selasar-loader

Apakah taktik perang terbaik di dunia sepanjang sejarah?

Last Updated Apr 13, 2017

Perang tidak hanya melahirkan duka-nestapa, tetapi juga gagasan-gagasan ulung tentang cara memenangkannya dan (dengan demikian) menghentikan penderitaan secepat mungkin. Dengan demikian, perang melahirkan ahli-ahli strategi. Nah, strategi perang apakah yang menurut Anda terbaik sepanjang sejarah?

3 answers

Sort by Date | Votes
Cok Deniro Panjaitan
Historian UI 2015

UCoFbv7rLM2JeI-dS74uS2jyNaM7uODS.jpg

Taktik perang yang saya anggap sebagai yang terbaik adalah taktik yang dilancarkan oleh tentara komunis Vietnam Selatan atau Viet Kong. Dalam pertempurannya melawan AS, tentara tersebut memakai teknik terowongan bawah tanah yang digunakan sebagai tempat perlindungan dan basis pelemparan granat atau bom sejenisnya ke pihak lawan.

Sebenarnya, taktik ini merupakan rintisan dari pemimpin militer Vietnam Utara saat itu, Vo Nguyen Giap, yang diambil dari konsep pertempuran ala Sun Tzu. Salah satu ajarannya adalah "Biarkan rencanamu gelap seperti malam dan seranganmu seperti kilat". Konsep filosofis tersebut diimplementasikan oleh Giap, yang merupakan pengagum seni perang Sun Tzu, melalui penggunaan mata-mata dan terowongan bawah tanah.

Selama masa perang, banyak tentara Amerika meluangkan waktu mereka di bar-bar sekitar kota-kota besar Vietnam Selatan seperti Saigon (sekarang Ho Chi Minh City). Nantinya, di dalam bar tersebut, terdapat beberapa gadis yang disewa oleh pihak komunis (Viet Cong atau National Liberation Front) untuk mengamati hal-hal yang dilakukan oleh pihak musuh serta mencari kelemahannya.

Sembari itu, para tentara komunis melancarkan pergerakan dari dalam terowongan bawah tanah yang sudah dibangun sejak tahun 1940-an guna menampung persenjataan dan mengelabui musuh. Taktik ini terbilang sukses melumpuhkan pasukan AS sejak Serangan Tet (Tet Offensive) tanggal 31 Januari 1968 dan memaksa pemerintah AS melakukan penarikan besar-besaran sebagai tanda kekalahannya yang dilatarbelakangi oleh berbagai demonstrasi antiperang di negara tersebut dan pada akhirnya, konsep-konsep Sun Tzu dan strategi bawah tanah ala Viet Cong mulai diajarkan di berbagai akademi militer AS.

 

sumber gambar: nyt.com

Answered May 31, 2017
Benaya Adiguna
Miliatry History Enthusiast

Dari seluruh perang yang pernah dilakoni umat manusia ada beberapa taktik dan strategi yang mencuri hati. Perang-perang seperti Napoleonic Wars melahirkan corps d'armée, American civil war melahirkan total war  yang dicetuskan Mayor Jenderal William Tecumseh Sherman dan Perang Dunia II melahirkan Blitzkrieg yang dicetuskan oleh Kolonel Jenderal Heinz Guderian.

Namun ribuan tahun lalu ada sebuah kekaisaran yang bisa bertahan hingga lebih dari 500 tahun dengan taktik perang yang hampir tidak berubah. Kekaisaran Romawi berkembang dari sekedar negara kota menjadi superpower pada masanya dan mendominasi kawasan Mediterania selama ratusan tahun. Roman Legion menjadi mesin perang yang manakutkan bagi para musuh. 

Roman Legion merupakah pasukan yang sangat displin dan merupakan pasukan professional bukan wajib militer. Romawi menjadi pertama yang melakukan pembagian satuan dari tingkat tertinggi sampai tingkat terendah seperti pembagian pangkat tentara modern. Satu Legion terdiri dari 10 cohort yang terdiri dari beberapa century dengan 80-100 orang (setara batalion) yang dipimpin seorang centurion, dan di dukung 2 satuan kavaleri dan beberapa auxilary infantry. Satu Legion (Legio) akan dikomandoi oleh seorang Legatus yang dibantu oleh beberapa military tribune. 

