selasar-loader

Siapa Guru SMA paling favorit Anda dan mengapa beliau begitu mengesankan Anda?

Last Updated Nov 23, 2016

Setiap kita pernah SMA. Disamping punya kisah kasih di sekolah, kita pasti punya Guru Guru yang favorit yang inspiratif.  Ada yang guru Sejarah, Guru Kimia, Fisika, Bahasa atau olahraga dan Agama. Pelajaran yang ia ajarkan. Hikmah dan nasehat yang pernah beliau sampaikan.

Siapakah guru SMA kamu kamu yang paling berkesan tersebut?

21 answers

Sort by Date | Votes
x y
Tukang Nujum Cabul

Hasil gambar untuk guru fisika

Sumber gambar: https://pbs.twimg.com/profile_images/1612169640/guru-indonesia_400x400.gif (SUM)

Melewati sekian banyak sekolah sebagai murid dan sempat sebagai guru, seorang guru yang amat berkesan bagi saya adalah guru Fisika, yaitu Bapak M. Pandjaitan.

Beliau adalah orang yang menginspirasi ketertarikan saya terhadap Fisika dan bagaimana Fisika bukan hanya kumpulan rumus atas fenomena abstrak di atas kertas, melainkan sebuah usaha untuk memahami mekanisme kerja sebuah proses. Bersama beliau, murid-murid diajak untuk memikirkan bagaimana satu fenomena dapat dimodelkan dengan berbagai rumus dan bagaimana rumus-rumus yang berbeda ini dapat menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Kemudian, kami akan mendiskusikan rumus yang lebih tepat dipakai untuk konteks tertentu dan menentukan asumsi yang bermanfaat untuk melengkapi informasi yang tidak sempurna dalam persoalan yang diberikan. 

Bersama beliau, pelajaran Fisika terasa sebagai kunjungan dalam sebuah museum pengetahuan dan bukan sebagai usaha bodoh untuk menghafal rumus yang akan dipakai dalam ujian. 

Answered Nov 23, 2016
Miftah Sabri
Pendiri dan CEO Selasar

Hasil gambar untuk IBU GURUANIMASI

Sumber gambar: http://3.bp.blogspot.com/-lewUxMiA6JQ/VSqsocbxYqI/AAAAAAAAI6A/4vBMtSiO8pM/s1600/gambar%2Bguru%2Bhitam%2Bputih%2B-%2Bwww.mewarnaigambar.web.id.jpg (SUM)

Namanya adalah Buk Tri, Tri Elvi Hendri.

Beliau adalah seorang guru Kimia.

Yang tidak terlupakan adalah Buk Tri mengajarkan filsafat "asam basa" kehidupan di kelas satu  dengan lakmus merah dan lakmus birunya. "Hidup ini jangan terlalu asam (ke satu-satuan) atau terlalu basa (ke empat belas-empat belasan). Selalulah seimbang. Seimbang dunia, seimbang akhirat. Seimbang IMTAQ seimbang IPTEK." Buk Tri selalu mendorong anak-anak muridnya untuk menghafal Alquran juga.

Soal hidup seimbang tidak asam tidak basa agak menarik. Suatu ketika selepas lulus, beliau pernah mengatakan, "Ibuk caliak caliak, dari sado murid sepanjang nan lulus, nan santiang santiang, pasti hafalan Alquran nyo banyak pulo" yang artinya,

"Ibu perhatikan, dari semua murid-murid yang sudah lulus, yang pintar-pintar, berprestasi di bidang sains hapalannya banyak juga. Jadi menghapal Alquran melatih utak untuk fokus," kata beliau. Agak masuk ke kepala saya kesimpulan Buk Tri Kala itu.

Beliau belum menikah saat masih mengajar kami dan terlambat menikah memang. Jadi, terkenal duitnya banyak karena hemat dan rajin menabung. Dari tabungannya, Buk Tri punya hobi naik haji. Buk Tri tercatat berkali-kali berangkat haji. Saat itu, belum ada sistem kuota seperti sekarang. Buk Tri mengidap al haramain addiction. Sekarang, karena sudah dibatasi, hobinya berganti menjadi hobi umrah. Beliau selalu bierkata kepada kami, "Kalian nanti naik haji kalau masih muda-muda, jangan pas sudah tua. Di Arab, orang muda-muda naik haji. Juga di Jawa." Saya masih merekam nasihat ini. 

Saya mendapat kehormatan di-coach langsung secara pribadi oleh beliau. Saya, Sri Anggraeni, dan Sutia Handayani berhasil memenangkan lomba Kimia di tingkat provinsi dan sebagai kali pertamanya untuk sekolah itu, yaitu dalam acara Cerdas Cermat Kimia. Sri sekarang dokter dan Ani alias Denok alias Sutia Handayani lulusan Ilmu Komputer UI yang sekarang menjadi sosok penting di BPK RI. Lomba bergengsi akhirnya menjadi awal untuk sekolah kami mendapatkan juara-juara itu dengan mudah oleh junior-junior kami selanjutnya. Senang dan bangga sekali Buk Tri kala itu. Saya ingat, kami naik mobil travel ke Padang dan pulang membawa piala. Namun, yang lebih fenomenal dari Buk Tri adalah piciak-nya (cubitannya). Buk Tri punya tradisi piciak alias cubit yang melegenda.

Begini ceritanya. Di SMA kami, ada semacam tradisi (entah sekarang masih ada atau tidak), guru Kimia itu membimbing dari kelas satu, dua, dan tiga. Jadi, kami akan tiga tahun bersama beliau. Bahkan, cukup banyak kejadian (pada batas tertentu) siswa merasa lebih dekat dengan guru Kimianya daripada wali kelasnya. Bayangkan, jika kami dapat seorang guru selama tiga tahun yang doyan mencubit, betapa tak terlupakannya.

