selasar-loader

Jujur, apa komentar pertamamu saat kamu pertama kali ke Jakarta?

Last Updated Apr 30, 2017

4 answers

Sort by Date | Votes
Muhammad Iman Adi Perkasa
penulis fesyen dan pemberi advokasi atas perspektif lain dari dunia fesyen

Hasil gambar untuk jakarta

Karena SD, SMP, SMA selama ini di Jakarta, ketika hampir 5 tahun hidup di Semarang dan jarang pulang ke Jakarta, tiap kali pulang pasti merasa ada sesuatu yang selalu bertambah menyebalkan di sini. Contohnya, macet karena banyak pembangunan jalan atau jembatan. 

Gambar via upload.wikimedia.org

Answered May 1, 2017
Sugiarto
Communication Bandung Islamic University

 

Hasil gambar untuk macet di jakarta

Aku terakhir kali ke Jakarta itu waktu zaman SMA dan itu pasti waktu tamasya ke Dufan. Karena kesibukan waktu kuliah, membuat tidak ada waktu untuk ke Jakarta. Komentar pertama kali ketika ke Jakarta pasti adalah keluhan mengenai panas dan kemacetan. 

Gambar via tandapagar.com

Answered May 1, 2017
Sattwika Duhita
Jebolan Komunikasi UI. Suka baca dan tulis. Nawaitu menjadi penggerak bangsa.

L22ClEUXbA3zyUxSATWQiH8SzxGTY9Ze.jpg

Pertama kali pijakkan kaki di Jakarta: saya jatuh cinta. 

Kota ini menawarkan (dan membeli) jutaan mimpi yang bisa diraih oleh siapapun, dengan cara apapun. Seakan tidak pernah mati, Jakarta terus hidup dan bernapas di tiap pagi dan malamnya. 

Sebagai anak ingusan yang entah mengapa sempat ngimpi jadi astronot, Planetarium di Taman Ismail Marzuki Cikini menjadi tempat paling indah yang harus dijajaki. Hal tersebut karena, tentu alasannya tak lain tak bukan: cuma di Planetariumlah manusia Jakarta bisa menikmati langitnya yang pekat akan polusi indah dan terang betul tanpa asap pekat dan cahaya mengkilat.

Sementara di Surabaya, mana ada bangunan megah nan mencolok macam Planetarium di Jakarta? Kalau mau lihat langit bertabur bintang, biasanya saya cuma bisa duduk di pekarangan masjid yang tanahnya kerap basah diguyur hujan, dan dengan mata nanar melihat titik-titik terang kecil yang saling berkelindan membentuk rasi-rasi cantik. 

Itu baru masalah langit Jakarta. 

Ibukota ini bahkan bisa menawarkan cara cepat untuk mencapai mimpi! Mau cepat kaya, coba monggo singgahi gedung parlemen yang diisi orang-orang perlente berdasi Versace. Mereka ahlinya dalam membuat kebijakan ciamik yang menguntungkan korporat dan pebisnis kaya rakyat. Ingin rasanya saya tanya pada mereka: bagaimana cara terbaik untuk menimbun uang orang tanpa dicurigai dan digeledah? Niscaya, saya yakin akan mendapatkan jawaban dan saran terbaik yang pernah ada di muka bumi.

Lalu, coba jelajahi Jakarta di malam hari. Deretan gedung pencakar langit itu, lagi-lagi, akan menawarkan sejumlah uang yang besar per bulannya. Walau, ada 'syaratnya', memang: apakah cukup kuat untuk berkutat dengan penat dan maki atasan yang kerap menghubungi pagi, siang, malam? Belum lagi tiap hari berpindah dengan cepat dari satu ke tempat lain akibat meeting sama client, nih. Mereka yang bermimpi hidup di dunia sosialita, pastilah Jakarta menjadi tanah paling menggiurkan untuk dinikmati.

Ya, itu baru sebagian kecil kisah manis Jakarta yang mampu menjual-belikan mimpi tiap insan yang memutuskan untuk menancapkan jiwanya di Jakarta.

Bagaimana? Indah betul, ya?

Lantas, kalau sudah begini, siapa yang bisa untuk tidak jatuh cinta pada Jakarta? 

 

sumber gambar: fourseasons.com

Answered May 2, 2017
Hamdi Alfansuri
Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung

SAME767yxsn2JpVmbvkn5mq6f2ApefBz.jpg

Oh ini jakarta yang disebut-sebut itu..

 

 

Jujur, pertama kali saya ke Jakarta yakni tahun 2014 yang lalu bulan November tanggal 7. Alhamdulillah kebetulan saat itu saya mendapat kesempatan mengikuti peringatan Hari Tata Ruang Nasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Pekerjaan Umum di Taman Mini Indonesia Indah, tepatnya di Desa Wisatanya. Di sana saya menginap 2 malam dan tentunya bertemu dengan anak-anak dari berbagai profinsi yang ada di Indonesia.

 

Pertama kali sampai di Jakarta mungkin tanggapan saya tidak banyak, karena selama di sana saya hanya berada di lingkungan TMII. Saya singgah dan keliling di beberapa wahana walau sebelum pulang juga menyempatkan diri mampir ke Mangga Dua buat mencari oleh-oleh.

