selasar-loader

Apakah memiliki agama penting bagi Anda?

Last Updated Nov 16, 2016

Bila iya, seberapa pentingkah beragama?

135 answers

Sort by Date | Votes
Muhammad Husein Ali
Pelajar Serabutan

Hasil gambar untuk agama di dunia

Sumber gambar: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRpW4PazUNDEiKVVe3gJyAsJVusKpKFg1t28ClY3PmdZm97SdJy (SUM)

 

Agama adalah konstruksi sosial.

Bagi masyarakat Indonesia dengan seluruh kondisi budayanya, percaya terhadap hal-hal gaib seperti mitos atau pamali adalah suatu hal yang lumrah. Pendidikan di Indonesia yang tergolong kurang baik ditambah dengan masyarakat yang cenderung ignoran (tak acuh) membuat agama itu sangatlah penting.

Agama memiliki nilai-nilai moral tersendiri di mana nilai tersebut diterapkan oleh norma dengan segala aturan-aturan dogmanya. Bahwa, orang dilarang mencuri, dilarang membunuh, harus menafkahi keluarga, bersedekah, dan menyayangi kaum mustadh'afin adalah nilai-nilai moral sederhana. Agama membentuk pola perilaku seseorang dalam bermasyarakat. Moral mereka dibentuk dari dogma yang ada pada prinsip agamanya. Maka, mereka tidak berbuat jahat dan mereka akan berbuat baik.

Jahat dan baik adalah suatu hal yang sangatlah subjektif. Dalam filsafat sendiri, pemahaman moralitas untuk memahami baik atau jahat memiliki cabang yang sangat banyak. Sederhananya, mungkin cabang filsafat utilitarianisme dan deontologis adalah suatu hal yang berat bagi masyarakat untuk memahami konsep moral yang super rumit ini. Agama cenderung mempermudah dengan memberi poin-poinnya.

Dalam pemahaman sufistik, agama itu soal spiritualitas. Agama diperlukan untuk motivasi dan ketenangan diri, bukan untuk menghakimi orang lain.

Maka, jawaban saya adalah ya, agama itu penting untuk motivasi dan ketenangan diri. Namun, apabila Anda merasa tidak memerlukannya dalam arti Anda mampu mencari motivasi dan ketenangan diri melalui hal yang lain, maka tentu, mungkin Anda yang tahu sendiri jawabannya.

Answered Nov 24, 2016
Agil (Ragile) Abdullah
Penulis blog Kompasiana, ex programer komputer, staff keuangan, Gusdurian

Hasil gambar untuk pentingnya agama

Bagi saya sebagai muslim, agama itu penting untuk menjadi tuntunan hidup di dunia hingga akhirat.

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Jan 4, 2017
Fajri Muhammadin
Lecturer at the Dept. of International Law, Faculty of Law, UGM

Hasil gambar untuk agama

Sangat penting, bahkan terutama, khususon Islam.

Saya tidak ingin menilai si penanya, tapi menurut pengalaman saya, dalam banyak kasus pertanyaan ini ditanyakan dengan latar belakang materialistis. Ada anggapan bahwa dunia ini hanya dunia material saja, apa yang bisa diindera saja. Dengan demikian, yang diperlukan hanya apa pun yang bermanfaat untuk dunia ini saja.

Agama menjadi salah satu alat untuk hidup dengan baik di dunia ini saja. Salah satu penjaja di pinggir jalan, yang mana kita dapat memilih jika bermanfaat untuk menjalani hidup dan itu saja. 

Islam menegur kita bahwa bukan seperti itu kenyataannya. Allah berfirman dalam surah Al Hadid ayat 20:

ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٌ۬ وَلَهۡوٌ۬ وَزِينَةٌ۬ وَتَفَاخُرُۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٌ۬ فِى ٱلۡأَمۡوَٲلِ وَٱلۡأَوۡلَـٰدِ‌ۖ كَمَثَلِ غَيۡثٍ أَعۡجَبَ ٱلۡكُفَّارَ نَبَاتُهُ ۥ ثُمَّ يَہِيجُ فَتَرَٮٰهُ مُصۡفَرًّ۬ا ثُمَّ يَكُونُ حُطَـٰمً۬ا‌ۖ وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ عَذَابٌ۬ شَدِيدٌ۬ وَمَغۡفِرَةٌ۬ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٲنٌ۬‌ۚ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu".

Allah pun dalam menjelaskan takwa, pertama kali Allah memberikan ciri orang-orang yang bertaqwa adalah dalam surah Al Baqarah ayat 3 dst, tapi ciri yang paaaaaaaaaaling pertama adalah:

ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ

"... yaitu mereka yang beriman pada yang gaib."

