selasar-loader

Bagaimana proses kreatif saat pertama kali menulis novel?

Last Updated Nov 21, 2016

3 answers

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Penikmat sastra dan hal-hal yang berbau imajinasi liar

Hasil gambar untuk kreatif menulis

Sumber gambar via http://image-serve.hipwee.com/ (SUM)

Bahkan, daun yang jatuh melayang menimpa bumi dari ketinggian sebuah pohon pada petang hari pun bisa menjadi ide. Ide yang kemudian membangkitkan proses kreatif. Ide ada di mana-mana, ada di sekeliling kita, tetapi novelis kawakan pun kadang sering abai dengan peristiwa yang beredar dan berlangsung di seputar kita. Kita lupa mencatat, kita lupa berempati, dan sering abai terhadap peristiwa remeh-temeh.

Yang paling sulit dalam menulis, apalagi menulis novel yang memerlukan energi berlebih, adalah MEMULAI-nya. Sebenarnya, kalau sudah memulai, ide bisa diperas dari kepala bahkan hanya dengan berimajinasi saja. Mengapa imajinasi? Sebab itulah kekayaan seorang manusia di saat ilmu pasti dan logika punya jalannya sendiri. Imajinasi tidak terbatas. Tetapi kadang orang tidak sadar atas kemampuan yang diberikan Sang Pencipta, bahwa setiap manusia dibekali imajinasi.

Saya pertama kali menulis novel saat duduk di kelas satu SMA sekitar tahun 1981. Saya menulis dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Novel saya yang berbahasa Sunda, meski saya buat selama lebih satu bulan dengan menggunakan mesin tik Brother, tidak bisa dimuat Majalah Mangle. Pun novel anak-anak dan remaja yang saya tulis tidak bisa diterbitkan oleh penerbit di Jakarta dan saya tidak tahu di mana novel saya itu karena tidak memiliki salinannya.

Akan tetapi, pada masa tahun 1990--1994, novel saya dalam bentuk cerita bersambung (sampai 10 dan bahkan 20 serial), terbit di Majalah Hai. Proses kreatif yang muncul justru apa yang sehari-hari saya lihat dan alami. Jadi tidak terlalu muluk-muluk. Novel saya Senyum Primitif misalnya, lebih kepada cermin ketidakpercayaan diri saya sebagai mahasiswa fakultas "coro" di sebuah Universitas yang jatuh cinta (naksir) sama anak kedokteran yang cantik dan pintar.

Orang bilang senyum saya menyeramkan dan nggak asyik. Ya, saya tidak marah, mungkin itu kenyataannya mengapa saya agak kesulitan menemukan pacar yang cantik (kebanyakan yang biasa-biasa saja). Tetapi, dari ejekan itu ide muncul, proses kreatif saya berkobar sehingga marah dan dendam saya lampiaskan pada upaya menyusun sebuah novel sampai selesai.

Ketika novel itu dimuat sebagai Cerber di Majalah Hai, honor yang saya terima saat itu Rp2 juta (tahun 1990an), bisa saya belikan komputer "jangkrik", lengkap dengan printer-nya. Dari sana, hasrat menulis saya tak terbendung lagi.

Answered Nov 25, 2016
Zulfian Prasetyo
Sastra bukan hanya bahasa. Sastra adalah puncak peradaban.

JtVuoiJQEJDDjQAXB7Zy5LlGA7nfVFgr.jpg

Jika seorang Pepih Nugraha menekankan "memulai" sebagai tantangan tersulit dalam menulis novel, maka izinkan saya untuk memberikan sudut pandang sebaliknya.

Saya memulai karier sebagai penulis bukan dengan menulis novel, melainkan dengan menulis catatan harian secara digital di blog. Kalau ada peristiwa yang saya anggap berkesan, saya akan ceritakan hal tersebut di sana.

Namun, menulis catatan harian berbeda dengan menulis novel.

Jika menulis catatan harian ialah sprint, menulis novel adalah maraton. Anda akan melakukan suatu perjalanan panjang, maka penting sekali untuk menentukan ending-nya. Adhitya Mulya pernah mengatakan bahwa kebanyakan penulis pemula memiliki nafsu menulis yang tinggi sekali. Mereka mulai menulis sebelum tahu bagaimana akhir ceritanya. Akibatnya, cerita mereka cenderung divergen (melebar) dan mereka kesulitan untuk menyelesaikan novelnya. Mereka menyerah. Buat lagi novel baru. Gagal lagi menyelesaikannya. Begitu terus sampai AS-Korut perang.

