selasar-loader

Mengapa pria ingin menikah setelah hidupnya mapan?

Last Updated Apr 23, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Kartika Aprilia
Indonesian Literature, University of Indonesia.

pdKKAOSQtRgbDJNNLuE7RnJVi9ZIN04l.jpg

Pria memiliki rencana dalam hidupnya. Jika kita mendengar bahwa pria ingin menikah setelah hidupnya mapan, hal tersebut adalah hal yang lumrah.

Pasalnya, pria suatu saat; ketika memiliki keluarga, akan menjadi kepala keluarga yang membiayai kehidupan keluarga dan bertanggungjawab atas semua kebutuhan keluarga.

Oleh karena itu, tidak heran jika pria akan memikirkan terlebih dahulu dirinya agar mapan, baru ia ingin berkeluarga.

Sumber gambar: prokal.co

Answered Apr 23, 2017
Burhannudin Alwi
Mahasiswa Hukum

q4L19A3AP1b_zVXEDDLf47k5ck_po5j_.jpg

Sayangnya, dalam pertanyaan ini tidak disebutkan parameter mapan itu seperti apa. Atau mapan dalam hal apa. Tapi, tenang saja, saya akan menggunakan definisi mapan menurut hemat saya.


Mapan adalah suatu kondisi atau keadaan yang mana seseorang telah terbebas dari ketidakmampuan mengurus beban yang ditanggungnya. Beban dalam pengertian ini adalah kebutuhan. Ya, kebutuhan untuk hidup tentunya.

Mengacu pada pengertian mapan di atas, seseorang baru bisa dikatakan mapan apabila sudah terpenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam hidupnya.

Tentu setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Dimensi ruang, waktu, kebudayaan, latar belakang, sosial dan ekonomi sangat mempengaruhi kebutuhan setiap orang. Ini yang menyebabkan standar mapan menjadi sangat subjektif. Parameternya tidak pasti. Sehingga kadar mapan antarpria, dalam hal ini, bisa tumpang tindih satu sama lain. Tergantung kebutuhan masing-masing pria.

Mengapa pria ingin menikah setelah hidupnya mapan?

Saya tidak bisa menyimpulkan setiap pria ingin menikah setelah hidupnya mapan. Yang saya yakini, setiap pria memiliki keinginan untuk menikah. Entah setelah hidupnya mapan atau sebelumnya.

Ada dua alasan yang akan saya sampaikan mengapa pria ingin menikah setelah hidupnya mapan. Sebelumnya, saya menggunakan definisi mapan menurut hemat saya yang sudah dipaparkan di atas.

Pertama, pria harus mampu memenuhi kebutuhan dirinya sendiri terlebih dahulu. Bagaimana mungkin seorang pria menanggung kebutuhan yang muncul setelah menikah padahal dia sendiri belum mampu menanggung kebutuhan hidupnya sendiri. Ada kehidupan baru yang dialami setelah menikah. Dan itu menjadi tanggungjawab pria sebagai kepala keluarga. Menyelesaikan berbagai macam persoalan sebagai nahkodanya.

Kedua, mapan, walaupun tidak memberi jaminan kehidupan setelah menikah bakal baik-baik saja, setidaknya tidak menambah persoalan yang ada. Misal begini, dalam kondisi mapan, dapur mesti mengebul; listrik tetap menyala; air mengalir lancar adalah suatu keniscayaan. Bayangkan jika yang terjadi sebaliknya, persoalan serta pemecahan masalah bertambah dan keadaan rumah tangga menjadi tidak stabil. Meskipun dinamika semacam ini tidak dapat dihindarkan dalam rumah tangga, mapan tetap memberi nilai tambah dalam kehidupan berumahtangga.

#SayembaraSelasar

 

sumber gambar : tstatic.net

Answered Apr 26, 2017