selasar-loader

Siapa nama mantan pacar pertama kamu? Bagaimana kabar dia saat ini?

Last Updated Nov 23, 2016

18 answers

Sort by Date | Votes
Fala sifah
Suka Nulis suka Makan

Hasil gambar untuk MANTAN PACAR

Ini lumayan berat, namanya berawalan huruf I. Sekarang, kabarnya bagaimana ya? hahaha Lucu terakhir ketemu dia sering bergabung di organisasi sosial dan itu keren. #falstory

Gambar via media.viva.co.id 

Answered Dec 8, 2016
Robby Syahrial
Penikmat kenikmatan duniawi

Hasil gambar untuk mantan pacar

Hahahaha.. saya kena Ask to Answer nih oleh Fian. 

Okelah akan saya coba jawab.

Mantan pacar pertama ya. Sebelumnya, saya mau berdoa semoga istri saya tidak membaca ini. Karena kalau dia baca, ya bisa "runyam" hahahaha.. 

Mantan pacar pertama. Pertama kali saya pacaran itu kelas 3 SMP. Namanya Indah. Dia orang yang paling pintar di kelas saya. Pintar matematika. Tentunya saya adalah orang yang paling bodoh kalau soal Matematika. Tapi pinternya saya, ya saya bisa pacarin itu anak. Banyak kejadian lucu sewaktu pacaran. Ya, namanya pacar pertama. Nembak cewek untuk pertama kalinya. 

Ya, saya termasuk orang yang paling pemalu kalau soal katakan cinta. Sebegitu malunya sampai saya rela "menembak" dia cuman dengan nulis surat, "Mau gak kamu jadi pacarku?" Saya tidak berani menatap matanya, apalagi nembak langsung. Bisa terdiam di depannya beberapa hari kalau saya disuruh "nembak" langsung.  Ya, pacaran anak SMP zaman dulu bagaimana. Di cie cie-in saja sudah seneng, terus kami putus. Ya, putus pun lewat sura karena saya seorang pengecut kalau urusan wanita. 

Kondisi sekarang, terakhir saya liat Fb-nya, dia juga sudah menikah dan punya anak dengan teman saya sewaktu di SMP juga. Ya begitulah cinta pertama saya. Bagi saya mengingatnya adalah sebuah kenangan yang indah pada zamannnya. 

Gambar via republikapos.com

Answered Dec 9, 2016
Zulfian Prasetyo
Tertarik pada gaya hidup sehat dan pernak-pernik keseharian lainnya.

Hasil gambar untuk mantan pacar pertama

Ini adalah pertanyaan yang secara periodik ambigu bagi saya. Apakah periodisasi "pacaran" ini dimulai sejak balig atau sebelumnya juga boleh?

Kalau sebelum balig, ada yang namanya "cinta monyet". Entah dari mana asalnya istilah ini. Namun, dari "cinta monyet" ini, ada beberapa yang berujung pada pacaran. Periode ini tidak terlalu berkesan bagi saya sehingga tidak banyak yang bisa saya ingat.

Bila periodisasinya dimulai setelah balig, ada satu orang perempuan yang (entah kenapa mau) jadi pacar saya. Yah, anggap saja dia mantan pertama.

Peristiwa itu terjadi saat saya SLTA. Saya mengenalnya setelah broken heart melalui rekomendasi seorang tetangga yang satu sekolah dengannya di daerah Halim. Kami beda sekolah. Saya tertarik dan langsung suka begitu melihat fotonya. Saya lalu semakin suka ketika ber-SMS ria dengannya (waktu itu, teknologi paling maju mentok di GPRS).

Namanya Sarah. Dia tampak alami. Sederhana. Padahal, jika melihat wajahnya yang tampak indo, bisa saja dia sok jual mahal, misalnya. Mengingat muka saya juga tidak ganteng-ganteng amat, apalagi bila dibandingkan dengan muka Mas Robby yang menantang saya untuk menjawab pertanyaan ini. Saya jelas kalah. Oh, jangan lupakan pula aura kecerdasan yang memancar dari dia melalui cara Sarah merespons ucapan maupun candaan saya. Dia tidak berniat pamer, tentu, tapi kecerdikan itu tidak tertutupi.

