selasar-loader

Bagaimana dampak D-Day bagi Jerman pada Perang Dunia II?

Last Updated Nov 16, 2016

Operasi Neptunus (populer disebut D-Day) adalah pendaratan lepas pantai yang dilakukan oleh Sekutu di Normandia. Operasi ini dikenal sebagai salah satu operasi militer terbesar dalam sejarah perang modern. Nah, apa sajakah pengaruh D-Day bagi Jerman?

5 answers

Sort by Date | Votes
Granito Ibrahim
Belajar sejarah itu seru, lho...

Hasil gambar untuk DAMPAK D-DAY BAGI JERMAN

Jerman dibuat repot oleh Sekutu, sebab terbelah-belah pertahanannya. Sebagian pasukan Jerman juga ada di Rusia dan Afrika. Dan lagi, Hitler pada saat itu meragukan Sekutu akan benar-benar menyerang dari Pantai Normandy, dengan alasan, selain alam yang tidak bersahabat, cuaca pun sering kali menyusahkan penyerangan. 

Dari D-Day, tekanan ke Jerman bersifat sporadis dalam waktu serentak. Pasukan bawah tanah Polandia, Hungaria, dan pasukan Perancis menjadi mempunyai spirit perlawanan. Jerman digempur dan dikepung sana-sini, tidak fokus dalam logistik, dan tentaranya turun semangat tempurnya.

Ilustrasi via l3.yimg.com

Answered Dec 21, 2016
Arif Nur
Penikmat kisah Sejarah

Xx2ZtCdYQr9ZLnM7P7W59jPBPOsTar8e.jpg

Dampak D-day bagi Jerman adalah terbukanya front baru yang semakin memaksa Jerman harus memecah pasukannya yang terpecah di antara front Italia, Balkan, dan Eropa Timur.

 

sumber gambar: army.mil

Answered May 6, 2017
Noval Aditya
Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB UI 2015 | BEM FIB UI 2017

kQ1femob-ZnP3eaZhIwdE0pZLgWOVPhJ.jpg

Operasi Neptunus secara umum dianggap sebagai turnover dalam perang dunia kedua. Setidaknya sampai pertengahan tahun 1944, Jerman dan Italia sukses menegakkan keunggulan di Eropa, dimulai dari pengepungan Dunkirk yang menyebabkan sekitar 300.000 serdadu Sekutu "melarikan diri" ke Inggris hingga penguasaan seluruh Eropa Barat sehingga tertutuplah satu front Sekutu untuk mendorong kekuatan Jerman kembali ke Eropa Tengah. Di sisi lain, kedua front lainnya juga tidak begitu baik bagi Sekutu. Front Timur sekutu yang diwakili Uni Soviet terus didorong sampai ke kota Stalingrad di tepi sungai Volvo, selangkah menuju keruntuhan Moskow. Front Selatan juga tidak berjalan sebagaimana mestinya; medan perang yang jauh berbeda dengan Eropa membuat kedua pihak berpikir dua kali untuk bertempur secara terbuka karena logistik yang tidak memadai.

Terdesaknya Stalin di Front Timur membuatnya menekan Sekutu untuk membuka lagi satu front untuk memecah gerak Jerman, karena jika tidak, manuver Jerman ke Moskow akan semakin cepat dan kejatuhannya hanya tinggal hitungan jari. Front yang akan dibuka adalah Front Barat, di mana peran Inggris ditambah dengan tentara pelarian dari Dunkirk yang akan diterjunkan kembali ke Eropa Barat. Rencana ini diawali dengan peningkatan intensitas tekanan di Afrika Utara, sehingga perhatian Jerman terbagi pula ke Front Selatan untuk mempertahankan Italia dari keruntuhan. Belum lagi ekspansi Front Timur yang terhenti di Stalingrad, membuat Jerman terus mengirimkan tentaranya dari Berlin menuju ke sana. 

