selasar-loader

Apa yang Anda rindukan ketika bulan Ramadhan?

Last Updated Apr 27, 2017

12 answers

Sort by Date | Votes
Annisa Sri Aulia Mutiara
Pecinta sepakbola. Penikmat sastra.

Banyak sekali hal yang saya rindukan ketika bulan Ramadhan. Salah satunya adalah saya merindukan waktu-waktu sahur dan buka puasa bersama keluarga. Rasanya sangat priceless. Waktu-waktu bersama keluarga selalu menjadi waktu-waktu terbaik dalam hidup saya. Terlebih, ketika Ramadhan tiba, waktu-waktu tersebut kian berarti. Kami biasanya sahur dan buka puasa bersama secara lesehan di ruang tengah. Sambil menonton TV, kami menikmati kebersamaan di Ramadhan kali itu.

Selain itu, saya juga merindukan saat-saat ketika shalat tarawih. Kebetulan, di samping rumah saya terdapat musholla keluarga yang biasa kami gunakan untuk shalat tarawih bersama. Rasanya sangat bahagia ketika pergi shalat tarawih dan dapat bertemu dengan saudara-saudara yang jarang kita temui. Di bulan-bulan biasanya, saya jarang sekali bertemu dan berkumpul dengan saudara-saudara saya, padahal rumah kami berdekatan. Hanya pada saat bulan Ramadhan lah kami dapat berkumpul bersama.

Terakhir, saya merindukan acara-acara reuni yang muncul bersamaan dengan datangnya bulan Ramadhan. Biasanya, ketika Ramadhan tiba, akan banyak acara buka puasa bersama dengan teman-teman lama, sekaligus reuni. Saya sangat senang karena di kesempatan kali itulah yang dapat benar-benar dimanfaatkan untuk kembali berkumpul dengan sahabat-sahabat saya, di tengah-tengah kesibukan kami.

Answered Apr 28, 2017
Afina Mahardhika
Indonesian Studies, University of Indonesia and avid Selasares.

Ada banyak hal yang saya rindukan!

TWd9LXQUam3WpJOYhPlGqmbEPGD18fg1.jpg

Iklan sirup Marjan! Tentu saja, iklan ini menjadi salah satu yang dinanti-nanti, bahkan kadang menjadi pengingat kalau sudah akan memasuki bulan Ramadhan. Cara penyajian iklannya yang dibuat dalam beberapa episode berhasil membuat saya penasaran dan menanti-nanti kelanjutan kisahnya.

3fIObsqt3Y4YjAOKMJ7QJ0UFzDfJnFnK.jpg

Ceramah sebelum dan sesudah buka puasa. Saat sebelum biasanya saya dan keluarga menyaksikan Prof. Quraish Shihab di televisi swasta. Kami suka sekali dengan ceramah tafsir beliau. Setelah salat maghrib biasanya saya dan bapak akan mengaji atau bapak akan memberi wejangan.

1aXaxDHeGcRggMMoWml3-1cmXl86DLvx.jpg

Mempersiapkan buka puasa juga menjadi momen yang hangat saat dilakukan bersama keluarga atau teman-teman. Dulu waktu Ibuk masih ada, kegiatan mempersiapkan buka ini menjadi momen yang paling saya tunggu. Menghabiskan sore bersama Ibuk dan kakak, hal yang membuat saya sangat rindu suasana Ramadhan!

gRjwsxW4-tGoUXrAANvMCGPNDsLSMe80.jpg

Salat tarawih di masjid. Di dekat rumah saya ada masjid besar, tetapi saya jarang salat di tempat tersebut. Saya dan keluarga saya lebih suka salat berjamaah di masjid yang cukup jauh dari rumah. Kadang saya berangkat ke masjid menaiki sepeda, waktu kecil justru lebih suka berjalan kaki bersama teman-teman kecil saya. Sering dijahili di jalan dengan dilempari petasan oleh anak laki-laki. Menyebalkan!

