selasar-loader

Mengapa kuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung) begitu menarik dan prestisius?

Last Updated Nov 23, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes

Qa4VpdrZJBRWt_q72q8ieR_CigXRkadu.jpg

Gambar diambil dari sini.

Mungkin ini yang membuatnya menarik dan prestisius. Baca di artikel saya di sini.

Fakta dan Data Unik Seputar ITB

ITB merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. Banyak sekali hal-hal unik yang dapat ditemukan di ITB. Berikut adalah sebagian fakta-fakta unik tentang ITB.

ITB

Gambar diambil dari sini.

1. Persebaran Alumni (LinkedIn)

Berikut persebaran Alumni ITB di dunia, mulai dari persebaran perusahaan tempat kerjanya, kota tempat tinggalnya, dan bidang yang digeluti.

LinkedIn baru

Data diambil dari sini.

Fakta unik:

  • Peringkat 2, 3, 4, 7, 8, 11, 12, dan 13 tempat alumni ITB bekerja, yang kesemuanya adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak di minyak dan gas atau migas sedangkan peringkat pertama didominasi oleh pengguna LinkedIn yang masih berstatus mahasiswa di ITB.
  • Peringkat 5 yaitu sebanyak 284 orang, yang merupakan peraih Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan RI. Mereka melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di luar negeri.
  • Mayoritas bekerja di Jakarta Raya untuk dalam negeri serta USA dan Singapura untuk luar negeri.
  • Paling banyak bergelut di bidang Engineering (Keinsinyuran/Keteknikan/Rekayasa) kemudian Penelitian (Research).

Untuk lebih lengkapnya, dapat dilihat di LinkedIn. Tinggal sign up di www.linkedin.com kemudian search dengan keywords “Institut Teknologi Bandung”, pilih, kemudian klik  “students & alumni”.

LinkedIn adalah sebuah media sosial layaknya Facebook yang memfokuskan diri untuk pengembangan karier bagi para user-nya.

2. Gaji dan Bonus Alumni (Tracer Study Report)

Berikut adalah gaji dan bonus rata-rata alumni ITB perbulan dan perprodi (perjurusan) untuk angkatan 2007 (angkatan saya).

Gaji

Gaji Rata-rata Perbulan PerJurusan

Gaji Rata-Rata Perbulan PerJurusan

Bonus

Bonus Setahun Rata-rata perJurusan

Bonus Setahun Rata-Rata Per Jurusan

Fakta unik:

  • Rata-rata gaji tertinggi adalah alumni jurusan Teknik Perminyakan ITB dengan nilai Rp17 jutaan.
  • Rata-rata gaji terendah adalah alumni jurusan Seni Rupa dengan nilai Rp3,8 juta.
  • Rata-rata bonus setahun tertinggi adalah jurusan Teknik Tenaga Listrik (jurusan pecahan dari Teknik Elektro) dengan nilai Rp62 jutaan.
  • Rata-rata bonus setahun terendah adalah jurusan Seni Rupa dengan nilai Rp4 jutaan.

Data diambil dari sini.

Kemudian klik “Tracer Study ITB 2014”. (Report tahun 2014 adalah untuk angkatan 2007). Kemudian klik "Download (.pdf)” untuk view atau download laporan ini. Untuk gaji ada di halaman 91, sedangkan bonus ada di halaman 94.

Tracer Study adalah laporan tahunan berisi hasil evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui masa transisi dari dunia kampus menuju dunia kerja dan untuk mendapatkan masukan bagi perbaikan sistem pendidikan di perguruan tinggi. Hasil dari survei ini akan menjadi data yang sangat berharga bagi perguruan tinggi yang akan diperlukan bagi berbagai kebutuhan pengembangan dan kemajuan kampus. Data mentah Tracer Study bersumber dari hasil kuesioner yang diisi para alumni secara online.