Buk Tri punya tradisi SISWA DILARANG MENCATAT di buku catatan materi pelajaran hari itu. Harus di buku coret-coret. Di pertemuan selanjutnya, materi sebelumnya itu dikumpulkan untuk diperiksa, atau Buk Tri kan berkeliling meja satu persatu memeriksa catatan tersebut. Ini saat yang cukup mendebarkan. Siapa yang tidak lengkap, tidak rapi, asal-asalan, dan tidak sesuai standar Buk Tri, akan kena piciak.

Ada kejadian menarik. Seorang siswa super rajin, namanya Sri Anggraeni. Dia anak rajin dan pintar. Hanya dia yang bisa sesekali merebut tahta juara umum dari saya (ketika saya mungkin bosan). Sri memegang rekor nol sehingga tidak pernah dicubit Buk Tri. Akhirnya, waktu itu ia kena piciak (cubit) juga. Apa sebabnya? Sri ketahuan meminjamkan catatannya pada Wilson Titof. Titof menyalin 100 persen catatan Sri ini. Nah, dasar ini Ibuk Tri super teliti, catatan Titof pun dianggap plagiat. Whats?? Plagiat catatan! Mungkin Titof kurang cerdas untuk memparafrase atau menggeser urutan-urutan dalam salinannya. Jadilah Sri pun kena piciak dan Titof kena piciak plus-plus. Disetrap berdiri di depan kelas. Sri sekarang jadi Dokter Spesialis Penyakit Dalam jebolan FK Unand dan bertugas di RSUD Padangpanjang. Sementara Dr. Wilson Titof juga menjadi dokter serta punya klinik top di Cikampek. Ia lulusan Kedokteran FK UGM.

Lain hal dengan Hafiz Yunadi (lulusan teknik material ITB). Dia kena piciak karena catatannya terlalu lengkap dan berlebih. Entah dari mana pula Hafiz dapat ilham sehingga dia mencatat pelajaran yang baru akan diajarkan di pertemuan selanjutnya. Mungkin Hafiz, biasa kami panggil "Katik" berbakat menjadi cenayang yang tahu kejadian-kejadian masa depan. Dia akhirnya kena piciak. Sekarang, Hafiz menjadi suami dari Dr. Sri Anggraeni.

Soal piciak-mamiciak alias cubit-mencubit ini, di saat akhir-akhir masa pensiun, kami pernah bertemu beliau dan beliau mengatakan,

"Indak ado kini piciak piciak lai doh, masuak pinjaro kini guru mamiciak"

'Sekarang tidak ada lagi cubit-mencubit, masuk penjara kalau guru mencubit'

"Maafkan ibuk yo, kalau dulu kalian dandam ibuk piciak"

'Maafkan Ibuk kalau dulu kalian dendam Ibuk cubit'

Bagi saya, atau setidaknya bagi angkatan kami (saya lulus hampir 15 tahun yang lalu), dicubit Ibuk Tri suatu kebanggaan. Dan memang terbukti cubitan itu sampai mengantarkan kami ke UI, ITB, UGM, bahkan adik kelas kami sudah ada yang sampai ke MIT segala, dan menang olimpiade di tingkat dunia. Entahlah, zaman sekarang berubah. Membaca berita guru dipolisikan siswa itu suatu yang aneh. Ilmu keseimbangan hidup justru saya dapatkan dari seorang Buk Tri, Guru Kimia tukang Piciak. Terima kasih, Buk.

Beberapa waktu yang lalu, alhamdulillah saya sempat bertemu beliau. Beliau bercerita sudah pensiun tetapi masih memberi les ke anak-anak di rumah. "Honor les bisa pambali balanjo ka surau di hari tuo 'untuk beli jajan ke surau di hari tua'. Sembari menitip pesan, tolonglah sampaikan ke kepala sekolah. Ibuk masih mau mengajar. Tidak apa-apa tidak dibayar. Kalau tidak bisa mengajar di kelas, memberi bimbingan kepada kelompok siswa...(more)

Answered Nov 23, 2016
Armedianto Putra St Rky Mulia
DBM MNC Sky Vision ( MNC Group )

Picture133.jpg

Sumber gambar: http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2013/05/kartun-orang-dan-tanda-tanya.jpg (SUM)

Drs. Elfan, bapak yang elegan penuh dedikasi dan mengajarkan saya menjadi pribadi yang jantan, bertanggung jawab, serta dedikasi tinggi.

Saya sering kena marah, kena gampar bahkan tendangan, tetapi kalo tidak dididik dengan keras, mungkin saya tidak akan menyelesaikan pendidikan bahkan juga masuk ke dunia kerja.

Dia bilang, "Waang anak murik den nan indak palawan, padahal mada, tiok hari kanai berangan bahkan den tampa, baa kok ndak sakik hati atau berang waang samo den?

Its so simple." Pak, dengan Bapak tampar satu persatu, saraf saya yang tidur menjadi bangun dan bekerja hehe.

Teima Kasih, Pak.

Answered Nov 23, 2016
Banu Muhammad
pembelajar, alumni FEUI

Hasil gambar untuk guru kimia

Sumber gambar: http://4.bp.blogspot.com/-O1l8ZWCM8sU/VMwN092K_OI/AAAAAAAABaY/5E8HWnD5JpM/s1600/lab%2Bkimia.jpg (SUM)

Pak Wahyudi, almarhum.

