selasar-loader

Apakah pekerjaan orang tua (Ayah dan Ibu) yang sangat sibuk menjadi penghalang untuk bisa bersama dengan Anda?

Last Updated Nov 22, 2016

1 answer

Sort by Date | Votes
Ridhwan Siregar
Putra Seorang Amang, Kini Seorang Amang

OYDhvAzQsuil1iYudm7-Q6XSLu2_t3z_.jpg

Sumber gambar: http://www.urantiabook.org/family_life/images/fam-sil.jpg (SUM)

 

"A real man loves his wife, and places his family as the most important thing in life. Nothing has brought me more peace and contentment in life than simply being a good husband and father."

—Frank Abagnale, former con man, inspiration for the film "Catch Me If You Can, 2002"

Quote itu mengusik saya yang sedang mencoba menyelesaikan project fotografi personal yang saya lakukan sejak tahun 2013 yaitu ketika saya memutuskan untuk ikut pergi menemani istri saya sekolah di New York, Amerika Serikat. 

Sejak lulus kuliah, saya bercita-cita menjadi seorang jurnalis foto namun gagal karena tiga dari kantor incaran saya tidak membuka lowongan pada saat saya lulus. Singkat cerita, akhirnya saya tetap bekerja sebagai jurnalis di sebuah stasiun TV, pekerjaan yang sebetulnya sangat saya hindari karena ayah saya bisa dibilang mempunyai nama yang cukup harum dalam dunia pertelevisian Indonesia. Saya tidak mau berada di bawah bayang-bayang ayah saya, apalagi ternyata nantinya malah hanya membuat malu dan membuat jelek nama beliau. Seiring dengan itu, saya menghindari percakapan yang kemudian menjurus orang menjadi tahu saya anak siapa, hahaha.. 

"Sudahlah. Belum sempat berbakti, bikin malu pula", mungkin itulah kata-kaya paling halus yang saya bayangkan apabila ia bisa bangkit dari kubur (kalaupun benar yang dikubur itu ayah saya karena ada gosip yang mengatakan bahwa ayah saya masih hidup).

Seiring berjalannya waktu, drama, perjuangan, air mata, dan banyak hal lainnya, saya mendapat kesempatan untuk bisa dan boleh memilih pekerjaan yang saya inginkan, di mana banyak orang yang tidak bisa atau tidak boleh untuk mengejar apa yang dia inginkan dengan berbagai sebab.

Maka dari itu, ketika pekerjaan itu saya ambil, saya benar-benar serius dalam menjalaninya karena saya merasa fotografilah yang bisa membawa saya pergi kemana pun yang saya inginkan dan masya Allah, saya tak tahu akan menjadi apa kalau tidak mengambil keputusan tersebut.

Sebagai fotografer, seringkali saya menyaksikan momen-momen khusus milik orang-orang, yang bahkan tidak saya kenal untuk diabadikan. Saya sangat berupaya untuk merekam kehidupan orang lain namun sebaliknya, justru sedikit sekali rekaman kehidupan pribadi yang saya miliki. Dari ribuan foto yang saya hasilkan saat bertugas, jarang saya menghasilkan gambar-gambar yang benar-benar mewakili perasaan dan emosi saya. Hal tersebut sangat terasa ketika akhirnya saya berkeluarga.

Perasaan campur aduk pun muncul ketika mendengar kabar istri mendapatkan beasiswa sekolah ke New York. Senang, karena perjuangannya berhasil. Perjuangan menyatukan keluarga karena dalam tiga tahun awal kehidupan kami berkeluarga, kami harus tinggal di tempat berbeda. Rasa takut juga terbersit karena kalau saya ikut berangkat, sayalah yang akan mengurus anak yang belum saya kenal, sementara istri saya menempuh pendidikan. Sebagai laki-laki, perasaan saya sedikit terusik. Bayangan karier istri yang lebih baik langsung muncul (maklum orang Batak). Meski sebelum berkeluarga, kami sudah sepakat bahwa suami istri bukanlah kompetisi, melainkan komitmen. Hal itulah yang membulatkan tekad saya ikut berangkat menemani istri sekolah. Ketika akhirnya berkumpul sebagai satu keluarga, ingatan tentang ayah saya muncul. Ayah yang hebat dan luar biasa namun tidak cukup banyak waktu yang beliau berikan untuk saya karena pekerjaannya, hingga akhir hayatnya. Hal serupa yang sempat saya rasakan, di mana saya harus bertugas jauh dari keluarga, di awal kehidupan berumah tangga. 

Kegundahan, kegelisahan, dan perasaan-perasaan lainnya tersebut akhirnya tertuang ketika membuat proyek fotografi untuk merayakan keputusan penting saya meninggalkan pekerjaan di Indonesia agar bisa berkumpul dengan keluarga. Foto-foto yang mengabadikan waktu berharga untuk menyaksikan anak laki-laki saya tumbuh, seolah-olah saya sedang membayar “hutang” dengan menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya dengannya. Waktu-waktu yang tidak dimiliki banyak ayah untuk menyaksikan anak-anaknya di masa emas mereka, termasuk saya sendiri pada dua tahun pertama kehidupan anak saya, juga mengingatkan saya akan banyak momen penting dalam kehidupan yang akhirnya harus saya lewati tanpa kehadiran ayah saya.

