selasar-loader

Apakah kesalahan fatal Hitler yang membuat Jerman kalah pada Perang Dunia II?

Last Updated Nov 16, 2016

Adolf Hitler melalui kekuasaan yang dimilikinya membuat Jerman melakukan serangan cepat terhadap Polandia sekaligus mengobarkan Perang Dunia II. Menariknya, sejarah mencatat kekalahan Jerman pada 1945. Nah, apakah kesalahan fatal Hitler yang membuat Jerman mengalami kekalahan pada Perang Dunia II?

21 answers

Sort by Date | Votes
Muhammad Rizki Ramadhani
Professional in engineering with focus on Petroleum applied engineering and IT.

iKZAuIPNc1USEswsHbk278v1DW9ayjoF.jpg

Deutsche Afrika Korps (via MRR)

 

Mayoritas ahli militer dan sejarawan perang sepakat bahwa kesalahan fatal Adolf Hitler adalah saat dia melancarkan operasi Barbarossa dan membuka front perang di Eropa Timur melawan Uni Soviet. Hal ini membuat Hitler harus membagi fokus pertempuran pada dua front, yakni Eropa Barat dan Eropa Timur. Di Eropa Barat saja, gabungan kekuatan sekutu sudah cukup merepotkan tentara Jerman. Belum lagi saat Hitler memberi restu invasi Afrika Utara lewat Erwin Rommel dengan Deutsche Afrika Korps-nya. Fokus perang menjadi bertambah banyak, sementara dalam setiap pertempuran, logistik selalu menjadi masalah besar saat perang berlangsung dalam waktu yang lama dan dalam ruang lingkup yang besar.

Answered Nov 23, 2016

Hasil gambar untuk hitler

Sumber gambar via http://strangematterspodcast.com/ (SUM)

Ketidakpercayaan Hitler pada para petinggi militernya. Jerman sukses pada awal Perang Dunia II karena kejeniusan jenderal-jenderalnya. Kemudian, entah alasan apa, Hitler tidak percaya. Sejak itu, Jerman mengalami kekalahan demi kekalahan.

Answered Nov 25, 2016
Jati Nantiasa
Staf Teknologi Pembelajaran di Kantor Sumber Daya Pembelajaran Univ.Indonesia

Hasil gambar untuk hitler di pd 2

Sumber gambar via https://2.bp.blogspot.com/ (SUM)

Terlalu percaya dengan dokter pribadinya, yang di kemudian hari diketahui bahwa obat yang diberikan memberikan efek samping semisal tangan gemetar. Ada kemungkinan juga pengaruh obat-obatan membuat Hitler menjadi over rated akan menang meski musuh udah di depan halaman bunker.

Answered Nov 30, 2016
Venusgazer E P
A man who loves reading, writing, and sharing

 

Hasil gambar untuk hitler

Hitler kalah karena mengusik Rusia.

Gambar via static.independent.co.uk  

Answered Dec 6, 2016
Arif Nur
Penikmat kisah Sejarah

Hasil gambar untuk HITLER

Beberapa kesalahan fatal Hitler dalam perang dunia kedua adalah sebagai berikut.

1. Berhenti menyerbu pasukan Inggris-Perancis saat sudah terdesak di Dunkirk

2. Menunda dan membatalkan operasi Sealion

3. Serangan ke Uni Soviet yang gagal fokus

4. Gagal menyokong Erwin Rommel di Afrika Utara

5. Gagal meraih supremasi dalam Battle Of Atlantic

6. Serangan balik Jerman ke Sekutu di Ardennes, Desember 1944

Gambar via static.independent.co.uk

Answered Dec 14, 2016

Beraliansi dengan Jepang :D

Answered Jan 10, 2017
Benedictus Erwin
Operator Jalan Tol & Penggemar sejarah perang dunia ke 2 di Eropa

Otoriter, terlalu percaya diri dan mendapat nasehat yang ABS (Asal bapak senang) sehingga tidak mendengar masukan yang realistis.