Beliau adalah guru Kimia saya yang mengajarkan Kimia dengan sangat indah sehingga membuat saya bisa mengimajinasikan sesuatu yang "gaib". Gaib di sini artinya adalah tidak terlihat dan tidak ada yang bisa melihat inti atom dan sebagainya. Akan tetapi, sesuatu yang gaib itu bisa dirasakan, dihayati, dan dihitung 

Answered Nov 23, 2016
Niko Efriza
Mendidik warga negara agar tau hak dan kewajibannya

Hasil gambar untuk guru olahraga

Sumber gambar: http://cdn2.tstatic.net/kupang/foto/bank/images/Guru-Olahraga.jpg (SUM)

 

Pak Muhammad Khairul. 

Beliau adalah guru olahraga, pelatih pencak silat, teman ngobrol, pembina osis, dan orang yang sering mentraktir saya makan ketika SMA. Panjang jika menggambarkan sosoknya. Yang pasti ia adalah mantan atlet dan olahragawan yang sportif. Ada tiga momen yang tidak terlupakan bagi saya tentang dirinya.

Pertama, saat dia memarahi TU yang mengancam saya tidak bisa ikut ujian semester lantaran belum bayar SPP. Ia berkata, "Nico itu nahan malu setiap lo tagih. Menurut lo, kalau ia punya uang, dia akan pilih bayar apa pilih malu?" Akhirnya ia bilang kepadaku, jika sampai hari ujian saya tidak bayar, ia yang akan jadi jaminan untuk pembayaran tersebut. Saat itu, sumpah rasanya saya malu bercampur senang. Senang karena bisa ujian, malu karena 60.000 X 3 bulan aja saya tak mampu.

Kedua, saat ia mempercayai saya menjadi manajer tim pencak silat SMA 1 Gunung Putri dalam mengikuti PORKAB Bogor padahal ketika itu, saya baru kelas XI SMA yang juga ikut bertanding.

Ketiga, saat dia memarahi TU didepan saya untuk sekian kalinya. Saat itu, saya baru selesai latihan pencak silat dan saat minum di ruang guru, ada seorang guru yang sedang menempel nama untuk meja guru yang baru. Sekolah saya baru didirikan dan saya adalah siswa angkatan pertama yang ketika itu, kapasitas meja untuk guru belum cukup. Nah, ternyata yang dinamai hanya guru PNS sedanglan yang honorer tidak dinamai.

Pak Muhammad Khairul yang juga seorang PNS, lagi-lagi mengamuk karena menurutnya perlakuan itu tidak adil karena hanya guru PNS yang dapat meja sedangkan guru honor tidak.Ia berkata, "Emang kalau PNS hebat banget ya, sampai harus mengecilkan yang honor, PNS sih PNS, masuk surga juga belum tentu." Seketika iitu, ibu-ibu TU pun menangis walaupun ia tahu bahwa Pak Khai tidak memarahinya secara personal karena ia pun hanya diperintah oleh Kepsek.

Itulah guru favorit saya.

Answered Nov 23, 2016

Hasil gambar untuk ibu guru

Sumber gambar: http://3.bp.blogspot.com/-Qr0CSRSISJw/T8daDtGcRAI/AAAAAAAAAFU/eLVZeCd-xHc/s1600/Ibu-Guru-Selamat-Ultah-Karikatur-AlfyoriCom.jpg (SUM)

 

Ibu Tri Elfi Hendri.

Beliau adalah nama guru favorit saya ketika bersekolah di Kampus Biru SMA 1 Padangpanjang. Secara fakta, sebenarnya agak aneh menjadikan beliau sebagai guru favorit karena sepanjang menjadi murid beliau, saya sangat sering mendapat hukuman, hukuman yang bikin sakit dan bahkan membekas. Akan tetapi, entah kenapa beliau mengambil tempat khusus di hati saya.

Sesuatu yang disampakan dari hati akan sampai ke hati. Itu yang dapat saya maknai dari sosok beliau dalam semua aktivitasnya mengajar kami. Beliau juga seorang guru yang bersikap totalitas. Semua cara, semua metode, dan semua pemisalan akan beliau pakai untuk berusaha memberi pemahaman kepada kami terhadap mata pelajaran yang beliau berikan, yang memang suatu mata pelajaran yang sulit bagi sebagian orang, yaitu Kimia. Pada awalnya, mata pelajaran itu juga sulit bagi saya tetapi kemudain saya dapat menikmatinya. Terlalu banyak cuplikan momen selama berinteraksi dengan beliau ketika SMA bahkan sampai sekarang untuk menobatkan beliau sebagai guru favorit, saya akan ceritakan yang terbaik di antara semua nilai baik yang dimilikinya.

Beliau adalah motivator, setidaknya bagi saya. Saya adalah murid juara umum selama SD hingga SMP di kampung saya. Ketika saya masuk ke SMA dengan peringkat sekolah terbaik se-Sumatera Barat, dan masuk kelas unggulan pula, saya kaget karena kebanyakan anak-anak lain juga pernah menjadi juara di SMP masing-masing. Di kelas 1 selama dua semester, mata pelajaran yang penting bagi anak IPA adalah Matematika dan Fisika dan saya lulus dengan cara "ngesot", yaitu dengan remedial. Menyakitkan untuk anak yang pernah lama menikmati predikat juara umum. Akan tetapi, begitulah faktanya.

Sementara itu, dalam mata pelajaran yang beliau ajarkan, yaitu Kimia, saya lulus dengan nilai sangat pas-pasan. "Lapeh makan," kata orang kampung kami. Akan tetapi, entah dapat ilham dan bisikan dari mana, beliau menganggap saya berpotensi di bidang Kimia. Saya pun dipersilakan oleh beliau untuk ikut kelas pelatihan olimpiade Kimia, yang waktu itu dilatih oleh beliau sendiri dan juga dosen dari Unand dan UNP. Saat itu, saya bersama empat orang yang memang berbakat di bidang Kimia, yaitu Arinaldo Adma, Anggra Pramana, Ihsan Fatrian, dan Wenni Gustiana serta beberapa teman yang lain.

