selasar-loader

Mengapa api itu panas?

Last Updated Apr 10, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Attiya Nur A
Departemen kerohanian Himpunan Mahasiswa Fisika Universitas Sebelas Maret

onx_uWfeS6n8ArUpjFsOX_0NfgRtQSKe.jpg

via gambar.co.id (FR)

Panas merupakan salah satu jenis energi (energi kalor). Api dihasilkan dari reaksi pembakaran. Reaksi pembakaran merupakan reaksi antara bahan pembakar dengan oksidan. Reaksi ini terjadi pemutusan dan pengikatan atom. Untuk peristiwa pemutusan atom harus mempunyai energi yaitu panas. Pemutusan atom terjadi karena elektron-elektron di dalamnya mendapatkan panas untuk keluar dari atomnya. Setetelah terjadi pemutusan atom terjadi pembentukan atom baru dan api. Energi yang dilepaskan lebih besar daripada energi yang dibutuhkan. Api bersifat panas karena energi yang tersimpan pada reaksi pembakaran dilepaskan secara tiba-tiba.

 

Answered Apr 15, 2017
Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

Sebelum mengetahui mengapa api itu panas, akan lebih baik jika kita mengenal siapa si api ini.

wMnYYmEPdrj1v1h5yVctZg6sHW5JJJUW.jpg

Api merupakan hasil dari reaksi kimia, yaitu reaksi pembakaran. Atau istilah kerennya adalah reaksi oksidasi.  Api hanya bisa terjadi jika ada interaksi antara tiga komponen: bahan bakar, panas, dan oksidan.

Panas di sini hanya bersifat sebagai pemicu reaksi. Sedangkan oksidan yang kita maksud di sini adalah molekul oksigen yang terdapat dalam udara. Jika salah satu di antaranya tidak terhubung, maka api tidak dapat menyala.

Panas merupakan bentuk energi yang dapat mempengaruhi suatu zat. Dalam rekasi pembakaran, energi panas ini akan membuat molekul dari bahan bakar memutuskan ikatannya.

Jika bahan bakar berupa zat padat atau cair, energi yang cukup akan membuatnya berubah fasa menjadi gas. Setelah menjadi gas, molekul-molekul tersebut akan berinteraksi dengan gas oksigen.

Molekul-molekul oksigen dan molekul dari bahan bakar yang berbentuk gas tersebut terus bertumbukan secara massive sehingga elektron-elektronnya terlepas dari atom. Bahasa kerennya, terkesitasi pada energi yang lebih tinggi.

Karena pada dasarnya setiap elektron akan mencari keadaan paling stabil, maka elektron yang telah tereksitasi akan kembali ke keadaan dasar. 

Pada proses ini, atom akan melepaskan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang tertentu, yang kemudian kita kenal sebagai nyala api.

Warna-warna api yang kita lihat adalah efek kembalinya elektron dari tingkatan energi yang lebih tinggi ke keadaan stabil, yaitu tingkat energi yang lebih rendah.

98edvsYoK0NSbhdiGxgLPwMy6VoBh6E6.gif

Seperti yang telah disebutkan di atas, panas hanya sebagai pemicu reaksi. Panas ini bisa di dapat dari apapun, bisa gesekan, bisa korek api, bisa jilatan listrik.

Api sendiri berasa panas karena: pertama, adanya pelepasan energi saat terbentuknya molekul baru pada reaksi pembakaran secara massive. Maksudnya secara tiba-tiba, dan dengan jumlah yang cukup banyak.

Kedua, karena perbedaan suhu antara kita dan si api itu sendiri. Asas Black menjelaskan, bahwa molekul udara yang tidak mengalami kontak langsung dengan reaksi pembakaran, akan mendapatkan aliran energi dari molekul yang mengalami proses pembakaran secara langsung. Panas akan mengalir secara natural. Oleh sebab itu, kita dapat merasakan hangat ketika berada di dekat api unggun, tanpa harus menyentuh api unggun secara langsung.

Berkaitan dengan definisinya, yok kita ilustrasikan.

Bagaimana api muncul saat kita menyalakan lilin?
Lilin bertugas sebagai bahan bakar, yang tersusun dari senyawa organik. Ketika kita beri panas dari korek api yang cukup untuk mengaktifkan reaksi kimia dari proses pembakaran, senyawa organik tersebut menguap.

