selasar-loader

Apa yang membuat daya tawar seorang fresh graduate besar di mata perusahaan?

Last Updated Nov 22, 2016

5 answers

Sort by Date | Votes
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

Hasil gambar untuk fresh graduate

Skill dan Pengalaman.

Selama saya merekrut banyak sekali karyawan, hampir tidak pernah saya melihat IPK saja. Tentu IPK juga dilihat. Tapi, di dunia startup, saya melihat skill dan pengalaman memiliki kecenderungan positif terhadap kinerja. Saya pernah merekrut mahasiswa tingkat satu yang sangat skillful sekali. Dia mengasahnya dari SMA. Saya sarankan dia full time kerja untuk lebih mengasah skill-nya, dan cuti dari kuliahnya yang tidak nyambung dengan skill-nya. Dia nurut nasihat saya, saat ini masih kerja di kantor saya dengan gaji sama dengan fresh graduate, padahal baru lulus SMA. Mudah-mudahan skill-nya bergembang dan bisa jadi dia tak perlu melanjutkan kuliahnya. 

Gambar via img.okezone.com

Answered Dec 20, 2016
Rono Jatmiko
Chief of Innovation and Business Development Officer dari www.duage.id

Kalau bisa saya simpulkan dalam 3 kata :

1. Sikap Positif

2. Komunikasi Efektif

3. Skill dan Pengalaman

 

Mari kita bahas satu-satu ya :

1. Sikap Positif. Kalau dalam bahasa jawanya adalah positive attitude. Banyak employer melakukan sebuah kesalahan besar dengan melihat IPK atau skill ketika merekrut seorang karyawan. Padahal sesungguhnya, sikap positif adalah hal pertama yang mereka lihat. Dan seringkali terjadi masalah dalam pekerjaan bukan disebabkan oleh kurangnya skill, melainkan disebabkan oleh sikap yang negatif.

Apa saja sikap yang perlu dimiliki dalam pekerjaan?

- Sikap proaktif. Kalau kata Presiden John F, Kennedy "Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country". Ketika bekerja, kita jangan banyak nuntut di depan. Tapi fokus pada apa manfaat yang kita bisa berikan bagi perusahaan. Fokus kita memberi, bukan meminta. 

- Terus belajar. Percaya deh ama saya, sepintar-pintarnya kita di kampus, gak bakal membantu banyak dalam pekerjaan. So, kita tetap harus terus mengupgrade diri sendiri untuk dapat memberikan karya terbaik. Belajarlah dari atasan, senior, rekan, banyak membaca buku, mengikuti seminar atau training yang terkait dengan pekerjaan kita.

- Be Nice and Humble. Menjadi pribadi yang baik dan rendah hati works everytime. Menurut Adam Grant PhD dalam bukunya "Take and Give", penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, pribadi yang baik dapat mengalahkan pribadi yang tidak baik. Jadilah rendah hati dan menghormati setiap orang, termasuk satpam, petugas kebersihan dan office boy/girl.

 

2. Komunikasi efektif. Begitu banyak orang jenius di kampus yang ternyata kariernya terhambat. Sebaliknya begitu banyak anak bandel di kampus yang justru kariernya lebih pesat melesat dibanding dengan temannya yang lebih pintar. 

Masalahnya dimana?

Kemampuan komunikasi.

Begitu banyak anak berpikir, pintar saja cukup. Dan jawabannya adalah, pintar saja ga cukup. Kita harus memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal skill yang baik pula. Apa saja yang perlu kita lakukan?

- Listening not just hearing. Dalam bahasa batak, hearning berarti mendengar, sedangkan listening berarti menyimak. Semua orang yang telinganya normal bisa mendengar, tetapi tidak semua orang bisa menyimak. Mendengar berarti gelombang suara yang hanya berhenti di gendang telinga. Sedangkan menyimak artinya pesan yang disampaikan oleh lawan bicara nyampe ke otak kita. Kita bisa memahami apa yang ingin di sampaikan olehnya. Itu kenapa telinga kita 2 dan mulut kita 1, agar lebih banyak mendengar daripada berbicara.

- Mempelajari berbagai karakter manusia. Anda dapat mempelajari tipe karakter melalui Social Styles atau DISC. Kalau dalam psikologi populer ada Personality Plus. Anda akan bertemu dengan banyak sekali tipe orang dengan kelakuan yang ajaib. Dengan memiliki wawasan akan tipe-tipe karakter tersebut, akan sangat membantu Anda dalam berkomunikasi dengan mereka.

- Bicara dari sudut pandang lawan bicara. Seorang yang sukses dalam berkomunikasi biasanya berbicara dari sudut pandang lawan bicaranya, apa manfaatnya bagi mereka, menggunakan bahasa yang mereka mengerti. Bukan memaksakan pikiran dan kehendak kita.

 

3. Kemampuan dan Pengalaman. Kalau Anda sudah sampai pada titik ini, berarti Anda telah melakukan analisis SWOT terhadap diri sendiri. Anda sudah menganalisis kelebihan Anda, sadar terhadap kekurangan, mencari peluang yang sesuai dengan kemampuan Anda dan mengantisipasi ancaman yang mungkin muncul.

