selasar-loader

Bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik?

Last Updated Apr 7, 2017

5 answers

Sort by Date | Votes
Ma Isa Lombu
Pendiri dan Chief Business Development Officer Selasar

SMcjM4-MLdmFU4dCdNv1xIUarTtLvK16.png

via linkedin.com (FR)

Pertajam Emotional Intelligence-nya!

"The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things." 

- Ronald Reagan (40th President of the United States of America)

***

Saya pernah menjawab pertanyaan di Selasar tentang apakah pemimpin itu dilahirkan atau dibentuk, maka saya menjawab: Dibentuk (lihat jawaban saya di sini). Melanjutkan jawaban tersebut, maka saya akan jawab pertanyaan selanjutnya tentang formulasi bagaimana cara membentuk seorang pemimpin.

Berdasarkan sebuah artikel dalam Harvard Business Review yang berjudul "What makes a leader?", Daniel Goleman seorang seorang intelektual Amerika, penulis buku dan visiting faculty member di Universitas Harvard, menjabarkan bahwa emotional intelligence (kecerdasan emosional) adalah faktor utama penentu dan yang membedakan seorang pemimpin dan yang bukan.

Dalam artikelnya, ia menyebutkan bahwa dalam kehidupan profesional, meskipun IQ (Intellectual Quotient) dan technical skill itu penting dalam sebuah pekerjaan, sayangnya hal tersebut hanya relevan dipertimbangkan sebagai requirement awal apakah seseorang akan diterima dalam sebuah pekerjaan atau tidak (entry level). Seiring berjalannya waktu, permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam sebuah pekerjaan pun meningkat, untuk itulah kehadiran sebuah tim dan strategi untuk memcahkan sebuah permasalahan menjadi suatu keniscayaan. Di titik tersebut, IQ dan kemampuan teknis yang dimiliki tidak akan berarti apapun tanpa dilengkapi dengan kecerdasan emosional (Emotional Intelligence). Menariknya, kecerdasan emosional ini merupakan faktor utama untuk menyokong sebuah skill dasar dalam rangka menghadapi rumitnya perkembangan organisasi dan tuntutan pekerjaan tersebut: kemampuan untuk memimpin (leadership skill).

Untuk itulah maka Goleman merumuskan ada setidaknya lima komponen yang menentukan tinggi rendahnya Emotional Intelligence seseorang dalam dunia kerja. Diantaranya adalah:

LA0eAit1UWhGOAUGxj2vNcmq5WiXWmvv.jpg

a. Self-Awareness

Secara mudah, Self-Awareness di sini diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk kemampuan seseorang untuk mengetahui dirinya dengan baik (entah itu mood, kekuatan, kelemahan, keadaan emosi, dan juga motivasi) dimana hal tersebut akan berdampak untuk orang lain. Seorang pemimpin yang memiliki kualifikasi ini akan dengan relatif mudah menentukan apakah kebijakan ini harus saya ambil atau tidak. Jika memang harus diambil, kapan waktunya, sekarang atau nanti. Untuk itulah maka seseorang yang mengetahui dirinya dengan baik akan memiliki rasio kesuksesan yang lebih tinggi ketika mengerjakan suatu pekerjaan.

Seperti kata Tsun Tzu dalam Art of War:
“If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle.” 

b. Self-Regulation

Secara mudah, Self-Regulation di sini diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk menahan diri dari sesuatu yang bersifat negatif yang berasal dari luar dan dalam dirinya. Mengapa hal ini menjadi penting? Seorang pemimpin yang "stabil" dalam merespon keadaan buruk yang terjadi di dalam atau luar dirinya, niscaya akan dapat memutuskan sesuatu secara lebih objektif kerena ia tidak terpengaruh emosi sesaat yang datang padanya. Hal ini pula dalam jangka panjang akan dapat mencipatakan lingkungan kerja yang fair dan dapat dipercaya karena judgement yang dilakukannya bukan bersasarkan impulse jangka pendek/asymetric yang sering kali bersifat disruptive.

c. Motivation

Secara mudah, Motivation di sini diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mendefinisikan tujuan dan hasrat hidupnya dalam melakukan sesuatu melebihi insentif material dan sesuatu yang bersifat jangka pendek seperti uang, bonus, karir, ataupun status. Seseorang yang memiliki kemampuan ini biasanya tidak takut dalam menghadapi (bahkan mencari) tantangan, love to learn dan memiliki kebanggaan ketika mengerjakan sesuatu dengan baik. Orang-orang jenis ini juga berhasrat mengerjakan sesuatu lebih baik dari orang lain atau pendahulunya. Orang-orang jenis ini mencari kepuasan (dan kebahagiaan, jga kebanggaan) jangka panjang, tidak sebatas insentif jangka pendek seperti status sosial dan kekayaan semata.