Answered Jan 13, 2017
Kesha Darma
Traveler, Worker, Lover (of Hawa), Pro-Rider in sometimes, and a writer

IC4uS-sx9Tfk-74gRGKMB8ajdLv_btDg.jpg

Sebelum kita membahas kekalahan, mari kita bahas salah satu kejeniusan penciptaan pasukan terkuat di Jerman. Pada saat Hitler memutuskan untuk melakukan perang, yang pertama diserang adalah Austria. Pada saat itu, Hitler yang sangat membanggakan Ras Aria sangat tidak menyukai orang Yahudi sehingga melakukan kejahatan dengan melakukan pembantaian pada manusia hanya karena dirinya adalah Yahudi. Namun, ternyata seluruh dunia bergerak untuk memeranginya. Terciptalah Sekutu. Untuk dapat melawan negara-negara besar dengan kekuatan militer super power seperti Amerika, Inggris, dan Uni Soviet, Hitler harus membentuk atau membuat senjata yang dapat memenangi perang. 

Pada saat itu, terciptalah ide untuk membuat pasukan superkilat dan superpower yang disebut Blitzkrieg. Blitzkrieg adalah sekumpulan pasukan manusia keturunan ras Aria murni yang dipercaya memiliki otak yang cemerlang, badan yang sangat kuat, dan fisik yang sangat mumpuni. Jangan tanya saya bagaimana itu bisa terjadi karena itu adalah karunia Tuhan terhadap ras Aria. Hasilnya? Pasukan Nazi pada saat itu bisa menguasai setengah Eropa, dan bahkan seperempat Afrika.

vYb1D_t8iF_PavEnRfiEJLIsiLn94ytN.jpg

Sayangnya, pada saat itu ada kesalahan strategi yang diterapkan oleh Hitler dan para bawahannya. Setelah menguasai Perancis, Hitler ingin membungkam Uni Soviet, karena apabila sekutu sampai kehilangan Uni Soviet, maka kekuatan Sekutu akan berkurang setengahnya. Hitler mengirim hampir seluruh pasukan Blitzkrieg untuk dapat meruntuhkan Soviet, namun sayangnya hal yang tidak direncanakan terjadi. Rusia pada saat itu sedang mengalami badai salju yang sangat dingin. Di sisi lain, persediaan yang dibawa oleh pasukan Blitzkrieg tidaklah banyak.

Hasilnya? Pada saat itu, akhirnya pasukan Nazi kalah besar. Kehilangan Blitzkrieg tentunya adalah salah satu kerugian terbesar dalam sejarah Nazi, karena Blitzkrieg terbukti sangat ampuh dalam peperangan. Blitzkrieg adalah pasukan superkuat yang memiliki pemikiran cepat dan fisik yang kuat sehingga pasukan biasa sudah pasti akan kalah dengan pasukan super kuat tersebut, namun sayangnya sekuat apapun orangnya, ternyata manusia tidak dapat mengalahkan alam.

EnwSLbKZrODreF_wyqpn2XVjyvFzvSmX.jpg

Setelah Blitzkrieg, pasukan Nazi beberapa kali mencoba untuk membuat senjata lainnya namun berujung kegagalan. Akhirnya, mereka harus mengaku kalah, bahkan kematian Hitler sendiri sampai sekarang tidak pernah diketahui seperti apa.

 

Answered Mar 22, 2017
Julian Reza
Saya mendalami perkembangan di dunia Ekonomi Umum dan Syariah serta Politik

Lxinn8hbYpXBU8GDyjbWAbrLdI0d_dZv.jpg

Hal tersebut dikarenakan peperangan berlangsung di dua front sekaligus dan angkatan laut Jerman serta pertahanan udara Jerman yang lemah.

 

sumber gambar: telegraph.co.uk

Answered May 4, 2017
Anonymous

3Re_lFzF8Jxe1guKDlLlV6-RwlWA6Vba.jpg

Bagaimana pun sebabnya, pasti Jerman kalah dari sekutu, karena perbedaan kekuatan logistik, personil, dan alutsista.

Setelah tahap awal sangat mumpuni melibas Eropa dan front Afrika, sekutu fightback di afrika, normandy sampai pertempuran hutan Ardennes, raksasa Rusia bangkit sampai serang balik ke Berlin.

Kalau pun semua itu kurang, AS sudah mempunyai Atomic Bomb yang tidak ada lawannya secara teknis maupun efek deteren-nya.

