selasar-loader

Mengapa orang Jakarta suka menghabiskan waktu di mal?

Last Updated Nov 22, 2016

12 answers

Sort by Date | Votes
Michael Edwin
You are what you ask!

Hasil gambar untuk ORANG JAKARTA PERGI KE MAL

via 1.bp.blogspot.com (SUM) 

"Cuci mata", "cuci tangan", dan tentu saja "cuci dompet" sampai bersih.

Answered Dec 2, 2016
Muhammad Fadhli
Software engineer in signal processing field, back home to run own business

@ Emporium Mall, Jakarta

Masalah pilihan saja karena memang sedikit pilihan tempat rekreasi lain. Bayangkan Jakarta yang panas dan macet, tentunya orang akan lebih memilih ngadem di mall. Segala macam kebutuhan ada, dari makanan, pakaian, sampai peralatan elektronik dan hiburan. Jadinya, sekali datang ke mall, ya banyak kebutuhan yang bisa terpenuhi. Sesederhana itu.

Ilustrasi via staticflickr.com

Answered Dec 30, 2016
Pebriansyah Ariefana
member AJI Jakarta, pe@jalankaki, gado-gado lover

Karena mall adem, duduk gratis, dan bisa lihat banyak hal. Di taman bosankan, dan yang terdengar hanya suara kendaraan.

Answered Jan 31, 2017
Achmad Humaidy
Freelance Writer; Membaca, Menulis, dan Menjelajah Dunia Maya; My IG:@me_eksis

ftdM-L2GOnnVTirvJAHTdX_apxkfnDlg.jpg 

Meskipun saya pribadi sudah bosan dengan masuk keluar mal yang begitu-begitu saja, tapi setidaknya ada 6 hal seru yang bisa kita lakukan saat berada di mall :

1. karaoke

2. main game

3. ice skating

4. photo studio

5. makan

6. nonton konser dan bioskop

Answered Mar 8, 2017
Ray Rahendra
digital strategist, writer, Juventus, marketeer

EyodCaF19Gd5idYfGVVmGx3Q_U4_FR-6.jpg

Karena sepertinya kita bangga dengan predikat salah satu ibukota di dunia yang memiliki jumlah mal terbanyak.

Karena orang Jakarta adalah manusia paling praktis. Mal lebih praktis. Cukup naik kendaraan, masuk parkiran, masuk ke mal, adem dan bahagia.

Masalah belanja atau enggak, itu sih kapan-kapan. Mengapa demikian? Karena budaya yang semakin maju, mungkin, sehingga membuat segala sesuatu jadi terbalik?

Saya masih ingat, dulu saya minder ke mal kalau nggak bawa uang yang lebih karena semakin lama nongkrong di mal, semakin banyak uang keluar, bukan? Jadilah saya dulu lebih sering menghabiskan waktu di kebon binatang (Bonbin) atau museum. Bayangkan, di Bonbin, cuma bayar biaya masuk (dan beli makanan minuman), saya sudah bisa nongkrong sampai capek. Di museum, dengan bayar tiket masuk, sudah bisa dapat pengalaman dan pengetahuan baru. Tapi, lebih mudah menjelaskan 'jaket seharga Rp700.000 itu mahal' kan dibanding menjelaskan artefak kuno kepada anak atau adik kita? Nah, itulah kenapa kami, orang Jakarta, lebih suka ke mal.

Kami, orang Jakarta, suka menghabiskan waktu di mal karena makin ke sini, kami semakin menyadari bahwa kami adalah makhluk konsumerisme dan makhluk sosial. Rasanya, kadar makhluk sosial ini belum sosial banget jika belum update foto sedang di mal manaaa gitu. Atau belum update Path check in location di mal baru yang lagi hits.

Udah, ah. Masih banyak "karena-karena" lainnya, tapi saya sudah harus siap-siap makan siang di mal. Habis itu, ngopi di kafe yang berada di dalam mal, terus kerja. Tetap di dalam mal.

Answered Mar 8, 2017

uJKqVqJ1QCStssAeX9kbWz8k8vC0qOw0.jpg

Mall merupakan salah satu destinasi favorit di Jakarta, mulai kalangan tua hingga muda. Meskipun hanya sekedar untuk berkeliling, itu sudah merupakan hiburan tersendiri bagi mereka. Bahkan, ada yang pergi ke mal hanya untuk berburu diskon. Biasanya mereka disebut shopaholic.

Selain berkeliling, para pengunjung pergi ke mal juga untuk menonton film di bioskop. Tujuannya tidak lain untuk menghilangkan rasa penat karena aktivitas sehari-hari. Bagi beberapa orang, dengan berkunjung ke mal, rasa kepenatan atau atau stres dari aktivitas yang membebani akan hilang walau hanya sebentar.