Selama satu semester, saya mengikuti kelas pelatihan itu dan selama itu pula, hampir tidak ada yang dapat saya pahami. Akan tetapi, beliau tetap meminta saya mengikuti lomba. Lomba Kimia pertama yang saya ikuti ketika kelas II, yaitu lomba perorangan Kimia di UNP tetapi gagal total karena pada tahap penyisihan, saya sudah tersingkir. Dalam lomba kedua di penghujung kelas II, saya mendapat kesempatan lagi olimpide Kimia tingkat Kota Padangpanjang, yang juga gagal total karena tidak lolos pada tahap penyisihan. Yang lebih menyakitkan, dari lima orang utusan sekolah kami, hanya saya saja yang tidak lolos sedangkan empat lainnya, yang namanya saya sebut di atas lolos sampai tingkat provinsi bahkan nasional. Karena hal ini, saya mendapat hukuman cubit sakti dari beliau yang nantinya akan saya ceritakan. Akan tetapi, ketika saya kelas tiga, "pintu cahaya" mulai terbuka. Karena izin Allah dan motivasi beliau, saya akhirnya bisa "mencicipi" rasanya menjadi juara 1 lomba Kimia perorangan tingkat Sumbar yang mengalahkan empat orang yang lebih dijagokan menjadi juara dari sekolah kami, yaitu juara 3 Lomba Cerdas Cermat Kimia tingkat Sumbar dan menjadi finalis lomba Kimia perorangan se-Sumatera.

Beliau pamiciak. Siapa pun yang pernah diajar beliau, kalau ditanya satu kata tentang Bu Tri, pasti jawabannya, pamiciak (suka mencubit). Semuanya akan sepakat. Walaupun cubitan beliau itu sakitnya "minta ampun" dan titiknya semua sama, yaitu di kulit lengan bagian bawah, saya jamin takkan seorang pun yang dendam pada beliau. Justru, cubitan itu adalah tanda sayang beliau bagi saya. Saya adalah pemegang rekor kena cubit di kelas kami tetapi saya nikmati.


Ada banyak kondisi murid beliau akan kena cubitan sakti itu. Pertama, kalau beliau sedang mengajar, kita tidak boleh langsung menulisnya di buku catatan. Apa yang beliau sampaikan harus dibuat di coretan dahulu kemudian ketika di asrama, coretan itu dipindahkan ke dalam buku catatan. Kedua, kalau coretan pelajaran pertemuan sebelumnya belum juga disalin ke buku catatan sebelum pertemuan berikutnya, ketika beliau melakukan sidak, dijamin ia akan mendapat cubitan. Repot kan? Tetapi belakangan ini, semua tahu hikmahnya.

Ketiga, kalau tulisannya jelek, ia akan mendapat hukuman. Ini sangat subjektif sebenarnya karena waktu itu, ada kawan saya yang tulisannya jelek tetapi ia aman (teman sekamar, namanya mirip dengan saya, sekarang jadi dokter) karena bagus di mata Bu Tri. Akan tetapi, saya yang tulisan bagus, menurut saya, sering mendapat cubit karena jelek menurut beliau. Oleh sebaab itu, setiap saya memindahkan coretan ke buku catatan, terpaksa saya menulisnya agak pelan sehingga akan terlihat bagus di hadapan beliau walaupun hasilnya tetap jelek.

Keempat, anak-anak akan mendapat cubit ketika beliau sedang kesal. Yang ini undefined condition, 'tidak terdefinisi' karena terlalu banyak faktor yang mempengaruhinya. Saya pernah dicubit beliau gara-gara tidak lolos olimpiade Kimia padahal hanya tingkat kota saja. Di lain waktu, ketika lolos ke final lomba Kimia se-Sumatera Barat pun saya tetap mendapat cubit. Kala itu, saya lolos ke final lomba Kimia di urutan 7 dari 10 sedangkan empat peserta lain dari sekolah kami masuk final urutan 1,2,3 dan 5. Ketika itu, beliau kesal, apalagi beliau tahu penyebab saya di urutan 7. Oleh sebab itu, dapatlah saya combo piciak. Pada akhirnya, di putaran final, saya malah mendapat juara 1, yang mungkin ada hubungannya dengan mantra piciak beliau.

Terakhir kali, beliau sangat perhatian...(more)

Answered Nov 24, 2016
Arfi Bambani
Tak ada Guru Silat, yang ada Tua Silat. Pesilat belajar sampai akhir hayat.

No Smoke at SMA N 1 Padang

Sumber gambar via AB

Pak AG, begitu kami memanggilnya berdasarkan singkatan namanya. Beliau mengajar Sosiologi atau IPS secara umum. Namun, yang membuat saya terkesan dengan beliau adalah pendekatan berkawannya kepada siswa.

Beliau adalah guru pembimbing siswa Pecinta Alam. Sebuah ekstrakurikuler yang kerap diasosiasikan kumpulan anak-anak berandal di sekolah kami. Pak AG mungkin paham karena mendalami Sosiologi, konflik atau energi harus disalurkan. Sispala adalah saluran energi bagi siswa-siswa yang kelebihan energi.

"Betul apa betul?" Itu ujaran yang sering diulang Pak AG setiap kali memberi pengarahan. 

Pak AG juga yang kerap membela para siswa pecinta alam ini untuk tetap beraktivitas di alam. Kerap kali, dia langsung yang turun ke lapangan mengawasi kami. Jadilah kami siswa-siswa yang punya rasa percaya diri tinggi. Saya pribadi merasa, momen-momen saat aktif di Sispala inilah yang meletakkan dasar percaya diri saya saat ini.

