selasar-loader

Bagaimana rasanya mengikuti ospek di ITB?

Last Updated Nov 20, 2016

4 answers

Sort by Date | Votes
Willya Hendra
Futsal Enthusiast

f8w31DdZG-fcknbiPYuMFlf8ZedfdJXG.jpg

Ospek di ITB biasanya 2 kali dilakukan, yaitu OSKM dan Ospek Himpunan Mahasiswa.

1. OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa)

Ospek yang diadakan Keluarga Mahasisw ITB (BEM-nya ITB). Ospek ini diselenggarakan pertama kali sebelum memulai perkuliahan, lamanya sekitar 1 minggu. OSKM diadakan untuk seluruh mahasiswa baru untuk semua jurusan. Walaupun kesannya diwajibkan, tidak ada sanksi bila tidak ikut, saya memilih tidak ikut, saya memilih untuk berkeliling Kota Bandung ketimbang ikut OSKM.

2. Ospek Himpunan Mahasiswa

Seperti OSKM, tidak ada juga kewajiban mengikuti Ospek Himpunan Mahasiswa, namun di ITB umumnya apalagi jurusan saya khususnya, tidak bergabung dengan Himpunan Mahasiswa adalah masalah yang sangat besar. Mahasiswa non-himpunan akan terkucil dan terintimidasi, baik dari pergaulan, praktikum, kuliah bahkan sampai jadi alumni. Mau tidak mau saya harus ikut. Ospek di jurusan saya disebut Diksar (Pendidikan Dasar). Ospek jurusan saya luar biasa berat, seperti latihan ujian masuk sekolah militer saja. Lama kegiatan Diksar adalah 1 semester. Di awal, saya mahasiswa baru hanya disuruh latihan fisik, lari keliling sabuga, push up, sit up, dan pull up.

Intensitas ditingkatkan menjadi long march dari Cisitu Dago sampai Gunung Batu Lembang. Dulu, kalau dapat SMS panggilan ospek perasaaan mulai tidak enak, terbayang siksaan ospek dan senior-senior yang galak (yang nantinya berubah 180 derajat baik setelah dilantik jadi anggota himpunan). Di puncak acara ospek, saya dan teman-teman digunduli dan harus siap-siap long march selama 3 malam 4 hari. Dimulai dari daerah Parongpong kami harus memanggul carrier 60 liter full, mendaki lereng Burangrang terus turun di sisi Selatan Kawah Tangkuban Perahu dan berakhir di hutan di lereng Tangkuban Perahu yang gelap dan seram. Kalau saya menghitung ada lebih dari 1000 kali saya push up dengan carrier 60 liter selama hari puncak ospek tersebut dan jarak sekitar 30 km jalan kaki. Setelah dilantik suasana yang tadi seram menjadi cair.

Jurusan saya orang-orangnya egaliter, saya bisa seenaknya memanggil langsung nama mahasiswa atau alumni yang umurnya 10 tahun atau 15 tahun di atas saya, tanpa embel-embel mas, bang, kak, atau lain-lain. Memakai embel-embel mas, bang, kakak, dan lain-lain adalah tabu. Cukup panggil nama atau "brur" kalau ngga hafal nama. Ospeknya sangat keras, namun pengalamannya sangat berbekas bagi saya. 

Kabarnya, beberapa tahun ini tidak adalagi ospek himpunan mahasiswa yang boleh diadakan di luar kampus. Semuanya mesti di dalam kampus dan diawasi pihak kampus.

Ilustrasi via pbs.twimg.com

Answered Dec 27, 2016
Agung Cahyadi
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Seru. Menurut saya ospek di ITB merupakan salah satu bentuk ospek yang menyenangkan, Namun, satu hal yang mungkin menjadi tantangan adalah bagaimana mengemas OSKM  ITB agar output mahasiswa baru yang menjalaninya tidak merasa memiliki kebanggaan yang berlebihan. Karena sejujurnya saya pernah merasakan bagaimana OSKM ITB itu sendiri.

Rasa bangga yang ditanamkan kepada kami dari spanduk 'Selamat Datang Putra-Putri terbaik Bangsa' hingga kala itu di tahun 2013 kami dipaparkan data mengenai peringkat peserta lolos SBMPTN ITB pada  peringkat pertama untuk IPA dan kedua untuk IPS membuat rasa kebanggaan yang cukup berlebihan menurut saya. Namun dari segi pelaksanaan ospek di ITB sangat sarat dengan nilai-nilai integritas dan budaya lokal (sunda) yang mulai dibalut dengan branding yang kekinian.

Answered Jan 30, 2017
Manoressy Tobias
Pernah jadi mahasiswa. Prinsip: banyak main, tidak lupa belajar.

0mi2cW0y-BqLzrSYYq3sOy84VFzNRxIf.jpg

Tergantung ikut unit/himpunan/kegiatan apa.