Inggris sendiri bukan tak tersentuh oleh Hitler. Armada Luftwaffe juga beberapa kali memasuki langit London. Namun sekali lagi, hanya Inggris lah harapan sekutu untuk dapat memukul mundur Jerman. Pada D-Day, Jerman terkecoh dengan strategi bayangan Sekutu yang hendak mendaratkan armadanya di Brittany, satu titik terdekat antara Perancis dan Inggris, namun ternyata mendaratkan tentaranya di Normandia pada tengah malam. Tentara Sekutu berhasil mempertahankan wilayah pendaratan dan membuka front baru untuk memukul mundur Jerman. 

Dengan situasi ini, Jerman terkepung sepenuhnya dari tiga front. Pendaratan Normandia meningkatkan moral tentara Sekutu yang kemudian berhasil memukul mundur Jerman dari ketiga front sekaligus. Secara singkat, D-Day menjadi turnover yang menentukan keunggulan dalam Perang Dunia II, dan berdampak langsung pada hasil perang tersebut.

Answered Nov 2, 2017

Sebelum peristiwa D-Day, Nazi telah menancapkan kengerian dan mitos yang berkecamuk di kepala tentara2 sekutu lewat peristiwa evakuasi terbesar sepanjang sejarah di Dunkirk (Belgia). Hitler yang memiliki peluang untuk menghabisi tentara sekutu yang telah terkepung lebih memilih unjuk kekuatan Luftwaffe-nya di udara. Menyaksikan dengan kepala sendiri akan kekuatan udara dan darat dari Nazi dibawa oleh sisa tentara sekutu ke daratan Inggris, dimana mereka di persiapkan juga untuk menghadapi invasi sewaktu-sewaktu tentara Nazi ke daratan Inggris. Penguasaan penuh atas wilayah Eropa daratan tanpa gangguan Sekutu mengalihkan perhatian sepenuhnya Nazi ke front Timur menghadapi Sovyet. Uni Sovyet memiliki luas wilayah terlampau besar dipandang tak akan efektif secara administrasi dan militer menghadapi kekuatan Jerman. Mencaplok wilayah Sovyet tentu akan menjadikan sumbangan besar untuk Nazi atas penguasaan sumber daya alam. Namun kegagalan di Stalingard dan Kursk juga lemahnya kawan mereka (Italia) menyebabkan terpecahnya konsentrasi Nazi di beberapa front.

Tentara-tentara yang selamat dari Dunkirk menghimpun kekuatan kembali selama masa itu. Disertai datangnya bantuan dari USA yang memutuskan ikut perang akhirnya pertahanan Atlantic Wall pun jebol lewat peristiwa D-Day. Kekuatan Jerman juga mulai menunjukkan kemunduran usai gagal dalam invasi ke Sovyet, masih ditambah pemberontakan-pemberontakan kecil (Slowakia, Polandia, Partisan Serbia). Adanya peristiwa D-Day semakin melemahkan kekuatan Nazi. Meskipun pada saat itu masih terjadi pertempuran hebat (Battle of Bulge) garis akhir dari perang mulai nampak. Seandainya fokus perang Nazi ke front barat dengan memperkuat atlantic wall dan menginvasi daratan Inggris mungkin jalan cerita PD 2 akan berbeda. Seperti kartu domino, bahwa peristiwa Dunkirk merupakan blunder terbesar Hitler. Meskipun jumlah perang yang dihadapi oleh Nazi paling banyak terjadi di front Timur, namun dari segi pengaruh dan mental terhadap pasukan Nazi lebih jatuh di front barat. Keruntuhan mental pasukan saat kalah dalam battle of Kursk mungkin tak se-parah saat kalah di Normandia. Kekalahan di front timur bisa dimaklumi karena bantuan faktor cuaca, namun di barat mereka murni kalah taktik pertempuran.

Answered Mar 27, 2018
Anonymous

Pada D-day cukup banyak tentara dari Jerman yang menjadu korban, meskipun lebih sedikit dari sekutu. Dengan adanya D-day sekutu mendapatkan akses di garis pantai Normandy yang selanjutnya memberikan akses ke daerah-daerah kekuasaan Jerman yang lain.

Answered Apr 2, 2018