selasar-loader

Perubahan seperti apa yang Anda inginkan di Indonesia?

Last Updated Apr 7, 2017

9 answers

Sort by Date | Votes

Gambar terkait

Sumber gambar via http://www.lensaindonesia.com/ (SUM)

Perubahan yang saya inginkan di Indonesia adalah peniadaan diskriminasi di segala bidang. Setiap WNI apa pun sukunya, agamanya, kepercayaannya, warna kulitnya, pendidikannya, golongannya, berhak memperoleh keamanan dan kesejahteraan hidup yang dilindungi oleh undang-undang. Setiap WNI diperbolehkan memiliki profesi apa saja yang halal, sesuai dengan kemampuan, kredibilitas, dan integritas yang bersangkutan.

Answered Apr 8, 2017
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

YutnrkJke3QNWtbiA53zUp9h_0X9ejfx.png

Bahwa penguasa benar-benar memikirkan kepentingan rakyat kecil, bukan politik semata. Bahwa tidak ada lagi korupsi hak rakyat. Bahwa keadilan benar-benar ditegakkan.

 

sumber gambar : googleusercontent.com

Answered Apr 17, 2017
Andrian Habibi
Advokasi hak sipil dan politik

CyPUQ5_CYtSIja-O0CDBY0e-kNfSpv-g.jpg

Tiada waktu yang statis, bagaikan jarum jam, waktu terus bergerak. Kita hanya diberikan nasehat bahwa "hari ini harus lebih baik dari kemarin dan esok harus lebih baik dari sekarang". Dengan berpedoman nasehat itulah kita terus bergerak mengarungi kehidupan. Lalu bila ditanya dengan pertanyaan yang harus kita jawab ini. Perubahan apa yang kita inginkan untuk indonesia?

Sebagai seorang pegiat ham dan demokrasi, perubahan yang saya inginkan adalah modernisasi partai politik dan pengabdian politisi. Kenapa ada dua yang sebenarnya sama-sama berinduk pada politik?

Saya melihat bahwa sulit menemukan seorang politisi yang mengabdi kepada rakyat sepanjang waktu. Seandainya ada, politis yang merakyat itu akan memberikan segenap ikhtiarnya agar masyarakat cerdas berpolitik serta mampu mengawal kebijakan pemerintah. Bukan hanya itu, politisi yang mengabdi ini akan membuat alat evaluasi bagi rakyat untuk mengurangi stok politisi yang hanya bermain-main.

Seandainya politisi ini kalah dalam konstestasi politik baik calon legislatif, dpd dan kepala daerah tetap mengabdi kepada rakyat. Pengaruhnya akan lebih baik karena sistemnya memunculkan teori baru yaitu oposisi yang aktif. Oposisi aktif tidak menjelek-jelekkan pemenang pemilu atau pilkada. Namun, oposisi aktif membangun masyarakat dengan konsep pemberdayaan sehingga pembangunan daerah dan nasional saling bersinergi tanpa ada permusuhan.

Kedua, modernisasi partai politik. Dalam kacamata saya, partai sekarang hanya berisi kepentingan. Mengutip andagium "tiada kawan sejati, tiada musuh abadi, semua hanya kepentingan" harus diakhiri. Partai harus modern dengan menguatkan keterbukaan informasi publik berbasis teknologi. Partai juga harusnya aktif dari pusat sampai ke daerah menjalankan progran partai sepanjang waktu. Bukan hanya aktif dikala pesta demokrasi berlangsung. Dengan modernisasi aktif partai, kehidupan sosial kemasyarakatan akan baik secara alamai.

Nah, akar masalah indonesia sebenarnya adalah politik. Jika ingin merubah indonesia cukup dengan memperbaiki partai politik dan kader yg mengabdi.

Andrian Habibi,

Staf BPN PBHI dan Deputi Kajian KIPP Indonesia

 

sumber gambar: majalahscg.com

Answered May 3, 2017

FlFYlausi0k5_bKm0t9IXoEp4TmRKLyL.jpg

Orang-orang membuang sampah di tempat sampah, mengantre dengan tertib, membereskan sampah pribadi di tempat publik, memberhentikan kendaraan ketika mendapati lampu merah, parkir di tempat yang benar, berhenti menggunjingkan hal-hal yang tidak perlu, dan tersenyum ketika melihat sesama. Indonesia yang lebih banyak menghargai hasil karya manusia dengan berhenti membeli barang bajakan. Indonesia yang lebih ramah terhadap perbedaan baik itu sosial, budaya, maupun sistem.

Semua perilaku itu adalah hasil dari berhenti bersikap malas dan menganggap hidup hanya di masa kini. Ketika sudut pandang waktu sudah lebih banyak melihat ke masa mendatang, orang-orang akan mulai menyadari bahwa berubah menjadi lebih baik adalah investasi yang besar. Perubahan-perubahan kecil yang indah dan dimulai dari diri sendiri ini jika dilakukan oleh semua orang akan terakumulasi menjadi perubahan besar.