 

Pertama, saya cukup takjub ketika baru turun dan sampai di Bandara Soekarno Hatta. Saya menemui bandara yang sangat luas untuk menuju tempat pengambilan bagasi, rasanya saya berjalan agak jauh tapi saya lupa dan tidak begitu memperhatikan waktu itu di terminal mana. Ya dibandingkan dengan Bandara SSK II yang ada di Pekanbaru tentu agak berbeda dari segi ukuran, mungkin karena Soetta bisa dikatakan sudah jadi pusat penerbangan dengan melayani banyak penerbangan dan berbagai rute.

 

Kedua, dari bandara di utara menuju TMII di Jakarta Timur saya menemukan banyak hal baru. Saat itu, kami melewati jalan tol bebas hambatan. Ya, di daerah saya belum ada jalan begitu, semua mobil dengan kecepatan agak tinggi, jalan-jalan yang berlapis, dan di pinggir jalan saya melihat banyak gedung-gedung tinggi atau di sebagian daerah permukiman agak padat. Dan kadang saya berpikir, “Oh ini Jakarta yang disebut-sebut itu..” Gedung yang tinggi-tinggi terlihat berdampingan dengan permukiman rendah di sekitarnya. Ya mungkin juga masih cukup berbeda dengan Pekanbaru, kota asal saya yang masih belum sepadat itu..

 

Ketiga, (tapi mungkin ini kedatangan ketiga, ya selain sekadar numpang transit di bandara soetta, yang kedua juga sekadar kunjungan dan melalui banyak tol atau jalan besar) saya semakin melihat potret Jakarta dengan lebih jelas. Kali pertama juga saya naik kereta api dan di sisi luar jendela banyak potret yang entah menakjubkan atau kadang sedikit memilukan. Ada bagian permukiman agak kumuh dan padat. Ada sisi gedung-gedung tinggi dan tertata. Dan saya semakin merasa “Oh ini yang namanya Jakarta..”

 

 

 

Hamdi Alfansuri

 

Pekanbaru, Juli 2017

 

foto via bisniswisata.co.id

Answered Jul 7, 2017

Question Overview


5 Followers
1200 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apakah jenis parfum wanita yang paling tahan lama untuk dipakai di Jakarta?

Apa nama restoran Jepang terbaik di Jakarta dan sebutkan alasannya?

Apa yang Anda lakukan ketika sedang terjebak dalam kemacetan Jakarta?

Mengapa orang Jakarta suka menghabiskan waktu di mal?

Apa saja hal yang membuat Jakarta lebih bagus dari kota lain?

Apa lokasi wisata terbaik di Jakarta? Mengapa?

Bagaimana cara terbaik dan paling efektif untuk menghindari kemacetan di Jakarta?

Mengapa banyak sekali orang Jawa di Jakarta?

Mengapa Kitabisa.com dipercaya banyak kalangan untuk mengumpulkan donasi?

Menurut Anda, bagaimana Corporate Social Responsibility (CSR) yang ideal dilakukan oleh perusahaan di Indonesia?

Apa sajakah kelebihan dan kelemahan orang Indonesia?

Apa yang harus saya ketahui tentang Indonesia dari segi kultural, sosial, ekonomi?

Apa yang membuat Anda tertarik bergelut di kegiatan sosial?

Menurut Anda, apa arti pengabdian?

Pengabdian masyarakat seperti apa yang dapat dilakukan oleh mahasiswa?

Bagi lulusan ilmu sosial, apakah Anda keberatan jika sains hanya digunakan khusus untuk menyebut ilmu pasti?

Mengapa orang lebih banyak bermain Twitter daripada Facebook?

Di mana Majene?

Mengapa Anda harus membaca koran-koran daerah dan apa kelebihannya?

Apa yang Anda ketahui tentang Suku Kubu?

Apa yang istimewa dari Pekanbaru daripada daerah lain di Sumatera?

Apa 5 makanan yang wajib dicoba di Malang?

Apa yang istimewa dari Pulau Bali sehingga banyak turis mengunjunginya?

Apa yang membuat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta demikian memikat dan berkesan buat Anda?

Seperti apa kehidupan di Papua?

Mengapa Persija dan Persib selalu berselisih?

Apa yang Anda ketahui tentang Suku Anak Dalam?

Apa pengalaman terburuk yang pernah Anda alami seumur hidup?

Apa pengalaman terbaik/terindah yang pernah Anda alami sepanjang hidup Anda?

Bagaimana cara Anda meniti karier dari bawah sampai ke puncak?

Bagaimana rasanya ditipu/difitnah/dizalimi oleh orang lain?

Apa hal yang paling berbahaya/berisiko yang pernah Anda lakukan?

Apa pengalaman yang paling mengesankan selama hidup Anda?

Apa cerita nyata yang Anda alami tapi banyak orang tidak percaya?

Apa cerita hebat mengenai orang tua Anda yang akan ceritakan ke anak Anda?

Apa pengalaman kehidupan yang paling berkesan dalam diri Anda?

Apa hal paling menyedihkan yang pernah Anda dengar, baca, dan lihat?