Ketika teman saya yang lain mengetahui perihal kedekatan saya dengannya, dia bilang saya nekat. Ada banyak petinggi organisasi yang juga mengincarnya. Agak minder juga saya melihat "demand"-nya seperti itu. Apalah saya, bocah cepak hitam beraroma ketek yang mengincar kembang sekolah. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Sudah maju, masak mundur?

Kami akhirnya bertemu di suatu tempat dekat sekolahnya. Saat itu 14 Agustus, Hari Pramuka. Saya memacu motor dari sekolah di Rawamangun menuju Halim sore itu. Kesalahan terbesar saya adalah membaca buku Kimia sambil menunggunya (karena pelajaran ini luar biasa susah bagi saya). Efeknya, otak saya menjadi luar biasa kaku. Kopdar pertama, saya malah ngomongin mantan ke dia. Bodoh sekali. Untung ada teman saya yang Don Juan di situ. Dia mengingatkan saya yang kebanyakan mecin ini untuk sedikit lebih cerdas dengan tidak membahas mantan. Pembicaraan pun berlangsung lancar. Beberapa hari kemudian, kami "jadian". Bertepatan dengan HUT RI, kalau tidak salah.

Saat ini, sepertinya dia sehat saja. Semakin bijak juga. Suaminya adalah seorang pelatih bulutangkis. Anaknya satu. Perempuan. Masih balita. Tampak manis.

Kabar terakhir yang saya tahu, dia hendak membangun GOR di daerah dekat rumahnya. Entah bagaimana kelanjutannya karena itu terjadi beberapa tahun lalu. Semoga saja GOR itu sudah dibangun dan berfungsi sebagaimana mestinya. Aamiin.

Gambar via assets-a2.kompasiana.com

Answered Dec 10, 2016
Anonymous

I5aUHo6QsEnbwMzJU9O_4eMRFvKu8M9c.jpg

liputan6.com

Mantan pacar pertama saya namanya Ive Adit Pratiwi. Dia tinggal di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Dialah alumnus SMA 70 Jakarta dan menjadi sarjana hukum di Universitas Indonesia. Akhir-akhir ini, kami kerap saling berkabar pascakuliah. Kini, dia menjadi legal advisor di bank yang didirikan oleh Margono Djojohadikusumo. Dulu, ia sempat kerja di konsultan hukum namun tidak betah dan memutuskan mencari pekerjaan lain. Kerja di bank bukan cita-citanya, namun ia menjadikan kerja di bank sebagai step untuk menapak jenjang magister hukum di Belanda. Semoga apa yang dicita-citakan mantan saya akan terwujud dan impiannya segera menikah akan tercapai. Amin.

-Dari mantan yang tidak berkesan-

Answered Feb 27, 2017
Venusgazer E P
A man who loves reading, writing, and sharing

WV6DqcOHNqyIPQklLOI7M7hkyeClpQHe.jpg

via blogspot.com (FR)

Pacar pertama saya namanya Neena. Teman satu kelas semasa SMP. Dekat karena kami satu punya kelompok belajar jadi sering jumpa di luar jam sekolah.

Lulus SMP saya meneruskan sekolah ke Jawa, sedangkan dia ke salah satu SMAN favorit di Jakarta. Kemudian kami putus. Sebenarnya dia yang memutuskan lewat sepucuk surat tanpa ada alasan apapun. Setelah itu putus kontak.

Baru bertemu kembali lewat Facebook. Sekarang dia sudah berkeluarga dan terlihat bahagia dengan kehidupannya. Kami berhubungan baik, kadang say hello via messenger. Tidak sering sih karena saya memang tidak terlalu suka chit chat terutama dengan wanita.

