selasar-loader

Apa yang menyebabkan seseorang takut menghadapi masa depan?

Last Updated Nov 20, 2016

Masa depan ibarat tirai berkabut di mana orang hanya samar-samar saja melihatnya. Tetapi, masa depan sering berupa asap hitam tebal sehingga orang tidak mampu melihat meski hanya samar-amar. Orang umumnya takut memasuki dan berada dalam kegelapan.

10 answers

Sort by Date | Votes

kyIz4HfW46Lsf-yIERjQNzXfgjWrZAaa.jpg

Takut masa depan atau pun takut tikus, takut kecoa, takut ketinggian, tetap saja ini adalah fobia. Ada emosi dan objek yang ditakuti. Bila dianalisis oleh otak sadar, ini adalah hal yang mustahil ditakuti, toh satu detik dari saat ini adalah masa depan, satu jam kemudian, besok, lusa, dan seterusnya adalah masa depan. Tetapi karena yang berperan di sini adalah pikiran bawah sadar di luar kendali otak segalanya menjadi mungkin.

Pemahaman pikiran bawah sadar inilah yang tidak sesuai dengan norma-norma umum sehingga menjadikannya sebagai fobia. Pikiran bawah sadar ini mendapatkan data dari memory yang bisa berupa kejadian masa lalu/trauma maupun dari informasi baik dari dalam maupun dari luar dirinya seperti melihat, mendengar, membaca, merasakan yang tidak dibarengi oleh penjelasan yang tepat.

Contoh kasus fobia kecoa, ada trauma di masa lampau saat umur 5 tahun melihat dan merasakan ada kecoa yang bergerak di depan dirinya kemudian terbang, emosinya berbisa melihat bergeraknya kecoa merasakan begitu dekat dan melihat dia terbang dan mengeluarkan suara berdesis. Emosi masa kecilnya memberikan informasi hal ini adalah sesuatu yang menakutkan, mencemaskan, geli, dll. Karena tidak ada orang yang memberikan pengertian akan hal ini, perasaan tersebut dibawanya sampai dewasa.

Dengan demikian, ketakutan akan masa depan pun sama orang ini mempunyai data yang kuat untuk memvalidasi bahwa masa depan adalah sesuatu yang menakutkan, tidak bisa diprediksi, mengancam, dsb. tentu berdasar database-nya. Misalnya, karena kemampuan yang dimiliki/ilmu persaingan, relasi, kontrol diri, dll. 

Jadi, penyebabnya adalah ketidaktepatan pemahaman pikiran bawah sadarnya akan suatu data terhadap objek yang ditakutkannya.

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Dec 26, 2016
Luthfia Rizki
Beauty Enthusiast

Image result for takut menghadapi masa depan

Takut nantinya masa depan tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. Mengapa bisa timbul pemikiran seperti itu? Karena terkadang kita cenderung terlalu banyak berpikir dan mengira-ngira serta menimbang apa sebab-akibat pada hal yang kita lakukan di kemudian hari. Berpikir taktis dan menimbang segala risiko tentu wajar, tetapi jika terlalu over thinking dan berujung pada karena takut melulu akhirnya malah tidak membuahkan karya apa pun, lebih baik langsung take a risk and just let it flow!

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Jan 3, 2017
Agus Nina
Saya selalu gagal menjadi orang keren

Masa depan adalah ketidakpastian, karena tidak seorang pun yang bisa meramal dan mengetahui secara tepat apa yang akan terjadi di masa depan. Masa depan adalah misteri yang membuat orang berjuang, yang bisa kita lakukan adalah membuat rencana-rencana untuk mereduksi ketidakpastian tersebut, tapi tetap saja kita harus memasukkan faktor risiko karena masa depan tidak bisa kita pastikan dengan tepat.

jadi menurut saya, ketakutan terbesar seseorang akan masa depan adalah ketidakpastian itu sendiri.