It's a sure win for the allies.

Sumber gambar: bp.blogspot.com 

Answered May 7, 2017
Yohanes Ray Ginjara
Strategic Communication Postgraduate Student

Hasil gambar untuk kesalahan fatal hitler

Ada banyak alasan kenapa Hitler kalah dalam Perang Dunia ke-2. Namun bagi saya, kesalahan dia cuma satu yaitu ego pribadinya yang terlalu besar.

Kita semua tahu militer Jerman pada saat itu sangat kuat. Tentaranya menginvansi ke berbagai banyak negara di sekitarnya. Beberapa kendaraan tempurnya melebihi kehebatan kendaraan tempur milik sekutu. Bahkan, kekuatan intelligent sekutu tidak mampu memecahkan mesin sandi rahasia (enigma) militer Jerman pada waktu itu.

Semua kelebihan yang Jerman miliki pada waktu itu membuat Hitler merasa di atas angin terhadap lawan-lawannya. Ego pribadi Hitler ini muncul ketika Jerman menerapkan strategi Blitzkrieg (serangan kilat) dalam perang di Eropa. Hitler merasa dengan melakukan serangan kilat dan masif, dia dapat menguasai seluruh kota di Eropa dengan cepat. Dengan memperluas wilayahnya, ia memperbesar wilayah "comfort zone" pribadinya. 

Namun, strategi serangan kilat ini tidak bisa dilakukan terus menerus. Bila dipikirkan secara logika, berapa banyak tentara Jerman yang harus keluar dari Berlin untuk menyukseskan serangan ini. Berapa banyak kendaraan militer Jerman yang harus di produksi untuk terus menerus melakukan serangan ke negara-negara Eropa lainnya. 

Produksi tentara dan kendaraan tempur militer Jerman tidak mampu memuaskan ego pribadi Hitler untuk menguasai dunia. Hitler merasa aliansinya dengan Itali dan Jepang sudah cukup untuk menguasai dunia. Ia enggan menjalin kerja sama dengan negara besar seperti Amerika misalnya karena ia tahu banyak orang Yahudi tinggal di Amerika. Pada waktu itu, Amerika tidak terlibat secara langsung dalam Perang Dunia ke-2 sampai Jepang menyerang armada angkatan laut Amerika di Pearl Harbour. 

Hitler merasa kekuatan militer negaranya lebih superior dibandingkan dengan negara lain. Hal ini sesuai dengan propagandanya yang menyatakan bahwa ras suku bangsa Aria pada orang Jerman lebih tinggi dibandingkan dengan ras suku bangsa mana pun. 

Ego pribadi Hitler telah membawa Jerman kalah dalam Perang Dunia ke-2.

Gambar via boombastis.com

Answered May 8, 2017

SURATAN TAKDIR

Answered May 14, 2017

Hasil gambar untuk hitler

Memecah tentaranya perang di berbagai front dari Asia, Rusia, lalu perang dengan Amerika Serikat.

Gambar via static.independent.co.uk

Answered May 15, 2017

bulovAa684rmdA13Qf9tVjU4x7RwQb4S.png

Mungkin bisa ada sedikit koreksi. Blitzkrieg itu merupakan strategi perang Jerman, julukkan dari negara-negara sekutu, bukan nama sebuah Pasukan. CMIIW.

 

sumber gambar

Answered May 25, 2017

Karna ke banyakan dari setiap wanita memiliki persaan yang begitu lemut..nah dari sini lah mengapa wanita tidak mau d poligami..dan ada jg wanita yang iklash d poligami nah wanita ini sudah tidak lgi memikiran urusan duniawi yang d pikirkan adalah ahirat ..karana klo ada wanita yang iklas di poligami jaminan nya adalah surga

Answered Aug 15, 2017

kesalahan fatal hilter yaitu tidur pada saat ada serangan datang dan memiliki sifat emosional yang meledak ledak sehingga bawahannya pun tak ada yang berani membangunkannya saat serangan itu tiba sehingga bawahannya tak bisa melakukan apa apa jika tidak ada perintah langsung dari hilter

Answered Aug 19, 2017

Aku pernah baca. Tapi udah lupa.

