selasar-loader

Dalam bayanganmu, seperti apa kehidupan 50 tahun mendatang?

Last Updated Apr 24, 2017

9 answers

Sort by Date | Votes
Kartika Aprilia
Indonesian Literature, University of Indonesia.

M3tAcc2c1alOIFCsn5L6VlNg9LBJzflJ.jpg

Jika saya masih hidup 50 tahun lagi, saya akan berumur 71 tahun. Pada umur tersebut yang ada dalam bayangan saya adalah bahagia bersama suami, anak, dan cucu-cucu saya, bahkan cicit.

Memiliki kesempatan hidup yang lama mungkin menjadi harapan sebagian orang di dunia. Mereka pasti memiliki tujuan tersendiri untuk hidup lama di dunia. Jika dibayangkan, pasti keinginan orang berbeda-beda.

Jika saya memiliki kesempatan tersebut, saya memilih untuk menikmati hidup bersama keluarga saya. Ditemani anak dan cucu-cucu saya, juga suami saya.

Saya membayangkan tinggal di sebuah rumah yang memiliki halaman besar bersama suami saya. Ditemani beberapa orang asisten rumah tangga. Di rumah tersebut terdapat halaman yang luas dan banyak pepohonan hijau. Selain itu, ada pula kolam berenang dan taman untuk tempat bermain cucu-cucu saya ketika berkunjung ke rumah.

Setiap hari akan ada suara anak-anak mengaji di rumah saya. Ya, karena saya akan menyediakan tempat; ruangan untuk anak-anak mengaji. Siapapun anaknya boleh belajar dan tidak dikenakan biaya. Saya akan mengajari mereka, tentunya dibantu oleh guru mengaji dan orang yang pintar ilmu agama.

Di pagi hari, saya dan suami akan berjalan-jalan berkeliling rumah (karena rumah saya besar hehe) untuk merenggangkan otot-otot agar tidak lemas di umur setua itu.

Semoga keinginan saya akan tercapai nantinya.

Answered Apr 25, 2017
Bhayu Mahendra H.
Usahawan; Konsultan MSDM; bhayumahendra.com

tcmkxJgCzGj1vYf79kAh8C6cIME0LN1d.jpg

50 tahun lagi?

Kalau masih hidup usia saya sudah 90 tahun. 

Agak ambigu, yang ditanyakan apakah kehidupan saya pribadi atau kehidupan dunia secara luas 50 tahun mendatang?

Kalau yang pertama, justru saya tidak berharap masih hidup. 90 tahun. Tetangga depan rumah orangtua saya ada yang sampai usia itu. Meski tergolong tidak merepotkan, sungguh tidak menyenangkan bagi saya membayangkan tidak lagi bisa berfungsi aktif di usia itu. Segala bayangan ideal sudah sirna. Jangankan beribadah, bisa makan-minum-buang air saja sudah untung. Secara normal, fungsi kognitif apalagi motorik manusia sudah jauh berkurang di usia 70 tahun. Apalagi 90 tahun.

Sementara kalau kehidupan dunia, tergantung arah secara makro yang terjadi di skala global. Terbagi 2: Utopia atau Dystopia. Kalau utopia, tentu dunia akan mengalami kemajuan luar biasa. Segala impian film fiksi ilmiah bisa jadi akan tercapai. Sebutlah seperti Minority Report (2002) di mana dunia tidak ada lagi pembunuhan. Sebaliknya bila dystopia maka dunia dalam kehancuran. Terjadi kiamat tapi bukan kiamat agamis dari Tuhan, melainkan buatan manusia. Gambaran ini misalnya bisa dilihat di film The Road (2009). Hal ini bisa terjadi bila pecah perang nuklir semesta. 

 

sumber gambar: .tstatic.net

Answered May 5, 2017

Hasil gambar untuk kumpul keluarga dengan kakek nenek

Semoga saya masih diberikan umur 50 tahun mendatang. Jika 50 tahun mendatang saya masih diberi umur yang panjang, maka umur saya ketika itu adaah 71 tahun. Dalam bayangan saya, pada 50 tahun mendatang, pasti kulit saya dan tubuh saya akan sangat berbeda dari sekarang. Kulit saya akan keriput dan mungkin tubuh saya sudah tidak tegak lagi. 

Meskipun seccara fisik, saya sudah tidak seperti sekarang namun saya berharap dapat diberi kesehatan dan kebahagiaan. Saya berharap di umur 71 tahun nanti, saya dapat menyaksikan anaak dan cucu saya dapat hidup bahagia. Saya bisa menyaksikan canda-tawa mereka dan semoga saya dapat selalu berkumpul dengan keluarga saya. Amin.