Taktik yang digunakan sangat revolusioner pada masanya karena mereka sangat pandai menyimpan tenaga dan sangat piawai dalam bermanuver dalam formasi. Formasi seperti testudo digunakan dalam situasi penyerangan benteng dan dibantu penggunaan artileri seperti balista dan onager. Dalam pertempuran medan terbuka mereka sangat terkenaldalam hal menyimpan tenaga dan fleksibilitas dalam bermanuver.

Saat itu taktik phalanx masih mendominasi kawasan itu, namun romawi menantang dengan sistem pertempuran yang menjadi antitesis dari sistem phalanx. Sistem phalanx pada dasarnya mereupakan turunan dari taktik Alexander Agung dengan phalanx berada di tengan dan di support oleh infantry ringan/ skrimisher yang berfungsi menyerap serangan lawan dan membuat lawan terfokus di tengah. Lalu kavaleri sebagai senjata utama akan mencari celah untuk melakukan serang pamungkas.

Roman Legion malakukan pendekatan yang lain, dimulai dari sistem maniple lalu cohort

Formasi

Pada sistem maniple legionaire akan membuat formasi triplex acies yakni 3 lines formation, dengan urutan Hastati, Pricipes, Trairii. Formasi yang dibentuk bukan formasi biasa tapi seperti kotak catur dimana terdapat gap sebesar 1 maniple yang berfungsi sebagai jalur mundur bagi light infantry. Namun setelah Marian Reform, formasi ini berubah menjadi sistem cohort (satuan setingkat resien pengganti maniple) dimana Cohort pertama hingga kelima berada di baris pertama dan cohort keenam hingga ke sepuluh berada di baris kedua dan di dukung pasukan cadangan dan kavaleri di sayap.

Fleksibel dan Mematikan

Formasi sangat fleksibel sehingga bila diserang dari sayap atau belakang, baris kedua akan dengan mudah berbalik dan menahan gempuran lawan seperti yang pernah di lakukan Julius Caesar di Galia. Berbeda dengan phalanx yang hanya bisa maju tanpa bisa berbuat sesuatu bila diserang dari sayap atau belakang. Bila digempur dari depan Phalanx akan dengan mudah menghajar musuhnya, namun ketika diserang dari belakang, mereka akan dibantai tanpa ampun seperti yang terjadi di Cynoscephalae antara Romawi dan Macedonia dimana formasi phalanx macedonia hancur berantakan setelah diserang dari belakang. Ditambah, setiap Legionaire membawa 2 tombak yang dinamakan pila yang berfungsi serpti javelin. Biasanya sebelum bertempur jarak dekat, mereka akan melempar pila dahulu lalu menghunus pedang. sehingga formasi lawan mejadi hancur dan lebih mudah dihancurkan dalam pertempuran jarak dekat.

Interval Fighting

Ini adalah taktik unik yang diciptakan dan dieksekusi dengan sangat baik oleh tentara romawi. Pasukan romawi akan menggelar formasi dengan kedalaman yang cukup banyak mendekati kedalaman formasi phalanx (hingga 8-10 orang kebelakang). Normalnya formasi phalnx, hanya 3 baris terdepan yang akan berhadapan langsung dengan musuh, sehingga di baris selanjutnya hanya sebagai pendukung saja. Tapi pasukan romawi memberlakukan sistem yang unik yakni dengan cara bergatian. Jadi, baris terdepan akan bertempur dengan musuh selama waktu yang ditentukan, bila diberikan sinyal (peluit atau terompet) maka mereka akan pindah ke baris paling belakang. Lalu baris kedua akan menggantikan mereka dan kemudia ketiga, keempat dan seterusnya. Sehingga mereka bisa menyimpan tenaga dan berperang lebih lama. Sehingga musuh akan berhadapan dengan lawan yang segar bugar terus menerus, suggguh taktik yang sangat jenius. Oleh karena itu ketika berhadapan dengan pasukan barbar denngan jumlah lebih besar hal yang tak mungkin menjadi mungkin (Battle of Alesia, Boudica Rebellion, dll).