Answered Apr 14, 2017
Anonymous

httmoN8c8kKUOO6nn5k8d_V7FWHjCwRL.jpg

via blogspot.com (FR)

Saya ingin mengapresiasi diri saya sendiri dengan tulisan ini, karena entah mengapa, pertanyaan ini akhirnya mengajak saya untuk menulis lagi, dan mengingat masa-masa kami saling bertukar tulisan. Ya, dia salah satu alasan mengapa saya menyukai sastra dan mulai menulis. Tulisan dia dulu begitu puitis, tulisan yang tidak akan pernah  habis, bukan karena nama saya dibawa-bawa dalam tulisan itu.  Tulisan ini juga sekaligus  menjadi pengingat, entahlah, mengingat apa.  Dan tulisan ini saya persebahkan untuk dia, yang  pesan terakhir di facebooknya mengatakan bahwa dia baik-baik saja.

Pertemuan kami sebenarnya biasa saja, kecuali dia yang saat itu sedang remuk hatinya, entahlah mengapa. Mungkin saya  juga sedang beruntung waktu itu, karena hadir di saat yang tepat mengusir kegalauannya. Entahlah, mungkin jika orang lain pula yang hadir saat itu, dia mungkin akan menerimanya juga. Dia kakak kelas satu tahun yang beda sekolah dengan saya, dan pertemuan kami bermula dari organisasi ekstra sekolah yang kami ikuti. Saya tergolong anak yang nekat. Prestasi akademik saya sebenarnya tidak buruk juga, tetapi tetap kurang pantas juga sebenarnya kata teman-teman saya. Apalagi jika bicara tampang,ahh sudahlah, mari kita cari topik lain. Dia sendiri  punya prestasi yang  mentereng, perempuan idaman laki-laki satu sekolah pikir saya. Dia jadi ketua OSIS  di SMP dan SMA tempat dia bersekolah. Jadi  jelas bahwa kami berbeda sekali. Tetapi yang namanya cinta, persetan logika. Saya sedang kalap saat itu dan entah jiwa mana yang  merasuki dia saat itu sehingga dia mau menerima saya. Tanggal 1 september. Ya waktu itu.

Masa pacaran kami saat itu adalah saat-saat yang setiap hari ingin saya ingat, saat persetan logika itu menjadi prinsip dan mengubur dalam-dalam pemikiran rasional menjadi hal-hal yang setiap hari kami tulis. Kami saling bertukar tulisan, mengatakan kekaguman kami masing-masing, dan hal-hal seperti itulah.  Dia adalah perempuan yang  mulai mengajak saya menulis. Dalam buku  harian merah mudanya itulah saya mulai menulis, meski tulisan saya tidak sebagus tulisannya. Buku harian yang bahkan tetap saya simpan  dan tetap saya lihat bahkan saya sedang menulis jawaban ini. Sebagai senior, banyak hal yang saya curi dari dia, dan kami saling bertukar banyak hal. dia bilang saya memotivasi, dan saya bilang dia menginspirasi. Seperti itulah masa lucu-lucuan yang indah itu.

Sebelum akhirnya  masa-masa tidak enak itu mulai muncul, masa yang tidak ingin kamu ingat, tetapi kamu harus tetap menulisnya. Perpisahan yang antiklimaks  dan mengharukan. Dia menyelesaikan SMAnya 1 tahun lebih dulu, dan melanjutkan kuliah di Jogjakarta. Salah satu moment yang tidak ingin saya ingat sebenarnya, moment perpisahan itu, sebelum dia pergi mengejar cita-citanya. Dengan surat yang diketik rapi terbungkus dalam amplop tanpa stempel. Curahan hatinya selama 1 tahun lebih yang mengharukan, diiringi rintik hujan dan lagu David Archuleta yang judulnya sudah saya lupa. Tulisan itu menjadi ucapan selamat tinggal katanya.

  saya baru setahun kemudian lulus dengan predikat yang  tidak berkesan. Saya akhirnya melanjutkan kuliah  di perguruan tinggi negeri  di daerah saya. jarak semakin jauh, dan dia kini semakin sibuk dengan kegiatan kampusnya. Kami sudah jarang berkomunikasi, tetap tetap bertanya kabar. Saya biasanya memulai lebih dahulu. Saya berusaha membangun hubungan yang baik. Setidaknya jika sudah tak ada peluang, kami tetap bisa berteman baik. Pesan facebooknya terakhir mengatakan kabarnya baik-baik saja. Kini,  Dia sudah sangat dekat dengan semua cita-citanya. Dengan semua tulisan-tulisan yang dulu sering kami tertawakan. Saya berharap yang terbaik untuk dia, untuk semua kegiatan akademik dan organisasinya, untuk kesehatannya, dan untuk kebutuhan dan keinginannya. Dia yang sampai akhir tulisan ini entah siapa namanya.