3. Salam Ganesha

Mahasiswa ITB memiliki salam khas yang disebut sebagai "Salam Ganesha". Salam ini biasa dilakukan ketika berkumpul dalam berbagai event sebagai penyemangat seperti acara-acara KM ITB (semacam BEM), acara-acara jurusan, penerimaan mahasiswa baru, OSKM, masa orientasi, wisuda, saat mendapatkan kemenangan dalam berbagai kompetisi di dalam dan luar negeri serta berbagai acara lainnya. Bunyi dari salam ini adalah

Penyeru akan berucap “Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater. Salam Ganesha mulai”

Sambil mengangkat tangan miring ke atas, kemudian semua berseru “Salam Ganesha. Bakti kami, untukMu, Tuhan, Bangsa, dan Almamater. Merdeka!!!”

Salam Ganesha

Salam Ganesha

Gambar diambil dari sini.

4. Penjurusan

Penerimaan mahasiswa di ITB berbeda dengan universitas/institut lainnya di Indonesia. Mahasiswa baru diterima di ITB pada awalnnya belum memiliki jurusan (belum masuk jurusan). Mereka diterima di fakultas/sekolah terlebih dahulu selama semester 1 dan 2 (TPB). Kemudian berdasarkan minat (dengan mengisi kuisioner 3x) dan IPK selama 2 semester tersebut, mahasiswa-mahasiswa tersebut dijuruskan. Apabila peminat jurusan tersebut melebihi kursi/kuota daya tampung jurusan yang dituju maka yang akan diterima di jurusan tersebut akan diprioritaskan dari IPK tertinggi. Tentunya metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan dibanding metode penerimaan mahasiswa baru pada umumnya. Mahasiswa baru akan semakin semangat berkompetisi untuk mendapatkan IPK yang setinggi-tingginya agar dapat diterima di jurusan pilihannya. Selain itu, mahasiswa baru akan lebih mengenal jurusan-jurusan di fakultasnya karena akan mendapatkan setidaknya sebuah mata kuliah pengantar yang mengupas jelas tentang apa saja yang akan dipelajari, perkuliahan, dan prospek karier dari masing-masing jurusan di fakultas/sekolahnya, sehingga meminimalisasikan fenomena “salah jurusan” akibat kurang mengenal jurusan yang akan dimasuki. Akan tetapi, untuk beberapa kasus akan menyebabkan mahasiswa baru tidak bisa masuk di jurusan pilihannya.

5. Bunga Penyambutan Mahasiswa Baru

Di depan gerbang utama Kampus Ganesha ITB terdapat kumpulan bunga-bunga yang hanya bermekaran pas sewaktu masa penerimaan mahasiswa baru (tiap bulan Juli--Agustus). Seakan-akan bunga-bunga tersebut menyambut dengan suka cita para mahasiswa baru yang akan memulai perjuangannya ditempa di kampus Palu Gada.

Bunga di Gerbang Utama Kampus Ganesha

Bunga di Gerbang Utama Kampus Ganesha

Gambar diambil dari sini.

6. Tiket Wisuda

Seperti wisuda di universitas/institut lain. Setiap wisudawan akan mendapatkan hak dua tiket bagi pasangan orang tua untuk masuk ke tempat wisuda di Sabuga. Begitu prestisiusnya acara wisuda ITB ini sampai-sampai beberapa wisudawan yang menginginkan tidak hanya orang tuanya saja yang bisa mengikuti prosesi wisuda akan rela membeli tiket dari wisudawan lain yang orang tuanya tidak bisa hadir. Penjualan tiket ini biasanya melalui media sosial seperti Facebook atau Twitter bahkan melalui Kaskus. Dan uniknya penjualan tiket tersebut biasa dilelang.

7. Masjid Salman

Masjid kampus ini bernama Masjid Salman. Diambil dari nama Sahabat Nabi yang bernama Salman Al Farisi. Salman Al...(more)

Answered Nov 29, 2016
Hamdi Alfansuri
Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung

1P1y7fcZYq9PU1gH7epNavGPv0ypKZXj.jpg

Aula Barat ITB, salah satu bangunan tertua di ITB (Dokumentasi Pribadi)

 

Pertama mendengar nama Institut Teknologi Bandung, apa yang Anda bayangkan?

Anak-anak pintar membawa buku ke mana-mana, banyak orang berkaca mata memenuhi perpustakaan, atau gedung-gedung laboratorium dan alat-alat penelitian?