Kegagalan mengajak kerjasama dengan jepang untuk menyerang uni soviet.

Iya, salah satunya itu

Maaf..

 

Basmallah - Ilmu hukum

Answered Aug 20, 2017
Anonymous

Setidaknya ada 6 kesalahan fatal Adolf Hitler yang membuat Jerman kalah pada Perang Dunia II

1. Pengepungan Dunkirk

Pertempuran Dunkirk sekan menjadi blunder Hitler yang pertama dan terburuk sepanjang sejarah pertempuran. Mulanya serangan ke Perancis nampak begitu mudah di tahun 1940. Dalam hitungan hari, pertahanan sekutu di perbatasan Belanda, Belgia, dan Luxemburg bisa dijebol. Sekitar 300.000 pasukan musuh terkurung di Dunkirk. Namun tiba-tiba Hitler memutuskan untuk menghentikan pertempuran dan membuat 300.000 pasukan sekutu tersebut bisa melarikan diri ke tanah Inggris.

Petaka datang saat pasukan tersebut ternyata menjadi bibit pengembangan kekuatan sekutu di masa mendatang. Pasukan ini kemudian bisa mengalahkan Rommel di Afrika Utara. pasukan ini pula yang berhasil mendepak Jerman dari Italia. Mereka pula lah yang kemudian diterjunkan untuk Operasi Normandy di tahun 1944 di Perancis Utara. Kekalahan-kekalahan Hitler tersebut bisa saja tidak terjadi andai dia membunuh pasukan itu di Dunkirk.

2. Pertempuran Britania Raya

Pertempuran Britania Raya dikenal sebagai salah satu pertempuran udara terbesar dalam sejarah Perang Dunia II. Sampai saat pertempuran tersebut, Jerman belum pernah sekalipun kalah dalam berbagai pertempuran sebelumnya. Hal itulah yang ternyata menjadi bumerang untuk Jerman sendiri karena merasa jumawa.

Seharusnya pertempuran ini hanya menjadi salah satu pemanasan dalam serangan Hitler ke Inggris Raya dalam Operasi Seelowe. Ternyata pilot-pilot Jerman memandang sebelah mata kekuatan Inggris. Mereka menjadi shock ketika tahu bahwa ternyata pilot-pilot Inggris juga jago bertarung di udara. Akibatnya ratusan pesawat Jerman, baik yang bomber maupun pesawat tempur, banyak yang rontok. Sejak kesalahan itu, kekuatan udara jerman tidak setangguh lagi seperti yang dulu.

3. Pertempuran Afrika Utara

Ketika terjadi pertempuran di Afrika Utara antara kekuatan Jerman dan kekuatan Inggris, salah satu faktor penentu kemenangan bagi kedua belah pihak adalah ketersediaan logistik. Di Afrika Utara tidak tersedia cadangan logistik bagi kedua pasukan, termasuk air sekalipun. Oleh karena itu, simpanan logistik ini harus cukup dan memadai. Awalnya Jerman begitu dominan dalam peperangan ini, namun mereka membuat kesalahan dengan mengabaikan Pulau Malta.

Malta merupakan basis pertahanan Inggris untuk perang Afrika Utara. Pulau itu menjadi markas pasukan Inggris untuk menyerang Italia yang sedianya membantu Jerman dalam peperangan. Hitler harusnya juga memberi perhatian untuk merebut pulau ini supaya kekuatan musuh menjadi lemah. Namun, pulau itu urung direbut dan Hitler lebih suka memperhatikan perang di Afrika Utara. Akhirnya, pulau itulah yang menjadi kunci hancurnya Jerman di Afrika Utara karena terhentinya pasokan bensin, amunisi, dan makanan dari Italia meskipun persenjataan mereka masih lengkap.

4. Pertempuran Yunani

Pertempuran Yunani mulanya tidak dimulai oleh Hitler, namun oleh sahabatnya Benito Musollini. Saat itu, Musollini yang ingin mengembalikan kejayaan Romawi bernafsu untuk merebut Yunani. Apalagi Yunani bukanlah negara yang memiliki kekuatan militer. Ini yang membuat Musollini memandang sebelah mata pasukan militer Yunani.