Di masa saya jadi pengurus, Sispala kami menjadi juara umum se-Sumatera saat ada kejuaraan lintas alam yang menempuh jarak lebih dari 60 kilometer. Dan untuk dicatat, kami mengalahkan semua kelompok pecinta alam, termasuk kelompok mahasiswa pecinta alam.

Anggota-anggota Sispala ini, meski kebanyakan tak begitu mencolok secara akademik saat sekolah karena lebih banyak punya kegiatan di luar, saat ini alumninya rata-rata sukses di bidangnya sendiri. Rata-rata berkarier atau memiliki usaha yang tak jauh-jauh dari alam, apakah itu event organizer, insinyur pertambangan, atau wartawan seperti saya. Kami melanglang buana ke mana saja.

Sayang sekali, ketika kepala sekolah berganti, saat saya sudah lulus sekolah, Sispala ini dibekukan. Kini Sispala bergerak di luar sekolah yang tentu saja berarti sekolah membiarkan "kanalisasi" berlangsung di luar sekolah alias tak bisa diawasi.

Sekolah-sekolah jelas membutuhkan figur seperti Pak AG ini. "Betul apa betul?"

Answered Nov 26, 2016

Hasil gambar untuk guru matematika

Sumber gambar via http://ujiansma.com/ (SUM)

Mr. Tari Horan, guru Matematika saya.

Answered Nov 30, 2016
Nurul Aldha
Bebas Merdeka Jadi Apapun yang disuka

Hasil gambar untuk GURU

Kak Aulia Ichwan.

Wah di tengah rumitnya soal SPMB, seorang kakak tampan mampu mengalihkan dunia para remaja. Seseorang inspiratif yang sudah tergolong sukses dengan kariernya sebagai Insinyur Teknik Elektro yang bekerja di salah satu provider komunikasi tapi masih menyempatkan diri mengajar Matematika di bimbingan belajar yang mungkin gajinya tak seberapa dibandingkan pekerjaannya. 

Waktu istirahatnya Sabtu dan Minggu malah dipakai untuk membantu  memahami Matematika. Walaupun kebanyakan siswinya salah fokus dan mulai berkhayal  yang aneh-aneh. Setiap kelas Kak Aul (begitu dia dipanggil) pasti ramai yang belajar. Dan ketika Kak Aul berhalangan hadir, penonton pun kecewa. 

Cara mengajar si kakak pun jelas dan terperinci. Tipikal guru yang berusaha sebaik-baiknya menjelaskan walaupun dia agak kurang peduli muridnya ngerti atau tidak. Tapi selalu ada waktu untuk diskusi membahas soal. 

Dan dari kami, para mantan fans berat tentunya mengucapkan selamat kepada sang istri yang beruntung menjadi pasangan kakak tampan kami. Kamsahamnida Kak Aul.

Answered Dec 6, 2016
Anonymous

Hasil gambar untuk PAK GURU

Bapak Singgih, guru kesiswaan dan olahraga.

Beliau mempunyai cara sendiri untuk mendidik dan mendorong muridnya. Beliau sangat mendorong saya untuk kuliah di luar kota. Bahkan, beliau sampai menawarkan tiket gratis PP dari kota asal ke kota kampus tujuan yg ada di Jakarta atau Bandung. Beliau juga akan membayarkan uang pendaftaran tes seleksinya yang ratusan ribu waktu itu. Intinya adalah supaya saya merantau. Ketika saya akhirnya diterima di salah satu kampus terbaik, saya terkendala izin merantau dari orang tua. Beliau yang bernegosiasi dengan orang tua saya sehingga akhirnya orang tua ikhlas mengizinkan. Itu adalah hal yang sangat berkesan di antara banyak hal lainnya.

Gambar via 2.bp.blogspot.com

Answered Dec 6, 2016
Dwi M.
Software Developer. Alumni Teknik Elektro UI.

Guru SMA paling favorit ?

Beliau adalah ibu Anidar Jaafar, guru Fisika di SMAN 8 Jakarta. Ini foto beliau saat ini.

gPvmibaSpPTFYb2rtf0sPYJ_oLyO0r_9.jpg

Ibu Anidar membuat pelajaran Fisika menjadi sedemikian menyenangkan. Selain mengajar yang asyik, Ibu Anidar juga memotivasi murid-muridnya. Dan aku sebagai salah satu murid dengan kapasitas otak pas-pasan bisa didorong untuk berani berjuang di Sipenmaru memperebutkan jurusan yang menjadi idamanku.

Karena nilai Fisika selama diajar Ibu Anidar cukup baik, maka aku terobsesi untuk kuliah di Teknik UI. Dan ternyata berhasil.

Terima kasih Ibu Anidar, guru SMA-ku yang paling aku kagumi.

Ilustrasi via dokumentasi pribadi

Answered Dec 22, 2016
Nana Rana
Life is a test.

5ygXsjwTsu5wNHJykDQn410Ha1DXG8pB.gif

Beliau adalah Pak Isda Sugara.

Beliaulah yang membuat saya jatuh cinta pada Geografi. Mengantarkan saya ke olimpiade tingkat nasional.

 

sumber gambar: wordpress.com

Answered Dec 22, 2016
Azzikra febriyanti
Cintai apa yg kita miliki, miliki apa yg kita cintai.

bLTEDMSjXjCtkD60L1mI2mpLU1FK1c43.jpg

Drs. Muslim.

Beliau yg memberikan motivasi untuk tidak sekedar bermimpi dan tidak pernah putus asa akan jalan yang sudah ditetapkan walaupun itu bukan yang kita inginkan. 