Melakukan perubahan kecil sama pentingnya dengan memperbaiki sistem besar. Hanya saja, tak banyak yang berani memulai. Saya tak berani meminta macam-macam dari Indonesia sebelum saya sendiri berhasil menjaga perubahan-perubahan kecil tersebut di diri saya dan keluarga saya. Tak mudah mengubah lingkaran terkecilmu, sungguh.

 

sumber gambar: nyoozee.com

Answered May 4, 2017
Isumi
Antusias tentang Sayembara Selasar dan memilih MacBook Pro

-UGL-t376Hhf6YvTUv_K4b8NeKYcsLGP.jpg

Gambar via iszumi.com

Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya. 

Saya mengutip lirik lagu Indonesia Raya karena sependapat dengan ucapan dr. Richard Budiman, SpKJ bahwa membangun bangsa sejatinya dengan membangun jiwa sebagai fondasinya. Karena dalam tubuh yang sehat bila tidak disertai jiwa yang sehat maka manusia tersebut tidak akan mampu memberikan sumbangsih untuk negara ini. Oleh karena itu, isu kesehatan jiwa (keswa) begitu vital karena berkaitan dengan produktivitas manusia. Namun, sayangnya masih banyak yang tidak peduli akan pentingnya masalah ini.

Without mental health and sense of well being, there is no real health,” ujar Dr. Marc Denson selaku Direktur WHO untuk kawasan Eropa (2004). Dan bahkan WHO memprediksi pada 2020 nanti, depresi akan menjadi penyakit urutan kedua yang sangat menjadi beban di dunia. Untuk itulah, tema Hari Kesehatan Sedunia tahun ini juga mendukung kampanye kesehatan jiwa pada Hari Kesehatan Jiwa Sedunia nanti (10/10/2017).

3ArPIT4FSODpb9BrkUGVft2Zyeq9DAEK.jpg

Gambar via image.slidesharecdn.com

Sebagaimana harapan Bapak Psikiatri Indonesia (Prof. DR. Dr. R. Kusumanto Setyonegoro, SpKJ) dan inisiator UU Kesehatan Jiwa (dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ), saya pun memiliki ekspektasi yang sehati. Negara ini wajib menyediakan sistem pelayanan kesehatan jiwa yang komprehensif, fasilitas yang canggih, legalisasi yang optimal dan konsisten.

Untuk itulah perlu dukungan penuh dari semua pihak baik pemerintah maupun seluruh lapisan masyarakat dengan edukasi yang menyeluruh, profesional, sepenuh hati, dan berakhlak tinggi untuk memanusiakan manusia yang sakit atau mengalami gangguan jiwa. Meskipun masalah kesehatan jiwa memang tidak langsung menyebabkan kematian (kecuali bunuh diri), tetapi bisa menyebabkan kerugian yang besar baik secara moral maupun material.

Bayangkan saja, jika di dalam keluarga kita ada seorang saja yang sakit gangguan jiwa. Berdasarkan pengalaman saya pribadi memiliki adik yang retardasi mental dan gangguan jiwa, hal ini sangat berpengaruh besar dalam kehidupan saya dan anggota keluarga yang lain. Terlebih lagi kami diberikan beban stigma negatif dari masyarakat yang masih awam tentang gangguan jiwa. Kita sebagai bagian dari masyarakat masih sering kurang berhati-hati dan minim empati kepada dokter spesialis jiwa, keluarga penderita, dan terutama kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan melontarkan ejekan yang merendahkan dalam berbagai bentuk verbal maupun non verbal. Padahal gangguan jiwa adalah termasuk penyakit, sebagaimana penyakit fisik lainnya yang bisa pulih bahkan sembuh dengan pengobatan yang holistik dan dukungan positif dari masyarakat.

Begitu pula yang terjadi dengan keluarga lainnya di berbagai pelosok daerah di Indonesia. Masyarakat yang minim edukasi dan literatur tentang keswa masih keliru dalam melakukan praktek pengobatan dan pemulihan bagi ODGJ. Penderita yang seharusnya mendapatkan pengobatan, tetapi malah diikat dengan rantai, dipukuli, dipasung, digantung, dan bahkan masih ada yang dibuang menjadi gelandangan psikotik di tengah-tengah masyarakat. Lapangan pekerjaan untuk eks psikotik pun masih kurang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Jadi, edukasi dan referensi yang bermutu tentang isu keswa juga sangat penting sehingga dapat menghapus stigma negatif dan menghilangkan diskriminasi bagi disabilitas mental.

n8scX7XsMy4BTUBzp0tClo9wUM3Dt0EC.jpeg

Sumber gambar: dokumen pribadi

Indonesia akan terus membutuhkan pribadi-pribadi yang berjiwa kesatria dan pemimpin sejati, yang mampu memberikan dampak sosial yang besar untuk kesejahteraan masyarakat dengan mendukung isu keswa. Semoga kita semua bisa ikut berkontribusi dengan berperan aktif bersama organisasi konsumen jiwa (seperti KPSI, BCI, Into The Light, Cahaya Jiwa, dll), ataupun sekadar berbagi informasi tentang isu keswa dan pengalaman bermakna di dunia “maya” via Selasar.com.