Gambar via hipwee.com

Answered May 20, 2017
Ib Ra
My IQ would be perfect if im not too lazy to do the test

Y9mcYJ0S5dFraTdoLDmxViLNQVTn5NXd.jpg

50 tahun mendatang berarti 2067, dan saya 67 tahun pada saat itu. Tentu saja berumur 67 tahun artinya saya sudah memasuki usia yang cukup tua, atau bahkan bisa dibilang tua, saya akan disebut sebagai lansia.

Saya membayangkan dalam 50 ke depan kehidupan akan banyak berubah, di mana kendaraan tidak memerlukan bensin lagi, dan perjalanan ke mars adalah hal yang mudah go spaceX.

50 tahun ke depan, jika tidak terjadi hal yang mengakibatkan peperangan, bisa dibayangkan kemajuan yang pesat di dunia ini. Jika peperangan terjadi di antara DPRK it allies melawan Usa and it allies, kemungkinan dunia akan mundur kembali dikarenakan peperangan yang kembali menghantam dunia, kali ini jauh lebih sadis dari yang terjadi di perang dunia II, karena perkembangan teknologi senjata yang jauh lebih hebat saat ini, bisa jadi beberapa tahun kedepan terjadi peperangan luar angkasa antar negara menggunakan orbital weapon.

50 tahun adalah waktu yang cukup lama, saya membayangkan saya hidup damai di rumah yang semakin lama semakin luas, menikmati hasil-hasil waktu muda, dan hidup secara bebas finansial, membayangkan setiap tahunnya pendapatan stabil melalui dividend, dan mungkin akan mengalami krisis seperti yang dihadapi my grandfather di 1997 dan 2008.

2067 Indonesia bisa jadi sudah terpecah menjadi beberapa bagian, atau bisa jadi Indonesia akan menjadi negara yang sangat maju, dan muncul pemimpin hebat dari Indonesia yang akan berprestasi di kancah internasional.

Bisa jadi 50 tahun ke depan Indonesia akan mengalami masa-masa kejayaannya, dan jika pemimpin hebat tersebut memiliki ambisi militer yang hebat dan luar biasa juga, dan saat itu terjadi peperangan, bisa jadi Indonesia akan merebut wilayah-wialayah di Asean, bisa jadi Indonesia 50 tahun ke depan adalah nama dari sebuah negara besar yang sejajar dengan China, India, Brazil, USA, Russia,UK dan negara besar lainnya, di mana negara ini menjadi salah satu kekuatan dunia dan bahasanya diakui sebagai bahasa internasional. Bisa jadi Indonesia 50 tahun ke depan adalah nama dari negara yang saat ini terpecah, Indonesia, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini. Bisa jadi dalam 50 tahun ke depan Indonesia adalah sebuah kerajaan yang terbentuk akibat perubahaan bentuk negara oleh pemimpin negara saat itu, dan mendapatkan persetujuan dari rakyatnya.

Saya hanya berharap dapat melihat kemajuan dunia di segala bidang, teknologi, transportasi, kesehatan dan lain-lain. Selain itu, saya berharap bahwa Indonesia dapat tetap ada dalam 50 tahun ke depan.

 

sumber gambar: www.linkedin.com

Answered May 20, 2017
Florensius Marsudi
Lelaki, satu istri, satu putri. Masih belajar menulis....

uNlMTWa5iMqp63YGA1_jT9ypkwL_hCrl.jpg

sumber foto

Pertama, limbah komputer, laptop, HP, semakin menggunung, banyak.

Kedua, semakin banyak perusahaan yang memberhentikan pegawainya, karena digantikan oleh  "karyawan digital".

Ketiga, bisa jadi semakin banyak orang yang bersikap "Lu, Lu. Gue, Gue."

Answered May 20, 2017
Al-A'la Dzulfikar
Full Time Blogger

rxC55L_cSs_BPO7T_bYrJFKYweNw80dd.jpg

Dalam 50 tahun kehidupan akan semakin sulit karena pasokan makanan semakin menips. Begitu juga dengan pemukiman yang semakin padat. Rumah-rumah tapak akan ditinggalkan karena memakan lebih banyak lahan dibandingkan dengan rumah-rumah susun yang dibangun secara vertikal.

