selasar-loader

Bagaimana rasanya kuliah di UI?

Last Updated Nov 20, 2016

38 answers

Sort by Date | Votes
Rasyid Putra Adi Suwarno
Faculty of Public Health, Universitas Indonesia

Jadi punya banyak pengalaman dan dapat mengembangkan diri lebih baik lagi

Answered Jan 13, 2017
Yoga Rokhmana
Owner www.bonekahorta.biz

Selama 4,5 tahun saya menjalani kehidupan di UI sebagai mahasiswa. Inilah salah satu masa paling berharga dalam hidup saya. Saya merasakan suasana yang sangat kondusif untuk mengembangkan diri dan networking. Kemegahan kampusnya membuat kita nyaman dan merasa semangat. Berbagai kegiatan seminar dan organisasi bisa kita ikuti sesuai minat. Pola pikir mahasiswanya lebih terbuka dan modern. Alumni dan akademisinya banyak yang bisa dijadikan sebagai role model. Secara keseluruhan saya puas dan bersyukur diberikan kesempatan sama Allah pernah kuliah dan menjalani kehidupan di UI.

Answered Jan 14, 2017
Izzudin Farras
Mahasiswa FEB UI

Sangat senang dan bersyukur berkuliah di UI!

Sebagai seorang anak dari orangtua yang punya penghasilan pas-pasan, saya sangat senang bersyukur bisa berkuliah di Universitas yang menyandang nama negara. Saat pengumuman diterimanya saya di UI, ibu saya menangis senang dan bapak saya memeluk saya tanda bahwa mereka ikut senang dan bangga anaknya diterima di kampus UI. Jelas mereka sangat senang karena saya adalah yang pertama dari kakak-beradik bapak dan ibu saya yang bisa berkuliah di kampus sementereng UI. 

Setelah masuk menjadi mahasiswa UI, saya tetap merasakan kesenangan tersebut. Di UI, saya bisa mengeksplor diri saya untuk mengikuti berbagai kegiatan yang sangat variatif. Saya bisa mengikuti 5 organisasi intrakampus, 1 organisasi ekstrakampus, mengikuti kegiatan volunteering, berwirausaha, mengekspresikan diri melalui kegiatan seni budaya yang diliput tv skala nasional, menjuarai beberapa kegiatan olahraga, menulis beragam artikel opini di media cetak dan online, mendapatkan beasiswa sekaligus berbagai kegiatan yang ada di dalamnya, dan masih banyak lagi yang lainnya dengan kondisi ipk masih diatas 3. Tak lupa juga fasilitas, lingkungan, dan atmosfer perkuliahan di UI sangat mendukung mahasiswanya untuk mengembangkan dirinya lebih baik lagi. 

Teman-teman di UI-pun juga menyenangkan. Mereka memiliki berbagai pemikiran yang pintar, unik, dan kadang nyeleneh. Beragam pemikiran, dari yg kekiri-kirian, kekanan-kananan, kebolak-kebalik rasanya ada semua di UI. Kita sebagai mahasiswa bisa mengenal beragam pemikiran dari berbagai orang yang berasal dari Sabang sampai Merauke sekaligus dari orang yang kayanya selangit sampe yang sulitnya minta ampun. Untuk yang sulit secara finansial tsb, alhamdulillah, banyak beasiswa bertebaran di UI. Jadi jangan ragu untuk kuliah di UI dengan kondisi finansial keluarga yang mengkhawatirkan karena pasti akan ada mekanisme dari pihak UI agar ia tetap bisa berkuliah layaknya orang lainnya.

Setelah 7 semester berada di kampus UI, senang dan rasa syukur tersebut masih tetap hadir sampai saat ini :)

Answered Jan 15, 2017
Kessa Ikhwanda
Ketua BEM IM FKM UI 2017 | kessaikhwanda.com | Founder Catatan Kesmas

2Ib6Z-RMuhW88accZJe5_G0AXnt0EJSW.jpeg

via bp.blogspot.com (FR)

Rasanya kuliah di Universitas Indonesia (UI) tentunya sangat bangga. Apalagi, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Lebih istimewa lagi karena ini adalah pembuktian bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk dapat diterima di Universitas Indonesia. Hal tersebut disebabkan sempat putusnya harapan ketika muncul banyak pernyataan selama SMA bahwa belum ada yang pernah diterima di UI dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Selain itu, di sini juga bisa bertemu dengan banyak pemikir dari kalangan mahasiswa yang hebat. Tokoh-tokoh alumni sukses yang juga mengajarkan bahwa buah dari jerih payah akan menjadi manis di akhir perjalanan nanti. Tokoh-tokoh tersebut menginspirasi dan juga menjadikan motivasi untuk dapat menjalani kehidupan perkuliahan.