Salam.

Answered Apr 14, 2017
Resty Ine
Communication Science UNC

_8DnAsDjOw-2Cwc8izYfmU2pGOnhB5w4.jpg

via artikelpernikahan.com (FR)

Terima Kasih kepada saudara Gregorius yang telah meminta saya menjawab pertanyaan ini. Sebenarnya ini sedikit konyol menurut saya. Tapi setidaknya membuat saya untuk akhirnya menulis juga di Selasar.

Nama pacar pertama saya Rian. Kebetulan kemarin dia merayakan ulang tahunnya. Saya lupa yang ke berapa. Tapi tentu saja saya sempat menyelipkan namanya di doa pagi saya kemarin dan mengucapkan selamat kepadanya lewat facebook, karena memang itu satu-satunya cara saya bisa mengontak dia. 

Saya dan dia menjalin hubungan tidak lama.Mungkin sekitar 3 bulan.Mungkin. Saya sudah sedikit lupa. Karena itu sudah sekitar 5 tahun yang lalu. Awalnya kami berteman dekat sekali. Bahkan saya sering menjadi 'jembatan' surat cinta untuk pacar-pacarnya dulu (kami tinggal dalam lingkungan asrama yang tidak memperkenakan penggunaan alat elektronik jenis apapun, jadi surat adalah alternatif paling memungkinkan).Lu entah kenapa pada akhirnya saya tidak menjadi jembatannya lagi, dan naik status (#LOL)

Alasan kami putus juga sudah saya lupa.Mungkin saya merasa sudah tidak cocok lagi dengan gelar berpacaran yang kami berdua sandang karena terlalu dekat sebelumya.Seperti biasa, awal-awal putus pasti malu-malu.Apalagi kami sekelas dan sederat tempat duduk. Namun dia punya selera humor yang tinggi. Apalagi kami sekelas, dan sederet tempat duduk. Jadi, kemungkinan untuk tidak berkomunikasi satu sama lain sangat tidak mungkin. Tak lama setelah itu, hubungan kami kembali normal seperti awal-awal sebelum berpacaran. Masih sedekat dulu. Dan hal ini cukup membuat saya senang.Setidaknya kisah putus kami tidak setragis orang-orang yang pada akhirnya menjadi musuh. 

Kami jarang bertukar kabar seperti dulu. Mungkin karena sekarang punya kesibukan yang lebih menyibukkan lagi. Namun kelihatannya dia baik-baik saja. Bahkan sangat baik menurut saya jika dilihat dari foto-foto yang diupload di akun medsosnya. Saya berharap memang demikian.

Saya kira jika saya bercerita terlalu banyak. Dan ini membuat saya jadi ingat masa-masa SMA dulu. 

Oh iya, liburan kemarin saya sempat bertemu dengannya dan sempat jalan-jalan sedikit. Semoga saja liburan kali ini bisa bertemu lagi. (Just kidding)

 

Sekian dulu..

 

 

Answered Apr 14, 2017
Elfira Fernanda
Communication Science student, Journalist wannabe

D7Q8uBsM-aV-DHeAFqrPO7jxrGZYrsgo.jpg

via www.petacinta.com (ASAM)

Tentang masalah percintaan termasuk di dalamnya pacaran agak asing untuk saya. Hingga sekarang saat saya hampir menginjak usia kepala 2, saya baru sekali berpacaran. Itu pun terjadi waktu saya kelas 2 SMA. Yaah, setidaknya pernah kan ya?