Answered Mar 10, 2017
Anonymous

cRVbhaQDHNfjhjYXvSmngN-MbXn460id.jpg

via brillio.net (FR)

Hal tersebut dikarenakan masyarakat Jakarta sudah begitu hedonis dan lekat dengan gaya hidup konsumtif.

Answered Apr 6, 2017
Ibrohim Hanifa
Anak Indonesia

Gambar terkait

Karena di Jakarta kebanyakan mal. Dan pengen-nya nyobain semua yang ada di mal tersebut. Kalau bisa sampai hafal tuh denah mal.

Tiap mal juga banyak hal yang menariknya sih, ada ciri khasnya. Itu juga bikin orang betah keliling-keliling mal.

 

Ilustrasi via c2.staticflickr.com

Answered Jul 13, 2017

Gambar terkait

Banyak stres mempunyai imbas. Stres ini berasal dari deadline, tekanan kerja, dan lain-lain. Sepertinya, tingkat stres orang Jakarta lebih tinggi dari Surabaya. Di Surabaya yang juga mempunyai banyak mal dan tak sebanding dengan jumlah penduduk, agaknya lebih sepi isinya.

Jadi, pelampiasan dari stres tadi adalah berjalan-jalan ke mal ketimbang memukuli sesuatu dengan palu sekerasnya seperti di acara Takeshi Castle. Hanya, kegiatan ini hanya sesekali saja saya pikir (untuk membunuh waktu). Jika frase "menghabiskan waktu" berarti yang sebenarnya, yakni mayoritas berkeliling dari mal ke mal dalam keseharian mereka, mungkin juga mereka malah tergolong kurang kerjaan.

 

Ilustrasi via wannabemagazine.com

Answered Jul 13, 2017

Orang Jakarta banyak menghabiskan waktu di mal karena gengsi.

Answered Jul 17, 2017
Sutiono Gunadi
I am a Food-Travel-Hotel writer, also interests on technology, movies, HIV/AIDS

Menurut saya mal adalah lokasi yang mudah ditemukan oleh siapapun, jadi bila ingin mengadakan janji ketemu, paling gampang adalah bertemu di mal, karena tidak bakalan nyasar. Selain itu di mal banyak tempat yang nyaman untuk berbincang, sambil minum kopi ataupun brunch / makan siang / makan malam. Faktor lain yang membuat warga Jakarta senang menghabiskan waktu di mal adalah udara yang dingin, daripada di rumah kepanasan (tidak mampu beli AC dan bayar listrik). Namun terlalu lama di mal juga bisa menggoda mata, dompet bisa tipis bila iman tidak kuat serta mampu menahan godaan untuk berbelanja dan jajan.

Answered Nov 8, 2017
Lita Regina
Mamak-mamak yang sukanya motret, kerjaannya ngurusin media.

Karena Mall adalah tempat yang lebih luas dan dingin dibanding rumah sendiri.

Banyak tempat (di Mall) untuk bermain dan berlari yang lebih luas dan lega dibanding di rumah sendiri. Terkadang Air Conditioner di rumah juga tidak sedingin Mall. Apalagi keterbatasan taman di rumah yang hanya bisa digunakan untuk meletakkan 2-3 pot saja tanpa bisa untuk berlari bahkan hanya jalan di tempat.

 

*Mamak anak 1 yang rumahnya tipe 36*

 

 

Answered Oct 29, 2018

Question Overview


and 1 more
19 Followers
1510 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Apakah jenis parfum wanita yang paling tahan lama untuk dipakai di Jakarta?

Apa nama restoran Jepang terbaik di Jakarta dan sebutkan alasannya?

Apa yang Anda lakukan ketika sedang terjebak dalam kemacetan Jakarta?

Apa saja hal yang membuat Jakarta lebih bagus dari kota lain?

Apa lokasi wisata terbaik di Jakarta? Mengapa?

Bagaimana cara terbaik dan paling efektif untuk menghindari kemacetan di Jakarta?

Mengapa banyak sekali orang Jawa di Jakarta?

Apa yang membuat orang betah berlama-lama di suatu situs/web?

Bagaimana sikap Anda apabila mempunyai seorang teman penjilat atau suka cari muka?

Apa alasan Anda tidak merokok?

Berbeda, bagaimana merangkulnya agar dapat berjalan bersama tanpa memaksa?

Apakah sikap masyarakat Indonesia dalam menghadapi isu SARA saat ini lebih baik atau lebih buruk dibandingkan dengan zaman Orde Baru?

Mengapa seseorang bisa menyebarkan berita palsu (Hoax)?

Mungkinkah perilaku netizen di dunia digital dapat diatur agar lebih tertib dalam bersosial media?

Bagaimana peran Psikolog untuk 5 tahun ke depan?

Masyarakat Indonesia untuk 10 Tahun ke depan akan menjadi konsumen model apa?

Aliran lagu apa yang menjadi tren di Indonesia untuk 3 tahun terakhir ini?