FE4Tc1TvX6onwqqx-NhRYBui_JqUjVEw.jpg

Terakhir, yang jelas, Ramadhan menjadi momen untuk berkaca pada diri sendiri. Kapan lagi ada bulan yang malamnya penuh dengan rohmat, bulan yang menjadikan tidur pun sebagai ibadah. Saya sangat rindu Ramadhan!

Answered Apr 28, 2017

Hasil gambar untuk bulan ramadhan

Saya rindu semua momen yang hanya ada dalam bulan Ramadan. Bulan Ramadan hanya ada satu tahun sekali dan saya berharap, saya bisa menjumpai lagi bulan Ramadan pada tahun ini. Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa. Semua umat manusia, khususnya umat muslim pasti bergembira menyambut bulan yang suci ini. Bulan Ramadan akan tiba beberapa bulan lagi, dan saya rasanya tak sabar ingin merasakan bulan Ramadan kembali.

Saya yakin setiap umat manusia pasti merindukan bulan Ramadan. Rindu untuk merasakan nikmatnya berbuka puasa, nikmatnya bangun pada jam dini hari untuk sahur, rindu melaksanakan tarawih berjamaah, dan tak kalah penting rindu ketika merayakan Hari Raya Idul Fitri. Di hari kemenangan ini, semua orang akan lebih bersuka cita karena akhirnya mereka berhasil menyelesaikan kewajibannya untuk puasa selama satu bulan. Dan yang tak kalah pentingnya adalah ketika momen kebersamaan dengan keluarga. Kita akan bersalaman-salaman dan saling meminta maaf satu sama lain sehingga kita berharap menjadi manusia yang "bersih".

Indahnya bulan Ramadan memang tidak pernah bisa tertandingi dengan bulan-bulan lain. Apalagi jika kita bisa menjalani bulan Ramadan bersama keluarga tercinta. Semoga kita semua diberikan umur panjang dan kesehatan sehingga kita semua dapat menjumpai dan melaksanakan kewajiban kita dengan baik ketika bulan Ramadan. Amin.

Gambar via ngadem.com

Answered Apr 29, 2017
Kartika Aprilia
Indonesian Literature, University of Indonesia.

hcisd7d01uGSnedaAcbw79EZuAdG8sTY.jpg

Bulan Ramadhan terjadi satu tahun sekali. Tidak heran jika orang banyak yang merindukannya. Saya termasuk dalam orang-orang yang merindukan bulan Ramadhan tersebut.

Hal yang membuat saya rindu adalah suasana Ramadhan yang ramai. Kebiasaan makan saur bersama keluarga, buka puasa bersama keluarga dan teman-teman, salat Tarawih, dan yang paling saya rindukan adalah jajanan sore bulan Ramadhan.

Anda semua pasti tahu bahwa ketika sore hari, pedagang makanan dan minuman banyak bertebaran di jalan-jalan selama bulan Ramadhan. Pedagang tersebut menjual banyak makanan, mulai dari kolak, es buah, gorengan, makanan berat, kue-kue, dan masih banyak lagi. Saking ramainya, pedagang makanan di bulan Ramadhan sering membuat jalanan macet.

Meski begitu, saya sangat merindukan saat-saat tersebut. Hal tersebut lah yang membuat suasana ngabuburit menjadi ramai dan seru.

 

Sumber gambar: bp.blogspot.com

Answered Apr 30, 2017
Febrina Rachmayanti
Literature and a touch of make-up

_zZHoVGemuxmwFl4EtCYrF3tmBPqIbx6.jpg

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Untuk semua orang, khususnya yang beragama Islam. Setiap bulan Ramadhan berlalu, pasti ada yang selalu saya rindukan, yaitu berkumpul bersama teman yang sudah lama tidak berjumpa.

Jika bulan Ramadhan tiba, pasti semua kelompok pertemanan langsung membuat janji masing-masing untuk sekadar buka bersama. Ada teman SD, SMP, SMA, kampus, belum lagi yang punya kelompok kegiatan lebih dari itu. Bulan Ramadhan itu berkah, maka dari itu kami berkumpul untuk bersyukur. Bersyukur akan umur yang masih bisa dipertemukan lagi di Ramadhan berikutnya, silaturahmi dengan kawan dan kerabat, kesehatan, dan rezeki. 