 

"Speak out and end the stigma. Support mental health awareness. Indonesia bisa!" :)

Answered May 7, 2017
Aviardhansyah Sakrie
Muslim Pembelajar | http://aviardhansyah.wordpress.com

Hasil gambar untuk kondisi indonesia

Perubahan yang fundamental adalah perubahan pada sisi manusianya. Maka perubahan yang paling saya inginkan untuk Indonesia adalah perubahan manusianya. Perubahan dari masyarakat yang belum teredukasi menjadi masyarakat yang teredukasi, kemampuan baca tulis meningkat secara merata di seluruh Indonesia dan masyarakat dapat mengakses informasi-informasi yang tersedia.

Perubahan pada sisi manusia akan memengaruhi perubahan pada sistem.Jika masyarakat sudah teredukasi dengan baik, maka nilai hidup meningkat. Nilai hidup meningkat akan meningkatkan taraf hidup, masyarakat akan mulai mengenal tata cara dan nilai-nilai aturan. Kesadaran terhadap aturan dan regulasi pun akan meningkat. Maka, kita akan mulai melihat pola keteraturan. Orang-orang mulai menjaga kebersihan lingkungannya, pengendara mulai mentaati aturan, berikut juga dengan para regulator akan mulai merancang pola aturan sebagaimana di negara-negara maju. Akan ada aturan reward dan consequences pada hal-hal detail seperti membuang sampah sembarang, melanggar markah jalan, bahkan hingga aturan mengenai meludah dan membersihkan sisa makanan di atas meja. Hal-hal yang sering kita lihat pada negara yang kita kategorikan sebagai negara maju.

People, Process, dan System akan berinovasi secara simultan mengikuti perkembangan dari manusia. Maka, Indonesia yang maju harus dimulai dari kapasistas dan kemampuan manusianya yang maju, lalu perubahan pada proses dan sistem akan mengikuti dari perubahan manusianya.

Hal ini sudah sejalan dengan program pemerintah saat ini di mana beasiswa-beasiswa pendidikan semakin banyak dan mudah diakses. Indonesia mengirimkan putera-puterinya ke luar negeri untuk mengambil pengetahuan dan dibawa ke dalam negeri. Walaupun sedikit terlambat dibandingkan dengan India, China, Jepan, dan Korea Selatan, setidaknya kita sudah berada pada jalur yang benar untuk memacu perubahan di negeri ini.

Gambar via metrotvnews.com

Answered May 8, 2017
Firsa Enthovin
seorang yang masih butuh belajar tentang banyak hal

K5NFp94Bjrj9u0AlTHBctszdSeSkwh5G.jpg

Perubahan dari bangsa yang berpikir kerdil menjadi bangsa yang mampu berpikir luas dan mendalam.

 

sumber gambar: wordpress.com

Answered Jun 13, 2017
Dewa Ayu Fitriyanti
Mahasiswa fakultas psikologi

Perubahan yang saya inginkan di Indonesia adalah perubahan dalam sumber daya manusia yang tidak korupsi atau memakan uang rakyat atau negara, merealisasikan infrastruktur yang di tunda tunda, memperhatikan saudara-saudara kita yang berada di daerah pedalaman .

 Dewa Ayu Fitriyanti _ 1706980204 _ Wikramawa 13

Answered Aug 8, 2017
Gregorius Bramantio
Anagata FHUI 2017

SDM yang unggul, fasilitas pendidikan dan kesehatan kelas dunia bagi semua masyarakat, cagar alam, dan cagar budaya yang terawat dengan baik, pertahanan negara yang kuat, dan bebas dari budaya KKN.

 

Gregorius Bramantio_1706047555_FH_Wijayarasa-04

Answered Aug 8, 2017

Question Overview


10 Followers
1700 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana implementasi growth hacking atau akuisisi user baru yang paling efektif untuk sebuah produk media digital?

Mengapa Indonesia merupakan negara yang miskin?

Bagaimana pendapat Anda terkait pernikahan beda agama?

Mengapa teleskop tidak bisa melihat lebih jauh dari 13,8 miliar tahun cahaya?

Apa sebab munculnya ekstremisme di dunia ini?

Mengapa langit berwarna biru?

Bagaimana nasib perempuan-perempuan Jerman setelah Nazi kalah dalam Perang Dunia II?

Bagaimana cara Nazi mengenali orang Yahudi pada Perang Dunia II?

Apa yang bisa Indonesia lakukan untuk meningkatkan kejayaan industri filmnya?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?