Ini berdasarkan pengalaman saya semasa dulu di ITB (2009-2013). Mungkin sekarang sudah ada perubahan sistem, saya tidak tahu. Saya dulu lebih aktif di himpunan mahasiswa jurusan dan kemahasiswaan terpusat, jadi jawaban saya mungkin tidak bisa sepenuhnya mewakili unit kegiatan mahasiswa dan ospek-ospek lain di tahun-tahun yang berbeda.

Dan ya, betul. Masuk unit juga ada "ospek"-nya. We love kaderisasi di ITB. Senior saya dulu pernah sesumbar bahwa kaderisasi (istilah elegan untuk "ospek") di ITB adalah urutan ketiga yang terbaik di Indonesia; pertama TNI, kedua PKI. Entah benar atau tidak, saya tidak pernah 100% percaya. Anyway, good luck with that.

Di ITB ada istilah "budaya kampus". Setiap himpunan mahasiswa jurusan punya karakter dan kulturnya masing-masing. Jadi, model ospek (atau osjur, atau orientasi, atau apa pun itu) akan berbeda-beda di tiap jurusan.

Jurusan-jurusan "timur jauh" (karena lokasi mereka ada di bagian timur kampus ITB Ganesha), seperti teknik geologi, teknik pertambangan, teknik geofisika, memiliki kultur orientasi yang tergolong keras, seperti yang saudara Willya sampaikan di bawah. Tapi jurusan saya, fisika teknik, tergolong lebih santai. Sama seperti ospek-ospek lain, akan ada pertemuan dengan senior, tugas-tugas, dan............... dimarahi senior (bahasa kerennya: agitasi; percayalah, ini momen favorit hampir setiap senior yang turun ke lapangan). Tapi kalau dibandingkan dengan jurusan tambang, fisika teknik jelas jauh lebih ringan ospeknya, baik dari segi fisik maupun mental. Senior-seniornya lebih santai, terkadang bisa bercanda bersama junior. Gap antara senior dengan junior hanya ada ketika ospek; setelah itu suasananya jadi jauh lebih santai.

Kalau mau berbicara teknis, di tiap pertemuan biasanya ada topik atau materi tertentu yang akan disampaikan oleh senior kepada junior. Contohnya: sejarah dan struktur himpunan, budaya kampus, keprofesian (berkaitan dengan keilmuan dan spesialisasi jurusan), dll. Tugas yang diberikan senior kepada junior ada bermacam-macam; saya tidak akan memberi spoiler disini (hehe...), tapi intinya seru. Tugas-tugas yang diberikan menantang diri pribadi dan satu angkatan; koordinasi, kekompakan, dan solidaritas sangat diperlukan dan dilatih disini.

Momen yang paling ditunggu ketika ospek selesai? Dilantik dan memakai jaket himpunan. Tiap himpunan memiliki "ritual"-nya masing-masing dalam "menganugerahkan" jaket himpunan kepada angkatan yang baru dilantik (ritualnya tidak memakai penyembelihan di altar kok, tenang saja...). Setelah saya dilantik dan menerima jaket himpunan (dipinjami oleh senior dulu sih, karena awalnya jaket himpunan untuk angkatan baru masih di tukang jahit), hampir tiap hari saya pakai di dalam kampus dengan penuh kebanggaan (sambil gaya pamer di depan anak-anak TPB / tingkat 1; akui saja...).

Itu ospek (atau orientasi, atau... apa pun istilahnya) di level himpunan mahasiswa jurusan. Bagaimana dengan kemahasiswaan terpusat?

Saudara Agung dan Willya di bawah sudah menyebutkan OSKM. Tiap tahun sebetulnya namanya bisa berbeda. Waktu saya masuk ITB tahun 2009, namanya PROKM. Tahun 2010 namanya awalnya OSKM, kemudian diganti INKM (karena ada sedikit "drama" dengan pihak rektorat). Tahun 2011 namanya kembali menjadi PROKM. Tahun 2012 dan seterusnya namanya OSKM. Tahun 2016 sepertinya namanya berbeda lagi.

OSKM adalah momen dimana ITB menjadi sangat dinamis dan hidup. Tahun 2009 saya mahasiswa baru. Tahun 2010 saya turun menjadi panitia lapangan. Tahun 2011 saya turun kembali melatih calon panitia lapangan dan juga terlibat di divisi intrakampus. Momen-momen OSKM adalah momen yang paling berkesan selama 4 tahun saya di ITB, terutama ketika saya menjadi panitia. Karakter saya hari ini salah satunya adalah buah pembentukan yang saya alami melalui OSKM.

Aspek-aspek yang saya sebutkan di atas bernada positif. Tentunya, ada aspek negatif. Bullying adalah yang paling jelas. Baik secara fisik maupun non-fisik seperti perkataan kasar atau merendahkan. Saya pernah mengalami secara non-fisik, saya pun pernah mem-bully junior dengan perkataan kasar. Dulu ketika saya menjadi peserta dan panitia, saya tidak menyadari hal ini. Sebagai peserta, saya percaya bahwa senior saya sedang "mendidik" saya. Sebagai panitia, saya percaya bahwa saya "mendidik" junior saya agar kelak dia menjadi kader yang berguna bagi himpunan dan di masa depan bagi bangsa. Hari ini, kalau saya melihat kembali ke masa-masa itu, saya akan bertanya, apakah dulu saya benar-benar mendidik?