Memang mulanya pasukan Italia berhasil menekan Yunani. Tapi hal itu tidak berlangsung lama karena pasukan kecil Yunani berhasil mendorong pasukan Italia sampai ke wilayah Albania. Kekalahan Musollini itu memaksa Hitler untuk mengirim bantuan ke Albania dan menunda Operasi Barbarossa hingga dua bulan berikutnya. Keputusan itu berbuah petaka karena justru dua bulan kemudian sudah memasuki musim dingin. Akibatnya tentara Jerman harus terjebak di musim dingin Rusia yang terkenal ganas.

5. Pertempuran Stalingrad

Hitler menginginkan Kota Stalingard direbut dengan cara mendudukinya. Itu berarti pasukan Jerman dipaksa untuk berperaang di jalanan kota, sementara hal semacam inilah yang sebisa mungkin dihindari oleh para jendral Jerman. Pasukan Jerman dirancang untuk perang dengan mobil, bergerak cepat, dan bermanuver, bukan malah perang terbuka. Akhirnya keputusan ini berbuah celaka. Hitler kehilangan 300.000 prajurit dan membuat pintu pertahanan di Front Timur menjadi terbuka lebar.

6. Battle of Bulge

Bagi pengamat militer, rencana jerman dalam Battle of Bulge adalah rencana yang mengagumkan dan jika berhasil akan mempengaruhi jalannya peperangan secara keseluruhan. Akan tetapi, masalah timbul akibat strategi yang buruk dari Jerman. Memang mereka memiliki pasukan besar dengan 500.000 bala tentara dilengkapi 800 panser. Bahkan di antaranya ada tank jenis baru yang disebut sebagai King Tiger yang digadang-gadang sangat kuat.

Dengan kuatnya pasukan dan persenjataan Jerman kala itu, ternyata tidak dibarengi dengan persiapan logistik yang matang. Bahan bakar sebagai contoh, sangat nihil dan mereka justru merencanakan untuk merebut pos-pos pengisian bahan bakar sekutu di sepanjang perjalanan. Perang ini berakhir dengan kekalahan telak di kubu Jerman karena mereka kehilangan 100.000 pasukan yang mati di medan tempur. Parahnya pintu Front Timur menjadi jatuh ke tangan sekutu, termasuk Berlin di kemudian hari.

Answered Nov 3, 2017
Muhammad Akmal
Masih muda, masih harus banyak belajar

JkPHbXOGlY4fIHtc2QqvEnQGkgfAcw6Q.jpg

Kesalahan Sang Fuhrer yang mengakibatkan Jerman kalah dalam Perang Dunia Kedua memang selalu menarik untuk dibahas. Dari sekian banyak kesalahan, setidaknya ada 2 (dua) kesalahan Hitler yang benar-benar fatal hingga Jerman mampu dikalahkan oleh oleh Sekutu dan babak belur di Front Barat dan Timur.

1. Halt Order ketika pengepungan Dunkirk
Penyerangan Jerman ke Prancis mencapai puncaknya pada tanggal 24 Mei - 4 Juni 1940, dan mereka mengepung pasukan Inggris dan Prancis disebuah kota pesisir Dunkirk (Dunkerque) di sebelah utara Prancis. Pasukan gabungan Inggris dan Prancis yang berjumlah 338.000-400.000 pasukan akhirnya dievakuasi ke Inggris dengan operasi yang dinamakan Operation Dynamo.

3UyuZZfiGM2W5P0fEr20t8EHLYQ3ykUS.jpg

Namun, ada kesalahan yang dilakukan Hitler ketika pasukannya yang dipimpin oleh Marsekal Herman Goering menggempur Dunkirk. Sebelum memasuki bulan Juni 1940, tepatnya tanggal 24 Mei 1940, Hitler memerintahkan para panglimanya untuk menahan serangan, dan dikenal sebagai Halt Order. Herman Goering selaku salah satu panglima mempertanyakan alasan Hitler mengeluarkan perintah tersebut. Padahal, jika Jerman mampu 'menghabisi' Pasukan Gabungan tersebut, kekuatan tentara Sekutu yang didominasi Inggris dan Prancis mengalami kekurangan sumber daya yang cukup besar.

