selasar-loader

Setujukah jika penyanyi sekaligus pencipta lagu Rhoma Irama dinobatkan sebagai Raja Dangdut sedunia dan apa alasannya?

Last Updated Apr 15, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Musik adalah sisi lain dari hidup saya, melebihi teman atau bahkan kekasih

HPFlkwCXqGA9-0PpxcsQVTqIIzL1CW6b.jpg

Setuju. Alasannya, tidak ada lagi komposer, pencipta lagu sekaligus penyanyi dangdut setenar dan sehebat Rhoma Irama. Peneliti musik dangdut asal Amerika, Profesor Andrew Weintraub yang mendokumentasikan hasil penelitiannya dalam bentuk buku "Dangdut, Musik, Identitas, dan Budaya Indonesia" yang pernah saya baca, tidak lepas menyorot sosok legenda dangdut ini saat membahas musik dangdut itu secara keseluruhan. 

Saya ingin bercerita tentang sosok ini saat saya "tergila-gila" musik dangdut sejak duduk di sekolah dasar. Rhoma Irama sebelum terkenal bernama Oma Irama. Ia kelahiran Tasikmalaya di desa Sodong, Neglasari, Tasikmalaya. Nama Soneta, grup musik yang dibesutnya, merupakan singkatan dari tempat di mana Oma Irama dibesarkan itu.

Saat Oma Irama manggung di alun-alun desa Ciawi, kampung di mana saya dilahirkan dan dibesarkan, saya yang waktu itu sudah duduk di bangku SMP tidak memiliki uang untuk membeli tiket masuk. Tetapi, saya tidak ingin melewatkan kesempatan emas ini, siapa tahu bisa melihat wajah Oma Irama barang sekejap. Sayangnya, seluruh sisi alun-alun dihalangi semacam lembaran bambu yang disebut bilik. Dua lapis. Akibatnya, tidak ada celah sedikitpun bagi yang tidak punya tiket untuk melihat dan mendekat. Saya sedih tentu.

Tidak kehabisan akal, saya kemudian memanfaatkan pohon tinggi yang tumbuh rapi di sekeliling alun-alun demi melihat sosok Oma Irama. Suaranya sih terdengar nyaring sampai luar, tetapi yang tidak punya tiket jangan harap bisa melihat panggung, kecuali naik ke atas pohon sebagaimana yang saya lakukan. 

Saya ingat betul saat itu Oma Irama menyanyikan lagu berjudul "Buta".... indahnya dunia, tak dapat dipandanginya.... dan tentu saja lagu "Berkelana" yang legendaris itu.... dalam aku berkelina, tiada yang tahu....

Rhoma makin berkibar dan ia makin terkenal. Waktu pun berlalu dengan cepat. Singkat cerita, tahun 1996 saya mulai terjun ke lapangan sebagai wartawan politik di Harian Kompas. Saat itu Rhoma Irama sudah tidak membuat lagu lagi, tetapi sudah terjun ke dunia politik. Waktu itu afiliasi politik Rhoma Irama ke PPP. Nah, dalam satu kesempatan, saya sempat berjumpa Rhoma, mewawancarainya dan bahkan salaman...... Duh, bangganya!

Ada rekan kameramen dari TVRI yang sangat tergila-gila Rhoma Irama. Usai reporter mewawancarai si Raja Dangdut dan dia mengambil gambar sebagai suasana, lalu menyorotkan kembali kameranya ke Rhoma, ia merekam sambil menggoyangkan badannya ke kiri dan ke kanan seraya bersenandung pelan "Kegagalan Cinta"..... cukup sekali aku merasakan kegagalan cinta...

Saya tidak mengikuti Rhoma lagi, kecuali mendengar lagu karya-karyawanya. Ia sempat membuat berita heboh terkait perselisihannya dengan Inul "Ratu Ngebot" Daratista yang bahkan persoalannya sampai ke DPR segala. Juga terkait hubungan asmaranya dengan artis belia Angel Lelga yang mengharu-biru di televisi hiburan. Terakhir saya membaca di media online kalau Raja Dangdut itu mendirikan partai politik yang ia beri nama Partai Idaman.

Ah, kenapa tidak Parta Dangdut saja, ya, Pak Haji...!?

 

Answered May 23, 2017