Cerita cinta saya lumayan rumit. Agaknya seperti cerita cinta di film-film. Namanya Rian. Saya mengenalnya ketika baru pindah ke sekolah yang sama dengannya. Saya sangat senang pindah ke sekolah itu. Bukan karena dia, tapi karena cinta pertama saya juga bersekolah di sana. Cinta pertama itu saya rasakan sejak SMP. Jadi, kurang lebih sudah 5 tahun saya memendam rasa pada cinta pertama saya itu dan cinta pertama saya (saat itu) masih terus berlanjut.

Mantan pacar saya terkenal sebagai seorang playboy. Dia lumayan tampan, dengan lesung pipit yang hanya ada satu di sebelah kiri (saya menyukai lesung pipitnya karena sebuah novel yang pernah saya baca, di mana tokoh utamanya juga punya satu lesung pipit di sebelah kiri).

Pada awalnya saya sama sekali tidak punya perasaan apa-apa padanya. Karena saya masih berbunga-bunga dengan cinta pertama saya, saya sama sekali tidak melirik yang lain. Kami mulai menjadi dekat karena cinta pertama saya (yang adalah sahabat saya saat SMP) juga adalah teman baiknya sejak kecil. Mereka bersahabat sejak kecil, tinggal di lingkungan yang sama, sekolah di SD yang sama, SMP yang berbeda, dan kembali bersekolah di sekolah yang sama saat SMA.

Akhirnya dia menyatakan cintanya setelah satu bulan mengenal saya. Waktu itu yang sudah jelas akan saya lakukan adalah menolaknya karena saya waktu itu hanya menyukai cinta pertama saya. Namun berbeda 180° dari pikiran saya, saya menerima dia.

Saya menerima dia setelah merasa sangat sakit hati dengan cinta pertama saya. Cinta pertama saya ternyata sudah menduga bahwa saya akan menolak sahabat-sejak-kecilnya itu. Dia tahu sejak awal bahwa saya menyukainya dan sudah memendam rasa padanya selama ini, tapi dia tidak mengatakan apapun dan baru mengatakannya sekarang, bahwa dia tahu perasaan saya.

Saya yang sakit hati lalu menghubungi Rian dan mengatakan bahwa saya menerima dia. Kelihatannya dia seperti pelarian untuk saya. Awalnya memang demikian, namun setelah menjalaninya saya merasa nyaman. Dia yang terkenal sebagai playboy berusaha menyesuaikan diri dengan saya yang 'kolot' dengan hal-hal berpacaran. Pacaran pertama saya tidak terlalu buruk, bahkan bisa dikatakan penuh dengan kenangan indah. Dia bahkan belajar bermain gitar untuk saya (karena saya suka gitaris ^_^).

Sekarang kabarnya baik-baik saja (mungkin?). Hingga beberapa hari yang lalu kami masih saling berkomunikasi. Namun, karena beberapa alasan, sepertinya dia tidak akan menghubungi saya lagi dan saya rasa sebaiknya juga begitu.

Yang jelas saya selalu berharap yang terbaik untuknya.

Ah, dan saya rindu leluncon-leluconnya. :')

Answered Apr 15, 2017
Hartathy
penikmat senja & penikmat cintamu

cVuBJWgBJiAt6Mxw7L6mmVUCLHsknheS.jpg

Mantan pacar pertama ya, hm baiklah ini pertanyaan pertama dari Elfira Fernanda dan menjadi tulisan pertama saya di Selasar. Pacar pertama saya namanya Imin, nama yang cukup langka menurut saya jadi kecil kemungkinannya akan sama dengan orang lain.Tidak ada yang spesial dari cinta monyet itu hanya seperti orang kebanyakan bercanda,tertawa &  mengobrol tentang hal-hal yang tidak penting semuanya hanya melalui via SMS. Kami sering bertemu bukan karena saling merindukan tapi karena kami adalah tetangga. Hubungannya pun tidak berlangsung lama mungkin hanya 3 minggu (kalau saya tidak salah mengingat). Terakhir saya mengobrol dengannya melalui facebook sekitar setahun lalu dan kabarnya baik-baik saja. kami masih sempat bercanda dan tertawa bersama. Kalau saya pulang kerumah pun terkadang bertemu dan ketika bertemu pun hanya sekedar saling sapa dan senyum ala kadarnya.