 

sumber gambar: kemdikbud.go.id

Answered Dec 31, 2016
Ferly Ferdyant
CEO UNJKita.com | CFO Jelajahi.ID | Accountant, Public Speaker, StartUpreneur

Menggurui bukanlah hal yang baik dalam kehidupan. Tetapi mengabdikan diri menjadi seorang ‘guru’ demi kemajuan kaum muda adalah perbuatan yang mulia. Adalah Ibu Dra. Retno Listyarti M.Si, seorang guru PKn SMAN 13 di wilayah Jakarta Utara yang memiliki aktivitas rutin lain di luar aktivitas mengajar di sekolah. Ia menjadi Pembina sebuah organisasi siswa SMA bernama Kelompok Ilmiah Remaja Jakarta Utara (KIRJU). Jabatan ini telah diembannya selama 15 tahun, yaitu sejak tahun 1998 hingga saat ini.

Ketika ditanya mengenai alasan dirinya tetap bertahan menjadi Pembina kelompok ilmiah remaja yang didirikan pada tahun 1982 ini, ia mengatakan bahwa bahwa KIRJU memiliki benang merah dalam hidupnya. Aktivitas di KIRJU memberi inspirasi kepada beliau untuk mau menulis. Melalui KIRJU beliau bisa menulis berbagai artikel, melakukan penelitian dan sekarang selain menjadi guru, dan juga menjadi seorang penulis buku ajar.

Hal menarik dan perlu diacungi jempol selama perjalanannya menjadi Pembina KIRJU adalah bahwa ia tidak pernah sekalipun digaji. Menurut Ibu Dra. Retno Listyarti M.Si organisasi Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) berbeda dengan organisasi pemuda lainnya. Organisasi KIR tidak perlu banyak orang (massa) tetapi lebih menitikberatkan kepada prestasi. KIR juga mengajarkan orang untuk selalu ingin tahu, mau menulis, mau meneliti dan jujur. KIR memberikan banyak hal berbeda yang mungkin tidak kita peroleh di sekolah. Kecintaannya pada organisasi ini rupanya cukup untuk membuat ia rela menyisihkan waktu, tenaga dan pikirannya walaupun seringkali kegiatan organisasi ini mengambil waktu-waktu di luar jam kerja/sekolah dan bahkan mengambil hari libur untuk kegiatannya.

Mengembangkan dan meneruskan kelangsungan KIRJU membuat dirinya kini dikenal sebagai seorang guru yang kreatif. Mitos bahwa guru kurang dapat mengembangkan dirinya terpatahkan oleh Ibu Dra. Retno Listyarti M.Si yang selalu aktif berkreasi dan memberikan pendampingan kepada para siswa. Ibu Dra. Retno Listyarti M.Siadalah contoh sosok yang mencintai bidangnya dan mau menjadi ‘relawan’ demi sebuah kemajuan dan keberhasilan.

Aktif menjadi pengajar di sekolah, menjadi salah satu cita-cita yang diinginkan Ibu Dra. Retno Listyarti M.Si. Setidaknya, menjadi seorang guru mampu memberikan pendidikan secara kritis terhadap anak didiknya. Untuk itu, dalam mengajar istri dari Mochamad Basuki Winoto ini, selalu mengajarkan siswa-siswinya terhadap hal-hal yang kontekstual, tidak melulu berdasarkan pada buku pelajaran. Selain menjadi pengajar, Ibu Dra. Retno Listyarti M.Siaktif di sebuah organisasi guru bernama Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang berdiri sejak Januari 2011. Di FSGI, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Guru yang sekaligus penulis buku ini juga menjadi Ketua Umum Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ).

Sebelum aktif di FSGI, selama  8 tahun ia aktif di Organisasi PGRI, salah satu wadah untuk guru. Namun selama  menjadi jadi anggota PGRI ia merasa  tidak pernah terlibat atau dilibatkan apapun dalam kegiatan, kecuali dimintai iuran bulanannya. Bahkan ketika pada tahun 2005 digugat Akbar Tanjung secara perdata karena tulisan di buku teks PKn SMA kelas XI KBK 2004, PGRI sama sekali tidak memberikan bantuan hukum terhadapnya. Untuk itu  pada Agustus 2005  Ibu Dra. Retno Listyarti M.Si memutuskan untuk keluar dari PGRI dan mendirikan FSGI. ” Karena saya dan kawan-kawan  yang tergabung di FSGI memiliki ideologi dan tujuan yang sama dalam membangun guru kritis. PGRI tak seideologi dan tak sevisi dengan kami”, ujarnya.

Dengan didirikannya FSGI sebagai wadah organisasi guru, Ibu Dra. Retno Listyarti M.Si berharap perjuangannya dalam membangun pendidikan yang sesuai dengan konstitusi bisa tercapai. Sehinggga keresahannya atas pendidikan selama ini bisa terobati. Namun ia juga sadar perjuangan ini tidak bisa dilakukan seorang diri, butuh perjuangan dan pengorbanan dari pihak lain. Organisasi guru selama ini cenderung menjadi legitimasi atas berbagai kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Untuk itu, FSGI, organisasi yang didirikannya selama ini mempunyai posisi tawar yang kuat atas berbagai kebijakan pendidikan di Indonesia.

 

Keprihatinan Ibu Dra. Retno Listyarti M.Si Terhadap Kondisi Pendidikan Indonesia.

