selasar-loader

Apa saja yang bisa menjadi lahan pekerjaan sampingan untuk mahasiswa?

Last Updated Apr 9, 2017

5 answers

Sort by Date | Votes
Panji Pratomo
Mahasiswa Komunikasi UIN SUSKA RIAU

Hasil gambar untuk KERJA SAMPINGAN UNTUK MAHASISWA

Tentunya sangat banyak lahan pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. 

Diantaranya adalah sebagai berikut.

Beternak

Usaha fotocopy

Berjualan online

dan lain sebagainya 

Terima kasih.

 

Gambar via kudo.co.id

Answered Apr 19, 2017
Maini Riza
Mahasiswa Komunikasi (Jurnalistik) UIN Suska Riau

Hasil gambar untuk KERJA SAMPINGAN UNTUK MAHASISWA

Menurut saya, sangat banyak pekerjaan yang bisa dilakukan sebagai seorang mahasiswa. Salah satunya berbisnis kecil-kecilan, misalnya jual gorengan di kelas, jualan pulsa, bisa juga bisnis fashion yang kita ambil langsung dari toko kemudian dijual kepada teman kos, kelas, dan bisa juga kita jual menggunakan sosial media yang kita miliki.

Gambar via www.isigood.com 

Answered Apr 19, 2017
Arfi Bambani
Uang bukan segalanya

Hasil gambar untuk mahasiswa kerja

Banyak sekali sebenarnya. Saat saya mahasiswa dulu, saya melakoni beberapa pekerjaan yang lumayan menyambung hidup di akhir bulan. Apa saja yang dulu saya lakukan?

1. Penerjemah. Saya memiliki koneksi penerjemah yang biasa menerjemahkan buku berbahasa asing untuk penerbit-penerbit buku. Jadi, saya semacam penerjemah subkontrak. Saya biasanya diberi jatah menerjemahkan satu bab buku dalam waktu yang singkat, misalnya 5 hari. Nanti saya diupah per halaman, kalau tak salah, masa itu sebesar Rp1.000,00. Jika saya menerjemahkan 20 halaman, saya mendapatkan upah Rp20.000,00. Untuk diketahui, masa itu makan nasi dengan lauk ayam goreng hanya Rp1.500,00. Saya ingat, kecepatan saya menerjemahkan saat itu maksimum 5 halaman HVS per hari.

2. Penulis tesis, makalah, dan karya ilmiah. Nah, ini pekerjaan agak "abu-abu" hehehe. Saya kuliah di Yogyakarta, di mana ada ratusan perguruan tinggi dan ratusan ribu mahasiswa. Saya beberapa kali mengerjakan tugas kuliah mahasiswa-mahasiswa S2 (sementara saya cuma mahasiswa S1). Mahasiswa S2 ini rata-rata sambil bekerja sehingga kesulitan meluangkan waktu menulis karya ilmiah. Nah, kalau ini upahnya borongan. Angkanya? Tak perlu saya sebutkan di sini hehehe. Yang jelas, ajib.

3. Penulis kolom/ opini. Anda juga bisa melakukan ini, menulis opini di media massa. Saya sendiri tidak melakukan ini karena minat kajian saya terlalu luas, sementara seorang penulis opini semestinya fokus pada satu bidang. Namun, beberapa teman saya rutin melakukan ini dan mendapatkan bayaran yang lumayan, bisa setara uang saku mereka sebulan untuk satu tulisan yang tayang.

4. Wartawan freelance/ kontributor. Saya melakukan ini di tahun-tahun akhir kuliah. Saya mendapatkan bayaran dari tulisan yang tayang di sebuah media. Bayarannya tidak terlalu besar, namun yang saya nikmati adalah perjalanan meliput yang biayanya ditanggung oleh media tersebut. Jalan-jalan meliput dibiayai. Asyik, bukan?

5. Berjualan. Di zaman saya, belum ada situs berjualan seperti BukaLapak. Jadi, kalau mau berjualan, biasanya mengandalkan jaringan pertemanan. Biasanya saya berjualan buku copy-an.

Jadi, ada buku baru yang sedang trend, saya lalu memfotokopinya menjadi banyak di sebuah kedai fotokopi. Jika dikopi dalam jumlah banyak, biayanya jadi lebih murah daripada harga buku tersebut dijual di toko buku. Selisih ini cukup menarik perhatian para pecinta buku untuk membeli buku fotokopi milik saya. Saya minimal mendapatkan untung seharga buku itu sendiri, hitung-hitung menambah ilmu dan sekaligus menyebarkan ilmu dengan menyebarkan buku.