Islam mengingatkan kita akan apa itu realita yang sesungguhnya. Inilah akidah. Dengan akidah, atau dengan bahasa kerennya adalah world view, kita memandang hidup dan mati dengan cara yang berbeda. Inilah landasan kita menjalani hidup dan menyongsong maut.
 
Lebih lengkap ada di tulisan blog saya, silakan diklik di sini ---> Islam: Clarifying Reality
 
 
Ilustrasi via i0.wp.com

Answered Jan 6, 2017
(A)gansky
Ngalamers. Bataknese. Loving Annelies.

Bagi saya pribadi, tidak. Dalam menjalani kehidupan, tentunya yang saya ikuti adalah aturan hidup. Keberadaan norma ataupun hukum serta adat budaya secara langsung telah mengatur mengenai perjalanan kehidupan. Melihat keadaan amsa kini, agama malah menjadi landasan manusia kehilangan kemanusiaannya. Kehilangan akal sehat dan fitrahnya sebagai manusia. Bukan bermaksud menyalahkan agamanya, namun, kegilaan manusia terhadap agama kadang membuat saya jengkel kepada umat beragama.

Tapi yang pasti, agama itu bagi saya urusan personal. Selama urusan agamamu tidak menggangguku, silakan jalankan.
Terlebih, jangan urus agamaku. Hehe

Answered Jan 13, 2017
Mustafid Sawunggalih
Status pekerjaan di KTP berprofesi sebagai wiraswasta :D

Sangat penting, karena dengan agama kita mempunyai tuntunan hidup, kita mempunyai tempat bersandar.

Answered Jan 14, 2017
Rizandi Sofyan
Classic and custom motorcycle enthusiast

Sebagai makhluk yang paling cerdas dan terbaik diantara yang lain, manusia tetaplah sebuah ciptaan Yang Maha Kuasa. Oleh karenanya, manusia juga tak luput dari segala bentuk kekecewaan, sedih, maupun bahagia/senang. Segala bentuk ekspresi manusia tersebut memang pada dasarnya harus dituangkan ke dalam 'agama', yaitu yg berperan sebagai penenang, dan penentram jiwa bagi manusia. Di lain sisi, segala macam aturan perilaku dan sifat manusia (karakter) itu dibentuk/didasari oleh aturan dalam agama yang menuntun dan menuntut kita agar selalu menjadi lebih baik 

Answered Jan 15, 2017
Eka Prasetya
Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Politik, FISIP Universitas Indonesia

Sangat penting.
Saya menempatkan loyalitas kepada Tuhan sebagai loyalitas tertinggi, dan hanya melalui agama-lah kita dapat dituntun untuk memahami apa yang diperintahkan Tuhan. Karena itu saya menganggap absurd mereka yang percaya Tuhan tapi tidak mengikuti salah satu agama manapun, walau saya respect dengan keyakinan mereka itu.
Karena pertanyaan ini sangat khas bernada perspektif utilitarian, maka jawaban saya begini, agama penting untuk dianut oleh seseorang, karena ia memberikan tuntunan untuk perilaku moral tentang mana yang baik dan mana yang buruk. Jika Anda menggugat saya dengan menyatakan seorang atheist terkadang lebih bermoral ketimbang kaum beragama, maka saya akan menambahkan, setidaknya agama memberikan harapan kepada setiap pemeluknya bahwa barangsiapa yang menanam kebaikan di dunia dapat bersuka-cita dalam menikmati surga di negeri akhirat.


 

Answered Jan 15, 2017
Ahmad Mustofa
Jurnalis dan penyuka sepak bola....

Penting, karena agama adalah pedoman dalam menjalani kehidupan..

Answered Jan 15, 2017
Ilmia Rahayu
Politics & Economics Graduate. Banking Industry

Penting bagi saya.

Namun agama tidak menjamin kehidupan seseorang/suatu kaum menjadi lebih baik dan manusiawi. Begitu pula tidak beragama juga tidak otomatis menjadikan manusia menjadi jahat dan buruk. Bahkan manusia yang beragama bisa menjadikan agama sebagai legitimasi untuk berbuat kejahatan kepada manusia lain. 

Kebaikan dan kemanusiaan orang tidak berhubungan dengan agama.