Bulan Ramadhan mempertemukan kami-kami yang sepanjang tahun sulit bertemu saking sibuknya. Acara seperti buka bersama akan banyak diadakan di sepanjang bulan Ramadhan. Hal tersebut membuat ketika bulan Ramadhan berakhir, biasanya saya akan bertemu dengan teman yang sulit membuat janji di Ramadhan berikutnya. 

 

sumber gambar : gaulfresh.com

Answered Apr 30, 2017

6oixB93-0ctf9esoSxCBoslYe98v1zEt.jpg

Suasananya tentu akan langsung terasa berbeda dibanding bulan lain. Kehangatannya terasa, rasa rindu terobati. Keluarga terasa semakin hangat karena selalu ada dua momen wajib tiap harinya yang mungkin diluar bulan Ramadan jarang terjadi, yaitu sahur dan buka puasa bersama. Interaksi dengan orang yang di luar bulan ramadan menjadi intens, karena akan bermunculan ide untuk berbuka puasa bersama dengan teman, sahabat, serta rekan. Semuanya terasa sangat bersahabat, karena kita sama-sama merasakan yang namanya puasa. Momen-momen tersebut akan selalu dirindukan karena hanya akan rutin terjadi di bulan Ramadan.

 

sumber gambar : blogspot.com

Answered Apr 30, 2017
Nauval El-Hessan
Quranic disciple

n-cfKW6fNzcj1an272_TdHoUAzIi0Blk.jpg

Hal yang paling saya rindukan dari bulan Ramadhan adalah suasananya yang susah untuk dijelaskan dengan kata-kata. Saya tidak tahu mengapa, mungkin juga dirasakan oleh semua orang. Ketika memasuki bulan Ramadhan, ada hal yang begitu terasa, yaitu suasana yang begitu damai di hati dan pikiran. Pagi dan siang hari di bulan Ramadhan memiliki ciri yang berbeda menurut saya. Paginya terasa lebih cerah daripada bulan-bulan yang lain. Siangnya, walaupun terik, tapi sinar matahari begitu bersahabat sehingga saya tidak terlalu merasakan dahaga meskipun saya beraktivitas berat di bawah sinar matahari.

Sore harinya, terasa bahwa angin segar berembus kencang walaupun pada waktu itu tidak ada angin sama sekali (mungkin efek psikologis menjelang buka puasa). Setelah buka puasa, malamnya pun meskipun ramai dengan suara petasan dan teriakan anak-anak, tetapi kesyahduannya tetap terjaga. Bahkan, ketika malam telah sunyi-senyap, tidak sesepi bulan-bulan yang lain; seolah keramaian tetap terjaga sebagaimana seperti di masjid (ramai, tapi terasa sepi, sepi tapi terasa ramai); suasana ini saya sebut dengan ketenangan dan kedamaian. Suasana seperti ini yang mungkin subjektif, tapi sangat saya rindukan di bulan Ramadhan.

 

sumber gambar : muslim.or.id

Answered Apr 30, 2017
Ahmad Djaelani
Direktur Eksekutif Tiksa Institute

d3dM9DMe86aEzEUspchRxlGUMjW3t4eL.jpg

Rindu saat perputaran uang lebih cepat dari pada jarum jam. Ekonomi masyarakat hidup dan berjalan.

 

Sumber gambar: bp.blogspot.com (KAM)

Answered May 1, 2017

s3w3oBpxnAMgcGHP2kUL-ZEqvUTIjnIT.jpg

Bulan Ramadhan, bagi setiap muslim bulan ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu, begitu juga saya yang merindukan bulan puasa. Karena bagi saya pribadi, suasana di bulan ramadhan itu berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Perbedaan itu tidak dapat saya jelaskan dengan kata-kata, tapi yang pasti di bulan ramadhan saya selalu merasa lebih damai hati dan pikiran saya dibandingkan dengan bulan-bulan lain.