Ngomong apaan sih gue?

Intinya adalah Anda perlu mengetahui apa yang menjadi bakat dan minat Anda. Dan Anda betul-betul fokus di jalur tersebut. Serta memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan Anda tadi.

Kalau Anda membangun pengalaman setelah lulus kuliah, maka itu sudah telat!

Bangunlah pengalaman jauh sebelum Anda lulus kuliah. Bisa dari aktivitas hobby, pengalaman organisasi, ekstrakurikuler, bisnis kecil-kecilan, hingga pengalaman magang atau part time atau freelance. Dijamin Anda nggak akan dipandang sebelah mata.

 

Cukup jelas? Kalau belum jelas, coba cek mata Anda mungkin perlu beli kacamata. Kalau sudah jelas, semoga cukup jelas ya. Semoga tidak perlu diperjelas lagi apa yang sudah jelas. Jelas?

 

Semoga bermanfaat. 

Answered Jan 17, 2017
Tigor Dalimunthe
Lelaki dan Ganteng

Tergantung jenis profesinya, buat dunia consulting firm, setidaknya 3 hal ini yang saya lihat sangat berpengaruh sebagai nilai jual seorang fresh graduate:

1. Reputasi Universitas (termasuk jurusan) S-1

2. Kemampuan Bahasa Inggris

3. Penampilan (baca: Tampang)

Untuk beberapa consulting firm, 2 hal pertama adalah hal yang cukup penting, dan hal terakhir adalah sangat penting, lebih penting daripada IPK.
 

Answered Jan 19, 2017
Rezha Taufani
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia

wLzWJle0NLZGp0MBx7fOAH8i2RXBIi2l.jpg

Dari Observasi yang saya lakukan lalu pertemuan dengan beberapa Alumni UPI, ITB, dan Unpad yang saya tanyakan apa tanggapannya tentang Fresh Graduate yang memiliki peluang yang baik untuk dilirik oleh perusahaan timbul beberapa poin kesimpulan diantaranya :

1. Memiliki IPK yang tinggi

Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif yang tinggi merupakan logika sederhana untuk para Fresh Graduate yang ingin bergabung dengan perusahaan, terutama perusahaan kelas internasional pun telah menetapkan standar ini. Karena dengan apa lagi mereka bisa menilai kompetensi keilmuan calon pegawai mereka yang dinilai oleh perusahaan merupakan orang-orang yang memiliki wawasan lebih dalam bidang tertentu sesuai dengan jurusan yang menjadi tempat fokusnya. Lalu akan menjadi aset dalam perusahaan mereka, perusahaan perlu mengukur resiko itu dengan menetapkan IPK sebagai acuan untuk menilai kualitas calon aset mereka.

2. Memiliki pengalaman organisasi

Dalam perusahaan pasti ada Teamwork karena perusahaan itu sendiri adalah organisasi yang bergerak sebagai organisasi yang memiliki tujuan untuk mendapatkan Profit untuk tujuan perusahaan itu sendiri. Para mahasiswa yang memiliki pengalaman organisasi biasanya akan mudah beradaptasi dengan lingkungan sosial yang beru ia temui, sehingga untuk perusahaan pun tidak akan menjadi usaha tambahan agar orang-orang yang ada dalam tim perusahaan bisa beradaptasi dan berkolaborasi secara optimal. Sedangkan yang tidak terbiasa untuk mengikuti organisasi di dalam kampusnya tidak akan mendapatkan benefit ketika lulus dari kampusnya tanpa membawa pengalaman organisasi. Karena perusahaan pasti butuh aset yang bisa bersinergi dengan aset-aset lainnya supaya bisa menjadi kekuatan yang terpadu untuk mencapai tujuan perusahaan. 

3. Memiliki pengalaman Internship/Apprenticeship

Perusahaan membutuhkan aset yang siap bertempur di medan pasar, maka dari itu siapa yang memiliki jam terbang sebelum masuk perusahaan akan mendapatkan Additional Benefit yang membuat mereka memiliki kompetensi strategik maupun teknis untuk keperluan perusahaan. Seperti orang yang sudah menyetir mobil selama 10 tahun akan memiliki pengalaman lebih dibandingkan dengan orang yang belum pernah menyetir mobil.

4. Punya Portofolio yang kaya akan pengalaman

Pernah mengisi berbagai kegiatan di lintas perusahaan hanya sekedar sampingan dan tidak tetap pun bisa menjadi energi untuk Fresh Graduate untuk mendapatkan kepercayaan dari perusahaan atas pencapaian kerjanya. Karena dari sana perusahaan bisa melihat bagaimana Track Record calon asetnya di lintas korporasi yang menunjukkan kepercayaan korporasi lain terhadap calon asetnya. Dari situ bisa terlihat secara objektif bagaimana pribadinya apakah terpercaya atau tidaknya.