Kesempatan berorganisasi juga menambah pengalaman berkuliah di UI. Menjadi rasa tersendiri dengan berbagai perbedaan yang ada untuk coba disatukan dalam sebuah visi mewujudkan mimpi bersama dikemudian hari.

Answered Mar 28, 2017

Hasil gambar untuk ALMAMATER UI SEMUA FAKULTAS

Saat ini, saya mahasiswa semester 6 di salah satu jurusan di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya di Universitas Indonesia. Lalu, bagaimana rasanya kuliah di UI selama 6 semester? Jawabannya satu kata, yaitu amazing. Sebelumnya, saya akan sedikit menceritakan pengalaman saya sebelum diterima sebagai mahasiswa UI. Mengingat kira-kira tiga tahun yang lalu, saya diterima di UI melalui jalur SIMAK UI, yaitu ujian mandiri yang diadakan UI.

Sebelum pengumuman SIMAK UI, sebetulnya saya sudah diterima di UNS dengan jurusan Ekonomi Pembangunan, namun pada akhirnya saya memilih di UI. Jika mengingat ketika itu, bagaimana perjalanan saya diterima di kedua universitas itu, bisa dibilang cukup dramatis karena saya harus menjalani berbagai macam peristiwa yang saya anggap sebagai perjuangan agar saya diterima di UI.

Kembali lagi ke pertanyaan, "Bagaimana rasanya kuliah di UI?" Seperti yang sudah saya sebutkan di awal, rasanya amazing. Ketika itu, saya mengalami dilema yang sangat berat untuk memilih antara UI atau UNS. Karena motivasi dari berbagai orang, saya pun memantapkan pilihan ke Universitas Indonesia. Setelah masuk dan diterima sebagai mahasiswa UI, ada rasa kebanggaan dalam diri saya karena UI terkenal dengan universitas yang berkualitas tinggi di Indonesia.

Selama menjadi mahasiswa UI, saya pun mendapatkan pengalaman-pengalam baru yang membuat saya tidak henti-hentinya bersyukur kepada Sang Pencipta. Selama saya menjadi mahasiswa UI, saya merasa ada perubahan dalam diri saya yang tentunya jauh lebih baik dari sebelumnya, khususnya perubahan dalam pola berpikir dan bagaimana menjalani kehidupan ini. Begitu banyak pelajara berharga yang didapatkan ketika kuliah di UI, yang tentunya didapatkan dari orang-orang yang memang ahli dalam bidangnya dan tentu saja orang-orang yang cukup memiliki "nama" di Indonesia. Saya rasa pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan selama di UI ini tidak akan pernah saya dapatkan di universitas-universitas lain maupun di dalam masyarakat luas.

Jadi, buat kamu yang ingin kuliah di Universitas Indonesia, berjuanglah agar kamu dapat diterima sebagai mahasiswa UI. Jangan pernah menyerah dan yakinlah kamu bisa menjadi mahasiswa UI!

Gambar via youthmanual.com

Answered Apr 27, 2017
Kartika Aprilia
Indonesian Literature, University of Indonesia.

HCK4ANGixEbhlMPnvTL1VZUTscldP6ro.jpg

BANGGA.

Hal tersebutlah yang terlintas di pikiran saya ketika memikirkan bagaimana rasanya kuliah di Universitas Indonesia. Banyak orang yang baru lulus SMA, ingin masuk ke UI, universitas milik Indonesia yang menjadi kebanggaan karena prestasinya.

Ketika diterima di UI, saya sangat bahagia karena keinginan saya selama ini terwujud. Kuliah di UI saya mendapatkan banyak pengalaman yang luar biasa. Mulai dari ospek kampus, ospek fakultas, ospek jurusan, kegiatan tingkat universitas, tingkat fakultas, tingkat jurusan, dan masih banyak lagi.

Kuliah di UI juga diberikan kemudahan dalam pembayaran. Jika kita tidak mampu membayar BOP yang ditentukan, kita bisa mengajukan BOP bantuan (BOP-B) yang akan disesuaikan dengan keadaan orang tua. Jumlahnya tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Selain itu, terdapat banyak beasiswa yang tersedia dalam situs universitas. Beasiswa tersebut selalu diperbarui sehingga orang-orang dapat mengakses dan mendaftarnya.