d. Emphaty

Secara mudah, Emphaty di sini diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengerti keadaan orang lain seakan-akan ia merupakan bagian dari dirinya. Memimpin sebuah tim artinya bekerja dengan (bersama) orang lain. Mengerti keadaan rekan kerjanya (tanpa harus ditanya dan merasakan selayaknya mereka rasakan) yang memiliki keadaan dan permasalahannya masing-masing, menjadi mutlak dimiliki orang sorang pemimpin untuk dapat secara lebih bijak dalam menentukan kebijakan tim ataupun dalam proses interaksi kepada mereka. Dengan empati inilah maka seorang pemimpin dapat secara relatif lebih baik dalam hal merasakan dan mengerti sudut pandang orang-orang yang dipimpinnya.

e. Social Skill

Secara mudah, Social Skill di sini diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk membangun dan membina hubungan baik dengan orang lain. Seorang leader dihadapkan pada dua tantangan utama: membuka jalan dan memecahkan permasalahan dengan cepat dan tepat. Untuk itulah maka social skill menjadi penting keberadaannya bagi seorang pemimpin karena dua hal tersebut amat erat kaitannya dengan keterlibatan orang lain. baik di dalam dan di luar organisasi. Beberapa turunan dari kemampuan ini adalah kemampuan untuk melakukan persuasi, mengkonsolidasi pihak-pihak lain, ataupun membuat orang lain merasa nyaman, tidak terancam dan teryakini akan ide-ide yang disampaikannya.

***

Leadership skill yang berakar dari Emotional intelligence (yang mana dapat dihasilkan dari kelima hal tersebut), tentunya merupakan sesuatu yang dapat dipelajari. Untuk itulah maka saya berpendapat bahwa seorang pemimpin itu dibentuk (can be learnend), dibandingkan...(more)

Answered Apr 7, 2017
Dendy Herdianto
CEO Maslahah Academy

Hasil gambar untuk pemimpin

Sumber gambar via http://www.indotelko.com/ (SUM)

Sebelumnya, mari definisikan apa yang dimaksud dengan pemimpin? Apakah seorang CEO disebut sebagai pemimpin? Apakah ketua sebuah organisasi disebut sebagai pemimpin?Apakah dekan, kepala sekolah, menteri, presiden disebut sebagai pemimpin?

Jika jawabannya "iya", artinya pemimpin hanya merujuk pada jabatan seseorang. Pemahaman yang demikian amatlah buruk. Ini menunjukkan bahwa "aku adalah posisiku". Seyogianya, seorang pemimpin tidak hanya berpikiran sekadar sebagai apa ia menjabat. Lebih dari itu, tanyakan untuk apa ia memangku jabatan tersebut?

Jika hanya sekadar meningkatkan eksistensi, meninggikan nilai jual, dan memperluas kekuasaan, ini tidak lebih dari sekadar orang biasa yang sedang mencari jati diri.
Sejatinya, seorang pemimpin adalah ia yang dapat mempengaruhi orang lain. Ia dapat menggerakkan orang-orang yang berada di dalam lingkarannya untuk bersama-sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
The Founding Father, Soekarno, mampu memberikan pengaruh kepada rakyat Indonesia melalui orasinya. Maka, wajar bila ada rakyat yang masih menganggap Soekarno adalah satu-satunya presiden di Indonesia. Presiden selanjutnya hanyalah sebagai pengganti Seokarno. Bukti seorang pemimpin sejati adalah ia dicintai rakyatnya.

Dari penjelasan tersebut, maka ada beberapa poin terkait cara menjadi pemimpin yang baik.

1. Pastikan mindset yang dibangun adalah mindset pemimpin bukan pimpinan, karena perbedaan di antara kedua hal tersebut adalah jelas. Pemimpin adalah orang yang mengerjakan apa yang ia katakan sedangkan pimpinan hanya mengatakan, menyuruh tanpa memberikan tindakan nyata dari dirinya. Dengan demikian, pastikan bahwa diri kita adalah sosok seorang pemimpin bukan pimpinan.

2. Berpikir social interest. Sering terjadi di antara para pemimpin yang pola berpikirnya adalah self-interest. Yang mana ia berusaha dengan sebaik mungkin untuk memuaskan dirinya. Membeli banyak barang mewah, menggunakan uang untuk keperluan senang-senang, dan sebagainya. Sedikit dari mereka yang berpikir apa yang ia lakukan seyogianya bermanfaat bagi orang lain (social interest). Dengan demikian, ia akan lebih berpikir untuk berperilaku sewajarnya dan memperhatikan orang-orang yang di sekitarnya, karena bisa jadi yang ia perbuat justru merugikan orang lain.

