selasar-loader

Apa alasan Andri Syahputra menolak panggilan Timnas Indonesia dan memilih bermain di Timnas Qatar?

Last Updated Apr 7, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Shendy Adam
Eks sport journalist di Harian Merdeka

Hasil gambar untuk andi syahputra pemain bola

Sumber gambar via https://d10dnch8g6iuzs.cloudfront.net/ (SUM)

Agus Sudarmanto, ayah dari Andri Syahputra sudah menjelaskan ke media. Berikut ini saya salinkan pernyataannya, “Saya bilang, tidak memenuhi undangan karena pendidikan. Dan tanpa Aspire Academy (tempat Andri bersekolah saat ini) dan klub, Andri tidak akan jadi pemain bola profesional seperti sekarang ini. Dan Andri tidak pernah masuk SSB (Sekolah Sepak Bola) di klub di Indonesia,” ujar Agus.

Dari sekian pernyataan, kalimat di atas yang menurut saya menjelaskan dengan sangat "gamblang". FYI, Andri sudah sejak usia 7 tahun bermukim di Qatar. Saya bisa maklum kalau ia lebih memilih membela Qatar, negara yang membentuknya menjadi wonderkid di sepak bola internasional saat ini. Saya tidak yakin talenta Andri bisa berkembang seperti sekarang kalau ia hanya mengenyam pelatihan sepak bola usia dini di tanah air.

Jangan lupa, Qatar adalah tuan rumah Piala Dunia 2022. Lima tahun lagi, saya memprediksi Andri sedang berada di puncak performa. Peluang dia untuk bermain di Piala Dunia terbuka lebar, sedangkan kalau dia membela Indonesia, sampai pensiun pun cuma bisa nonton Piala Dunia. Ini pilihan yang sangat rasional. Pesepakbola mana yang tidak ingin bermain di Piala Dunia?

Selain Andri, Emilio Audero Mulyadi juga terang-terangan enggan "berkostum Garuda". Ia memilih membela tim nasional Italia. Emil berhasrat menggantikan sosok Gianluigi Buffon di Azzuri.

Daripada PSSI ribut menuding Andri dan Emil tidak nasionalis, lebih baik benahi pembinaan usia dini. Akan sampai kapan PSSI berburu pemain keturunan Indonesia yang sukses di luar negeri?

Answered Apr 10, 2017