selasar-loader

Bagaimana menjelaskan bahwa ada kemungkinan kehidupan lain selain di Bumi ini?

Last Updated Nov 20, 2016

Alien atau makhluk asing saat ini hanya hidup dalam alam mistis atau melalui film-film fiksi. Para pakar pun berbeda pendapat mengenai eksistensi alien ini.

7 answers

Sort by Date | Votes

Hasil gambar untuk kehidupan di luar bumi

Mari, biar saya perkenalkan lebih dahulu mengenai kecenderungan akan hal-hal umum.

Apakah kita percaya dinosaurus? 

Jika kita menyimak kembali perkataan (kehidupan lain selain di Bumi), tentu yang kita bisa jelaskan secara ilmiah bukanlah manusia luar angkasa/alien. Jika dalam tubuh kita terdapat makhluk hidup lain, (cacing pita, bakteri, dan mikroorganisme), dapatkah kita mengartikan bahwa di dalam tubuh kita terdapat kehidupan selain di luar tubuh kita?

Oleh karena itu,

1. Dengan kemungkinan besar terdapat mikroorganisme yang berada di luar bumi, dengan bukti bahwa pada awalnya bumi juga berasal dari evolusi makhluk hidup mikroorganisme.

2. Jika air adalah penentu adanya tanda kehidupan sebagaimana kita sering mendengar, air adalah sumber kehidupan.

Sungguh beratus-ratus planet di tata surya memiliki kandungan air yang mungkin bisa saja sama dengan bumi. Tetapi kembali lagi pada intinya, adakah kemungkinan kehidupan lain selain di bumi?

Jawabanya adalah mungkin.

Manusia terbentuk secara bertahap. Siklus ini membutuhkan waktu lama untuk mengetahui sejauh mana kita berada, jika kita mengirim atau di sana sudah dapat membuat pertumbuhan organisme lain, yang menyebabkan adanya aktivitas makhluk hidup.

Gambar via img.okezone.com

Answered Dec 18, 2016
Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

Alien-Shipyard

Kata kunci utama dalam kasus ini adalah "Kemungkinan", kemudian dilanjutkan dengan kata "Kehidupan". Dua kata kunci tersebut dipadukan dengan daya imajinasi kita tentang "Seberapa besar alam semesta kita?". Dari sana kita bisa mulai berpesta!

Berbicara tentang kemungkinan, banyak di antara kita mencoba memotivasi diri dengan kalimat "tidak ada yang tidak mungkin". Kalimat tersebut juga menjadi candu bagi kalangan pencari kehidupan di luar bumi ini. Yang menarik adalah, bahwa tidak ada satu orang pun di dunia yang mengetahui seberapa besar alam semesta ini.

Menurut hukum Hubble tentang pergeseran merah, alam semesta tempat kita tinggal ini terus mengembang. Terbayang kan seberapa besar rumahnya rumah kita ini?

Maka, di antara miliaran galaksi, yang mempunyai miliaran bintang, yang di dalamnya juga terdapat tata surya, yang berarti terdapat orbit-orbit planet, adalah sangat wajar bila kita berpikir "Ada kemungkinan kehidupan lain di luar sana!"

Namun, kemungkinan tersebut tidak bisa serta merta digunakan. Harus ada kematangan logika dan dapat dijelaskan secara matematika. Banyak bukti dari NASA atau badan astronomi besar lainnya yang mengumumkan berbagai pengamatan bintang mati dan planet yang memungkinkan adanya kehidupan. Bagaimana ini bisa terjadi?

Hal tersebut berkesesuaian dengan konsep kehidupan yang dapat terjadi di Bumi. Bumi adalah keajaiaban penciptaan yang sungguh nyata. Bumi adalah bentuk dari keseimbangan absolut dan keberuntungan yang luar biasa.

Letaknya terhadap matahari, sebagai bintang yang memancarkan energi panas akibat reaksi fusi dan fisinya, begitu pas. Sehingga gaya gravitasi antara planet kita dan matahari, serta planet-planet lain di sekitarnya menciptakan paduan terbaik untuk disebut rumah.

Gaya gravitasi sekali lagi menjadi kunci sukses kehidupan di bumi. Selain itu, kandungan air dan komposisi udara yan terbentuk di lapisan atmosfer, secara sempurna menyokong kehidupan organisme seperti manusia. Benar-benar menakjubkan.