-----

Dahulu, saya memutuskan untuk memilih ITB hanya karena "kata orang" saja. Sejak di SMP, saya tertarik dengan bidang humaniora seperti sastra, sejarah, dan budaya. Hingga SMA, saya masih begitu. Walau saya memilih jurusan IPA bukan karena gengsi-gengsian, tapi mengikuti banyak saran dari guru-guru dan keluarga, saya juga berpikir bahwa hal-hal yang bersifat humaniora mungkin bisa saya dapatkan melalui media lain, di luar sekolah.

Hingga mendekati penutupan SNMPTN, sejujurnya, pilihan saya masih terpaku pada jurusan antropologi Universitas "Gajah Sebelah". Dengan banyak alasan, saya berusaha meyakinkan banyak orang, namun akhirnya saya berubah pikiran beberapa waktu sebelum penutupan pendaftaran. Seperti dahulu, mungkin saya masuk teknik saja dan bidang humaniora bisa diperoleh dari media lain, di luar kampus.

Akhirnya, saya mencari-cari jurusan yang sekiranya sesuai. Saya memutuskan dan meyakinkan diri memilih Teknik Planologi. Kebetulan, setahun sebelumnya, saya sempat mengikuti kegiatan Hari Tata Ruang Nasional 2014 yang sedikit demi sedikit telah mengenalkan saya tentang planologi. Jurusan teknik, tapi bahas sosial? Ya, itulah yang akhirnya membuat saya semakin yakin. Lalu ketika sudah ada jurusan, mau universitas mana?

Lagi-lagi, awalnya saya masih lebih tertarik dengan Universitas "Gajah Sebelah" hanya karena katanya kehidupan di sana sangat ramah dan berbudaya. Tapi setelah dipikirkan kembali, kalau memilih teknik, kenapa saya tidak memilih ITB saja yang katanya adalah kampus teknik terbaik? Kebetulan, teman ibu saya punya anak di ITB dari keluarga yang sederhana juga, hingga ibu saya sempat punya harapan anaknya bisa ke ITB juga (lagi-lagi karena katanya ITB universitas terbaik).

Mungkin harapan itu menjadi doa. Saya kemudian memutuskan memilih Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan - SAPPK ITB (ya, sebelum ke jurusan, di ITB harus memilih fakultas telebih dahulu). Saat itu, saya merasa biasa-biasa saja karena bagi saya, ITB sama saja dengan universitas-universitas lainnya. Tidak ada yang spesial.

Saat ini, ketika sudah berada hampir dua tahun di ITB, akhirnya saya baru menemukan alasan mengapa ITB dipandang begitu menarik dan prestisius. Berikut adalah ulasannya.

1. ITB terdiri dari berbagai multidisiplin ilmu. Selain teknik dan sains, ia mencakup juga manajemen bisnis dan seni rupa. Kolaborasi beberapa bidang ini menjadi perpaduan yang sangat komplet, terutama ketika kita hendak menghasilkan sesuatu produk sains atau teknik, pengemasannya dapat didukung oleh bidang seni rupa dan pemasarannya didukung oleh di bidang manajemen bisnis.

2. Kesembilan belas jurusan di ITB telah terakreditasi secara internasional. Itu tandanya, jika kamu masuk salah satu di antara 19 jurusan itu, kamu bisa setara dengan mahasiswa dari banyak universitas di dunia.

3. Luas Kampus Ganesha ITB yang hanya sekitar 28 Ha atau sepersekian dari kampus lain, namun ITB memiliki lebih dari 100 laboratorium jurusan dan penelitian.

4. Anak-anak ITB nggak sekadar belajar aja, tapi nuansa kemahasiswaan di ITB sangat terasa, baik di tingkat pusat maupun tingkat jurusan. Selain itu didukung oleh 40 himpunan mahasiswa jurusan dan sekitar 88 unit kegiatan mahasiswa dari berbagai rumpun: pendidikan, budaya, olahraga, seni, media, dan lain sebagainya.

5. Kuliah di ITB tidak perlu memikirkan persoalan biaya, bukan berarti gratis. Tapi tersedia banyak beasiswa ekonomi dan beasiswa prestasi dari pihak kampus dan lembaga-lembaga lain. ITB juga tidak pernah mengeluarkan mahasiswanya hanya karena masalah biaya. Dan katanya, beasiswa yang ditawarkan lebih banyak dari jumlah mahasiswanya!