Indoktrinasi nasionalisme sempit dan kebanggaan semu terhadap ITB pun adalah dua unsur yang cukup kental dalam ospek yang saya alami, baik sebagai peserta maupun panitia (saudara Agung sudah sebutkan di bawah). Anak-anak ITB terkenal memiliki pride yang cukup unik. Kami diajari untuk percaya bahwa kami adalah putra-putri terbaik bangsa, orang-orang terpilih, yang karenanya memiliki kewajiban untuk mengabdi dan memberi sesuatu bagi masyarakat. Hal ini berbuah pada banyaknya proyek-proyek pengabdian masyarakat dalam kegiatan-kegiatan mahasiswa serta hasrat yang besar untuk turut aktif berpikir, bersuara, dan memberi solusi terhadap berbagai isu. Tidak salah; tapi ada kalanya tidak realistis dan tidak lebih dari masturbasi pikiran. Dalam kasus yang saya alami dan lihat, ada kalanya pengabdian masyarakat atau gerakan-gerakan yang dijalankan jadi hanya setengah-setengah, bahkan tidak jelas nasib dan kelanjutannya.

Bukan berarti ospek tidak berguna. Tetapi, seiring perubahan jaman, saya pikir metode ospek (atau orientasi, atau apa pun itu namanya) juga perlu disesuaikan. Overall, ospek ITB sangat berkesan bagi saya. Tapi, banyak hal yang harus dibenahi... Semoga saja situasi hari ini sudah jauh lebih baik dibandingkan masa saya dulu.

Answered Apr 5, 2017
Anonymous

Biasa saja. Kebanyakan hanya mobilisasi keliling kampus.

Answered Jan 7, 2019

Question Overview


13 Followers
5690 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Mengapa tradisi kekerasan yang menimbulkan korban tewas dalam orientasi mahasiswa masih terus terjadi?

Apa yang paling ditakuti mahasiswa baru ketika ospek?

Apa pengalaman yang tidak terlupakan ketika Anda mengikuti OSPEK masuk perguruan tinggi?

Apa pengalaman Anda ketika menjadi anggota panitia Ospek?

Apa yang mengasyikkan dari OSPEK di Kampus?

Bagaimana rasanya kuliah di ITB?

Bagaimana cara agar diterima di ITB?

Siapa Widjajono Partowidagdo?

Siapa Rubi Rubiandini?

Siapa Lukita Dinarsyah Tuwo?

Siapa Jusman Syafii Djamal?

Siapa Elia Massa Manik?

Apakah perbedaan dari tesis, skripsi, dan disertasi?

Apa itu sikap?

Mengapa kuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung) begitu menarik dan prestisius?

Mengapa alumni ITB lebih banyak yang jadi pebisnis/pengusaha dibandingkan alumni UI?

Mengapa Bandung punya ITB tapi kotanya berantakan?

Siapa Pasangan "Dynamic Duo" Dedy Wahjudi,Ph.D dan Nelly Daniel,Ph.D?

Mengapa rasio mahasiswa UI yang mengalami DO (Drop Out) lebih rendah dibandingkan mahasiswa ITB?

Siapa Wimar Witoelar?

Mengapa kajian agama di ITB hanya ramai di lingkup Masjid Salman?

Apakah pergerakan mahasiswa dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah?

Bagaimana kaitan antara genre film favorit dan budaya setiap negara?

Apa itu Mazhab Frankfurt?

Bagaimana perkembangan Mazhab Frankfurt dalam konteks budaya populer?

Apa yang dimaksud dengan Teori Fetisisme Komoditas?

Apa perbedaan antara budaya massa dan masyarakat massa?

Apakah kaitan antara budaya massa dan amerikanisasi?

Apa pendapat Anda tentang amerikanisasi dan kritik atas Teori Budaya Massa?

Bagaimana pengaruh industri budaya terhadap musik pop?

Apakah kaitan antara James Bond dan strukturalisme?

Bagaimanakah konsep hegemoni Gramsci?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Apakah warna jaket almamater Universitas Gadjah Mada (UGM)?

Lebih penting mana, IPK atau organisasi?

Mengapa kita harus kuliah?

Bisakah kesuksesan diraih tanpa harus kuliah?

Apa motivasi terbaik Anda untuk seseorang yang mulai jenuh kuliah?

Apa strategi terbaik untuk mendapatkan IPK tinggi tapi tetap santai dalam kuliah?

Bolehkah ikut BEM meskipun sebenarnya tidak tertarik dengan dunia pergerakan mahasiswa?

Ketika menyadari bahwa Anda salah jurusan, apa yang Anda lakukan?

Pernahkah Anda di-drop out (DO) ketika kuliah?

Apa peristiwa paling menyebalkan ketika sedang mengerjakan skripsi?