Banyak sekali keuntungan yang saya dapatkan ketika kuliah di UI. Selain lingkungannya yang bagus karena asri dan banyak pohon, UI juga termasuk salah satu universitas terbaik di asia.

Answered Apr 27, 2017
ihkam aufar
ihkamaufar

TLMGy21RadV1tg_F9nMXZ4QK_I29_2TG.jpg

Pertama, perasaan tidak pernah salah, begitu kata banyak orang.

Maka ketika pertanyaannya adalah "bagaimana rasanya", sungguh jawaban yang bermunculan akan sangat personal, dan dalam hal ini bagi saya pribadi berkuliah di UI menciptakan rasa syukur yang berlipat-lipat. (fix pencitraan)

Akan tetapi beneran..

Kalau sekadar bangga, saya lebih bangga terhadap fakultas saya.

Kalau sekadar senang, saya lebih senang terhadap berbagai organisasi dan kepanitiaan yang pernah saya ikuti. 

Tapi ketika nama UI yang disebut, 

Saya seringkali terlempar pada memori awal perjuangan mencari "pelabuhan", momen saat baru lulus dari dunia SMA dulu.

Sampai hari ini saya gagal move on dengan kampus idaman saya, SBM ITB.  (iya saya sengaja mention biar dia tau ada saya yang masih belum bisa melupakan dia)

Tapi dilalah, saat saya masuk FEUI, saya seolah merasa memang ini tempat "terbaik" bagi saya.

Rasa syukur itu berlipat-lipat seiring berjalannya waktu, 

Saat saya menyadari betapa indahnya kampus ini, 

Dengan hijaunya pepohonan serta luas area yang jadi langganan banyak orang olahraga saat weekend, 

Dengan  perlahan saya mengikuti berbagai aktivitas khas kampus, menyelami lebih jauh pergerakan yang ada didalamnya. 

Dan mungkin yang paling saya syukuri saat kuliah di UI adalah tentang bagaimana interaksi dengan beragam orang-orang didalamnya, 

Tersebar di berbagai fakultas yang otomatis menciptakan semacam "warna" yang berbeda, organisasi serta kepanitiaan yang tidak ada habisnya, 

Dan lebih jauh, 

UI selalu berhasil menciptakan kesempatan bagi tiap orang yang berusaha,

Baik pada proses awal masuknya, pada proses didalamnya, serta saat telah menjadi alumni. 

Yang menjadi catatan penting,

Saya rasa tidak semua orang benar-benar bersyukur saat berkuliah di UI, entah karena memang dari awal target mereka begitu tinggi (kuliah di luar negeri misalnya), entah karena mereka masuk pada fakultas yang bukan pilihan pertama (dari FK menjadi FIK misalnya), tapi saya hanya berharap bagi kamu yang membaca ini, 

Di manapun kamu berkuliah saat ini maupun nanti (bagi yang masih mencari), 

Jangan pernah lupa untuk bersyukur. 

Sebab kesempatan untuk berkuliah merupakan sebuah kesempatan yang begitu istimewa, tidak banyak orang di negeri ini yang berhasil mendapatkannya. fakta bahwa terjadi penurunan angka dari mereka yang lulus SD, lalu lulus SMP, lalu SMA, dan berlanjut hingga kuliah, merupakan suatu angka yang tidak berdiri tanpa alasan, tiap angka didalamnya memiliki cerita. 

Pastikan kesempatan berkuliah menjadi sebuah kesempatan yang tidak kalian sesali, syukuri, 

Selamat merayakan kontribusi! (fix belum move on dari OKK UI 2016).

 

sumber gambar :

Answered Apr 28, 2017
Altito Asmoro
Sejarah, Sastra, dan Indonesia.

Gambar terkait

Kuliah di UI itu rasanya menyenangkan. Kalau mau lebih jelas, karena beberapa hal.

Pertama, UI merupakan salah satu universitas negeri terbaik di Indonesia, dan didukung dengan fasilitias-fasilitias seperti perpustakaan dan koneksi internet yang cukup cepat, berguna untuk mencari informasi yang dibutuhkan saat sedang mengerjakan tugas maupun saat ingin mencari saja.

Kedua, koneksi. UI adalah pusat mahasiswa-mahasiswi dari seluruh penjuru Indonesia, dan bisa dengan mudah membangun koneksi karena pada dasarnya orang-orang memiliki latar belakang yang berbeda dengan sendirinya. Mungkin juga karena membangun pertemanan di UI adalah hal krusial untuk diri sendiri dan untuk orang lain.