Oleh sebab itu, yang dilakukan oleh para peneliti adalah dengan mengamati objek langit yang memiliki kemiripan baik ukuran, massa jenis, atmosfer, suhu, kandungan air, dan segala penyokong kehidupan seperti yang di terdapat di bumi. Lantas, bagaimana hasilnya sejauh ini? Belum ada satu pun benda langit yang sama persis dengan bumi.

Walaupun demikian, suntikan rohani yang berbunyi "tidak ada yang tidak mungkin" terus menjadi semangat bagi para peneliti untuk mencari kehidupan d bumi.

Tambahan. Kita selalu berpendapat bahwa segala fenomena yang terjadi di alam semesta ini, harus bisa dijelaskan oleh fisika. Masalahnya adalah, ke-fisika-an kita berada pada tingkat yang berbeda-beda. Bagi para penikmat fisika klasik, jangan terkejut bila hukum fisika di bumi akan berbeda dengan hukum fisika di Planet Namek.

Jadi, bagaimana menjelaksan adanya kemungkinan kehidupan lain di luar bumi?

Probability my friend, probability.

Gambar via farm6.staticflickr.com

Answered Dec 18, 2016
suhaeri mukti
Peneliti, Pernah belajar Psikologi dan Sosiologi.

Melalui pemahaman tentang hajar Aswad dan siapa yang membawanya ke Bumi. 

lFsTYsvTveQpADwyvJAYjmCL0CgXPoYF.jpg

Ilmuan sepakat bahwa hajar Aswad (batu hitam) yang berada pada Kakbah di Mekah adalah batu paling ringan dan batu paling tua di muka bumi. Selain itu, hajar Aswad adalah batu yang susunan unsur pembentuknya tidak sama dengan unsur yang ada di bumi ini.

Kalau begitu, dari mana batu itu? Siapa yang membawa?

"Darimana" menunjukkan tempat selain bumi.
"Siapa" menunjukkan subyek yang berarti makhluk hidup.

Artinya, ada kehidupan lain selain di bumi yang membawa benda mati itu (hajar Aswad) ke bumi.

 

Ilustrasi via tribunnews.com

Answered Jan 17, 2017
Manoressy Tobias
Calon Peneliti, Pusat Sains Antariksa, LAPAN

6Gt_0VtAwCNrG57j_Nm9ICfcdis25fCP.jpg

Berbicara mengenai kemungkinan kehidupan di luar Bumi, ada dua ide yang menarik untuk diperbincangkan: paradoks Fermi dan persamaan Drake.

Pada tahun 1950, dalam sebuah makan siang di Los Alamos, fisikawan Enrico Fermi berbincang dengan koleganya: Emil Konopinski, Edward Teller, dan Herbert York. Mereka membahas kartun yang dimuat di koran The New Yorker yang menggambarkan sekelompok alien turun dari piring terbang sambil membawa tong-tong sampah dari jalanan kota New York. Pada waktu itu, memang banyak tong sampah yang menghilang di New York. Percakapan kemudian beralih ke topik-topik lain, tapi di satu titik, Fermi mendadak nyeletuk, "... but where is everybody?"

Menurut kesaksian para saksi perbincangan itu, Fermi mempertanyakan kemungkinan perjalanan antarbintang (interstellar travel). Ketika Herbert York mengenang kembali percakapan itu, ia mengatakan, "... he [Fermi] went on to conclude that the reason that we hadn’t been visited might be that interstellar flight is impossible, or, if it is possible, always judged to be not worth the effort, or technological civilization doesn’t last long enough for it to happen.

Fermi tidak mempertanyakan kemungkinan keberadaan alien; banyak orang salah mempersepsikan paradoks Fermi seperti demikian. Paradoks Fermi pun sebetulnya bukan "paradoks". Ia mempertanyakan apakah perjalanan antarbintang atau dari satu planet ke planet lain memang mungkin untuk dilakukan atau tidak. Wajar saja Fermi skeptis; pada tahun 1950-an, roket bahkan belum bisa mencapai orbit. Masih 19 tahun lagi sebelum manusia akhirnya berhasil menginjakkan kaki di Bulan.