Sekian dan terima kasih semoga tulisan tidak terlalu buruk :)

 

sumber gambar : ngegosip.com

Answered Apr 28, 2017
Quidora soera
saya menyukai dunia tulis menulis, terutama sastra.

Hmm, begitu membaca pertanyaan ini saya sempat kebingungan harus menjawab dengan awal yang bagaimana.
Karena saya bukanlah orang yang pandai menciptakan kalimat-kalimat ajaib untuk memikat pembaca. Terutama bacaan mengenai masa lalu saya.
langsung saja kalau begitu, seingat saya nama mantan pacar pertama saya Rey. Saya mengenalnya lewat seorang teman dekat saya waktu duduk dibangku SMP. Karena saat itu saya masih polos-polos bodoh (bisa dibilang begitu), yang ada dalam pikiran saya tentang PACAR adalah PASANGAN BICARA.
Kami menjalani hubungan sekitar 3 tahunan, hingga akhirnya dia harus menghembuskan nafas terakhirnya di salah satu rumah sakit di Kota Surabaya.

Answered May 23, 2017
Bagus DR
Seorang copywriter dan penulis konten.

ApLv8MoNLlGEN_4emTGzR87vxcfiwDRr.jpg

Tergelitik untuk ikut menjawab pertanyaan ini karena ternyata yang menjawab banyak juga.. haha..

Nama mantan pertama Anis namanya. Perubahan jalan hidupnya bisa dibilang semakin baik sejak tidak lagi bersama saya. Kami menjalani hubungan kurang lebih 4 tahun dan 2 tahun kemudian masih saling kontak. Setelah itu kami memutuskan untuk fokus dengan karir masing-masing. Tidak ada kontak sama sekali.

Ya, kata orang cinta pertama sulit dilupakan. Beberapa kali merasa kepo sudah sampai mana cerita dia. Dan sepertinya memang sudah jauh lebih "sukses" dibanding perjalanan saya. Meskipun sepertinya dia masih memilih untuk sendiri.

Answered May 24, 2017

Lela

Saya tak tahu lah

Answered Jan 12, 2018
Anonymous

Mantan pacar pertama saya..

Seorang kk kelas di masa kuliah. 

Ukuran yg terlambat untk berpacaran. Saya seorang yg minder. Tapi berkat dia saya merasa pantas untuk dicintai dan dihargai.

Sebenarnya hubungan kami sperti minyak dan air. Tidak ada kesamaan. Entahlah..tapi hubungan yg absurd namunnamun  sperti lukisan abstrak itu berjalan sampai 12 bulan, 

Ia sering menulis puisi untukku

Menyanyi untukku...

Ia membuatku merasa istimewa...

sampai akhirnya harus di akhiri dengan penuh emosi dan air mata. Mungkin karena terlalu muda dan ego masih terlalu tinggi.

Kabarnya sekarang..

Sangat baik, telah menikah dan memiliki seorang jagoan. 

Ketika kutanya nama anaknya, Ia menatapku lekat dan menyebut nama akhir panggilanku. Sekarang ia harus hidup dengan gaung namaku selamanya.

_yang pernah terlupakan_

Answered Jun 16, 2018

Mantan saya banyak kalau di sebut satu persatu agak capek sih nulis nya hahaahah oke lah kalo gitu di mulai dari UMI KALSUM tepat nya dia anak raya(dekat Siantar)itu cinta pertama saya(LDR)nembak pun saya Lewat akun media sosial di karena kan saya malu(maklum masih bocah) kami jadian pun lewat media sosial yang gak mungkin pernah di lupakan.

