selasar-loader

Kenapa beberapa klub sepak bola mandiri/profitable, sementara sebagian klub sepak bola lainnya mengandalkan dana APBN?

Last Updated Nov 20, 2016

5 answers

Sort by Date | Votes
Indra El Firasy
Head of Technology at CODEinc.id

Hasil gambar untuk klub sepak bola

Saya rasa hal itu terjadi pada klub yang populer dan memiliki performa bagus ya sehingga ada sponsor yang tertarik mendanainya bahkan mencukupi kebutuhan klub.

Di samping itu, ada rumor bahwa beberapa klub yang mengandalkan dana APBN mendapati kendala keterlambatan. Akibatnya, bisa terjadi hal seperti gaji pemain terlambat sampai berbulan-bulan dan lain sebagainya. Ini menjadi pemicu sendiri sebenarnya bagi klub untuk mencari sumber pemasukan dana lainnya agar tidak bergantung pada sumber yang tidak stabil.

Gambar via ilmupengetahuanumum.com

Answered Dec 10, 2016

1_j_CGoCb14CvVDluVL8X9ni9uYWDoTl.jpg

via yahoo

Awalnya klub sepak bola kita itu dibentuk berdasarkan bond, seperti Persija, Persib PSM, PSIM dan lain lain yang berkompetisi di kompetisi Perserikatan. Dana mereka tidak tentu/jelas dari mana saja, yang jelas dari donasi dan uang para pengurus sendiri. Lalu tahun 1978, PSSI muncul ide mendirikan kompetisi Galatama. Sejak saat itu, muncul klub-klub semi pro, mulai dari Warna Agung, Pardedetex, Mercua Buana, Tunas Inti dan lain-lain, hingga Pelita Jaya. Klub semi pro inilah yang didanai oleh dana pribadi para pemilik klub.

Fanatisme di Perserikatan terbukti menjadi magnet yag lebih kuat ketimbang profesionalisme yang coba dibangun oleh Galatama. 

Lalu, kompetisi Galatama dan Perserikatan tahun 1992 dilebur menjadi satu. Dimulailah Liga Indonesia tahun 1994 dengan menggabungkan kompetisi perserikatan dan Galatama. Sumber dana klub masih tidak jelas dari mana, namun sumber dana klub-klub Galatama jelas berasal dari kantung pribadi pemiliknya.

Sayang, berbagai kendala, terutama soal profesionalisme, masih menjadi hambatan klub-klub di Indonesia. Ini yang menyebabkan sponsor tidak terlalu tertarik untuk masuk dan mensponsori kompetisi dan klub sepak bola 

Sejak era reformasi tahun 1998, otonomi daerah digencarkan. Mulailah tahun 2001 atau 2002, klub-klub eks Perserikatan disuntik dana APBD sehingga banyak sekali klub-klub ini juga ditunggangi kepentingan para pengurus atau pejabat pemerintah setempat. Dana APBD ini biasanya berwujud hibah sehingga pertanggungjawabannya tidak transparan. 

Namun sejak 2010, pemerintah/Mendagri lewat Permendagri secara tegas melarang dana APBD untuk klub sepak bola profesional. Mulai saat itu, diyakini tak ada dana APBD lagi untuk klub pro yang bermain di divisi utama dan liga super. Dana APBD sendiri masih diperbolehkan untuk sepak bola, namuan sifatnya hanya untuk pembinaan usia muda atau klub amatir saja. Sifatnya (sekali lagi) hanya bantuan. Jadi, klub sepak bola yang masih bisa terima APBD adalah klub amatir atau untuk pembinaan usia muda saja. 

Answered Jan 12, 2017
Ilham Fauzi
pemimpi, penggila sepakbola, pengagum kreativitas

Secara tradisional fanatisme kedaerahan sangat membantu munculnya figur tim yg menjadi representasi simbol mewakili sepakbola di daerahnya. Hal tersebut berkorelasi terhadap jumlah pendukung tim yg terus berkembang di beberapa generasi dengan mewariskan kultur kekaguman serta fanatisme pada tim tersebut.

Namun tentu modal jumlah penggemar tidak cukup tanpa adanya pengelolaan secara profesional dan terstruktur dari akar rumput. Pembentukan komunitas yang solid, pengelolaan media komunikasi antara tim dengan komunitas, pemberdayaan ekonomi untuk kepentingan tim dan pendukung, hingga pembibitan tim tunas muda dari level terendah hingga level tim utama menjadi hal yang sangat penting.

Kesemua hal tersebut diatas jika diterjemahkan dalam kerangka potensi bisnis, menjadi sangat prospektif bagi pembentukan tim yg mandiri dan profesional. Bagaimana menciptakan, merawat dan memperbesar komunitas basis penggemar adalah kuncinya. Kemudian kreasi bisnis berbasis jumlah penggemar itu lah yg akan mendukung kesinambungan tim sepakbola. Dengan modal kultur fanatisme yg kuat, komunitas yg berkembang serta kreasi bisnis yg sustainable, maka pembiayaan APBN menjadi tidak relevan.

Answered Jan 13, 2017
Ibnu Zubair
Menolak tua dengan rutin tertawa

Keseimbangan keuangan kurang diperhatikan klub. Mereka umumnya ingin menghadirkan prestasi dengan cara instan. Klub-klub membeli pemain mahal demi prestasi, padahal keuangan klub tipis atau kropos, itulah mengapa mereka mengemis-ngemis ke pemerintah. 

