selasar-loader

Bagaimana cara menjaga anak agar terhindar dari hal-hal negatif karena perkembangan teknologi?

Last Updated Nov 20, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

Hasil gambar untuk menjaga anak dari hal-hal negatif teknologi

Saya sepertinya perlu belajar dari orang tua saya mengenai ini. Kalau saya lihat, ada beberapa hal yang dilakukan orang tua saya, dan ini sepertinya akan saya lakukan juga.

Kasih Sayang dan Harmonis

Memberikan contoh langsung dan nyata kepada anak sangatlah efektif. Seumur hidup saya, tidak pernah melihat orang tua saya berkelahi atau berbeda pendapat. Mereka juga peduli sekali dengan saya dan masa depan saya. Mereka sering meluangkan waktu bersama akan rasa kasih sayang dan cinta selalu tumbuh dan dikenang. Cara ini sangat efektif untuk menjalin hubungan emosional yang baik sehingga anak memiliki acuan hidup. Anak tidak akan tega menghancurkan keindahan keluarga tersebut dengan masuk ke hal-hal negatif. Saya melihat banyak sekali yang masuk ke hal-hal negatif karena tidak mendapatkan pengalaman tersebut di keluarganya, sehingga mereka merasa nyaman dengan aktivitas di luar yang kadang negatif. 

Percaya pada Mereka di Depan, di Belakang Menjaga

Orang tua saya percaya sekali sama saya. Itu menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam diri saya. Rasanya jarang sekali orang tua saya marah karena saya pulang malam. Sesekali mereka bertanya untuk checking. Saya juga tahu mereka sesekali menelepon orang tua teman tempat saya menginap. Menyeimbangkan antara percaya dan mewaspadai ini yang sulit. Butuh ketekunan dan kreativitas tinggi...he..he.. Jangan langsung main ngelarang pakai hp aja.

Gambar via isigood.com

Answered Dec 20, 2016

qBvTP7TiavTLVatgrQF6pLMYPCGe4ePa.jpg

Yang jelas orang tua harus belajar tehnologi. Bagaimana orang tua bisa menjaga bila gaptek? Seperti si buta dari goa hantu. Merasa bahwa dunia ini gelap gulita. Sehingga melarang anak pergi ke mana² karena takut nabrak². Padahal jelas ada perbedaan paradigma antara anak dan orang tua.

Orientasi orang tua selalu terpaku pada masa lalu, sedangkan orientasi anak pada masa depan. Orang tua selalu bilang dulu begini, dulu begitu, sedang anak² bilang nanti akan begini, nanti akan begitu. Satu² nya yang bisa mempertautkan orang tua dan anak² hanyalah masa kini, hari ini. Dan harap diingat bahwa anak bukanlah "milik" orang tua, tetapi milik zaman.

Orang tua adalah busur panah, dan anak adalah anak panahnya. Busur hanya mengantar anak panah menuju sasarannya. Jadi busur harus sesuai dengan anak panah, atau dengan kata lain, kalau ingin menjaga anak dari pengaruh buruk tehnologi, orang tua harus belajar tehnologi itu dulu.

Answered Jun 9, 2017