Mencari takjil setiap sore hari menjelang berbuka, berkumpul dini hari bersama keluarga untuk santap saur, solat taraweh di masjid komplek dengan teman-teman komplek, merupakan beberapa hal yang saya rindukan dari bulan ramadhan.

Tapi yang benar-benar saya rindukan ialah berkumpul seluruh keluarga untuk berbuka puasa dan solat berjamaah magrib. Bapak, Ibu, Kakak, dan Adik saya. Karena sudah hampir 9 tahun saya sudah tidak bisa lagi merasakan hangatnya situasi berbuka puasa lengkap dengan seluruh anggota keluarga saya. Itulah yang paling saya rindukan, dan saya berharap suatu saat nanti akan kembali bisa merasakan berbuka dan solat berjamaah bersama seluruh anggota keluarga saya dengan lengkap.

Answered May 1, 2017
Siti Nurhikmah
a journalism student

ytgnkukK7OK7cRd8zLaRi2tsoJkvmrlW.jpg

via ophizaidah.com

Banyak hal yang saya rindukan  ketika memasuki Bulan Ramadhan, suasana berbuka puasa bersama, sahur, ngabuburit, makanan-makanan yang hanya ada di bulan Ramadhan, dsb. Namun, ada satu hal yang paling saya rindukan, dan sudah tidak pernah dilaksanakan lagi selama delapan tahun belakangan ini.

Saya sangat merindukan suasana shalat berjamaah dan mengaji bersama keluarga. 

Sejak ayah meninggal delapan tahun lalu, saya dan keluarga, kehilangan sosok yang tegas dan disiplin dalam melaksanakan shalat dan puasa. Beliau adalah sosok yang tegas dalam menyuruh anak-anaknya melaksanakan shalat. Jika kami belum melaksanakan shalat wajib dan beliau sudah sampai di rumah, maka siap-siaplah kami dimarahi olehnya. 

Pernah suatu kali, beliau tiba-tiba pulang cepat ke rumah pada siang hari. Saya langsung tahu beliau pulang cepat dari suara motornya yang khas. Teringat belum melaksanakan shalat sedari tadi, saya langsung bergegas mengambil air wudhu agar tidak mendapat teguran darinya. Saya langsung memulai shalat. 

Selesai shalat, ia bertanya, shalat apa yang saya kerjakan tadi. Berhubung waktu itu siang, saya bilang shalat dzuhur. Lalu, beliau tertawa kencang. Saya heran, mengapa saya justru mendapat tawa yang keras, bukan teguran karena baru melaksanakan shalat. Ia pun menunjukan jam tangannya. Ternyata, saya shalat dzuhur di jam 11 pagi. Bahkan, suara adzan pun belum berkumandang pada saat itu. Setakut itu saya mendapat omelan beliau bila belum melaksanakan shalat. 

Pada bulan Ramadhan, kami biasanya melaksanakan shalat maghrib, tarawih, Isya, dan subuh secara berjamaah. Begitu pun dengan mengaji yang selalu kami lakukan sehabis shalat subuh. Saya merindukan suasana itu. Kerinduan yang jauh lebih besar daripada sekadar ngabuburit, buka puasa bersama teman-teman, dan sahur bersama. 

Answered May 1, 2017
Ahmad Fikri Arief Rasyid
Mahasiswa Fakultas Hukum UGM | Bukan Peserta Rumah Kepemimpinan

wydvnPyoAYYxWhe4Ak-09hDdfFxA2Fuq.jpg

Jujur saja saya sangat merindukan suasana Ramadhan ketika saya masih kecil.

Mulai dari subuhnya, saya rindu ketika saya dibangunkan ibu saya untuk sahur bersama keluarga kecil saya dan setelah sahur saya pergi bersama teman-teman saya untuk salat subuh berjamaah di masjid. Setelah salat subuh, kami tidak langsung pulang ke rumah, tapi jalan subuh santai mengitari kecamatan tempat kami tinggal.

