selasar-loader

Bagaimana pengalaman wawancara LPDP yang Anda lalui?

Last Updated Apr 12, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Atrasina Adlina
www.adlienerz.com | Travel Blogger | Marine Researcher | Awardee LPDP

xaZPx8Uw9w8XmazkdA8hhxm1ICMPr1IR.png

via lbhmasyarakat.org (FR)

Mendebarkan!
Ketika pertama kali mendapatkan notifikasi email masuk dari pihak LPDP bahwa saya diterima untuk ikut seleksi tahap kedua (LGD, Essay on The Spot dan Wawancara), perasaan saya tak menentu. Diantara senang, sedih dan gembira. Saya senang karena, berkas seleksi saya lengkap. Padahal banyak dokumen yang baru saya persiapkan di detik-detik terakhir pengumpulan. Saya sedih karena seleksi tersebut bertepatan dengan kegiatan YSEALI di Kamboja. Sedangkan saya gembira karena saya berhasil mengalahkan diri saya sendiri. 

Ketika pertama kali masuk ke dalam ruang wawancara, saya sudah menyiapkan diri dan mengantisipasi diri saya dengan segala macam kemungkinan. Seminggu sebelum wawancara, saya sudah memperbanyak bahan bacaan tentang dunia Kelautan dan Perikanan di Indonesia dan Kanada (Kanada merupakan negara tujuan sekolah saya nantinya). Isu-isu kelautan dan perikanan saya kupas habis. Mulai dari peraturan menteri terbaru, illegal fishing, destructive fishing, dan lain sebagainya. 

Saya menjabat tangan semua orang di depan saya. Ada 3 orang di depan saya waktu itu. Dua professor. Satu psikolog. Dua professor ini memang menguasai isu kelautan dan perikanan. Ketika pertama kali saya duduk, kebetulan pada saat itu saya membawa tas carrier 70 liter (mengejar pesawat ke Kamboja di sore hari), para penguji mulai mempertanyakan kenapa saya membawa tas carrier. Dari sana suasana mulai mencair. Kami tertawa bersama. 

Ketika perkenalan, saya menggunakan bahasa Inggris, perkenalan singkat tentang siapa saya, kampus asal, kampus tujuan, jurusan yang diambil dan alasan kenapa saya memilih kampus tersebut. Setelah itu mulailah pertanyaan-pertanyaan dari para penguji. 

saya akan sedikit membocorkan pertanyaan-pertanyaan penguji. Tapi ingat, pertanyaan ini tidak akan selalu sama diajukan oleh setiap penguji. Biasanya mereka bertanya setelah membaca CV dan esai calon awardee. 

1. Kenapa memilih kampus ini?
2. Apa yang kamu ketahui tentang isu kelautan saat ini?
3. Kenapa kamu harus mengambil subjek Eco - Label di saat ini? 
4. Jelaskan kontribusi yang akan kamu lakukan di masa mendatang setelah kembali dari studi?
5. Kenapa kamu memilih untuk berorganisasi / tidak? 
6. Bagaimana pandangan kamu tentang sesuatu (biasanya membahas pandangan kamu terhadap masalah A, B, atau C). 

dan lain sebagainya . Biasanya pertanyaan itu berdasarkan CV dan esai kok. Jadi pelajari CV dan esay dengan baik. Banyak-banyak gali informasi tentang kampus tujuan dan QS Rankingnya :)

Semoga membantu. 

Answered Apr 12, 2017
Bening Tirta Muhammad
Alumnus of The University of Manchester

uAifdGF-pwY3-UqN9YGuCkPfJroz8ljH.jpg

Menyenangkan! 

Seumur-umur wawancara LPDP adalah yang ketiga dalam hidup saya. Pertama, saat mendaftar magang, dan kedua saat mendaftar kerja. Tapi wawancara LPDP beda, karena di dalamnya saya seperti bercerita masa lalu dan berkhayal soal masa depan kepada orang tua sendiri. 

Tidak semua bagian masa lalu saya (dan juga Anda) indah didengar. Akan tetapi, memilih apa yang perlu diceritakan itulah yang diusahakan. Kemudian, bicara soal masa depan tentu kita harus optimis. Maka, bicarakan hal yang tidak terlalu mudah juga tidak terlalu susah--tidak realistis. 

Terakhir, pengalaman wawancara menjadi menyenangkan karena saya punya bahan dan saya selow menanggapi pertanyaan para penguji seperti saya bercerita pada Ayah dan Mama soal mimpi dan keinginan saya. Para penguji tentu lebih tua dan berpengalaman dari kita, bukan? 

 

sumber gambar: blogspot.com

Answered May 5, 2017
Fajri Muhammadin
Lecturer at the Dept. of International Law, Faculty of Law, UGM

QxG0L2szjOJ3lreAGw54RM8TYZVF2sL3.png

Menarik sekali bagi saya wawancara itu. Saya sih merasa tidak gugup, walaupun interviewer mengatakan bahwa saya tampak gugup (mungkin tanpa sadar). Bagi saya alhamdulillah lancar. 

