selasar-loader

Apa pendapat Anda tentang koalisi Gerindra-PKS?

Last Updated May 2, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Shendy Adam
Belajar Politik dan Pemerintahan di UGM (2004-2008)

T1ELgV7iP6BVwkJgc76D5hmRRq_GSxTg.png

Hanta Yuda dalam bukunya (2010) menyebutkan bahwa karakterisik institusionalisasi sistem multipartai di Indonesia adalah rendahnya tingkat pelembagaan, terfragmentasinya kekuatan politik di Parlemen dan munculnya koalisi parpol dengan ikatan yang rapuh dan pragmatis.

Dalam sistem multipartai, koalisi adalah keniscayaan yang tidak bisa dinafikan. Dari ketentuan presidential threshold saja--yang sekarang juga sedang diributkan--sulit bagi satu partai untuk bisa mengusung kandidat pada pemilihan presiden. Pascapemilihan, tarik menarik antara koalisi pemerintah dan oposisi meski sebenarnya tak ada istilah oposisi dalam sistem presidensialisme tidak terhindarkan.

Perpaduan sistem multipartai dengan presidensialisme cenderung melahirkan permasalahan serius (Mainwaring, 1993; Shugart & Carey, 1992; Stepan & Skach, 1994). Logikanya sederhana, presiden yang terpilih sebenarnya cenderung merupakan "minoritas" di parlemen. Menurut Jayadi Hanan, banyaknya partai yang ikut pemilu (termasuk partai presiden) membuat sangat sulit bagi satu partai untuk memenangkan pemilu secara mayoritas. Ini berujung pada minoritasnya dukungan presiden di legislatif, sekalipun partainya adalah partai pemenang pemilu.

Hasil pemilihan Presiden Indonesia 2014 lalu bisa mengilustrasikan situasi di atas. Presiden terpilih Joko Widodo harus bermanuver sedemikian rupa di periode awal kepemimpinannya agar pemerintahannya bisa stabil. Pasalnya, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang merupakan pengusung Jokowi-JK di Pilpres kalah suara di parlemen dari Koalisi Merah Putih (KMP) sebagai pendukung Prabowo-Hatta.

Gerilya politik yang dilakukan Jokowi Cs cukup berhasil dengan merapatnya partai-partai anggota KMP menjadi pendukung pemerintah, seperti PPP, Golkar, dan PAN. Konfigurasi di parlemen pun sekarang berubah. Partai pendukung pemerintah kini dominan dengan menguasai 386 kursi, berbanding dengan gabungan kursi Gerindra dan PKS yang tinggal 113 kursi.

Pertanyaan terkait koalisi Gerindra dan PKS ini cukup menarik. Saat KMP bisa dikatakan sudah bubar pelan-pelan, dua partai ini justru terlihat semakin solid. Setidaknya dibuktikan dengan kembali berduetnya partai ini dalam mengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada Jakarta beberapa waktu lalu. Keberhasilan di Jakarta akan menjadi modal besar bagi dua partai ini untuk melanjutkan koalisi di Pilpres 2019.

Dalam perspektif pilihan rasional, ada tiga alasan mengapa partai-partai berkoalisi, yakni office seeking, policy seeking, dan vote seeking (Stroom, 1990). Pertimbangan vote seeking tampaknya yang membuat koalisi antara Gerindra dengan PKS tampak langgeng, setidaknya sampai 2019 nanti. Ideologi memang sudah bukan lagi determinan dalam koalisi pada sistem multipartai. Jadi, sebetulnya wajar saja partai yang bercorak religius berkoalisi dengan Gerindra yang cenderung lebih nasionalis. Meski "berbaju" nasionalis, ternyata Gerindra cukup fasih juga dalam mendekati pemilih berbasis pendekatan agama.

Segitu dulu deh analisis singkat saya. Sudah lama nggak jawab pertanyaan yang "berat" sampai tiba-tiba ada permintaan Ask to Answer pertanyaan ini dari Tuan CEO Selasar, Miftah Sabri .

Terima kasih.

Tabik,

Shendy Adam

 

Ilustrasi via kompasiana.com

Answered Jul 13, 2017

Hasil gambar untuk koalisi gerindra dan pks

Koalisi ini sebenarnya cukup unik, yaitu penggabungan antara partai kader (PKS) dengan partai massa (Gerindra). Karena cuma dua partai, maka "pembagian tugas"-nya menjadi lebih gampang. Yang partai kader lebih ke konsep perjuangan, sedangkan partai massa lebih cenderung ke pengerahan massa. Apalagi ditunjang oleh pemikir-pemikir dari kelompok "King Maker " (tebak sendiri siapa itu). Berbeda dengan kerumunan partai yang masing-masing membawa kepentingannya sendiri. Apalagi kalau ada di antaranya yang menganggap dirinya lebih besar dari yang lain. Tentu koalisi semacam ini jadi kurang solid.

Ilustrasi via metropolitan.id

Answered Jul 13, 2017

Question Overview


3 Followers
668 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan SBY?

Kasus-kasus apa saja yang berpotensi menjerat klan SBY?

Bagaimanakah hubungan dunia politik dan dunia usaha di Indonesia?

Siapa sajakah orang kepercayaan Jokowi di istana?

Apa pandangan/partai politik yang Anda pilih untuk Indonesia?

Apa kesan para politisi top PDIP (Ganjar, Bu Risma, Budiman, Pramono Anung, dll.) terhadap Megawati?

Kenapa PKS membutuhkan waktu lama untuk mendepak kader yang berpotensi merusak partai?

Apa yang membuat Megawati begitu kuat di PDIP?

Bagaimana Gerindra dalam waktu singkat menjadi partai ketiga terbesar di Indonesia?

Apa yang membuat Jokowi begitu kuat dan disegani lawan politiknya?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?

Apa yang bakal terjadi jika partai politik dihapuskan dalam sistem demokrasi?

Jika Anda menganggap Golkar adalah partai terbuka dan modern, apa alasan logis yang bisa diterima nalar?

Jika Anda menganggap PDI Perjuangan adalah partai terbuka dan modern, apa alasan logis yang bisa diterima nalar?

Jika Anda menganggap Partai Demokrat adalah partai terbuka dan modern, apa alasan logis yang bisa diterima nalar?

Jika Anda menganggap Nasional Demokrat adalah partai terbuka dan modern, apa alasan logis yang bisa diterima nalar?

Jika Anda menganggap Hanura adalah partai terbuka dan modern, apa alasan logis yang bisa diterima nalar?

Jika Anda menganggap PPP adalah partai terbuka dan modern, apa alasan logis yang bisa diterima nalar?

Jika Anda menganggap Partai Keadilan Sejahtera adalah partai terbuka dan modern, apa alasan logis yang bisa diterima nalar?

Jika Anda menganggap Gerindra adalah partai terbuka dan modern, apa alasan logis yang bisa diterima nalar?

Jika Anda menganggap Partai Amanat Nasional adalah partai terbuka dan modern, apa alasan logis yang bisa diterima nalar?