selasar-loader

Menurut Anda, apa yang membuat seseorang tidak menyukai musik Dangdut?

Last Updated Apr 17, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes

7RY99nPZHefKYS-7ojcqPT39zPoPm3xh.png

Barangkali karena saat ini dangdut sudah mendapatkan cap sebagai musik kelas bawah. Artinya, dangdut hanya dinikmati oleh kalangan tertentu. Dangdut memang telah mengalami pergeseran sejak pertama kali diperkenalkan oleh Rhoma Irama pada tahun 70-an.

Saya kurang paham apa yang menjadi penyebab pergeseran tersebut. Kini dangdut erat dengan penyanyi perempuan dengan pernak-pernik pakaian dan warna yang mencolok dan minim. Syairnya pun seputar cinta. Setahu saya, lagu-lagu dangdut karya Rhoma Irama tidak melulu tentang kisah cinta. Dangdut juga lebih banyak dinikmati oleh kelas pekerja berpendapatan menengah ke bawah.

 

sumber gambar: mediadangdut.com

Answered May 21, 2017
Pepih Nugraha
Musik adalah sisi lain dari hidup saya, melebihi teman atau bahkan kekasih

3S-vmukf5J0Wiua3XE9bDCGLf4F6sR9P.jpg

Seseorang tidak menyukai musik dangdut, mungkin karena orang itu menganggap dangdut adalah musik "murahan", musik "kampungan", musik "kelas bawah", dan julukan negatif lainnya. Tetapi menurut saya, orang itu termakan persepsinya sendiri, atau bahkan jaga gengsi saja karena seakan-akan dangdut adalah musik "rendahan".

Saya berbeda pandangan. Saya bahkan bangga. Bukan karena saya lahir di kota dangdut, yakni Tasikmalaya, sebuah kota kecil di timur Jakarta yang telah banyak melahirkan musisi dangdut; sebut saja Raja Dangdur Rhoma Irama dengan grup Soneta-nya. Tahukah Anda kepanjangan Soneta? Tidak lain Sodong Neglasari Tasikmalaya, yang merupakan desa di mana Oma Irama (nama sebelum naik haji) dibesarkan.

Pedangdut lain dari Tasikmalaya yang tidak boleh dilupakan adalah Itje Trisnawati, Cucu Cahyati, Caca Handika, Vetty Vera, Evie Tamala, dan Alam. Ada lagi penyanyi dangdut sezaman Itje, yaitu Enok Ernie. Bahkan boleh dibilang Enok lebih senior dibanding Itje, tersebab Itje sering berlatih di kediaman Enok Ernie yang suaminya, Iing Ibrahim, punya grup musik kondang.

Waktu masih sekolah SD atau SMP, saya sesekali jumpa Itje yang sedang berlatih di kediaman Enok Ernie dengan hot pan-nya yang aduhai. Oh ya, Enok Ernie melahirkan Vetty Vera dan Alam, keduanya penyanyi dangdut juga. 

Mengapa dangdut disebut kampungan? Sebab ia memang musik yang lahir dari rakyat, dipentaskan dari kampung ke kampung saat hajatan kawinan atau sunatan. Itu sebabnya ia disebut kampungan. 

Dangdut sudah pasti melahirkan --setidak-tidaknya merangsang-- goyangan. Mau musik cepat maupun lambat, dangdut tetap menghasilkan goyangan. Kalau terlalu syahdu, tersedia remix yang menghasilkan musik mengentak, padahal syairnya mendayu-dayu. Itulah keunikan dangdut.

Tetapi nun jauh di lubuk hati orang-orang yang mencibir musik dangdut, yang katakanlah akrab dengan musik jazz, hiphop dan rock, saya yakin mereka juga cinta dangdut, hanya kecintaan mereka terpaksa disembunyikan akibat gengsi. Ahmad Albar pernah menyebut musik dangdutnya Rhoma sebagai "taik", tetapi toh ia menelan "taik"-nya sendiri saat "terpaksa" menyanyikan lagi dangdut Zaskia, mungkin karena saat itu sepi order manggung atau rekaman. 

Sekarang, tidak ada pesta atau karaokean yang berakhir tanpa dangdut, setelah capek berjazz dan ber-rock-ria. Akhirnya suasana cair tatkala musik dangdut dimainkan. Mereka, orang-orang kota yang berkerah putih, toh hanyut juga dalam alunan dangdut.... dut.... dangdut.....

Tariiiiikkkk.....  Mang!!

Answered May 21, 2017