Tapi mungkin ada beberapa catatan untuk interview yang saya share di blog saya, barangkali bisa mewakili apa yang terjadi dan ada beberapa komentar (daripada saya ngetik ulang hehehe)

- Saya batch seleksi gelombang pertama, waktu itu bermasalah karena antar interviewer banyak yang standarnya tidak sama (karena ada buanyak interview dibagi di ruang ruang yang berbeda dengan interview yang beda beda). Misalnya, ada yang dites nyanyi Indonesia raya dan jika tidak hafal langsung digagalkan. Saya tidak mengalami ini.

- Salah satu pertanyaan pertama yang diajukan oleh salah satu interviewer adalah “Kenapa kamu gendut? Kamu tahu kan penyakitnya orang gendut?”. Yah, kadang-kadang agak random pertanyaannya.

- Mereka mempertanyakan pilihan negara dan universitas saya (khusus di kasus saya, “Anda orang hukum biasanya daftar ke Belanda, kok ke Inggris")

- Kadang mereka memberikan pertanyaan yang menguji sesuatu. Misalnya saya, ditanya “kenapa ‘Cuma’ apply University of Edinburgh? Kenapa nggak Oxford atau Cambridge?”. Di sini mereka ingin mengetahui mentalitas saya ini apakah orang pesimis atau bagaimana. Nasehat saya untuk Anda, jika memilih sebuah universitas pastikan karena Anda suka programnya atau karena itu yang terbaik. Jangan pesimis dan “realistis, saya ndak berani apply” (kecuali syarat formalnya memang Anda tidak memenuhi, misal minimum IPK dll). Jangan sampai pesimisme Anda menghalangi kesempatan Anda!

PS: mahasiswa saya ada yang membuktikan ini. Dia mau daftar Oxford nggak berani, jadi apply yang lain dan sudah diterima. Saya nasehati dia. Kenapa nggak berani? Hal terburuk yang akan terjadi adalah ‘ditolak’. Akhirnya dia daftar dan diterima di Oxford University (so proud of you!!)

- Mereka menanyakan tentang kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler saya dan apa manfaatnya bagi saya, lalu program studi tujuan dan apa manfaatnya bagi Indonesia (silahkan cek tulisan blog saya, linknya ada di bawah)

- INI SANGAT PENTING, SALAH JAWAB BISA LANGSUNG GAGAL: ini sebuah pertanyaan prinsip, tapi kadang –seperti yang saya alami—disembunyikan dalam bentuk pertanyaan yang lain. Intinya, mereka ingin tahu apakah saya akan betulan kontribusi ke Indonesia, bukannya nanti akan kabur kerja di luar negeri. Tapi mereka membungkusnya sebagai pertanyaan tantangan “apakah Anda berani bekerja di lembaga internasional yang high profile dan sangat menantang?”. 

Dua sub catatan saya tentang poin ini.

Sub-Pertama: konon lumayan banyak yang gagal di sini. Dikira ini beasiswa hadiah buat orang keren. Bukan, ini beasiswa investasi untuk Indonesia. Jangan sampai salah kira ya (silahkan cek tulisan blog saya, linknya ada di bawah)

Sub-Kedua: tolong jujur ya, jangan Cuma gombal kepret doang. Ngomong mau berbakti ke negara, tapi kemudian banyak yang kabur. Konon ada awardee LPDP yang kabur, dan saya menyaksikan juga ada beberapa awardee yang bermental kampret seperti ini. Please, kalopun Anda nggak beriman pada Allah ya tahu diri lah.

INTINYA. Ada tiga hal yang akan membantu Anda dalam interview:

a. Memahami tujuan beasiswa LPDP, dan mengetahui apa yang mereka cari

b. Memiliki bukti bahwa Anda bisa memberikan apa yang Anda janjikan

c. Tenang dan percaya diri saat interview.

Link tulisan full di blog saya

 

sumber gambar: profesi-unm.com

Answered Jun 7, 2017

Question Overview


4 Followers
1226 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apakah tips dan trik untuk mendapatkan beasiswa LPDP?

Mana yang lebih baik beasiswa ke UK: LPDP atau Cheavening?

Apa benar LPDP mulai dari sekarang dan ke depannya tidak lagi menanggung biaya hidup dalam skema beasiswanya?

Apa tantangan yang dihadapi LPDP?

Apa yang membuat beasiswa LPDP lebih menarik dibandingkan beasiswa lain?

Persiapan keberangkatan LPDP, apakah harus serba akademis?

Apa beasiswa yang terbaik di Indonesia saat ini?

Universitas apa yang paling indah di dunia?

Apa itu kampus Ivy League dan seberapa prestisius berkuliah di sana?

Apa tips mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri?

Apa tips mendapatkan beasiswa Chevening (Pemerintah Inggris)?

Apa tips mendapatkan beasiswa kuliah di DAAD (Pemerintah Jerman)?

Apa tips mendapatkan beasiswa DAAD (Pemerintah Jerman)?

Apa tips mendapatkan beasiswa AAS (Australia Awards Scholarships)?

Mengapa kuliah di Jepang begitu menarik dan prestisius?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?