selasar-loader

Mengapa Selasar menggunakan pertanyaan dan jawaban berbahasa Indonesia?

Last Updated Nov 22, 2016

4 answers

Sort by Date | Votes
Miftah Sabri
Pendiri dan CEO Selasar

Hasil gambar untuk logo selasar

Sumber gambar: https://s3.amazonaws.com/owler-image/logo/selasar_owler_20160229_212715_original.png (SUM)

 

Ilmu pengetahuan berawal dari proses bertanya dan menjawab. Dengan format tanya-jawab, orang akan dengan mudah membagi pengetahuannya. Dengan jawaban-jawaban atas pertanyaaan-pertanyaan itulah, peradaban terbangun.

Di tengah arus informasi yang menderas, kehadiran platform berbagi pengetahuan berbahasa Indonesia merupakan keharusan.

Answered Nov 23, 2016
Pepih Nugraha
COO dan co-founder Selasar.com

4XSM6aHABirOqFmzMsyD4wIzZmpw2l0K.png

Jika saya mengutip pepatah lama yang mengatakan "Bahasa menunjukkan bangsa", barangkali saya mempersempit diri bahwa Selasar hanya diperuntukkan bagi para penggunanya (netizen) yang berkewarganegaraan Indonesia dan paham bahasa Indonesia. Padahal, Selasar bisa juga dimanfaatkan oleh mereka yang bukan warga negara Indonesia (asing) tetapi menguasai bahasa Indonesia.

Jadi, mengapa pertanyaan maupun jawaban Selasar menggunakan bahasa Indonesia? Jawabannya, kebanggaan!

Ya, bangga. Sebab pertama, sebagai negara berdaulat, bahkan sejak sebelum merdeka, yakni saat Soempah Pemoeda dideklarasikan tahun 1928, bangsa Indonesia sudah menyepakati bahasa persatuan--yang berarti pula bahasa nasional--adalah bahasa Indonesia. Dari Sabang sampai Mearuke, dari Alor sampai Talaud, bangsa Indonesia berbahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. 

Kedua, Selasar adalah platform berbagi pengetahuan, pengalaman, dan wawasan bikinan anak negeri, yang diniatkan untuk melawan hoax dan informasi fitnah. Di Selasar, orang tampil dengan jati dirinya, menunjukkan kepakaran maupun profesionalitasnya dengan menjawab ribuan pertanyaan sesuai kepakaran/keahliannya. Semua menggunakan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan dimengerti.

Ketiga, mimpi sebagian besar orang Indonesia di kala tidur masih menggunakan bahasa Indonesia. Mimpi adalah memori yang mengendap dalam alam bawah sadar yang "cache"-nya masih menempel dan bisa "diputar" kembali saat tertidur. Karena dalam keseharian menggunakan bahasa Indonesia, maka mimpi saja menggunakan bahasa Indonesia, apalagi kalau berpikir dalam bentuk tulisan. 

Menjawab dalam bentuk tulisan perlu berpikir dan berpikir pada prinsipnya berkomunikasi dengan diri sendiri. Nah, komunikasi ini masih menggunakan bahasa Indonesia sehingga saat bertanya maupun menjawab dalam bahasa Indonesia seseorang sudah sedemikian refleks. Dengan demikian, Selasar memudahkan berpikir dan menuangkan gagasan secara refleks pula, pengetahuan yang sudah mengendap dalam otak atau pikiran masing-masing.

Kelima, secara pribadi saat saya menulis di Selasar merasa keren, bangga, dan asyik saja berbahasa Indonesia. Lebih bergaya karena rasa bahasanya, sampai pada ungkapan-ungkapan yang tidak ada padanannya dalam bahasa apa pun, bisa diungkapkan dalam bahasa Indonesia.

 

Ilustrasi via sd.keepcalm-o-matic.co.uk

Answered Jan 5, 2017
Firsa Enthovin
seorang yang masih butuh belajar tentang banyak hal

Pl7zJ1GEaSwQzTS0V2iBYIV5xYZi7PnF.png

Hal tersebut dikarenakan, Selasar lahir di Indonesia dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia khususnya. 

Answered Jun 13, 2017

Selasar menggunakan bahasa Indonesia karena selasar merupakan web yang lahir di Indonesia dan digunakan oleh orang di Indonesia, jadi buat apa menggunakan bahasa negara lain? Selain itu, admin selasar juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

Elisa Tiku Dudung_FISIP/Antropologi Sosial_Dharmatungga-15

Answered Aug 3, 2017