Berawal dari sebuah keprihatinan terhadap kondisi pendidikan nasional yang semakin hari dinilai tidak berpihak kepada semua lapisan masyarakat Indonesia, Ibu Dra. Retno Listyarti M.Si mencoba mengkritik sistem pendidikan nasional. Pengajar di SMAN 13 Jakarta ini sangat miris dengan dunia pendidikan saat ini. Baginya, sistem pendidikan saat ini  lebih buruk dari era orde baru. Setidaknya saat orde baru pendidikan dikelola secara murah,kelompok miskin pun dapat menikmati pendidikan tinggi. Tapi sekarang pendidikan dikelola secara liberal, sehingga pendidikan berkasta-kasta, ada sekolah internasional, RSBI, Reguler dan Gurem. Ada  diskriminasi terhadap pendidikan  dan hal tersebut tergantung pada kemampuan masyarakat untuk membayar. Pendidikan dipandang sebagai konsumsi dan komoditi, bukan lagi sebagai hak asasi manusia. Padahal pendidikan adalah hak bagi semua warga Indonesia. Bagi ibu tiga anak ini pendidikan sangat menentukan kemajuan keberadaban suatu bangsa dan merupakan  amanat konstitusi serta  menjadi  tujuan bagi  republik ini.

Di Indonesia, menurut Ibu Dra. Retno Listyarti M.Si harus  belajar dari keberhasilan Finlandia dalam membangun sistem pendidikan nasionalnya.  Negara tersebut,  konsisten membenahi pendidikannya selama hampir 40 tahun dan sekarang menempati posisi teratas untuk tes PISA negara-negara OECD.  Finlandia membenahi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk menghasilkan guru-guru yang berkualitas. Hanya lulusan terbaik di SMA yang bisa masuk LPTK, kesejahteraan guru juga dijamin  dengan memberi gaji sangat tinggi, membangun pendidikan yang menyenangkan buat guru dan peserta didik, membangun budaya baca,  membangun perpustakaan yang sangat luar...(more)

Answered Jan 27, 2017
Tegar Hamzah
Pegawai Pelabuhan Indonesia II, Ditempatkan di Gresik, Tinggal di Surabaya

WpRzc_Tw3O96VACcjyO31XPwiUqNlQGv.jpg

Guru favorit saya adalah Bapak Drs. Sondang Manurung, Guru Matematika saya di SMA Negeri 1 Bekasi. Beliau juga adalah guru saya ketika kelas 2 dan 3 SMA. Pria kelahiran tahun 1950 ini akrab dengan kepulan asapnya, bahkan ketika mengajar di kelas. Haha.

Entah kenapa, sulit sekali menemukan foto beliau di internet, bahkan di web SMA 1 sekalipun. Sebagai gambaran saja, Beliau memiliki wajah khas lelaki Sumatera Utara, rahang besar dan tatapan mata tajam. Beliau kadang berjanggut tipis, tapi beberapa kali beliau mencukur bersih janggutnya. Beliau berperut agak buncit, tapi terakhir kali saya bertemu beliau di tahun 2012, perut buncitnya agak berkurang.

Beliau adalah satu-satunya guru yang tidak pernah membawa buku ke kelas. Kata beliau, "Semuanya sudah ada di otak saya." Barang bawaan beliau maksimal dua, spidol hitam dan sesekali kertas ulangan. Itu saja. Tapi jangan salah, penjelasan beliau sungguh sangat jelas, jernih, dan membuat saya untuk pertama kalinya menyukai pelajaran matematika.

Beliaulah yang tampaknya membuat saya sibuk menggeluti soal-soal matematika. Kata beliau, "Kau perbanyaklah mengerjakan soal. Semakin rajin latihan, semakin mudah kau menyelesaikan soal-soal ujian nanti."

Guru ini fenomenal dengan berbagai pengalaman. Menurut kisah-kisah yang beredar di sekolah, beliau adalah salah satu pendiri SMA Taruna Nusantara, entah benar atau tidak. Atau mungkin pernah mengajar di sana. Beliau juga pendiri bimbel Inten dan beberapa murid beliau katanya adalah pembuat buku matematika di SMA. Pernah teman saya berdiskusi dengan beliau cukup panas tentang suatu rumus matematika.

Beliau pun berkata pada teman saya, "Kau ikuti saja rumusku ini, lebih tepat dan benar, si anu itu dulu muridku." Wahaha....

Panjang umur, Pak Manurung. Semoga sehat selalu.

 

Answered Mar 7, 2017
Diandra Jessica Simarmata
Ig/sc: diandrajessicas || www.diandrajsimarmata.blogspot.com

Civg1NgluHFH6Gfk3dnxaxqcUKsmWCPo.jpg

via okclipart.com

Setiap guru memiliki kesan yang baik ataupun kesan yang buruk bagi muridnya. Kesan yang baik lah tanpa sadar membantu pskiologis kita untuk membantu prestasi dalam mata pelajaran tersebut.

Dalam pendidikan tiga tahun saya di sekolah swasta yang cukup elite di daerah jakarta timur, saya memiliki guru favorit tersendiri, seorang guru yang cukup tua (kelahiran 1960) dan mengajari saya bahasa Indonesia. Yap, namanya adalah drs. Mohammad Surip.

Pak Surip cukup terkenal di sekolah saya. Popularitasnya disebabkan bukan karena kebaikan hatinya saja, tapi karena ia selalu menuntun anaknya secara perlahan. Guru paruh baya itu bangga jika anak muridnya sukses. Akan tetapi, ia akan selalu bangga jika anak muridnya tetap rendah hati, selalu membantu sesama, dan tidak lupa untuk bersyukur.

Bahasa Indonesia identik dengan sastra. Saya ingat dengan jelas sekali, ketika dalam sesi belajar, ia menceritkan kisah percintannya dengan teman hidup atau istrinya tersebut. Akhir dalam cerita cinta tersebut, ia melantunkan karya sastra dari Sapardi Djoko Damono;

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada.

Hal tersebutlah salah satu alasan mengapa saya mencintai sastra.

Ada yang khas dari cara mengajar Pak Surip. Tak hanya masih kental dengan logat daerah, cara mengajarnya juga selalu menyelipkan pesan moral dalam setiap pertemuan. 