Answered Jan 13, 2017

Karena ia tidak punya tujuan atau visi hidup

Answered Jan 19, 2017
Uli Elysabet Pardede
Karyawan Biasa, Blogger, Make-Up Addicts

Seseorang takut menghadapi masa depan karena sesuatu yang menjadi target belum tentu tercapai. Sementara umur kian bertambah, mau tidak mau harus merubah target lagi. Begitu seterusnya sampai seseorang itu berpikir masa depannya diisi dengan mengusahakan banyak target yang pencapaiannya sering tidak sesuai. Tapi masih lebih menakutkan lagi orang-orang yang pasrah dengan nasibnya di masa depan.

Yang terpenting sih terus berusaha dan berdoa. Masa depan itu pasti tidak terlalu menakutkan lagi. Tuhan juga ga tidur kok... :)

Answered Jan 21, 2017
Idub Suadrif
Belajar aja

GZN1N1S0dLTHoI-YigOpC9QuejS97yAL.jpg

via satuterpenting.com (FR)

Seseorang takut menghadapi masa depan karena terlalu memikirkan apa yang belum dijalanin sedangkan langkahnya hanya terpaku pada tempat ia berdiri, kenapa tidak melangkah setapak demi setapak. Masa depan itu akan mengikuti langkahmu kemana engkau pergi, apa yang harus ditakutkan? Hanya melangkah dan melangkah. Bismillah.

Answered Apr 5, 2017
Christie Damayanti
Just disabled woman, architect, urban planner, author, philatelist; motivator

vFV1oJ1wwmb_5JjDEf-xP1ftYoS0X_Wv.jpg

via googleusercontent.com (FR)

Karena mereka TIDAK BERSERAH pada Tuhan. Tuhan menciptakan manusia dengan sebuah tujuan. Masing-masing dari kita mempunyai tujuan khusus. Jadi, masa depan adalah rencana Tuhan. Kita hanya tinggal mengamininya, berjalan sesuai yang terbaik dan semuanya menuju untuk kemuliaan Nama Tuhan. Bukan nama kita.

Answered Apr 13, 2017
Dina Mariana
Mathematics student'17 of UIN Jakarta

BPqoUMkA4XhnKMQagYlAtCQmtdfjSjDi.jpg

Seseorang yang takut akan masa depan banyak penyebabnya, mulai dari rasa kecemasan yang berlebihan, ataupun rasa ketakutan berlebihan yang dimiliki orang dalam melangkah melanjutkan hidup. Masa depan tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah semata. Esok hari saja tidak ada yang tahu akan seperti apa. Orang yang takut akan masa depan berarti tidak percaya akan takdir Tuhan. Boleh saja kita takut melangkah (tak berlebihan) dengan diiringi dengan langkah percaya pada semua yang terjadi di masa depan adalah kehendak Yang Maha Kuasa.

sumber gambar: ikons.id

Answered Aug 13, 2017

Orang yang takut akan masa depan kemungkinan karena orang tersebut khawatir dan takut mengalami kegagalan dimasa depannya. Dia takut mencoba karena takut terjatuh atau takut gagal

Answered Aug 21, 2017
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

Nah, jawabannya sudah ada di atas:

Masa depan ibarat tirai berkabut di mana orang hanya samar-samar saja melihatnya. Tetapi, masa depan sering berupa asap hitam tebal sehingga orang tidak mampu melihat meski hanya samar-amar. Orang umumnya takut memasuki dan berada dalam kegelapan.

Dengan kata lain, ketakutan (karena menyadari) akan KETIDAKPASTIAN. Atau kecemasan berlebihan dalam menyongsong masa depan. Bisa jadi karena PESIMIS atau TIDAK PERCAYA DIRI juga. Atau, karena tidak yakin bahwa SANG MAHA PENCIPTA itu Mahapenolong? Wallahu a'lam. Yang merasa takut yang bisa menjawabnya.

Answered Sep 7, 2017