Belajar dari hal tersebut, menentukan akhir cerita adalah hal ketiga yang saya lakukan setelah menentukan tema dan konflik cerita. Bila tiga unsur ini sudah ditemukan, barulah riset dan proses menulis dilakukan. Jika Anda adalah penulis yang militan, prosesnya bisa berlangsung kira-kira sebulan. Dua minggu, malah. Dua minggu adalah waktu yang Paulo Coelho perlukan untuk menulis The Alchemist. Dua minggu pula adalah waktu yang diperlukan oleh para mahasiswa tingkat akhir untuk secara ajaib menyelesaikan skripsinya.

Ada banyak proses kreatif saat menulis novel, namun untuk mereka yang baru pertama kali menulis, saya kira menentukan akhir cerita adalah saran terbaik yang bisa diberikan.

 

Ilustrasi via pixabay

Answered Sep 20, 2017
Sucia Ramadhani
#Jawabanku Oktober 2017

Hal pertama yang dilakukan ketika akan memulai menulis adalah mencari ide. Ini menjadi inti dari segala proses penulisan. Karena, ketika ide tidak bisa didapatkan, akan berpengaruh terhadap proses menulis lainnya. Tidak ada ide pun menjadi alasan seseorang akhirnya tidak menulis. Sebenarnya ide ada di mana pun, misalnya di artikel koran yang kita baca, cerita teman, acara di televisi, atau siaran di radio. Ada banyak media yang bisa kita gunakan, ketika kita peka terhadap kondisi sekitar. Proses kreatif pertama ini membutuhkan kepekaan dan tekad kita untuk terus berjuang. Jangan sampai, tidak ada ide menjadi hambatan kita ketika menulis. Proses ini dapat kita olah dan didapatkan di mana pun. 

Mencatat, menganalisis, dan menulis di dalam catatan menjadi proses kreatif dalam mencari ide ini. Karena ketika sudah mendapatkan ide, kita dapat menulis kerangka tulisan. Ini menjadi pendoman kita untuk mengembangkan menulis. Jadi, tidak ada alasan lagi kita tidak memiliki ide. Karena, ide ada di mana pun. Untuk berada di tahap proses kreatif selanjutnya, kita harus mencari ide menulis sebanyak apapun. Agar dapat menghasilkan tulisan yang hebat. 

Answered Dec 1, 2017

Question Overview


4 Followers
1972 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Dari mana cara termudah memulai mencari ide untuk menulis novel?

Bagaimana cara paling efektif untuk mengembangkan alur dalam menulis novel?

Siapakah menurut Anda yang patut disamakan kualitas penulisannya dengan Pramoedya Ananta Toer?

Apa karya sastra/novel yang paling berkesan bagi Anda?

Mungkinkah Tereliye melakukan plagiasi dalam beberapa karya atau novelnya?

Novel apa yang paling menginspirasi dalam hidup Anda hingga mengubah hidup Anda?

Mengapa Helvy Tiana Rosa tidak lagi menerbitkan novel?

Di antara novel-novel Haruki Murakami, yang manakah yang paling Anda sukai?

Apakah kutipan Haruki Murakami yang paling berkesan bagi Anda?

Adakah karya sastra yang memiliki tema tentang parfum?

Apakah yang dimaksud dengan penulisan kreatif?

Apa puisi Chairil Anwar yang paling Anda sukai?

Siapa sastrawan paling "nyastra" menurut Anda? Mengapa?

Mengapa pada masa sekarang sangat sedikit penulis Indonesia yang memiliki kualitas layaknya Pramoedya Ananta Toer?

Siapakah sastrawan Indonesia paling Anda sukai? Mengapa?

Pada usia berapakah anak boleh diajarkan bahasa asing? Mengapa?

Apa sajakah bahasa daerah di Indonesia yang sudah terancam punah?

Bagaimana mana asal mula bahasa, kenapa manusia memiliki bermacam-macam bahasa padahal sama-sama dari nabi Adam?

Bahasa apa yang digunakan orang tuli saat berbicara dalam hati?

Jika diberi kesempatan untuk belajar bahasa asing, bahasa apakah yang akan Anda pelajari? Mengapa Anda memilih bahasa itu?

Berapa bahasa Anda kuasai? Bagaimana cara menguasai banyak bahasa?

Bagaimana mekanisme dan tata cara standar pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) oleh seorang penyidik?

Apa perbedaan cove, bay, dan gulf?

Siapa penulis populer favorit Anda? Mengapa?

Apa yang dimaksud dengan 5W 1H dalam menulis berita?

Apa yang disebut "Nilai Berita" atau news value?

Adakah unsur lain selain 5W+1H dalam menulis berita?

Apakah tips menulis terbaik yang pernah kamu dapatkan?