Setiap keluarga akan memproduksi makanannya sendiri di rumah masing-masing dengan teknologi hidroponik yang lebih maju. Setiap keluarga tak perlu lagi menanam makanan di lahan yang luas. Namun, ketersediaan bibit akan semakin mahal seiring dengan pertumbuhan populasi manusia di muka bumi.

Kehidupan manusia menjadi asosial karena hampir semua orang bergantung dengan teknologi. Manusia akan semakin malas bekerja karena semua pekerjaan bisa dilakukan dengan bantuan robot. Demonstrasi akan semakin merebak karena perusahaan-perusaan tidak lagi mempekerjakan manusia, mereka akan lebih memilih menggunakan robot yang tidak terlalu banyak masalah dalam pembayaran gaji.

Kebencian dan penyebaran berita-berita bohon akan semakin marak. Perebutan daerah akan semakin gencar dilakukan dengan berbagai tipu muslihat. Orang kaya akan semakin kaya sedangkan orang miskin akan semakin tertindas. Anak-anak mudah sudah tidak tertarik lagi dengan politik. Maka, hanya golongan tua yang mengendalikan pemerintahan sesuai dengan hasrat politiknya.

 

sumber gambar: nationalgeographic.co.id

Answered May 22, 2017

vjCpmMyIAyO8lVQB21JOHaAm0BtJJKT9.jpg

Manusia diujung nestapa, robot - robot Artificial Intelligence sudah banyak menggantikan kerja manusia bahkan yang bersifat strategis seperti penegak hukum dan pengambil kebijakan sebagai bentuk perlawanan atas sikap manusia yang koruptif.

Pun lahir spesies baru manusia dan A.I. yakni Android yang menggabungkan kedua unsur tersebut dalam satu jasad material untuk menutupi kekurangan - kekurangan dari kedua makhluk tersebut.

Sebagai contoh, sekolah di masa itu sudah tidak ada lagi karena untuk mempelajari hal baru, manusia android cukup memasukkan chip ke kepalanya dan voila! mereka sudah mahir dari A sampai Z tentang hal itu.

Hal ini secara tersirat sudah "diperingatkan" melalui salah satu hadits yang menceritakan bahwa kelak manusia hanya mengenal "Allaah" sebagai dzikirnya dan asumsi saya karena sebegitu mudahnya pengetahuan masuk di kepala namun tidak sampai di dada dan jiwa.

Pun ada juga hadits yang berkisah bahwa kelak, Dajjal bisa menciptakan kemustahilan - kemustahilan yang akan memperdaya banyak manusia dan jika melihat bagaimana teknologi hari ini saja, kita bisa memperkirakan bagaimana banyak "kemustahilan" yang akan dicapai peradaban ini 50 tahun kedepan.

Gerakan perlawanan dari manusia marginal melawan hegemoni ini menciptakan chaos bagi bumi dan manusia diujung tanduk.

Kemudian, hal ini berubah ketika ada salah satu causa melalui virus yang tiba - tiba menjadikan seluruh teknologi shut down. Manusia yang marginal ini kembali menyusun peradabannya mulai dari nol secara material namun sangat kaya melalui pengalamannya.

Kelak, pertarungannya adalah manusia yang diperalat teknologi atau manusia yang memperalat teknologi yang kemudian berujung pada reset of civilization (atau malah the end of human civilization?)

Answered May 23, 2017
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

Perangkat berbasis IT semakin canggih. Semoga sudah ada alat yang bisa langsung memindahkan isi kepala ke laptop karena saya sesekali kebanjiran ide tapi tidak bisa menuliskan semuanya. 

Tapi, sepertinya 50 tahun yang akan datang saya sudah tidak ada di dunia ini (kecuali kalau saya dianugerahi umur sampai kepala 9). Semog saya di tempat yang baik, di alam lain.

Answered May 23, 2017
Ign Joko
Guru; Menulis itu tindakan dan membaca adalah menabung

c1dXEonb8YeIYQ5qI6V02JLP_ISgqFZ_.jpg

Dalam bayangan saya  kehidupan 50 tahun ke depan bumi akan semakin banyak bencana alam. alam semakin panas dan kehidupan individualistis semakin marak. Komunikasi cukup lewat perangkat canggih. dengan demikian banyak manusia yang akan lebih sibuk dengan diri sendiri. hutan yang semakin jarang dan rumah yang semakin banyak akan membuat kreatifitas manusia meningkat. Mansuia tidak lagi bisa mengandalkan sumber daya alam melainkan kreatifitasnya dalam menyikapi persaingan global. 

Answered May 24, 2017