Sehabis pulang jalan subuh santai, kami pulang ke rumah masing-masing. Ketika sore tiba kami, kami biasanya ngabuburit dengan cara berkumpul untuk bercerita tentang apa saja yang kami anggap menarik hari itu atau sekedar bermain di rental Playstation. Menjelang maghrib, kami biasanya langsung pergi ke pasar kaget yang menjual berbagai jajanan dan hidangan untuk berbuka puasa.

Setelah berbuka puasa, kamipun pergi bersama ke masjid untuk salat tarawih tak lupa dengan membawa buku agenda ramadhan yang nantinya diisi dengan ceramah dan tandatangan ustadz yang mengisi ceramah hari itu. Begitulah kegiatan yang saya dan teman-teman saya lakukan ketika ramadhan saat saya kecil sampai beranjak remaja.

Saya rindu dengan suasana hangatnya Ramadhan, saya rindu buka puasa bersama di mesjid, saya rindu sahur bersama keluarga, saya rindu pasar kaget yang menjual hidangan untuk berbuka puasa, saya rindu ketika saya dan teman-teman saya malah main petasan ketika orang lain sedang salat tarawih, saya rindu sinetron-sinetron yang hadir khusus di bulan Ramadhan, saya rindu iklan-iklan yang hanya ada di bulan Ramadhan, saya rindu ketika saya baru belajar bagaimana cara berpuasa seharian, saya rindu suasana takbiran, dan lain-lain.

Sekarang semuanya sudah berangsur-angsur menghilang, teman saya sudah mulai berpencar dan menjalani hidupnya masing-masing dan saya pribadi sedang merantau ke kota orang untuk menempuh pendidikan yang otomatis membuat saya jauh dari keluarga saya.

Ah, tak disangka waktu itu berjalan cepat sekali, ya.....

Answered May 1, 2017

Rasanya sangat bahagia ketika pergi shalat tarawih dan dapat bertemu dengan saudara-saudara yang jarang kita temui. bullet force apk.

Answered Sep 6, 2019

Question Overview


13 Followers
1505 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa pengalaman terburuk yang pernah Anda alami seumur hidup?

Apa pengalaman terbaik/terindah yang pernah Anda alami sepanjang hidup Anda?

Bagaimana cara Anda meniti karier dari bawah sampai ke puncak?

Bagaimana rasanya ditipu/difitnah/dizalimi oleh orang lain?

Apa hal yang paling berbahaya/berisiko yang pernah Anda lakukan?

Apa pengalaman yang paling mengesankan selama hidup Anda?

Apa cerita nyata yang Anda alami tapi banyak orang tidak percaya?

Apa cerita hebat mengenai orang tua Anda yang akan ceritakan ke anak Anda?

Apa pengalaman kehidupan yang paling berkesan dalam diri Anda?

Apa hal paling menyedihkan yang pernah Anda dengar, baca, dan lihat?

Siapa yang paling menginspirasi hidup Anda?

Apa cerita yang paling menginspirasi dan mengubah hidup Anda?

Novel apa yang paling menginspirasi dalam hidup Anda hingga mengubah hidup Anda?

Apa kegagalan-kegagalan terbesar dalam hidup Anda?

Apa film yang paling menginspirasi dan mengubah hidup Anda?

Siapakah tokoh olahraga Indonesia paling menginspirasi?

Siapakah tokoh olahraga dunia yang paling menginspirasi?

Siapa di antara anggota keluarga besar Anda yang memiliki prestasi paling mengesankan?

Apa 10 pengalaman yang harus dijalani selama hidup?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

Apakah Tuhan perlu dibela?

Apakah Syiah bukan Islam?

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Apa yang dimaksud dengan munafik?

Apa yang dimaksud dengan halal?

Apa yang dimaksud dengan haram?

Apa yang dimaksud dengan mubah?

Mengapa Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail sendirian di Mekah?

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?