 

 

 

 

Answered Jun 2, 2017

 

u-itpUvo0ykq_w7yRy8jFK7xXJ3GI6ES.jpg

Dalam situasi perang, ketersediaan pangan adalah salah satu faktor yang menentukan kemenangan sebuah pihak. Strategi pemblokiran jalur distribusi pangan dapat digunakan sebagai senjata untuk menghancurkan lawan sehingga terjadi wabah kelaparan. Strategi ini saling digunakan baik oleh Blok Sentral maupun Blok Sekutu sehingga selama perang berlangsung, situasi pangan di Eropa mengalami defisit. Akibatnya, Eropa harus bergantung pada impor pangan dari negara-negara lain.

Blok Sekutu sendiri bergantung pada impor dari Amerika Serikat. Pada tahun 1917, ketika Amerika Serikat akhirnya ikut serta dalam Perang Dunia I ke dalam Blok Sekutu, mereka harus memikirkan bagaimana cara memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri sekaligus tentara Amerika dan Sekutunya. Presiden Woodrow Wilson memanggil seorang ahli bernama Herbert Hoover yang telah berpengalaman mengatasi masalah pangan di Belgia. Akhirnya, Hoover memperkenalkan sebuah strategi yang dinamakan Food Conservation atau Konservasi Pangan.

Food Conservation adalah sebuah kampanye yang bersifat sukarela. Melalui kampanye ini, orang Amerika mengurangi konsumsi gandum, daging, mentega, dan gula, agar pangan tersebut cukup untuk didistribusikan ke negara induk, negara-negara Sekutu, sekaligus untuk para tentara di medan perang. 

Pada akhir perang yang dimenangkan oleh Sekutu, Jerman dilanda kelaparan akibat kurangnya cadangan makanan. Jerman sendiri ketika itu hanya menerapkan food rationing atau penjatahan makanan di negaranya, dan jalur distribusi makanannya terganggu.

 

Sumber

sumber gambar: gilderlehrman.org

Answered Jun 7, 2017

Question Overview


5 Followers
2494 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana cara yang paling efektif untuk mengakhiri konflik Palestina dan Israel?

Siapakah pemenangnya jika terjadi perang antara Indonesia dan Australia?

Siapakah pemenangnya jika terjadi perang antara Indonesia dengan Malaysia?

Siapakah pemenangnya jika terjadi perang antara Indonesia dengan Singapura?

Siapakah pemenangnya jika terjadi perang antara Indonesia dengan Filipina?

Siapakah pemenangnya jika terjadi perang antara Tiongkok dengan ASEAN?

Apa itu Peperangan Asimetris atau assymetric warfare?

Apa itu perbedaan perang generasi 1, 2, dan 3?

Apakah kedamaian di dunia Islam/Timur Tengah bisa terwujud?

Apa yang membuat Israel menang dalam perang melawan gabungan negara-negara Arab?

Apa sajakah pengaruh D-Day bagi Sekutu pada Perang Dunia II?

Bagaimana dampak D-Day bagi Jerman pada Perang Dunia II?

Apakah kesalahan fatal Hitler yang membuat Jerman kalah pada Perang Dunia II?

Mengapa Perang Dunia II terasa lebih populer daripada Perang Dunia I?

Pesawat paling canggih apa yang tercipta saat Perang Dunia II?

Berapa banyak korban pada Perang Dunia II?

Mengapa tentara Rumania dan Italia gagal menahan serangan Soviet di Stalingrad?

Pesawat tempur apa yang paling ditakuti saat Perang Dunia II?

Pesawat bom apa yang paling berbahaya saat Perang Dunia II?

Pesawat buatan Amerika Serikat atau Jerman yang lebih canggih pada Perang Dunia II?

Sikap politik luar negeri yang paling signifikan dilakukan Amerika Serikat pada Perang Dunia II?