Sampai hari ini, apabila orang memperdebatkan mengenai alien, biasanya paradoks Fermi akan turut diangkat-angkat. Bisa saja alien itu memang ada. Tapi karena perjalanan antarbintang terlalu sulit untuk dilakukan, mungkin mereka pun tidak "tertarik" untuk mencoba; kalau pun mencoba, mungkin tidak pernah sampai ke kita.

Kemudian, pada tahun 1961, astronom Frank Drake mengembangkan sebuah persamaan yang dinamai persamaan Drake:

3x5Z4GuS3ICnABH62kz7129VYBQSOXs4.png,

di mana:

N = jumlah peradaban / kehidupan di galaksi Bima Sakti yang dapat berkomunikasi,

R* = laju pembentukan bintang yang dapat mendukung berkembangnya kehidupan cerdas (kehidupan yang dapat membangun teknologi untuk berkomunikasi),

fp = fraksi bintang yang memiliki planet,

ne = jumlah planet dalam tiap sistem yang memiliki kondisi dimana kehidupan bisa berkembang,

fl = fraksi planet dimana kehidupan benar-benar muncul,

fi = fraksi planet dimana kehidupan yang ada adalah kehidupan cerdas,

fc = fraksi kehidupan / peradaban yang dapat mengembangkan teknologi dan memancarkan sinyal ke luar angkasa, dan

L = jangka waktu peradaban tersebut memancarkan sinyal yang dapat dideteksi.

Persamaan Drake bukanlah alat kuantifikasi yang memiliki solusi unik, melainkan argumen probabilistik untuk estimasi jumlah kehidupan di luar Bumi yang dapat berkomunikasi dengan kita. Persamaan ini dirancang guna memicu dialog ilmiah antar ilmuwan untuk mempertimbangkan berbagai faktor/variabel yang mempengaruhi kemungkinan adanya peradaban maju di luar Bumi yang dapat membangun teknologi komunikasi.

Setiap ilmuwan bisa memiliki pendapatnya masing-masing terkait nilai masing-masing variabel dalam persamaan Drake; ada yang optimis, ada pesimis. Seiring berkembangnya pemahaman kita tentang alam semesta, ketidakpastian masing-masing variabel bisa semakin diperkecil. Akan tetapi, tetap saja ruang untuk pertanyaan dan diskusi masih terbuka lebar. Berbagai perubahan dan modifikasi pun telah diterapkan.

Sara Seager (astronom MIT pakar eksoplanet), misalnya, mengembangkan persamaannya sendiri yang memperhitungkan faktor-faktor seperti fraksi planet yang seperti Bumi, fraksi di mana kehidupan yang berkembang menghasilkan gas biosignature yang dapat dideteksi, dan lain-lain. Bedanya dengan persamaan Drake, persamaan Seager bertujuan untuk mengestimasi jumlah planet yang gas biosignature-nya terakumulasi di atmosfer dan bisa dideteksi dengan teleskop luar angkasa. Beberapa variabel bisa dihitung dengan cukup pasti; variabel-variabel lainnya seringkali harus ditebak. Contohnya, fraksi planet di tiap sistem yang memiliki kehidupan cerdas, kalau Anda mau super optimis, bisa diberi nilai 1.

Jadi, berapa nilai ? Estimasi awal Drake adalah sekitar 1.000 - 100.000.000. Angka pastinya? Kita belum bisa menentukan secara pasti. Salah satu studi statistik dari Institut Astrofisika Paris mengestimasi ada sekitar 160 miliar planet di galaksi Bima Sakti (itu baru di galaksi kita saja, lho...). Apabila Anda mau mengestimasi dengan sangat optimis, bisa saja lebih dari 100 juta dari 160 miliar planet itu memiliki kehidupan yang bisa berkomunikasi dengan kita.

Paradoks Fermi dan persamaan Drake adalah dua ide yang seringkali diangkat dalam diskusi mengenai kemungkinan kehidupan selain di Bumi. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dan sesungguhnya masih banyak yang belum kita ketahui pasti. Hari ini, kita telah menemukan sekitar 3.600 planet baru di luar Tata Surya. Mungkin saja salah satu dari mereka memiliki kehidupan. :-)

Answered Apr 9, 2017
El Hakim Law
Founder Lingkar Studi Islam & Kepemimpinan (@larsik.id)

Sederhana saja, Anda tahu robot Asimo produksi Honda?