Answered Jan 15, 2017
Wilingga Wilingga
Menulis, menulis, menulislah

Sangat penting, agama mengajarkan moral dan akhlak. jika tak bergama, maka seseorang akan sulit untuk membedakan hal baik atau buruk. disini saya tak memkasa memilih agama yang mana, yang jelsa menurut saya semua agama itu sama-sama mengajarkan hal yang baik. agama apapun tak prnah mengajarkan hal yang buruk bagi ummatnya. agama juga mengajarkan kita semua cara, segala hal diatur dalam agama. tingkah laku juga akhlak. akhlak kita akan baik jika punya agama.

Answered Jan 17, 2017
Wijaya Adhisurya
Embedded Software Craftsman di Salatiga, suka ngopi dan heavy metal

Memiliki agama itu bagi saya SANGAT TIDAK PENTING.

Saya tidak menjadi muslim karena itu penting bagi saya. Saya menjadi muslim karena itulah konsekuensi dari apa yang saya fahami dari pengalaman hidup saya. Seandainya suatu saat saya memutuskan bahwa Islam itu cuma kebohongan belaka, akan saya buang agama itu ke tempat sampah dan akan saya kejar kebahagiaan dunia yang hakiki.

Answered Jan 18, 2017
Anonymous

sangat penting karena agama adalah "jalan yang lurus" agar kita bisa menjalani dengan arahan yang jelas namun jalan yang dijalani terserah siempunya kaki mau melaluinya dengan cara apa

Answered Jan 18, 2017

Sangat penting jika memiliki dan juga menjalankan ajaran agamanya dengan baik dan benar. Kalau hanya memiliki atau sebatas tercantum di KTP untuk apa?

Answered Jan 27, 2017
Fadhel Yafie
Mahasiswa UIN Jakarta; Pembelajar yang menggandrungi filsafat dan sains

1r2FocRb2qBRorrpuMRWjcvToBpL8C4y.jpg

via cloudinary.com

Penting bagi mereka yang kurang berpikir. Sebab, agama memberikan petunjuk bagi penganutnya tentang bagaimana menjalankan hidup yang baik. Agama juga menjadi sumber reinforcement (dosa-pahala) agar penganutnya dapat bahu-membahu menjalani kehidupan dan menjauhi sesuatu yang dapat merusak kehidupan.

Tapi, bagi mereka yang sanggup berpikir dalam? Tak begitu penting. Sebab, mereka mampu berpikir mandiri tentang konsekuensi sebuah tindakan, tidak perlu manual book yang menyatakan bahwa itu baik itu buruk. Orang yang sanggup berpikir mandiri juga tidak membutuhkan dosa-pahala.

Answered Feb 28, 2017

Sangat penting, karena agama menjadi arahan hidup dari tujuan manusia diciptakan di muka bumi ini.

zulGW7-6qJ1g5jKB71Wrafhg2OwSk8r8.jpg

via voqonline.com

Tanpa agama, kita tidak akan tahu bagaimana menjalankan hidup yang baik dan bernilai di mata Allah.

Sudah beragama saja masih sering lalai dan keliru, apalagi tidak beragama?

Answered Mar 4, 2017
Nauval El-Hessan
Humble servant of God

FQ1UOVO6vILdE7k3rEe_a1k9ueapS07s.png

Penting. Hal itu karena manusia tidak hanya memiliki akal rasionalitas semata, melainkan akal irasionalitas dan suprarasionalitas. Akal rasionalitas mungkin bisa terpenuhi dengan terus berpikir mengenai alam semesta yang kemudian membentuk sains. Begitu pula akal irasionalitas, mungkin bisa terpuaskan hanya dengan mengikuti budaya-budaya setempat. Akan tetapi, akal suprarasional tidak bisa terpuaskan kecuali dengan bimbingan agama. 

Hanya dengan agama, kita diberi batasan mengenai sesuatu. Rasionalitas tidak memberikan batasan. Mungkin memberikan, akan tetapi sifatnya tentatif. Begitu pula dengan irasionalitas. Itu mengapa manusia butuh yang suprarasional, yang tidak terikat ruang dan waktu, agar manusia terus harmonis dan terus berada di jalan yang lurus.

Memuaskan akal suprarasional tidak bisa dipenuhi kecuali dengan agama. Agamalah yang menjelaskan bahwa manusia ada batasan-batasan tertentu, baik dalam pemikiran maupun perbuatan. Batasan itu tidak terikat ruang dan waktu agar manusia senantiasa konsisten dengan apa yang dia lakukan.

Agama juga membawa hal-hal yang universal. Itulah mengapa manusia butuh agama. Hanya dengan hal-hal universal itu, manusia bisa memahami bahwa dirinya hanya berupa partikularitas sehingga bisa membuat manusia tidak menjadi sombong dengan segala rasionalitas dan irasionalitasnya.

