selasar-loader

Apa yang menyebabkan orang takut menikah?

Last Updated Nov 20, 2016

Menikah sering dianggap peristiwa sakral yang hanya berlangsung sekali dalam seumur hidup. Menentukan pilihan hidup menjadi momen krusial.

12 answers

Sort by Date | Votes
Zulfian Prasetyo
Penulis dan Editor

Hasil gambar untuk orang takut menikah

Secara umum, ada banyak hal yang menyebabkan seseorang menunda atau bahkan tidak ingin menikah. Karier adalah salah satunya.

Namun, bila alasannya adalah rasa takut, faktor trauma bisa menjadi alasannya. Bisa jadi orang itu tumbuh besar dalam kondisi broken home. Bisa juga telah mengalami kegagalan dalam pernikahan sebelumnya. Keterlambatan proses dewasa, di antaranya tidak ingin menerima beban sebagai seorang suami maupun ayah, bisa menjadi faktor lainnya.

Gambar via pijar.net 

Answered Dec 7, 2016
Utari Azalika
Pegawai Pemerintah yang berusaha bekerja baik dan benar

RgR2rUHQaX9d0dUI47ccphTrb53PfRzD.jpg

Tanggung jawab menikah tidak sesederhana ketika masih berstatus sebagai anak dan masih single. Saat menikah terdapat dua keluarga besar yang dinikahkan. Menyatukan dua kepribadian dengan sejarah hidup puluhan tahun masing-masing tidaklah mudah butuh pengorbanan. 

 

sumber gambar: uniquecardwedding.co.id

Answered Dec 31, 2016
Luthfia Rizki
Beauty Enthusiast

Takut untuk berkomitmen. Biasanya orang yang takut berkomitmen ini juga memiliki alasannya masing-masing, mungkin karena dulunya punya masalah dengan keluarga sehingga dia takut suatu saat rumah tangga yang akan dibangun nanti akan "hancur" sama seperti keluarganya, atau pernah memiliki teman yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga sehingga dia khawatir hal serupa akan terjadi di hidupnya kelak. Secara umum, hal-hal yang dia takuti disebabkan oleh kejadian nyata yang pernah dia saksikan/alami (based on experience).

Answered Jan 9, 2017
Agus Nina
Saya selalu gagal menjadi orang keren

Takut gagal, takut dikhianati, takut tidak bahagia, takut bosan, takut tidak bisa menikmati hidup seperti waktu masih sendiri

Answered Jan 13, 2017
Yoga Rokhmana
Owner www.bonekahorta.biz

Menikah itu masalah keberanian. Berani hidup dengan segala perbedaan pemikiran, sifat, kebiasaan pasangan. Berani menghadapi keluarga pasangan. Berani bertanggung jawab. Berani memenuhi tuntutan pasangan. Berani bekerja lebih keras menafkahi anak dan istri. Dan seterusnya..  

Answered Jan 14, 2017
Anonymous

Banyak faktor yg membuat org takut menikah 

1. Belum matang umur, kemapanan seseorg diamban 28 keatas

2. Belum mapan pekerjaan (gapok dan tunjangan blom mencukupi)/posisi pekerjaan msh tak menentu

3. Permintaan Ortu /keluarga dgn ciri-ciri blalala (blom ada yg pas "kriterianya")

Answered Jan 31, 2017
Faizul M M Nurullah
Sastra, aesthetic, poet, and novel. And adventure

Tanggung jawab dalam memikul komitmen dalam menjalin hubungan berdua menjadi salah satu faktor penting. Karena nantinya, hubungan akan dihadapi oleh kedua orang yang akan berkembang di masa depan. Jika mental dan rasa tanggung jawab mental dan psikis belum terpenuhi, maka orang akan cenderung belum berani untuk berkomitmen dalam menjalani hubungan bersama orang lain.

Answered Jan 31, 2017
nus gamar
women .. foodenthusiasts .. travelers .. bookworm ..

Keluarga yang tidak tahu posisi serta lingkungan yang tidak sesuai.

sKwnrAslK8Br3cVs3qg8ik2zZKK6mz9M.jpg

via broadwayandme.blogspot.com

Answered Feb 27, 2017
Roisiyatin Roisiyatin
Memutuskan menikah, berarti memutuskan membagi diri kita kepada orang lain

BwKNy9fOtf-Zp_SJx-jX8u95cuS5__y_.jpg

via blogspot.com (FR)

Ketakutan itu karena tidak adanya keberanian, maka yang membuat orang takut menikah karna ia tidak berani mengambil risiko. Risiko dapat diminimalisir dengan ilmu, maka mengilmui tentang pernikahan, berarti melangkah meninggalkan ketakutan dan mewujudkan keberanian. 

Answered Apr 10, 2017
Siti Umi Mudhongafah
Sosiologi-Psikologi

Hasil gambar untuk takut menikah

via cdns.klimg.com (SUM) 

Menurut saya, menikah adalah kepesepakatan antara laki-laki da perempuan untuk hidup bersama dan bersedia untuk menghapi suka dan senang bersama. Saya saat ini masih berumur 21 tahun dan memiliki target menikah pada usia 25 tahun. Menurut saya, menikah memiliki dua sisi yang bertolak belakang, yaitu dapat menimbulkan kebahagiaan dan bisa pula kesedihan. Sebelum memiliki beberapa kekhawatiran ketika saya menikah.

1. Saya takut menikah karena di dalam pikiran saya, bahwa menikah dapat membuat saya tidak bisa berkembang dan hanya hidup di rumah untuk mengurus pekerjaan rumah dan mengurus suami dan anak-anak. 