3. Menyeimbangkan rasionalitas dan emosional. Terkadang, di antara para pemimpin, mereka tidak mampu berpikir jernih. Segala hal dilakukan berdasarkan egoisme semata. Ini menjadi masalah besar bagi orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya. Betapa tidak, orang dengan tipe yang mengandalkan egoisme akan cenderung membuat anggotanya tidak menyukai dirinya, padahal ciri pemimpin yang baik adalah ia mencintai rakyatnya dan rakyat pun mencintai dirinya. Bagaimana bisa hal tersebut tercapai bila sifat tersebut masih ada. Di sisi lain, hal tersebut akan membuat keputusan menjadi tidak perfect. Oleh sebab itu, dibutuhkan pemikiran yang rasional agar tercipta keputusan yang  baik dan emosi yang terkendali agar tercipta harmonisasi antarpemimpin dan anggota.

4. Kenali anggota dan tingkatkan kepekaan. Mengenal lebih dalam anggota yang ia pimpin merupakan hal yang sangat penting, karena mereka adalah sebuah tim, bukanlah orang yang bekerja sendiri-sendiri. Ketidaktahuan dan ketidakpekaan seorang pemimpin terhadap anggotanya, akan membuat sebuah dinamika yang tidak dapat diprediksi. Karena kita tidak tahu, mungkin saja ada masalah yang tidak kita ketahui dikarenakan tidak mengenali mereka lebih dalam.

5. Perbanyak berpikir positif. Melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang positif akan membuat kehidupan seorang pemimpin menjadi lebih tenang dan nyaman. Efeknya pun akan berpengaruh ke anggotanya. Sebuah perasaan yang nyaman yang disimbolkan melalui sebuah senyuman, tentu akan memberikan efek positif kepada seluruh anggota sehingga tingkat produktivitas akan bertambah karena sebuah kenyamanan yang telah dibangun.

Paling tidak kelima hal ini dapat dipraktikkan oleh semua orang, karena sejatinya, setiap orang adalah pemimpin. Bahkan, pemimpin untuk dirinya sendiri. Dan ia harus bertanggung jawab atas apa yang ia pimpin.

Answered Apr 8, 2017

Hasil gambar untuk pemimpin yang baik

via 2.bp.blogspot.com (SUM) 

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat menjadi teladan yang baik dan mempunya visi yang jelas.

Answered Apr 12, 2017
Al-A'la Dzulfikar
Full Time Blogger

KxmboMTiRIsii-XNkNZF8N2nYQssoQwU.png

Menjadi pemimpin yang baik itu tidak mudah tapi juga tidak sulit. Salah satu teladan seorang pemimpin yang baik sepanjang masa adalah Nabi Muhammad SAW. 

Seorang pemimpin memiliki sifat-sifat kenabian. Tercatat beberapa nabi merupaan seorang pemimpin bahkan seorang Raja salah satunya adalah Nabi Sulaiman. Namun, menurut catatan sejarah hanya Nabi Muhammad SAW yang memiliki pengaruh paling besar dengan mukjizatnya, Al-Quran.

Bagaimana meneladani sifat kenabian seorang yatim yang lahir pada tahun gajah ini? Nabi Muhammad sudah sejak remaja sangat dikenal dengan sifat kenabiannya. Sifat-sifat itu adalah;

  • Sidiq
  • Amanah
  • Fathanah
  • Tabligh
Seorang pemimpin harus jujur. Itu modal utama dalam memimpin. Tidak ada namanya drama di kantor. Baik itu pemimpin perempuan maupun pemimpin laki-laki harus memiliki sifat kenabian.
 
Seorang pemimpin harus amanah. Segala amanah. Amanah ini dapat dipercaya. Bagaimana mungkin Anda bisa jadi seorang pemimpin tapi tidak bisa dipercaya oleh bawahan Anda. Jadi, salah satu sifat kenabian kedua yang paling penting adalah dapatkan kepercayaan dari bawahan Anda bahwa Anda memang seorang pemimpin yang bisa menanggung tanggung jawab yang besar.
 
Seorang pemimpin haruslah cerdas seperti Nabi Muhammad SAW. Kecerdasan Nabi Muhammad tergambar saat Nabi belum mendapatkan wahyu. Masih ingat tentang kisah nabi yang dipercaya para pemimpin Quraisy untuk membantu memutuskan siapa pemimpin Quraisy yang paling berhak untuk menempatkan batu Hajar Aswad di tempat sedia kala?
 
Benar, karena Nabi Muhammad terkenal jujur dan bijaksana. Sejak remaja Nabi bahkan sudah mendapatkan kepercayaan dari para pemimpin bani Quraisy untuk memecahkan persoalan yang terlihat sepele namun amat sangat bergengsi dimata para pemimpin Quraisy. Mereka bisa menempatkan Hajar Aswad ketempatnya semula setelah Nabi membentangkan sebuah kain. Kemudian masing-masing pemimpin bani Quraisy itu memegang tepian kain yang sudah disediakan. Kecerdasan Nabi menyatukan pemimpin Bani Quraisy ini sudah menjadi salah satu sifat kenabian yang akan menjadi seorang pemimpin besar.
 