5. Tidak memiliki catatan berkelakuan buruk

Perusahaan tidak akan mengambil Fresh Graduate yang memiliki catatan buruk dari negara secara perilaku, karena itu menunjukkan bagaimana perilakunya keseharian dan noda yang memiliki potensi untuk merusak stabilitas perusahaan, tapi kalau memang seseorang memiliki kompetensi dan bakat yang sepadan atas kelakuan buruknya mungkin perusahaan akan menimbang hal tersebut, bagaimanapun Survival of The Fittest berjalan dalam kehidupan. Siapa yang memiliki kemampuan dia akan dilirik.

6. Memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi

Perusahaan memerlukan bukti kompetensi dari calon asetnya, tidak hanya sekedar kata-kata yang kosong isinya. Ada beberapa pelatihan yang memberikan kompetensi lalu memberikan sertifikasi untuk para pesertanya. Fresh Graduate yang memiliki sertifikasi ini bisa menjadi Additional Benefit juga yang bisa dimasukkan kedalam portofolio. Karena secara spesifik akan terlihat dimana ia telah menguasasi suatu bidang ilmu atau pekerjaan yang bisa bermanfaat untuk perusahaan.

7. Memiliki Attitude yang baik dan professional!

Semua poin diatas percuma tanpa didasari dengan Attitude yang baik dan professional. Perusahaan mencari aset konstruktif bukan yang destruktif, perusahaan dibangun atas dasar Value yang menjadi inti dari keberadaan perusahaan itu sendiri, Fresh Graduate yang masih bermental tempe dengan selalu banyak mengeluh dan tidak mau bertanggung jawab di perusahaan dengan beradaptasi dengan diri dan lingkungannya lebih baik tidak masuk dunia Professional. Kalau sekiranya ingin menjadi seorang Expert lebih baik fokus pada kenali potensi diri, bangun kemampuan, kerja tanpa terikat suatu komitmen. Karena perusahaan memerlukan aset yang loyal dan mampu menjadi energi perusahaan secara Value tidak hanya secara teknis. Attitude merupakan bentuk evaluasi diri terhadap lingkungan yang pernah ia hadapi lalu menjadikan itu sebagai perilakunya sendiri, dengan proses kognitif atau pembelajaran yang dibentuk oleh individu itu sendiri. Jadi kalau masih egois dan tidak mau berkomitmen dalam perusahaan lebih baik menjadi seorang ahli tanpa terikat secara kontrak dengan Perusahaan. Karena perusahaan akan kesulitan dengan aset yang tidak memiliki sikap pro-aktif dalam pembangunan nilai-nilai perusahaan.

"Try not to become a man of success. Rather become a man of value."
- Albert Einstein

Answered Jan 23, 2017

Menjadi fresh graduate berarti seperti sebuah kertas putih yang polos. Sehingga perusahaan dapat dengan mudah menentukan apa isi tulisan yang dimuat dalam kertas tersebut. Fresh graduate yang tidak memiliki pengalaman lebih berharga karena perusahaan dengan mudah memasukkan doktrin/budaya perusahaannya tanpa filter dari pegawai tersebut. 

Answered Jan 30, 2017

Question Overview


8 Followers
1928 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana pilihan karier terbaik untuk perempuan?

Bagaimana cara memutuskan antara bekerja, berbisnis, dan melanjutkan S2?

Selain menjadi akademisi, karier apakah yang menuntut seseorang meraih pendidikan formal setinggi-tingginya?

Bagaimana cara Anda meniti karier dari bawah sampai ke puncak?

Bagaimana cara meniti karier sebagai seorang selebriti?

Mengapa seorang lulusan fakultas ekonomi/bisnis sangat menginginkan bekerja di Konsultan Asing/Perusahaan FMCG?

Pekerjaan apa yang paling Anda idamkan setelah kelulusan?

Berapa jumlah gaji yang pantas diterima oleh seorang fresh graduate perguruan tinggi?

Skill apa saja yang seharusnya dimiliki oleh seorang pekerja profesional di 3 tahun masa kerjanya?

Mengapa banyak perusahaan yang menginginkan fresh graduate memiliki banyak pengalaman, padahal mereka bekerja untuk mencari pengalaman itu sendiri?

Apa yang harus disiapkan oleh fresh graduate dalam menghadapi dunia kerja?

Skill apa saja yang seharusnya dimiliki oleh seorang fresh graduate?

Mengapa bekerja di BUMN menjadi pilihan banyak seorang fresh graduate?

Mengapa bekerja menjadi PNS (Pagawai Negeri Sipil) menjadi pilihan banyak seorang fresh graduate?

Seberapa penting sebuah perusahaan merekrut lulusan perguruan tinggi berkualitas?

Mengapa Apple menjadi perusahaan raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Facebook menjadi perusahaan raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Google menjadi perusahaan raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Samsung menjadi perusahaan raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Huawei menjadi perusahaan raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Xiaomi menjadi perusahaan raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Toyota menjadi perusahaan otomotif raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Honda menjadi perusahaan otomotif raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Mercedes-Benz menjadi perusahaan otomotif raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?

Mengapa Volvo menjadi perusahaan otomotif raksasa dunia, apa rahasianya dan bagaimana caranya ia bertumbuh?