6. Berbeda dengan perguruan tinggi lain, ITB menerapkan sistem Tahap Persiapan Bersama (TPB) selama dua semester dengan tidak langsung masuk ke jurusan melainkan berkuliah di fakultas/sekolah terlebih dahulu. Dua semester ini, kita masih akan belajar matematika, fisika, kimia, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, bahkan masih ada mata kuliah olahraga.

7. Di ITB banyak makan siang gratis, lho. Ada beasiswa voucher makan yang tiap vouchernya sekarang naik jadi 15 ribu. Lumayan banget! Terus juga ada Nasi Berkah di jam-jam tertentu yang terbuka buat siapa saja, asal kamu cepat pasti dapat. Makan murah juga bisa nih, di Koperasi Karyawan dan Pegawai (KKP) ITB juga ada nasi boks (yang sekarang harganya sudah naik) seharga 10 ribu lengkap nasi, sayur, kerupuk, dan kalau beruntung bisa dapat lauk ayam juga. Kalau di atas jam 4, kamu bisa mendapatkan cuma 5 ribu saja, tetap komplet.

8. Buat anak pesantren yang ragu masuk kampus umum seperti ITB, jangan takut, tepat di depan kampus, ada Masjid Salman ITB yang katanya sih masjid kampus pertama di Indonesia. Di Masjid Salman, terdapat banyak kegiatan yang bisa ningkatin keimanan dan pengetahuan seputar agama. Untuk agama lain juga jangan cemas, karena ada unit kegiatan mahasiswa yang berfungsi sebagai paguyuban keagamaan juga, lho!

9. Di ITB, selain belajar teoritis dan praktik, banyak yang merasa diajarkan pola pikir juga. Ingat, bukan cuci otak, lho. Jadi, umumnya, apapun jurusan dan bidangnya, anak ITB diajarkan cara menyelesaikan suatu problem. Pola pikirnya dapet banget. Karena harapannya, lulusan ITB dapat menjadi problem solver dalam menjawab tantangan bangsa ke depan.

10. Tidak hanya mahasiswanya yang luar biasa. Dosen-dosen di ITB tentu juga tidak kalah luar biasa. Tidak sedikit dosen ITB yang aktif menulis jurnal-jurnal ilmiah atau meraih penghargaan bergengsi.

11. Yang paling menarik dari ITB sih, kaderisasi awal terpusat dan penyambutan mahasiswa baru yang bikin haru banget. Terlebih ketika kamu bersama 3600 mahasiswa baru lainnya berkumpul di Sasana Budaya Ganesha mengumandangkan salam...(more)

Answered Mar 7, 2017

Question Overview


3 Followers
2714 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana rasanya kuliah di ITB?

Bagaimana rasanya mengikuti ospek di ITB?

Mengapa alumni ITB lebih banyak yang jadi pebisnis/pengusaha dibandingkan alumni UI?

Mengapa Bandung punya ITB tapi kotanya berantakan?

Siapa Pasangan "Dynamic Duo" Dedy Wahjudi,Ph.D dan Nelly Daniel,Ph.D?

Mengapa rasio mahasiswa UI yang mengalami DO (Drop Out) lebih rendah dibandingkan mahasiswa ITB?

Siapa Wimar Witoelar?

Mengapa kajian agama di ITB hanya ramai di lingkup Masjid Salman?

Apakah pergerakan mahasiswa dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Apakah tips dan trik untuk mendapatkan beasiswa LPDP?

Apa beasiswa yang terbaik di Indonesia saat ini?

Universitas apa yang paling indah di dunia?

Apa itu kampus Ivy League dan seberapa prestisius berkuliah di sana?

Apa tips mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri?

Apa tips mendapatkan beasiswa Chevening (Pemerintah Inggris)?

Apa tips mendapatkan beasiswa kuliah di DAAD (Pemerintah Jerman)?

Apa tips mendapatkan beasiswa DAAD (Pemerintah Jerman)?

Apa tips mendapatkan beasiswa AAS (Australia Awards Scholarships)?

Mengapa kuliah di Jepang begitu menarik dan prestisius?