Apakah Asimo melahirkan dan memproduksi dirinya sendiri atau dia berawal dari kehidupan lain dan dibentuk oleh kehidupan lain?

Namun, sekali lagi, mari kita mendefinisikan, apa itu kehidupan?

Answered Aug 23, 2017
Reza Firmansyah
Mathematician. Writer. Futurist. Trying to leave good marks as my legacy.

Kutipan dari film Contact (1997) rasanya cukup.

yj-z7T-1TzqiSSDSwCnXO2iUsWL2yDxd.jpg

Ellie Arroway: You know, there are 400.000.000.000 stars out there, just in our galaxy alone. If only one out of a million of those had planets, and just of out of a million of those had life, and just one out of a million of those had intelligent life; there would be literally millions of civilizations out there.

Palmer Joss: [looking the night sky] Well, if there wasn't, it'll be an awful waste of space.

Ellie Arroway: [looking him] Amen.

 

Ilustrasi via pinterest

Answered Oct 26, 2017
Devita Olyviana
Mahasiswi Biologi FMIPA UI 2014. Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta.

Ada jutaan galaksi lain di alam semesta dan hampir tidak mungkin hanya Bumi yang menjadi habitable planet. Pun, tidak seluruh makluk hidup harus berwujud dan beradaptasi seperti manusia sehingga besar kemungkinan makhluk hidup tersebut menyesuaikan dengan kondisi planet tempat ia hidup.

Answered Mar 30, 2018

Question Overview


8 Followers
2052 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Berapa jumlah bintang yang ada di langit?

Mengapa permukaan bulan yang kita lihat di sini, selalu sama?

Mengapa sampai saat ini masih ada orang percaya bahwa bumi itu datar?

Bagaimana cara menjelaskan kalau Bumi itu bulat?

Bagaimana cara menghitung jarak antara bumi dan matahari?

Berapakah besarnya matahari? Bagaimana cara menghitungnya?

Jika Alien itu ada, mengapa kita tidak pernah bertemu dengannya?

Kenapa dalam seminggu terdapat tujuh hari, kenapa tidak 10 atau 15, kenapa harus 7? 

Adakah kehidupan selain di bumi?

Apakah alien benar-benar ada?

Adakah penjelasan ilmiah mengenai keberadaan alien?

Benarkah alien ada? Bagaimana cara membuktikannya?

Apakah Anda percaya adanya UFO?

Terkait adanya penampakan Unidentified Flying Object (UFO), apa yang Anda bisa jelaskan terkait hal ini?

Apakah UFO merupakan pesawat proyek rahasia Amerika?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan?

Apa motto hidup paling keren?

Apakah seseorang mempunyai karakter bawaan yang tidak bisa diubah?

Apa ketakutan terbesar dalam hidupmu? Mengapa?

Siapakah cinta pertama Anda?

Seberapa pentingkah olahraga bagi Anda ?

Apa yang Anda lakukan ketika mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan?

Apa pengalaman paling bermakna dalam kehidupan Anda?

Siapakah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan Anda?

Mengapa pesawat tetap bisa terbang di atas bumi dan tidak terpengaruh dengan rotasi bumi?

Apakah mungkin jika pesawat terbang di suatu titik akan sampai lebih cepat di titik lain dengan menunggu bumi berotasi?

Mengapa nyamuk atau lalat tetap bisa terbang bebas meski ia di dalam mobil yang bergerak?

Berapa banyak sel yang dimiliki manusia sepanjang hidupnya?

Apa yang membuat sains di dunia Islam begitu maju di tahun 700-1100?

Mengapa jumlah jurnal ilmiah yang dilahirkan di Indonesia kalah jauh bila dibandingkan dengan negara lain?

Apa saja perusahaan besar di Indonesia yang memiliki banyak insinyur-insinyur dan ilmuwan-ilmuwan hebat Indonesia?

Apa saja prestasi ilmuan atau insinyur Indonesia yang diakui oleh dunia?

Apa yang bisa kita ketahui dari planet KELT-9b?

Bagaimana caranya memotret galaksi bima sakti secara utuh, sedangkan kita (di bumi) berada di dalamnya?