Terakhir adalah Tabligh. Tabligh adalah mewujudkan visi dan misi. Seorang pemimpin yang memiliki sifat kenabian Tabligh mampu mewujudkan rencana-rencananya. Lihatlah pengaruh kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang mampu bertahan hingga abad ke 21.
 
Terakhir, memiliki sifat kenabian adalah modal dasar bagi seorang pemimpin sukses yang baik.
 
 
sumber gambar: billionairestore.co.id

Answered May 22, 2017
Fachruqi Waris
Universitas Hasanuddin l Rumah Kepemimpinan Ang.8 Regional 7 Makassar

HtUQdQu-4CrB1u0PKl4qBwbCtCXuQKyP.jpg

sumber gambar : Jakarta Keren

Menjadi pemimpin yang baik adalah memimpin sambil menempatkan diri menjadi pengikut yang baik. pengikut yang baik adalah orang yang patuh terhadap perintah, arahan, maupun peraturan yang dibuat dalam rangka menjadikan manusia dan lingkungan yang ditempatinya menjadi lebih baik. Kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemimpin dan bijak dalam menghadapi persolan yang dihadapi lingkungannya. Dengan bersikap sebagai pengikut yang baik, seorang pemimpin akan lebih mudah memahami orang-orang yang dipimpinnya sehingga ia tidak hanya mengatur tapi juga mengabdi bersama orang-orang yang dipimpinnya.

Oleh karena itu pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berintegritas dan acceptable di masyarakat. Diterima semua golongan dan mampu menjadikan tempat yang dipimpinnya aman, damai dan penuh semangat gotong royong. karena sejatinya pemimpin adalah layaknya seorang ibu yang melayani, merawat dan menjaga.

#Jawabanku Oktober 2017 #Rumah Kepemimpinan #RK Regional Makassar

Answered Nov 2, 2017

Question Overview


5 Followers
1253 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apakah pemimpin itu dibentuk atau dilahirkan?

Seberapa besar pengaruh olahraga terhadap kemampuan memimpin seseorang?

Apa saja cara seorang pemimpin memotivasi tim yang sedang demotivasi karena performa organisasi yang buruk?

Apa saja karakteristik dari pemimpin/CEO yang buruk?

Apa kesalahan terbesar yang pernah dilakukan oleh seorang pemimpin negara?

Siapa CEO terbaik Indonesia saat ini?

Kenapa CEO sekelas Emirsyah Satar yang bergaji besar masih tergoda melakukan korupsi?

Bagaimana kinerja KPK di bawah Abraham Samad dan apa prestasi yang menonjol di bawah kepemimpinannya?

Apakah skill yang paling utama yang harus dimiliki CEO?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Apakah perbedaan pemimpin dengan bos?

Dari segi leadership, apakah Jokowi lebih baik dari Donald Trump?

Apakah seorang CEO haruslah seorang Extrovert dan pandai menjual?

Di manakah kita bisa menemukan tim yang sevisi untuk membangun sebuah bisnis/ start-up?

Menurut Anda, seperti apa profil kepemimpinan Indonesia di masa mendatang?

Apakah ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka menjadi bukti krisis kepemimpinan nasional?

Bagaimana cara membuat keputusan yang baik dan benar?

Apa tantangan terbesar sebuah organisasi kerja?

Apa keunggulan kuliah jurusan Manajemen?

Apa pengetahuan terbaik tentang ilmu manajemen yang pernah Anda pelajari?

Bagaimana cara kerja konsep SMED (single-minute exchange of die) ala Toyota?

Bagaimana cara membangun organisasi kerja yang adaptif?

Bagaimana cara Anda meniti karier dari bawah sampai ke puncak?

Apa bentuk organisasi masa depan yang paling sesuai?

Ada berapa banyak organisasi nirlaba di Indonesia?

Apa pendapat Anda mengenai teleworking?

Bagaimana menyusun key performance indicator (KPI) untuk fungsi kebersihan dan keamanan di sebuah perusahaan?

Mengapa masih ada orang terpelajar dan bahkan pejabat di Indonesiayang tertarik untuk bergabung ke ISIS?

Apa yang membuat ISIS menarik perhatian sehingga banyak orang yang ingin menjadi bagian darinya?

Tipe kaderisasi organisasi apa yang cocok di level SMA?

Bagaimana menjaga komitmen relawan pada suatu organisasi volunteer selain insentif moneter?

Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Mengapa design sprint digunakan untuk membuat produk digital?

Apa yang membuat Steve Jobs sukses membangun Apple?

Bagaimana proses mendirikan Bukalapak?

Siapa pengusaha paling top di Indonesia menurut Anda?