Pindah ke tempat baru dan akhirnya tinggal di bawah satu atap, saya mulai memotret pengalaman saya dan anak saya hampir setiap hari, mulai dari awal pindah sampai sebelum kami pulang ke Indonesia. New York penuh dengan hal baru yang menarik. Anak saya yang berumur dua tahun seperti tidak pernah berhenti menyentuh dan bertanya akan banyak hal yang ditemuinya. Memotret sambil menjaga anak membantu saya mengenal dan memahami anak saya bahwa semua hal yang kita temui memiliki arti dan keindahan tersendiri. Saya merasa seperti kembali belajar memahami dan menikmati fotografi seperti di awal saya belajar memotret tetapi membawanya ke tahapan yang lebih personal.

Proyek ini sudah dalam tahap finishing. Proyek ini sangat berarti buat saya sebagai cara saya menyatakan cinta. Saya dedikasikan untuk keluarga besar saya dan juga sebagai ungkapan rindu kepada ayah saya, sekaligus sebagai bentuk permintaan maaf kepada anak dan istri saya karena pernah berpikir untuk lebih mengedepankan ego sebagai seorang laki-laki daripada mereka. Saya teringat, beberapa hari sebelum berangkat, seorang kawan baik bilang,  "Yakinlah, keputusanmu sudah tepat, keluarga adalah yang utama.” Saya benar-benar bersyukur telah mengambil keputusan itu. 

Di New York, saya belajar menjadi seorang laki-laki, seorang kepala keluarga, dan seorang amang. Belum sempurna namun saya mau terus belajar. Perjalanan masih sangat panjang dan semoga anak saya nantinya menjadi amang yang lebih baik dan hebat untuk keluarganya kelak, seperti opungnya (amang saya) yang menginkan saya menjadi amang dan menjadi orang yang lebih baik darinya.

Kembali lagi ke pertanyaan "Apakah pekerjaan orang tua...(more)

Answered Nov 22, 2016

Question Overview


3 Followers
1562 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa faktor yang menyebabkan seorang perempuan berselingkuh dari kekasih atau suaminya?

Apa perbedaan Anda dan pasangan Anda?

Apa persamaan Anda dan pasangan Anda?

Bagaimana rasanya diselingkuhi?

Apa yang melandasi suami mengizinkan istri untuk berkarir/bekerja di luar rumah?

Apa saja yang menjadi alasan sebagian perempuan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga?

Apa saja yang menjadi alasan sebagian perempuan memutuskan untuk menjadi wanita karir?

Bagaimana cara mengelola amarah terhadap pasangan?

Apa yang harus dilakukan untuk berdamai dan mengembalikan keadaan setelah mengalami pertengkaran dengan pasangan?

Bagaimana cara terbaik menaklukkan hati perempuan yang kita cintai?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif melakukan renovasi rumah dengan biaya minimum?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif untuk memastikan kondisi kendaraan selalu prima?

Faktor apa yang paling berpengaruh pada terjadinya konflik mertua-menantu dalam kehidupan rumah tangga?

Apa suka-dukanya punya suami atau istri seorang profesor?

Bagaimana cara menghadapi suami super hemat?

Bagaimana menjelaskan bahwa perceraian dalam rumah tangga merupakan solusi terbaik?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan menghadapi "malam pertama" dalam perkawinan dan mengapa hal itu penting?

Apa pendapat Anda mengenai perempuan lajang yang berpendidikan S3?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan?

Bagaimana menjelaskan bahwa ada kemungkinan kehidupan lain selain di Bumi ini?

Apa motto hidup paling keren?

Apakah seseorang mempunyai karakter bawaan yang tidak bisa diubah?

Apa ketakutan terbesar dalam hidupmu? Mengapa?

Siapakah cinta pertama Anda?

Seberapa pentingkah olahraga bagi Anda ?

Apa yang Anda lakukan ketika mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan?

Apa pengalaman paling bermakna dalam kehidupan Anda?

Siapakah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan Anda?

Apa dan bagaimana cinta itu?

Kepada siapa kecenderungan waria memilih pasangannya?

Adakah kaitan antara parfum dan kepribadian seseorang?

Apakah status sebagai anak tunggal mempengaruhi sikap politik Presiden ke-6 RI?

Apakah status sebagai anak lelaki satu-satunya dalam keluarga mempengaruhi sikap politik Presiden Jokowi?

Pada umur berapa sebaiknya anak diajak untuk menjalankan ritual keagamaan?

Apa yang menyebabkan orang takut menikah?

Apa yang menyebabkan seseorang takut menghadapi masa depan?

Mengapa respons orang sedih umumnya menangis?

Apakah menangis itu sehat atau malah membuat sakit?