2. Menikah membuat saya takut karena ada rasa kekhawatiran terhadap pasangan saya yang mungkin ia akan berubah 180 derajat sesudah menikah. Dengan kata lain, saya belum bisa 100% mempercayai pasangan saya sebagai pasangan sehidup semati.

3.  Saya takut menikah karena saya belum mapan, baik mapan dalam hal materi maupun nonmateri.

4. Saya takut menikah karena saya belum siap jika suatu saat ada perselisihan dengan pasangan yang nantinya mungkin akan sampai pada keputusan perceraian. Saya berharap dan tidak ingin suatu saat nanti pernikahan saya akan berujung perceraian.

5. Seseorang yang takut menikah juga bisa diakibatkan karena mereka takut belum bisa mendidik anaknya dengan baik. Saya adalah salah satu orang yang merasa demikian. Saya takut jika nanti saya tidak bisa mendidik anak menjadi anak yang baik dan sukses.

Sebenarnya masih ada ketakutan-ketakutan lain yang saya khawatirkan ketika menikah. Ketakutan ini mungkin muncul karena umur saya yang bisa dikatakan belum dewasa. Saya sadar bahwa suatu saat nanti akan menjalani pernikahan dan membentuk sebuah keluarga baru. Saya sadar bahwa saya perlu banyak belajar tentang arti pernikahan sesungguhnya dan tentu saja berusaha untuk mempersiapkan diri untuk menikah karena menikah adalah salah satu sunah nabi yang baik.

Answered Apr 13, 2017
sumayah sumayah
Mahasiswa Fakultas Psikologi UI, peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8

f-knsk6zn9QuoS0S7xw3v83CIsbsu5PL.png

Menikah atau membuat komitmen dengan seorang laki-laki atau perempuan adalah salah satu tugas perkembangan laki-laki atau perempuan yang memasuki usia dewasa muda. Individu yang berada pada usia dewasa muda memiliki tugas perkembangan, yaitu menentukan karier atau vocational dan memiliki orang untuk saling bergantung. Orang tersebut dapat berupa teman, namun biasanya adalah pasangan.

Untuk bisa terikat dalam komitmen, seorang individu perlu bersedia dan siap dengan segala hal yang perlu dibagi, mulai dari harta, perasaan, bahkan kesediaan untuk berhubungan seksual. Komitmen dan kesediaan untuk saling berbagi ini dapat menjadi hal yang menakutkan bagi individu yang belum bersedia untuk berkomitmen, apalagi jika ditambah anak yang hadir membawa tanggung jawab lebih bagi pasangan suami-istri seperti tanggung jawab mengasuh, membiayai, dan lain-lain.

 

Ilustrasi via pixabay

Answered Nov 4, 2017
Btari Aktrisa Yara Sukmaraja
Mahasiswi Psikologi Universitas Gadjah Mada

"Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik" (Qs. An Nahl (16) : 72).

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).

Dikutip dari annida-online.com, ada beberapa alasan orang takut menikah, yaitu:

1.      Trauma dengan citra buruk pernikahan

2.      Takut terenggut kebebasan

3.      Takut kekurangan secara finansial

4.      Takut perceraian

5.      Takut berjauhan dari orang tua

6.      Takut diselingkuhi

7.      Takut berat badan bertambah

Selama niat kita menikah untuk ibadah karena Allah, insha Allah dipermudah, dilancarkan. Semangat untuk ibadah seumur hidup.

Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang melimpah (yaitu: Surga)

(Qs. An Nuur (24) : 26)

Answered Apr 1, 2018

Question Overview


and 1 more
19 Followers
1932 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa ada orang yang memilih untuk tidak menikah?

Apa dampak terbesar dalam hidup Anda setelah pernikahan?

Hal apa yang paling Anda takutkan dari pernikahan? Mengapa?

Apa perbedaan Anda dan pasangan Anda?

Apa persamaan Anda dan pasangan Anda?

Bagaimana rasanya diselingkuhi?

Apa yang membuat seorang pria ragu untuk menikah?

Apakah lamanya berpacaran bisa melanggengkan hubungan pernikahan?

Apa yang perlu dilakukan oleh seorang wanita jika dia sudah berusia 35++ dan belum menikah?

Mengapa tingkat survival warga minoritas lebih tinggi/ulet di tengah kehidupan warga mayoritas?

Bagaimana orangtua harus bersikap ketika anak satu-satunya atau salah satu anaknya menyatakan pindah agama yang berbeda dari agama orangtuanya?

Bagaimana wajah dunia dan negara-negara dunia jika hidup tanpa agama?

Apakah keperawanan (virginity) bagi seorang perempuan masih penting untuk memasuki jenjang pernikahan?

Mungkinkah manusia hidup tanpa orang lain?

Bagaimana rasanya hidup di lingkungan penuh konflik?

Apa saja tantangan menjadi kaum minoritas di Jakarta?

Bagaimana menjelaskan fenomena pemuda yang mengejar "Telolet" bus di jalanan?

Apa yang menyebabkan manusia selalu menilai dari apa yang dia lihat?

Apa dan bagaimana cinta itu?

Kepada siapa kecenderungan waria memilih pasangannya?

Adakah kaitan antara parfum dan kepribadian seseorang?

Apakah status sebagai anak tunggal mempengaruhi sikap politik Presiden ke-6 RI?

Apakah status sebagai anak lelaki satu-satunya dalam keluarga mempengaruhi sikap politik Presiden Jokowi?

Pada umur berapa sebaiknya anak diajak untuk menjalankan ritual keagamaan?

Apa yang menyebabkan seseorang takut menghadapi masa depan?

Mengapa respons orang sedih umumnya menangis?

Apakah menangis itu sehat atau malah membuat sakit?