Tentu saya bersyukur sekali bisa kuliah di UI, terutama di masa-masa menuju akhir masa kuliah.

Gambar via indonesiamengglobal.com

Answered May 1, 2017
Afina Mahardhika
Indonesian Studies, University of Indonesia and avid Selasares.

h6ulw713vpoPZWNcTSArbB7feWrBcib6.jpg

Ada banyak kesan yang saya dapatkan selama menjalani kuliah di Universitas Indonesia. Selama hampir genap 4 tahun saya kuliah, saya mendapatkan fasilitas yang baik untuk menunjang kegiatan akademis. Memang tidak sempurna dan masih jauh dari harapan, tapi menurut saya apa yang saya dapatkan adalah yang terbaik yang bisa saya dapatkan di negara ini. Literatur yang disediakan perpustakaan jauh lebih banyak dari Perguruan Tinggi lain yang pernah saya kunjungi di Indonesia. Pun tenaga pengajar di UI memiliki kualitas yang baik, tetapi saya menyayangkan bahwa hanya ada 2 guru besar di program studi saya, mayoritas masih diisi oleh lulusan S2 dan S3. Sementara itu, masih ada ketimpangan antara jumlah pengajar dengan jumlah mahasiswa di beberapa program studi. Satu pengajar yang secara ideal hanya boleh mengajar 20 mahasiswa, harus mengajar 50 mahasiswa dalam satu kelas.

Pada masa awal saya kuliah hingga sekarang, UI terus melakukan pembangunan. Pernah saya membaca tentang master plan di UI, dan memang kampus ini tengah menuju kampus yang "menyediakan segalanya" yang dibutuhkan mahasiswa. Pembangunan menuju master plan memang bukan sebuah jalan yang mudah. Ada banyak hal yang harus dibayar untuk mendapat titel "kampus yang semuanya serba ada" tersebut seperti UKT yang naik dan ventura yang bertambah (semacam komersialisasi pendidikan).

Selain hal akademis dan fasilitas, saya senang mengamati dan menjalani pergaulan di UI. Ada beragam karakter dan latar belakang mahasiswa di kampus ini. Yang jelas, kampus ini mengajarkan toleransi dan terbuka terhadap hal baru.

 

sumber gambar: youthmanual.com

Answered May 17, 2017
Rahma Mieta
Senior Financial Planner at OneShildt | Interested in Islamic Finance

ayPOKrKERiFhGNk2BiSe3fHdUyQiup8x.jpg

Menyenangkan.

 

sumber gambar: anakUI.com

Answered Jun 15, 2017
Anonymous

nU-PqHqUIRd_yT2iuKbzFkPX8x2Hi7a-.jpg

Luar biasa!

foto via kampusaja.com

Answered Jul 9, 2017

Belum benar-benar kuliah, jadi belum merasakan.

Answered Jul 28, 2017
Anonymous

Menyenangkan.

 

Answered Jul 29, 2017

Belum memasuki dunia perkuliahan, jadi masih belum punya jawaban.

 

Answered Jul 29, 2017

Hasil gambar untuk kuliah di ui

Kuliah di UI sangatlah membuat penasaran dan menyenangkan!

Mengapa?

Karena, kegiatan yang telah menunggu mahasiswa baru yang cukup padat membuat kita pribadi lepas pribadi semakin ingin tahu akan kegiatan itu.

Dengan keingintahuan kita, kita mau tidak mau harus menjalin kerja sama dengan masyarakat kampus, baik sesama mahasiswa baru dan kepada kakak dan abang tingkat kita.

 

Ilustrasi via cdn.klimg.com

Answered Jul 29, 2017
Anonymous

tentunya suatu kebanggaan yg sangat luar biasa .Ui merupakan kampus terbaik,seleksi masuknya tentunya sangat ketat.Jadi perasaan menjadi salah satu  keluarga besar UI

Answered Jul 29, 2017
Visti Melani
Was born in Banyumas on January, 2000. FIK UI 2017

LUAR BIASA!

 

Answered Jul 29, 2017
Yasin Alibi
FIA_Singhapura 12

Luar biasa! Bangga banget!

Answered Jul 29, 2017
Fara Jetira Purba
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Luar biasa!

Answered Jul 29, 2017

Rasanya seperti setengah dari mimpi saya menjadi kenyataan.

Answered Jul 29, 2017