Cobalah menyeimbangkan keuangan klub, seperti mengambil pemain biasa-biasa saja dengan gaji relatif terjangkau, tapi memiliki potensi yang besar. Bangun klub secara bertahap. Agendakan trofi kampiun pada tiga atau empat musim sebelumnya. Mulailah dengan agenda bertahan di Liga 1, lalu berada di papan tengah pada musim selanjutnya dan terus meningkat pada musim musim seterusnya.

Prinsipnya pelan pelan tapi pasti.

Answered Jan 31, 2017
Ermas IL
Peserta Rumah Kepemimpinan Regional V Bogor

Sebelumnya izinkan saya membidas pertanyaan yang saya kira darisana sendiri ada kekeliruan.
Penggunaan kata mandiri/profitable tidaklah setara. Mandiri berarti mampu memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa harus bergantung kepada pihak lain. Sedangkan profitable berarti kemampuan untuk bisa mendatangkan keuntungan bagi klub.
Ada klub sepakbola yang mandiri tapi tidak profitable, karena hanya sebatas untuk hiburan dan penyaluran hobi. Ada juga yang selaras selain mandiri juga profitable. Jadi profitable adalah status tingkat lanjut setelah klub mandiri. Karena kecil kemungkinannya ada klub profitable namun belum mandiri, karena berarti klub tersebut masih harus bergantung ke pihak lain seperti adanya pinjaman ataupun sewa. 
Klub sepakbola sendiri menurut hemat saya tidak ada yang menggunakan dana APBN untuk operasionalnya, kecuali tim nasional. Karena klub sepakbola di Indonesia biasanya dimiliki oleh satu daerah kabupaten/kota atau bahkan ada daerah yang memiliki klub asal lebih dari satu sesuai dengan iklim sepakbola di daerah tersebut.

Menjawab pertanyaan. Saya memulai dengan statement bahwa dewasa kini, sepakbola bukan lagi sebatas ajang olahraga untuk berprestasi dan menyehatkan badan. Tetapi sudah lebih jauh menjadi sebuah industri hiburan tanpa mengesampingkan asas sportifitas.

Untuk kasus di Indonesia, penggunaan APBD untuk operasional klub sepakbola profesional sudah dilarang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2011,  Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 32 Tahun 2011 dan 39 Tahun 2012. Sehingga mau tidak mau, pengurus klub harus memutar otak membiayai kebutuhan tim dengan segala cara legal dan formal yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah tekan kontrak dengan sponsor untuk seluruh keperluan seperti jersey, minuman, mess, atau lapangan untuk latihan. Hal ini memaksa klub membuka peluang kepada investor untuk masuk dengan harapan keuangan bisa mandiri. Pengelolaan keuangan oleh pengurus klub harus secermat mungkin agar kedepan klub bisa profitable.

Pengelolaan keuangan yang baik bisa berupa penggunaan dana untuk mendatangkan pelatih atau pemain yang berkualitas bisa mendongkrak prestasi klub lebih baik dari sebelumnya. Atau bisa juga mendatangkan pemain yang menjadi public figur sebagai media branding promosi tim agar bisa lebih banyak sponsor yang membantu. Setelah itu, peningkatan prestasi harus dilakukan agar tim konsisten bisa ikut kompetisi yang lebih bergengsi selain mengincar hadiahnya. Dengan demikian seiring berjalannya waktu, maka minat dan ketertarikan akan muncul dari suporter yang lambat laun bisa menjadi fanatik dan loyal. Ini akan menciptakan iklim yang baik bagi klub dan daerah tersebut ketika sama sama merasa memiliki kebanggaan dan tanggungjawab untuk membantu daerahnya berprestasi di bidang sepakbola. 

Manajemen harus pintar bersiasat memanfaatkan sumberdaya yang terbatas dan melihat adanya peluang sekecil apapun untuk dimaksimalkan.

Answered Apr 25, 2018

Question Overview


6 Followers
1808 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Mengapa design sprint digunakan untuk membuat produk digital?

Apa yang membuat Steve Jobs sukses membangun Apple?

Apa yang membuat sepak bola Indonesia tidak berkembang?

Mengapa Brasil bisa menjadi juara dunia sepak bola berkali-kali dan apa rahasia suksesnya?

Apa yang pertama kali ada di kepala Anda saat diucapkan kata Manchester United? Alasannya?

Menurut Anda, apa faktor yang menentukan kemenangan Indonesia atas Singapura?

Mengapa pengorganisasian kompetisi bola basket lebih baik daripada sepak bola di Indonesia?

Apa pendapat Anda tentang klub sepakbola R.B. Leipzig?

Siapakah pemain Manchester United favorit Anda?

Siapa saja pemain Manchester United yang menyeberang ke Liverpool?

Apakah persamaan antara Manchester United dan Liverpool?

Siapa yang bakal keluar sebagai juara catur dunia yang saat ini sedang berhadapan antara Magnus Carlsen melawan Sergey Karjakin?

Apakah berolahraga memiliki pengaruh secara langsung terhadap perkembangan mental?

Apakah kerugian dari memiliki tubuh berotot?

Bagaimana cara Anda menyiasati kemalasan berolahraga pada pagi hari?

Apa tujuan terbesar Anda ketika berolahraga?

Bagaimana budaya populer diterapkan dalam dunia olahraga?

Siapa atlet Indonesia yang paling fenomenal?

Mengapa olahraga Indonesia mengalami kemunduran drastis sejak 2000an?

Apa yang dimaksud dengan austeritas?

Perlukah DPR mengajukan kenaikan anggaran pendapatan dan belanja di tahun 2018? Mengapa?

Setujukah Anda jika kenaikan anggaran yang diajukan DPR salah satunya adalah untuk membangun apartemen bagi anggota DPR? Mengapa?