Gambar via cdns.klimg.com 

Answered Apr 19, 2017
Nanda Fadilla Sari
Teruslah Menulis

lihjt3TBnIqnbAb4OXwmNpDR0h5v9K7I.jpg

Banyak yang bisa dilakukan  oleh mahasiswa terlebih bagi perempuan, begitu juga dengan laki-laki. Lahan pekerjaan bisa berupa berjualan online, baik itu baju, tas, sepatu, assesoris, dll. Selain itu dapat juga berjualan di depan kos, seperti menjual gorengan, dll. Untuk yang mudahnya, berjualan seperti pulsa di kelas maupun di kos dapat menjadi alternatif.

 

sumber gambar : mmbizonline.com

Answered Apr 24, 2017
Ade Rainaldo
Beswan Rumah Kepemimpinan Regional 2 Bandung || Penulis Buku Resonansi 2017

Xp-Im2jWdKulbxxlixVo_hWlNYaGwqL0.jpg

Waw, sebagai mahasiswa tentunya sangat banyak lahan yang bsia digarap untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai mahasiswa

Eits, tunggu dulu, bukan garap lahan tanah yaa wkwk.

Yang pertama, guru honor. Menjadi guru honor sangat banyak manfaatnya, terutama ajang berbagi dan mengkader puluhan bahkan ratusan anak didik yang bisa kita didik untuk masa depan yang lebih baik, luruskan niat dan gapai masa depan. Kalau materi, itu mah bonus tambahan nantinya, disyukuri saja.

Yang kedua, wirausaha. Nah, ini adalah waktu yang sangat fleksibel yang bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dengan berjualan sana sini, baik itu online maupun offline.

Oke, segitu dulu dari saya yang bisa dibagikan. Semoga bermanfaat. Kualitas!

 

sumber gambar: isigood.com

Answered May 12, 2017

Question Overview


6 Followers
727 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apakah warna jaket almamater Universitas Gadjah Mada (UGM)?

Lebih penting mana, IPK atau organisasi?

Mengapa kita harus kuliah?

Bisakah kesuksesan diraih tanpa harus kuliah?

Apa motivasi terbaik Anda untuk seseorang yang mulai jenuh kuliah?

Apa strategi terbaik untuk mendapatkan IPK tinggi tapi tetap santai dalam kuliah?

Bolehkah ikut BEM meskipun sebenarnya tidak tertarik dengan dunia pergerakan mahasiswa?

Ketika menyadari bahwa Anda salah jurusan, apa yang Anda lakukan?

Pernahkah Anda di-drop out (DO) ketika kuliah?

Apa peristiwa paling menyebalkan ketika sedang mengerjakan skripsi?

Apa pekerjaan favorit generasi milenial?

Apa yang menyebabkan seseorang resign/pindah kerja ke tempat lain?

Mana yang lebih disukai anak muda zaman sekarang yang baru lulus, jadi PNS, kerja di salah satu BUMN, karyawan swasta, atau bikin startup/berwirausaha?

Bagaimana cara agar kita dapat memiliki capaian karier yang baik di perusahaan?

Mengapa durasi kerja harus delapan jam per hari?

Bagaimana sistem pembayaran driver Gojek? Apakah mereka menerima semua atau ada sistem komisi dengan perusahaan Gojek?

Apa rutinitas yang biasa anda lakukan ketika jenuh dengan pekerjaan?

Apa alasan terbaik untuk pindah tempat kerja?

Apakah menjadi orang kaya itu penting?

Apa yang seharusnya dicari perusahaan dalam merekrut tenaga kerja agar bertahan lama di perusahaan?

Bagaimana cara mendapatkan kekayaan 1 miliar rupiah pertama Anda?

Bagaimana transaksi keuangan dilakukan di Jerman pada Perang Dunia II?

Berapa pendapatan seorang motivator terkenal Indonesia setiap bulan?

Bagaimana tips merencanakan dan mengelola keuangan kala bulan ramadhan?

Bagaimana tips merencanakan dan mengelola keuangan kala akhir bulan menjelang?

Bila diwarisi utang Rp 1 miliar, apa yang akan Anda lakukan?

Apa masalah utama dari banyaknya UKM/bisnis di Indonesia sulit membesar?

Apa hal penting dalam mengelola keuangan yang harus diketahui agar bisnis kita melejit?

Bagaimana cara meningkatkan jumlah investor dalam negeri di BEI?

Mengapa IPO di BEI masih minim dan apa yang harus dilakukan otoritas terkait?

Apa tips yang diperlukan bagi para penjual online pemula?

Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?