Yang kedua NISA ANNGUN tepat nya dia anak anak orang tuanya yang pasti. Dia tinggal di jalan benteng hilir(Percut Sei tuan).nembak dia pun lewat hp(baru kenalan lewat sebuah event dari sebuah organisasi anime Medan) awal kenal dia lucu lucu aneh.. ya di karenakan dia orangnya sangat sangat cuex dan sangat suka yang namanya Harajuku.saya suka Jepang karena dia dan panggilan dia harus pake nama jepang juga..kami melewati masa masa itu dengan gembira Namun setelah mau aniv 3 month dia minta putus lewat hp juga alasan dia mau fokuskan satu dulu

Mantan saya ketiga ZULRAINI YOLANDA (jujur sama mantan ini saya khilaf pacaran sama dia dah itu aja lah yang lainnya pada buruk semuanya

 

Mantan saya ke 4 namanya NURHAYATI SILALAHI (Adek kelas saya dan juga bekas mantan pacar kawan saya). Saya pacaran sama dia karena dia nyaman sama saya(selalu cerita sama saya). sebenarnya sih ini masih panjang jalan ceritanya

 

Mantan saya ke 5 namanya Shinta Kumala Sari (baru kenal udah dekat) ini Adek kelas saya juga tapi dia SMK orangnya Baek kali polos lagi...ini saya banyak melewati masa masa indah bersama oiya satu lagi ada yang mau di sampaikan saya kenal sama dia lewat acara bukber di sekolah dan ketika saya bertemu dengan dia lagi saya minta nomornya..jujur sama mantan ini sangat senang kali lah...ya tapi sayang dia udah punya suami

Jawabannya mungkin mereka bahagia dengan yang lain

Dst lah ntar di lanjutkan lagi

Answered Jun 28, 2018
Anonymous

Keju. Udah lost kontak

Answered Aug 20, 2018
Anonymous

Fajri

Answered Sep 8, 2018
Anonymous

Cipta adi prabowo

Answered Oct 12, 2018
Anonymous

Nama nya Adeline 

W putusin karena teman w suka sma ddia 

Comeback or no ?

Answered Apr 18, 2019

Question Overview


and 3 more
21 Followers
7847 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa lelucon terkait "jomblo", "jodoh", "galau", dan sejenisnya laku keras di Indonesia?

Bisakah kamu ceritakan proses pertemuan sampai menikah dengan pasanganmu?

Apa dan bagaimana cinta itu?

Kepada siapa kecenderungan waria memilih pasangannya?

Bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang sangat dicintai?

Lagu apa yang membuat Anda teringat pada mantan kekasih?

Bagaimana cara mendekati/PDKT dengan wanita yang benar?

Siapakah cinta pertama Anda?

Gejala apakah yang biasanya dialami oleh orang yang sedang jatuh cinta?

Seperti apa patah hati (broken heart) terhebat yang pernah Anda alami?

Apakah menyukai pria mapan lantas membuat perempuan menjadi materialistis (matre)?

Bagaimana cara menikmati cinta seseorang yang kita cintai?

Apa kata-kata yang disensor dalam percakapan tersebut? Apakah Anda setuju dengan pendapat wanita dalam gambar tersebut? Mengapa?

Bagaimana rasanya memiliki teman yang bersama Anda sejak TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi?

Bagaimana rasanya bersahabat dengan orang yang pernah mencintai pasangan kita?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan teman sepermainan?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan teman sekolah?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan teman kuliah?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan teman indekos?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan teman perjalanan wisata?

Siapa teman pertama Anda?

Siapa orang yang selalu setia menjadi tempat curhat Anda?

Menurut Anda, apa yang dapat dilakukan untuk menjaga silaturahmi dengan mantan?

Lagu apa yang mengingatkan Anda kepada mantan?

Pacaran rasa teman

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Apa yang membuatmu merasa bermakna dalam hidup?

Menurut Anda, bagaimana kualitas seorang artis atau selebritis di Indonesia dari segi moral?

Siapakah diri Anda?

Apa arti nama Anda?

Siapa kamu?

Apa hasil Myers-Briggs Type Indicator-mu ?

Bagaimana kepribadian mu pada hasil tes Myers-Birggs Type Indicator?