Answered Mar 9, 2017
Risyandi
Analyst | Design | Engineering | Operations

vEwyyOwK1rgDJ3XVuK0djPSjbyF_wH8Y.jpg

Bpk. Aam Efendi, SH

Beliau adalah guru yang mengajar pelajaran kejuruan komputer dan merangkap sebagai guru BP waktu itu. Jujur saja, beliau ini background pendidikannya bukan IT melainkan hukum. Karena passion-nya di IT maka beliau mengabdi untuk menjadi guru IT.

Pak Aam adalah tipe guru yang tegas, konsisten, dan peduli dengan anak muridnya. Ia adalah guru yang friendly.

Answered Mar 10, 2017

czgwrqsuYzeT33lUGSR7cy6h0yve6mrt.jpg

via hipwee.com

Iseng membaca pertanyaannya, menulisnya bagaikan sebuah reuni. Kalau boleh jujur, ada banyak nama guru di benak saya. Karena di dalam pikiran saya, semua guru itu berkesan, entah karena disukai atau sebaliknya. 

Dan nama yang terbersit adalah Ust. Fakhruddin. Guru serba bisa, serba tahu. Saya merasa terhormat bisa diajar beliau. Ia mengajar Geografi, Sejarah, (kadang) Psikologi. Walaupun pada saat itu, psikologi bukanlah mata pelajaran di kelas, tapi secara tersirat beliau mengajar.

Pengajaran' yang diberikan beliau sebenarnya cukup membosankan, tapi anehnya saya suka. Saya suka pengajaran "bertele-tele" yang dia praktikkan di kelas. Ketika semua sedang sibuk menunggu durasi pelajarannya berakhir, saya fokus mendengarkan ocehan beliau. Entahlah. Mungkin karenanya saya juga suka "bertele-tele" dalam memberikan penjelasan tentang sesuatu.

Ust. Fakhruddin kadang lucu. Pada jam pelajaran Geografi, beliau membicarakan Sejarah. Sejarah apa saja. Kami sekelas pun membiarkannya karena ada kalanya beliau bilang, "Eh, sekarang saya kelas Geografi, ya?" lalu tersenyum sambil menepuk jidatnya. 

Tetapi, terlepas dari itu semua, saya sangat-sangat berterimakasih karena atas kesabarannya, saya diberi anugerah hingga hari ini untuk dapat menikmati pelajaran Sejarah. Beliaulah yang memberikan pemahamannya pada saya, bahwa belajar (mengetahui) sejarah sangat mengasyikkan.

Semoga jika ada waktu, saya bisa mendengar ocehan bapak lagi. Semoga Allah membalas seluruh jasa Bapak.

Sehat selalu, Pak!

Answered Mar 11, 2017
tepi tupaidah
kuningan, 27 april 1999, study in uin syarif hidayatullah jakarta (muamalat)

setiap guru ingin yang terbaik untuk muridnya, mereka berharap agar mendapatkan generasi muda yang lebih baik, karena itu guru menjadi orang tua kedua bagi para murid , setiap guru mencetak, mengarahkan, memotivasi, mensuport para murid untuk selalu berjuang , dibalik kesuksesan para murid itu karena adanya ridha dari para guru, terima kasih kh.dr.didin nurul rasyidin .MA.Phd

Answered Aug 14, 2017
Anonymous

Tentu saja guru saya, Bu Rian.

Mengapa? Karena beliau mengajar menggunakan konsep. Selalu mengedepankan konsep sehingga berdampak pada pemahaman murid yang tinggi. Hohoho. We love you Bu Rian.

Answered Aug 16, 2017

Question Overview


and 14 more
32 Followers
6880 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Siapa Guru SD Favorit Anda?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang pemimpin guru?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang guru taman kanak-kanak?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang guru sekolah dasar?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang guru agama?

Seberapa besar arti Guru di mata Anda? Peristiwa apa yang paling menyentuh perasaan dengan Guru Anda?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan guru Anda?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan kepala sekolah Anda?

Menurut pendapat Anda, apa kelebihan dan kelemahan kurikulum pendidikan kita saat ini?

Bagaimana cara belajar secara efektif ketika SMA?

Apakah benar masa-masa SMA adalah masa yang paling indah? Mengapa?

Mengapa SMA Kristen dan Katolik banyak memiliki kualitas dan prestasi bila dibandingkan sekolah Islam?

Bagaimana cara masuk UI (Universitas Indonesia)?

Bagaimana cara agar diterima di ITB?

Bagaimana cara kuliah tanpa merepotkan orang tua?

Bagaimana cara mendapatkan keringanan biaya kuliah?

Apa keunggulan SMA Taruna Nusantara Magelang dibanding SMA lain yang ada di Indonesia?

Apa pengalaman Anda yang tidak terlupakan ketika di SMA?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Apa kenangan terindah yang Anda miliki selama hidup yang tak mungkin Anda lupakan?

Apakah Anda mempunyai kenangan khusus dengan musik atau lirik lagu tertentu sehingga sulit melupakannya?

Apa lirik lagu, jenis musik atau suara penyanyi yang mampu menghadirkan kenangan masa lalu?

Apa lagumu hari ini yang mengembalikan kenangan masa indah lalumu dan ceritakan sebabnya?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan teman sekelas?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan teman sepermainan?

Jika di tempatmu berada kini sedang hujan, apa kenangan terindahmu tentang hujan dan mengapa kamu suka hujan?

Jika di tempatmu berada kini sedang hujan, apa kenangan terburukmu tentang hujan dan mengapa kamu trauma hujan?

Momen masa kecil di usia berapa yang masih Anda ingat sampai sekarang?

Apa saja musik anak-anak yang Anda ketahui?