Singkatnya, agama penting untuk menyadarakan manusia bahwa dirinya hanyalah bagian kecil dari alam semesta ini. Bahkan, alam semesta hanyalah bagian kecil dari segala ciptaan yang ada dan mungkin ada yang telah diciptakan oleh Tuhan.

Namun, bukan berarti dengan agama manusia dilarang untuk menggunakan rasionalitas dan irasionalitasnya. Agama meyakini dua akal tersebut, bahkan menyuruh manusia menggunakannya. Hanya saja, agama menyuruh manusia menggunakan keduanya dalam batas-batas tertentu. Bukan absolut.

Answered Mar 7, 2017

vTTpO0ca8RBtJfqJ-iRp60nKnY7jHEW5.jpg

via dotmsr.com

Tentu penting. Bagi saya, agama bisa menjadi healer buat kesedihan, kebingungan, dan kegalauan (eeeaa). Agama juga adalah pedoman hidupmu, jadi, agama itu sama pentingnya dengan oksigen. 

Answered Mar 9, 2017

mfh3iALSgI_UgHX5Cl2OHw6m1xJ8OLCl.jpg

via muslimvoices.org

Memiliki agama sangat penting karena agama adalah suatu identitas terhadap yang Maha Kuasa. Hal yang menarik dalam daya talar saya, orang yang berjasa dalam agama yang saya yakini, adalah Ustadz Derry Sulaiman. Jika dunia ini mengakui adanya suatu level atau tingkatan, dia lah yang berjasa membawa saya ke level yang sangat tinggi, berdiri di antara para Syuro.

Answered Mar 24, 2017

Agama berikut urgensinya bagi manusia kita akan mengulasnya di akhir artikel ini dengan terlebih dulu memantapkan konsep dasar dari manusia sebagai makhluk sosial yang menurut beberapa ilmuwan di bidang sosial berdasarkan sifat alaminya manusia sebagai makhluk yang tidak pernah merasa puas. Sosiolog juga menegaskan dalam upaya memenuhi kebutuhan untuk hidup maka manusia memerlukan interaksi kepada manusia lainnya sehingga tercapai apa yang menjadi kehendaknya. Dalam konteks interaksi ini akan menyangkut tentang prilaku (behavioral). Pendekatan prilaku banyak digunakan disiplin ilmu seperti sosial, politik, sosiologi, psikologi dan lain sebagainya untuk menjelaskan mengapa prilaku "abnormal" terjadi dan apa yang melatarbelakanginya dalam suatu lingkungan (keluarga, kelompok, organisasi kecil maupun besar) tentu untuk dapat dikatakan suatu prilaku disebut normal maka prilaku tersebut harus bertindak sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam lingkungannya masing-masing dalam bentuk peraturan (hukum) tertulis dan tidak tertulis (norma, etika). Bila secara alami manusia dengan sifat dasarnya sebagai makhluk yang tidak pernah merasa puas maka sulit bagi peraturan atau etika untuk secara total meredam sifat dasar manusia itu karena akan selalu digoda dengan keserakahan dari sifat tidak pernah merasa puas untuk mencari-cari sela kesempatan dalam sisi peraturan dan etika dengan sudut pandang subjektif dirinya. Menimbang sifat dasar manusia sebagai makhluk yang sangat dekat dengan keserakahan (tidak pernah merasa puas) dalam memenuhi kebutuhan primer, skunder dan tersier melaui prilaku yang cenderung akan menggunakan segala cara maka selain peraturan dan etika maka agama akan berfungsi untuk mengingatkan kembali manusia untuk sadar dalam berprilaku sebagaimana yang di perintahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Pada titik ini manusia tengah berhadapan dengan perintah sang pencipta, bila lalai maka nikmat mana lagi yang hendak manusia dustakan bila telah ada nasi di meja, air yang melimpah, keluarga yang indah dan pekerjaan yang bukan mencuri. Sekian terima kasih.

Answered Mar 26, 2017
Kartika Aprilia
Indonesian Literature, University of Indonesia.

DNDdc9dgyLmn8W5XRUwGDHbOzX3WW3kn.jpg

via tstatic.net (FR)

Sangat penting. Dengan memiliki agama, kita jadi tahu kiblat kita untuk melakukan ibadah pada siapa dan kita mengetahui kaidah-kaidah agama yang ada. Dengan agama juga kita bisa meyakinkan diri atas keberadaan Tuhan. Jika kita tidak memiliki agama, maka kita akan terombang-ambing dalam kegalauan atas kehidupan di dunia ini.

Answered Apr 3, 2017