Hitler selaku Fuhrer tetap berpegang teguh pada keputusannya dan akhirnya Jerman menahan laju penyerangannya ke Dunkirk. Akibatnya, pasukan Inggris dan Prancis yang berjumlah hampir 400.000 pasukan berhasil dievakuasi ke Inggris dan membangun kembali kekuatan untuk bertempur dengan Jerman di kemudian hari.

*note: Halt Order yang dikeluarkan Hitler masih menjadi perdebatan para sejarawan, terutama apa alasan Hitler mengeluarkan perintah tersebut.

2. Menyerang Uni 'Beruang Merah' Soviet
Hitler dikenal sebagai pemimpin yang memiliki ambisi luar biasa untuk menguasai Eropa dari Barat hingga Timur. Namun, ambisi Hitler tidak diimbangi dengan pengetahuan sejarah peperangan di masa lampau. 

Perang Napoleon pada abad ke-19 merupakan pengalaman pahit Prancis yang dengan gagah berani menyerang Rusia. Jumlah tentara Prancis yang berjumlah 600.000 saat menyerang Rusia, berakhir memalukan dengan sisa pasukan hanya puluhan ribu saja. Prancis mengalami kekalahan diakibatkan minimnya pengetahuan mereka tentang cuaca dan musim di Rusia. Mereka masuk Rusia ketika musim panas, namun tidak mempertimbangkan perbekalan yang mereka bawa ketika invasi Rusia. Dan akhirnya, musim dingin Rusia yang ganas membuat moril pasukan Prancis runtuh dan dengan mudahnya digempur oleh tentara-tentara Rusia yang sebelumnya bersembunyi di hutan dan di pegunungan, serta memaksa pasukan Prancis untuk mundur dan keluar dari tanah Rusia dengan kekalahan yang amat sangat memalukan.

Peristiwa memalukan yang menimpa Prancis seolah tidak dipelajari oleh Hitler selaku pemimpin tertinggi Jerman. Tanggal 22 Juni 1941, Jerman pun menginvasi Uni Soviet dengan kode Operation Barbarossa untuk menguasai Uni Soviet.

oINO75sTLwswOdsAiQ8u-WPC53fBXT2V.jpg

Sama seperti Prancis, Jerman melakukan Invasi hanya sebatas ambisi tanpa mempertimbangkan perbekalan yang mereka bawa ke Uni Soviet. Hingga akhirnya Jerman terpaksa dihajar dan babak belur digempur oleh Tentara Merah di berbagai pertempuran, seperti pertempuran Stalingrad yang terkenal, dan Pertempuran Kursk yang merupakan pertaruhan terakhir Hitler di Front Timur.

 

Dokumen foto: wikimedia.org

Answered Dec 11, 2017
rai nasrullah
Fakultas Perikanan dan Kelautan Peserta Rumah Kepemimpinan Batch 8

1. Jerman tidak mempunyai rencana yang jelas untuk peperangan jangka panjang

2. Jerman sangat terlalu percaya diri terhadap sumber daya manusianya

3. Sumber daya alam jerman tidak cukup

4. Jerman tidak memiliki master plan perang yang jelas

5. Hitler yang terlalu berkuasa,

6. Hitler tidak percaya dengan komandan - komandan yang telah diberikan tugas sesuai porsi

7. Jerman terlalu mengganggap remeh amerika

 

diatas merupakan kesalahan kesalahan yang menyebabkan jerman kalah pada perang dunia ke II namun yang disoroti dari beberapa kesalahan jerman ada sebuah kesalahan fatal yang dimiliki hitler yaitu hitler terlalu berkuasa,hitler merasa bahwa apapun keputusan yang akan dilakukan harus memalui hitler terlebih dahulu meskipun hal tersebut tidak terlalu urgent mulai dari offensive maupun defensife dan dalam peperangan itu harus dibutuhkan pemimpin yang gesit, pinter, gesit, sabar dan cerdas dalam memimpin namun itu semua tidak dimiliki oleh hitler. dan yang paling utama bahwa hitler adalah pemimpin yang tidak percaya akan kemampuan pasukannya.

Answered Jan 5, 2018