keempat, mengarahkan development dengan tabel kanban. Kita pastinya punya setumpuk ide penambahan fitur (backlog) yang maunya kita dibikin dan dirilis serentak. Ini sama saja bunuh diri. Bukan saja pembuatan fitur itu membutuhkan resource dan waktu yang tidak sedikit, tapi bisa saja fitur itu ternyata tidak berguna dan kontra produktif terhadap pengalaman pengguna. Atau, bisa saja fitur tersebut belum saatnya rilis karena harus menunggu fitur sebelumnya tervalidasi terlebih dulu. Karena itu, penting untuk menggunakan tabel kanban untuk mengatur lalulintas pengembangan fitur. Mulai dari kolom backlog, sedang dibuat, sudah selesai dibuat, dan sedang divalidasi. Setiap development yang sedang dalam progres, tidak bisa diinterupsi oleh development lain sampai ia sudah selesai tervalidasi. 

Kelima, menentukan indikator kinerja yang tepat. Ini adalah tahapan yang berbahaya. Menentukan indikator yang salah hanya akan menciptakan kesimpulan yang salah, keberhasilan semu, atau membawa perusahaan ke arah yang keliru. Indikator yang tepat adalah ketika ia mampu menunjukkan sebab-akibat. Misalnya, jumlah user naik sesuai target setelah kita menambahkan fitur peta. Umumnya kita tepuk tangan, padahal belum tentu user naik karena ada fitur peta. Kita tidak akan bisa menjawab ini tanpa melacak indikator kinerja pada funnel yang mengarah pada peta tersebut. Atau, kita bisa menggunakan analisis kohor untuk melihat interaksi secara independen dengan fitur. Teknik menganalisis urutan atau aliran pengguna yang berinteraksi dengan fitur, akan sangat membantu kita memahami kinerjanya secara kuantitatif dan membuat prediksi yang lebih akurat.

Kelima, split test. Kita bisa menguji fitur dengan dua versi berbeda pada saat yang sama dengan split test. Dengan cara ini kita bisa mengamati perubahan perilaku di antara dua kelompok. Dari split test ini kita bisa menguak banyak hal mengejutkan. Misalnya, fitur yang dianggap sepele oleh engineer dan desainer, ternyata tidak memengaruhi perilaku pengguna sama sekali. Split test membantu kita menyempurnakan pemahaman soal apa yang diinginkan dan tidak diinginkan konsumen.

Keenam, audit. Menetapkan indikator dan mengukur dengan cara yang salah hanya akan membawa petaka. Karena itu tiap indikator dan proses harus bisa diaudit secara bersama. Lumrah bahwa pihak yang "kalah" dalam perusahaan akan mempertanyakan keabsahan data apakah angka-angka itu mencerminkan kenyataan. Solusinya, setiap indikator kinerja harus mengacu pada manusia. Angka itu mungkin saja dimanipulasi untuk keuntungan pihak tertentu. Karena itu, manajer harus mampu menyocokkan data dengan pengguna nyata. Misalnya, berbicara langsung dengan pengguna. Kemudian, data itu harus berasal secara organik dari milik kita sendiri. Hindari sebisa mungkin mengambil data dari pihak ketiga untuk mencegah kekeliruan.

Ketujuh, tindak lanjut. Indikator hanya berguna bila ia bisa ditindaklanjuti. Ketika kita menjalankan startup sebagai institusi eksperimen, setiap hasil pada indikator kerja minimal bisa kita gunakan sebagai bahan pembelajaran. Bila indikator menyebutkan fitur tersebut berhasil, maka kita bisa melanjutkan optimasinya. Bila sebaliknya, maka kita bisa melakukan pivot untuk beranjak ke pertanyaan fundamental berikutnya.

***

Harus diakui tujuh langkah ini tidak sederhana, ruwet, dan membosankan. Namun, begitulah akuntansi inovasi. Kita seringkali hanya melihat sesuatu yang berhasil dari permukaan....(more)

Answered May 4, 2017

Question Overview


2 Followers
3736 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana cara mendapatkan pendanaan awal sebuah startup?

Bagaimanakah struktur korporasi startup-startup di Indonesia di masa awal-awal?

Apakah perbedaan menjadi CEO Start Up dengan menjadi CEO korporasi?

Seberapa jauh Whats App merevolusi hidup Anda?

Apakah Ada tahu kegiatan terdekat yang akan dilaksanakan IMAJIKU?

Apakah Anda tahu kegiatan terdekat yang akan dilaksanakan Jagaciti.id?

Apa itu 1010dry?

Apa itu Amteklab?

Apa itu Caption?

Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Bagaimana proses mendirikan Bukalapak?

Siapa pengusaha paling top di Indonesia menurut Anda?

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Apa hal-hal yang membuat kita sukses dalam melaksanakan sebuah project?

Bagaimana kondisi e-commerce Indonesia ketika Jack Ma menjadi penasihat?

Tahukah Anda perusahaan di Indonesia yang punya gaji 2 digit?

Bermain sambil dapat uang?

Bagaimana konsep bisnis co working space?

Sall Pipe AC Artic Copper, Tateyama, Hoda, Saeki

Pipa AC Tembaga | Macam - Macam Pipa AC Tembaga

Why Air Conditioner Should We Keep? Check here

Siapa Whinda Y Sabri Psikolog Sosial UI Founder SANDS Analytics?

Apa perbedaan antara Data Scientist, Data Engineer, dan Statistician?

Apa hal yang paling membedakan antara unique visitors (visitors), session dan pageview dalam Google Analytics serta apa hubungan ketiganya?

Bagaimana implementasi dari strategi Google Ad sense yang paling efektif?

Apa yang dimaksud dengan growth hacker?

Apakah kehadiran seorang growth hacker penting dalam sebuah startup digital?

Apa fungsi utama seorang growth hacker?

Apa yang dimaksud dengan growth hacking?

Siapakah menurut Anda yang akan memenangkan kompetisi di Indonesia; Go-Jek, Uber, atau Grab?

Bagaimana cara melakukan usability testing untuk sebuah produk digital?

Seberapa penting usability testing dalam proses pembuatan sebuah produk digital?

Apa yang dimaksud dengan usability testing?

Apa perusahaan teknologi terbaik di Indonesia?

Mengapa banyak orang India menjadi CEO perusahaan digital internasional?