Setelah menguap, senyawa organik akan berinteraksi dengan oksigen dan terjadilah pemutusan ikatan, kemudian mulailah pembentukan senyawa baru. Pada proses pembentukan senyawa baru, api pun terbentuk akibat kembalinya elektron yang terkesitasi menuju ke tingkat energi yang lebih rendah.

Kapan elektronnya tereksitasi? Saat kita beri energi berupa panas dari korek api.

Lalu apa yang terjadi saat kita menyiram air kepada api?

Air lebih padat daripada udara. Hal tersebut mengakibatkan terputusnya kontak antara bahan bakar dan udara sehingga reksi pembakaran terhenti, dan api pun menghilang.

Maka dari itu, hasil kebakaran karena minyak tidak dapat dihentikan dengan air, karena minyak lebih ringan dari air. Ketika kita menyiramnya, minyak akan lebih terangkat dan akan lebih banyak kontaknya dengan udara.

Nyala api juga akan berbeda-beda, tergantung dari bahan bakar yang digunakan. 

Jika menggunakan satu bahan bakar, perbedaan warna dihasilkan dari perbedaan panas yang dihasilkan. Perbedaan panas yang dihasilkan didapatkan dari perbedaan energi yang dihasilkan dari proses elektron yang kembali dari eksitasi ke keadaan yang lebih stabil.

Dalam kasus lilin, mengapa ada dua buah warna: biru dan oranye, itu disebabkan adanya perbedaan energi elektron yang teksitasi.

Pada daerah biru, elektron kembali dari keadaan tereksitasi akibat tumbukan oksigen dan senyawa organik. Sedangkan pada daerah oranye, elektron kembali dari kedaan terksitasi pada gas karbon yang lebih kecil.

Dua daerah ini memliki perbedaan energi, yang menghasilkan perbedaan suhu, juga perbedaan warna.

RJBsy4EH_Ttv-R8tRs0pThsIdv1Bt28U.gif

Sekian.

Semoga kita bisa lebih mengenal api, mengaplikasikannya, dan tidak serta merta terbakar dalam suasana pilkada.

#A2A

Answered Apr 16, 2017

Question Overview


4 Followers
1741 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Pernahkah Anda tersesat di dalam hutan dan mengalami kejadian aneh?

Apa yang kamu pikirkan saat pertama kali mendengar "Sabana" di Indonesia?

Apakah Anda percaya akan ditemukan cadangan minyak besar baru di bumi Indonesia?

Mengapa air mengalir?

Mengapa laut itu berwarna biru?

Anda lebih memilih untuk berlibur ke Antartika, Gurun Sahara, Hutan Amazone atau Samudra Pasifik?

Apa yang menyebabkan populasi badak bercula satu semakin sedikit?

Kenapa daun babadotan (Ageratum conyzoides) dipercaya orang dahulu dapat menyembuhkan luka?

Mengapa hujan identik dengan bau tanah?

Manakah yang lebih baik, batu bata atau batako?

Apakah Indonesia mampu menjadi negara industri?

Adakah kehidupan selain di bumi?

Mengapa permukaan bulan yang kita lihat di sini, selalu sama?

Mengapa pesawat tetap bisa terbang di atas bumi dan tidak terpengaruh dengan rotasi bumi?

Apakah mungkin jika pesawat terbang di suatu titik akan sampai lebih cepat di titik lain dengan menunggu bumi berotasi?

Mengapa nyamuk atau lalat tetap bisa terbang bebas meski ia di dalam mobil yang bergerak?

Berapa banyak sel yang dimiliki manusia sepanjang hidupnya?

Apa yang membuat sains di dunia Islam begitu maju di tahun 700-1100?

Mengapa jumlah jurnal ilmiah yang dilahirkan di Indonesia kalah jauh bila dibandingkan dengan negara lain?

Apa saja perusahaan besar di Indonesia yang memiliki banyak insinyur-insinyur dan ilmuwan-ilmuwan hebat Indonesia?

Apa saja prestasi ilmuan atau insinyur Indonesia yang diakui oleh dunia?